Rabu, 05 Januari 2022

Resensi Buku Guru Aini : Prekuel Novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata

Kisah Keteguhan Hati Seorang Pecinta Pelajaran Matematika



Judul Buku :  Guru Aini : Prekuel Novel Orang-Orang Biasa

Pengarang: Andrea Hirata

Penerbit: Bentang Pustaka, 2020

Kota: Yogyakarta

Jumlah halaman: 336 halaman


Namanya tertulis begitu jelas dengan huruf kapital pada sampul buku berwarna kuning. Dia adalah Andrea Hirata, seorang penulis buku bertaraf internasional yang karyanya tersebar di berbagai penjuru dunia. Andrea Hirata mulai dikenal masyarakat melalui novel yang sangat terkenal, Laskar Pelangi. Novel tersebut begitu memukau masyarat dunia karena isinya begitu inspiratif, cocok dibaca banyak kalangan dan sangat menghibur. Tanpa bermaksud membandingkan, novel Guru Aini yang akan kita resensi ini tidak kalah dengan Laskar Pelangi, tetap inspiratif dan sangat menghibur. Hal ini menunjukkan karir kepenulisan Andrea Hirata tidaklah terhenti seusai Laskar Pelangi, ia tetap kreatif menulis.

Novel Guru Aini merupakan novel yang secara khusus memberikan perhatian lebih kepada sebuah mata pelajaran, yaitu matematika melalui tokoh-tokoh seperti Desi, Aini, Debut Awaludin dan lain-lain. Cerita bermula dari kegigihan maha dahsyat yang dimiliki seorang lulusan D3 Guru Matematika bernama Desi Istiqomah. Ia begitu menggebu-nggebu untuk mewujudkan cita-citanya menjadi guru matematika. Walaupun dipaksa ibunda tercinta untuk meneruskan bisnis ayahnya yang sudah mapan dengan penghasilan yang melimpah ruah, ia tetap teguh pendirian, menjadi guru matematika.

Selepas lulus, Desi bertugas menjadi guru matematika SMA di Ketumbi, Tanjong Hampar di pelosok Sumatera. Butuh waktu hampir seminggu untuk tiba di sana. Desi harus berganti-ganti sarana transportasi mulai dari bus yang kadang penuh berisi penumpang, kadang kosong. Juga bus yang ditumpangi orang-orang berdasi yang tidak peduli dengan Desi yang membawa tas besar. Atau sebaliknya bus yang berisi orang-orang sederhana namun justru mempersilakan Desi untuk duduk. Desi juga harus menumpang kapal yang membuatnya mabuk laut.

Tiba di Ketumbi, ia disambut dengan ramah oleh orang-orang di sana dengan panggilan bu Guru. Ternyata sebelumnya sudah ada informasi bahwa akan datang seorang guru matematika. Desi adalah seorang guru idealis yang hanya fokus mendidik murid-muridnya menjadi pintar. Sampai-sampai ia hampir frustasi karena setelah bertahun-tahun mengajar, tidak ada satupun anak yang pintar matematika seperti dirinya.

Sampai kemudian muncullah seorang siswa bernama Debut Awaludin yang memiliki kecerdasan dan minat terhadap matematika. Ini membuat Guru Desi bersemangat. Akan tetapi, Debut justru bertingkah sendiri, ia lebih memilih bergerombol dengan teman-temannya yang lain dan meninggalkan matematika. Bu Guru Desi patah semangat lagi.

Waktupun bergulir hingga bertahun-tahun berikutnya tidak ada seorangpun anak yang secerdas Debut. Guru Desi kehilangan semangat lagi. Sampai suatu ketika, seorang anak bernama Aini yang terkenal paling bodoh di sekolah, meminta Guru Desi untuk mengajari matematika.

Tentu saja Guru Desi kaget bukan kepalang. Bagaimana mungkin Aini yang sama sekali terlihat tidak menyukai matematika, tiba-tiba memohon Guru Desi untuk mengajar. Benar saja, setelah berminggu-minggu belajar matematika, Aini tidak menunjukkan perkembangan sama sekali.

Hal ini membuat Guru Desi jengkel. Sampai pada suatu hari ia menemukan metode pembelajaran yang tepat untuk Aini. Dicobalah metode tersebut. Ternyata berhasil !. Aini perlahan tapi pasti mulai mendapat nilai bagus dan prestasi puncaknya ia berhasil meraih nilai 10 untuk pelajaran matematika dan mendapat peringkat tiga terbaik ketika lulus sekolah.

Novel ini, sebagaimana novel Andrea Hirata lainnya, selalu saja mengaduk-aduk perasaan. Kita diajak untuk tersenyum geli, bahkan kadang bisa tertawa terbahak-bahak saat membaca kata demi kata. Sebaliknya kita bisa juga tanpa terasa meneteskan air mata karena terharu. Pada saat lain, Andrea Hirata mengajak pembaca untuk menyadari pentingnya Matematika dalam kehidupan ini. Matematika adalah hal yang sangat penting untuk dipelajari anak bangsa ini. 

Meskipun demikian, saya menemukan ada sedikit kesalahan penulisan dalam novel ini, yakni pada halaman 27, tertulis mengiktui, seharusnya mengikuti

Saya menyarankan, terutama bagi para pelajar, bacalah novel ini, sangat memotivasi, menginspirasi dan tentu saja menghibur.

Rabu, 29 Desember 2021

Resensi Buku Hadji Tempo Doeloe - Kisah Klasik Perjalanan Haji Zaman Dahulu karya Emsoe Abdurrahman

Kisah Perjalanan Haji Indonesia Sejak Zaman Hindia Belanda, bahkan Sebelumnya



Judul Buku: HADJI TEMPO DOELOE - Kisah Klasik Berangkat Haji Zaman Dahulu

Pengarang: Emsoe Abdurrahman

Penerbit: Alim - Imprint of Penerbit MCM

Tahun Terbit: 2019 Cetakan 1

Tebal: 242 hlm.


Ini buku sejarah, kisah tentang perjalanan haji umat Islam pada masa lampau, bahkan hingga ke abad ke 14. "Dikisahkan dalam naskah cerita Parahiyangan, seorang bernama Bratalegawa, putra kedua Prabu Jayadewabrata atau sang Bunisora penguasa kerajaan Galuh (1357-1371) yang menunaikan haji ke Mekkah." (halaman 2).  

Upaya penulis, Emsoe Abdurrahman, mengumpulkan data hingga jauh ke masa lalu, bukan hanya sejak Hindia Belanda, merupakan hal yang sangat menarik dan membutuhkan energi lebih. Ia menelusur jauh ke berbagai sumber termasuk naskah kuno yang berkaitan dengan perjalanan haji.

Termasuk laporan perjalanan Ludovico di Varthema (Lewis Barthema). "Pelancong yang satu ini berada di kota suci itu sekitar tahun 930 H (1504 H). Saat itu, Di Varthema mengamati ada banyak jamaah haji yang datang dari greater India (India besar, yaitu anak benua India) dan dