Showing posts with label Tanda Koma. Show all posts
Showing posts with label Tanda Koma. Show all posts

Tuesday, October 30, 2018

20 Contoh Penggunaan Tanda Koma yang Dipakai Di antara Nama dan Alamat, dan lain-lain

Pada artikel ini, kita akan mempelajari tentang penggunaan tanda koma. Bisa menguasai cara penggunaan tanda baca termasuk tanda koma merupakan bekal yang baik dalam memahami sebuah teks.

Untuk lebih jelasnya silakan perhatikan contoh penggunaan tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.




Contoh penggunaan tanda koma yang dipakai di antara nama dan alamat.

1.  Aji Santoso, Jalan Budi Utomo 12, Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Kebun Nanas, Surabaya 15150
2. Rudi Hartono, Jalan Ahmad Yani 15, Keluarahan Budi Karya, Kecamatan Karangsari, Bojonegoro 12345
3. Suharti, Dusun Wanabakti RT 006 RW 005, Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka 45462
4. Raditya Setiawan, Jalan Pahlawan, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka  45468
5. Dini Sari Murti, Jalan Pangeran Diponegoro, Desa Suniabaru, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka 45468

Contoh penggunaan tanda koma yang dipakai di antara bagian-bagian alamat,

1. Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya 6, Jakarta
2. Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam, Universitas Negeri Surakarta, Jalan Ir. Sutami 36A, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57126
3. Unit Kegiatan Mahasiswa Rohani Islam, Universitas Negeri Surakarta, Jalan Ir. Sutami 36A, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57126
4. Unit Reaksi Cepat, Kepolisian Resor Purbalingga, Jalan Mayjend Sungkono 1, Karangpoh Kulon, Kalikabong, Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53321
5. Satuan Lalu Lintas, Kepolisian Resor Purbalingga, Jalan Mayjend Sungkono 1, Karangpoh Kulon, Kalikabong, Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53321


Contoh penggunaan tanda koma yang dipakai di antara tempat dan tanggal

1. Surabaya, 10 November 1945
2. Jakarta, 17 Agustus 1945
3. Semarang, 5 Oktober 1945
4. Bogor, 28 Oktober 2018
5. Medan, 10 April 2017

Contoh penggunaan tanda koma yang dipakai di antara nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan

1. Jakarta, Indonesia
2. Bali, Indonesia
3. Yogyakarta, Indonesia
4. Surabaya, Indonesia
5. Medan, Indonesia

Wednesday, October 24, 2018

20 Contoh Penggunaan Tanda Koma untuk Memisahkan Petikan Langsung dari Bagian Lain Dalam Kalimat.

Untuk kesekian kali, kita akan melanjutkan pelajaran tentang penggunaan tanda koma. Kali ini kita akan membahas penggunaan tanda koma tanda koma untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Tanda koma sama pentingnya dengan tanda baca lain. Ia sangat bermanfaat untuk memperjelas maksud sebuah tulisan. Dengan demikian apa yang menjadi tujuan sebuah tulisan bisa diterima dengan baik oleh para pembaca.

Untuk itu mari kita simak bersama dua puluh contoh penggunaan tanda koma untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.




1. Kata Ibu saya, "Kita harus rajin belajar agar bisa lulus dalam ujian."
2. "Kita harus sopan terhadap ayah dan ibu," kata ibu guru, "karena mereka berdua adalah orang yang mencintai kita."
3. "Aku akan selalu bersamamu sampai maut memisahkan kita," kata Mira kepada Yudha.
4. Kata Ida, "Aku sudah lama duduk di sini."
5. "Lebih baik aku pergi dari tempat ini, "Ujar Brian.
6. Kata Rudi, "Perjalanan ini sangat melelahkan."
7. Aku berjanji, "Setiap hari aku akan menjemputmu."
8. Kata Umar, "Aku merasa senang berada di tempat ini."
9. "Untuk apa kita selalu bersama jika kau terus melukai hatiku," kata Wulan.
10. "Jika memang itu pilihanmu, aku akan menghargainya," ujar Budi.
11. "Pergilah jika itu maumu," kata Irwan.
12. "Setiap hari kau harus berlatih keras," kata Suwarto.
13.  "Sebaiknya kamu jangan mengikutiku, "kata Bu Joko.
14. Kata Hasan, "Aku mau pinjam sepedamu untuk ikut lomba balap sepeda."
15. Kata Rustam, "Aku akan segera pindah ke kota Semarang."
16. Kata Rudi, "Sebaiknya kujual saja sepeda motor ini untuk bekal merantau."
17. "Bagaimanapun dia adalah sehabatku, aku tidak boleh memusuhinya," kata Ujang
18."Semua itu di luar rencanaku, tetapi aku sangat bahagia," kata Adinda.
19. Kata kakek, " Jika ingin pintar, kau harus rajin belajar dan berdoa."
20. Kata Gunawan, "Jalan raya ini dibangun pada tahun 1998."

Catatan: Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung yang berupa kalimat tanya, kalimat perintah, atau kalimat seru dari bagian lain yang mengikutinya.

Misalnya:

"Di mana Saudara tinggal?" tanya Pak Iwan.
"Masuk ke dalam kelas sekarang!" perintah Pak Guru.
"Wow, indahnya pantai ini!" seru wisatawan itu.

30 + Contoh Penggunaan Tanda koma yang Dipakai Sebelum dan/atau Sesudah Kata Seru

Pada artikel ini kita akan melanjutkan pelajaran tentang penggunaan tanda koma. Kali ini, kita akan membahas tentang penggunaan tanda koma yang dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak.

Dengan memahami hal tersebut, lalu mempraktikkannya, insyaallah akan banyak ilmu yang akan kita dapatkan. Terutama bagi anda yang memiliki kegemaran menulis dan sering bingung bagaimana cara menulis kata sapaan dalam kalimat, artikel ini akan membantu memberikan contoh bagaiman semestinya kata sapaan dan kata seru ditulis dalam kalimat.

Meskipun demikian, bagi pembaca awam tidak ada salahnya mengerti tentang penggunaan tanda koma dengan benar, agar ketika menulis status di sosial media selalu menggunakan aturan kebahasaan yang benar.

Nah, berikut ini dua puluh contoh penggunaannya.



1. O, ternyata begitu?
2. O, jadi begitu ?
3. O, aku baru tahu!
4. Wah, luar biasa !
5. Wah, bagus sekali rumahmu !
6. Wah, mahal sekali harga sepatumu !
7. Wah, hebat sekali pidatomu !
8. Hati hati, ya, lantainya licin !
9. Pelan-pelan, ya, jalannya licin !
10. Jangan diambil hati, ya, dia cuma bercanda !
11. Jangan marah, ya, aku sudah punya pacar!
12. Jaga dirimu, ya, semoga selalu sehat !
13. Hai, apa kabar !
14. Hai, aku kangen kamu !
15. Hai, siapa namamu ?
16. Hai, jangan marah ya?
17. O, jadi itu suamimu?
18. O, aku tidak menyangka !
19. Wah, luas sekali halaman rumahmu ?
20. Wah, pintar sekali kamu!
21. Selamat siang, Bu!
22. Selamat pagi, Bu
23. Selamat malam, Bu!
24. Apa kabar, Dik ?
25. Sedang apa, Dik
26. Mau kemana, Dik ?
27. Jangan menangis, Nak !
28. Kakek di mana, Nak?
29. Belajar yang rajin, Nak !
30. Tabahkan hatimu, Nak.
31. Kamu yang sabar, ya, Nak !
32. Sedang apa, Bu ?


Monday, October 22, 2018

20 Contoh Penggunaan Tanda Koma di Belakang Kata atau Ungkapan Penghubung Antarkalimat

Hai para pembaca, apa kabar ? Mudah-mudahan baik. Kali ini kita akan bersama-sama belajar tentang penggunaan tanda koma di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.

Bagi anda yang memiliki hobi menulis, menguasai penggunaan tanda koma dalam kalimat sangat bermanfaat agar kita bisa menulis kalimat dengan benar dan efektif. Diharapkan setelah membaca artikel ini, anda bisa menulis kalimat dengan benar, khususnya yang berkaitan dengan pembahasan kita kali ini.

Sementara itu bagi anda yang hanya gemar membaca, menguasai penggunaant tanda koma juga akan membuat anda mampu menyerap informasi dengan benar.

Di bawah ini merupakan dua puluh contoh penggunaan tanda koma di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat.



1. Wawan selalu giat berlatih pencak silat. Oleh karena itu, dia meraih juara pertama turnamen pencak silat Piala Bupati.
2. Besok pagi harga BBM Premium naik. Oleh karena itu, masyarakat berbondong-bondong membeli premium.
3. Besok pagi hari kartini. Oleh karena itu, setiap siswa harus mengenakan pakaian adat.
4. Kekerasan terhadap anak semakin marak. Oleh karena itu, para orangtua harus selalu mengawasi putra-putri mereka.
5. Aku sudah resmi menikah denganmu. Oleh karena itu, jangan pernah menyakitiku.
6. Hari ini, semua guru mengikuti ujian di Balai Kota. Jadi, semua murid diminta belajar di rumah
7. Ardian Mahesa Putra berhasil menjadi lulusan terbaik di sekolah itu. Jadi, ia berhak meraih penghargaan sebagai siswa teladan.
8. Ia membutuhkan uang untuk sekolah anaknya. Jadi, Ujang terpaksa menjual sepeda motornya.
9. Semua yang dituduhkan jaksa kepadanya tidak terbukti. Jadi, Irwan bebas tanpa syarat.
10. Opick berhasil  lulus tes CPNS. Jadi, ia akan segera menikah.
11. Nilai ujian semester Tasya tertinggi di sekolahnya. Dengan demikian, ia berhak mendapat beasiswa ke luar negeri.
12. Ruang perpustakaan akan segera direnovasi. Dengan demikian, untuk sementara kegiatan perpustakaan dilaksanakan di ruang kelas XMIPA1.
13. Putri berhasil lolos seleksi administrasi penerimaan CPNS. Dengan demikian, ia akan segera mengikuti tes selanjutnya.
14. Regu voli SMAN 1 Blora berhasil mengalahkan lawannya di semifinal. Dengan demikian, mereka akan melaju ke final.
15. Di sepanjang Jalan Sudirman ada acara festival budaya. Dengan demikian, arus lalu lintas dialihkan ke tempat lain.
16. Hari ini merupakan hari pemilihan gubernur. Sehubungan dengan itu, semua instansi pemerintah diliburkan.
17. Rumahnya sudah laku dijual. Sehubungan dengan itu, ia akan segera pindah ke luar kota.
18. Tanto anak yatim piatu. Meskipun demikian, ia jarang terlihat sedih.
19. Desi bekerja di pabrik sepatu. Meskipun demikian, ia juga aktif mengikuti kuliah.
20. Orangtuanya seorang penarik becak. Meskipun demikian, Yana selalu juara kelas.

Sunday, October 21, 2018

20 Contoh Penggunaan Tanda Koma untuk Memisahkan Anak Kalimat yang Mendahului Induk Kalimatnya

Hai apa kabar para pembaca, sekali lagi anda telah menyempatkan dirimembaca artikel ini, yakni tentang penggunaan tanda koma. Sebelumnya kita sudah mempelajari penggunaan tanda koma yang dipakai sebelum kata penghubung, penggunaan tanda koma sebagai singkatan gelar, dan penggunaan tanda koma untuk pemerincian dan pembilangan.

Kali ini kita akan belajar tentang penggunaan tanda koma untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat. Anak kalimat adalah bagian kalimat (klausa) yg tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap; klausa terikat. Contohnya: agar sehat, ketika pulang. Sementara itu yang dimaksud dengan induk kalimat adalah bagian kalimat (klausa) dari kalimat majemuk bertingkat yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat yg mempunyai potensi untuk menjadi kalimat. Contohnya: aku makan, Rita tidur.

Sekarang kita akan menyimak dua puluh contoh penggunaan tanda koma untuk memisahkan anak kalimat yang mendahuui induk kalimat.



1. Kalau tidak ada halangan, aku akan datang ke rumahmu.
2. Karena rajin belajar, Ardi berhasil meraih peringkat pertama.
3. Sejak ditinggal ayah ibunya merantau, Sinta justru rajin belajar.
4. Sebelum menjadi kepala sekolah, jabatan Pak Sardi adalah guru sejarah.
5. Setelah sarapan pagi, Diana bergegas pergi ke sekolah.
6. Agar meraih kesuksesan, para pelajar harus menguasai literasi informasi.
7. Demi menggapai cita-cita, Kirana rajin belajar setiap hari.
8. Sejak duduk di bangku SMA, Rusdi semakin rajin membaca buku.
9. Meski berasal dari keluarga sederhana, Erna sangat pandai berbahasa Inggris.
10. Ketika aku lulus SMA, aku akan kuliah di Universitas Terbuka.
11. Untuk memenuhi target penjualan bulan ini, semua pemasar harus bekerja keras.
12. Karena kesal pada anak buahnya, direktur itu membanting pintu.
13. Agar lulus ujian seleksi CPNS, Tari belajar giat setiap hari.
14. Akibat terlalu sering makan makanan pedas, perut Husin sakit.
15. Walaupun rumahnya di pelosok desa, Ujang mahir menggunakan komputer.
16. Biarpun rumah mereka sederhana, keluarga Pak Farhan selalu gembira
17. Kecuali engkau mau menerimaku apa adanya, aku tidak akan pulang ke desa.
18. Asal bisa selalu bersamamu, aku rela melakukan apa saja.
19. Tanpa berkata apa-apa, Yadi pulang begitu saja.
20. Seandainya saja ada kesempatan kedua, aku tidak akan membiarkanmu menempuh jalan itu.

Demikianlah, dua puluh contoh penggunaan tanda koma untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat. Sebaliknya, tanda koma tidak dipakai jika induk kalimat mendahului anak kalimat.

Contoh :


  • Rudi akan pergi melaut jika diajak temannya.
  • Lesty mempunyai banyak teman karena baik hati.
  • Kita harus banyak membaca buku agar memiliki wawasan yang luas.

Saturday, October 20, 2018

20 Contoh Penggunaan Tanda Koma yang Dipakai Sebelum Kata Penghubung

Hai para pembaca apa kabar? Kali ini kita akan bersama-sama melanjutkan belajar tentang penggunaan tanda koma. Salah satunya adalah  tanda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara).

Meskipun sepertinya sepele, pengetahuan yang benar tentang pemakaian tanda baca termasuk tanda koma akan sangat bermanfaat bagi kalian, apalagi jika kalian adalah seorang pelajar. Apabila kalian mengerti tentang hal ini, kalian akan memiliki kemampuan literasi baca tulis yang lebih baik dibanding teman-teman kalian.

Nah, mari kita simak bersama contoh dari penggunaan tanda koma yang dipakai sebelum kata penghubung, khususnya kata penghubung "tetapi", "melainkan", dan "sedangkan".



1. Saya ingin membeli sepeda motor, tetapi tidak diperbolehkan ibu saya.
2. Saya suka masakan pedas, tetapi perut saya takut terkena sakit maag.
3. Aku ingin menjadi tentara, tetapi berat badanku masih kurang.
4. Aku rajin membaca buku komik, tetapi malas membaca buku pelajaran.
5. Awan sudah semakin mendung, tetapi hujan belum turun juga.
6. Rumahku sudah kubersihkan setiap hari, tetapi masih saja terlihat kotor
7. Hasan ingin pergi ke supermarket, tetapi ibunya menyuruh belajar di rumah.
8. Pekerjaan ayahnya bukan polisi, melainkan tentara.
9. Rumahku bukan di Jakarta, melainkan di Bogor.
10. Kuliahnya bukan di IPDN, melainkan di UNDIP
11. Roni bukan kekasihku, melainkan kekasih Intan.
12. Vokalis Dewa 19 bukan Armand Maulana, melainkan Ari Lasso.
13. Cita-citaku bukan menjadi presiden, melainkan menjadi pilot.
14.  Ibukota Indonesia bukan di Surabaya, melainkan di Jakarta
15.  Uang Ini bukan milikku, melainkan milik Joko.
16.  Di pasar, ia membeli sayur bayam, sedangkan ibunya membeli buah jeruk.
17. Adikku gemar membaca buku, sedangkan aku gemar olahraga.
18. Aku meraih juara pertama lomba membaca puisi, sedangkan Tari meraih juara pertama lomba melukis.
19. Rinto pandai bermain kata-kata, sedangkan Udin pandai bermain gitar.
20. Willy bercita-cita menjadi polisi, sedangkan adiknya bercita-cita menjadi tentara.

Friday, October 19, 2018

20 Contoh Penggunaan Tanda koma untuk Pemerincian atau Pembilangan

Pada penulisan sebuah artikel, opini, novel, cerpen dan lain sebagainya, tanda koma pasti akan selalu disertakan karena penggunaan tanda tersebut bisa memperjelas maksud dan tujuan dari sebuah tulisan. Keberadaan tanda koma mempermudah para pembaca untuk memahami sebuah tulisan. Sungguh sukar dibayangkan seandainya ada tulisan yang sama sekali tidak menggunakan tanda koma. Hampir bisa dipastikan tulisan tersebut akan kacau balau, dan susah dipahami oleh pembacanya.

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang penggunaan tanda koma sebagai Singkatan Gelar, sekarang kita akan belajar bersama tentang penggunaan tanda koma untuk pemerian atau pembilangan. 

Agar lebih jelas, mari kita perhatikan dua puluh contoh kalimat di bawah ini.



1. Saya pergi ke pasar untuk membeli sayur bayam, ikan asin, dan gula pasir.
2. Pak Iwan memiliki tiga orang anak: Irwan, Rani, dan Akbar.
3. Arman, Budi, ataupun Hanif harus belajar giat.
4. Satu, dua, ... tiga!
5. Mobil, becak, ataupun sepeda motor dilarang melintas jalan itu.
6. Jeruk, apel, dan jambu air termasuk buah-buahan segar.
7. Aku melakukan kegiatan rutin setiap hari: makan, tidur, beribadah, membantu orang tua, dan belajar.
8. Tahun ini ada tiga lulusan SMA 1 yang diterima di AKPOL: Johan Saputra, Ardian Hidayat, dan Melani Ardianti Lesmana.
9. Jakarta, Medan, dan Surabaya merupakan tiga kota terbesar di Indonesia.
10. Belut, ikan sepat, dan ikan gabus telah berhasil kami tangkap di sungai sore ini.
11. Roti, air putih, dan segelas susu menjadi menu yang membosankan setiap hari.
12. Pada ujian kali ini aku hanya belajar bahasa indonesia, matematika, dan IPA.
13. Setelah sukses ia membeli tiga hal yang paling diinginkannya: rumah, mobil, dan sepeda motor
14. Samsung, Iphone, dan Redmi menjadi merk gawai paling populer di Indonesia.
15. Kepala sekolah, guru, dan karyawan wajib menghadiri rapat di aula.
16. Di dompetku hanya ada tiga kartu: BPJS, ATM, dan SIM C.
17. Ahmad Tohari, Andrea Hirata, dan Marah Rusli merupakan novelis terkenal di Indonesia.
18. Batu, debu, dan panas menjadi teman setia para tukang batu.
19. Tayo, Gani, Rogi, dan Lani merupakan bus kecil yang terkenal.
20. Aku pergi ke kantor pos untuk mengambil surat, uang, dan membeli perangko.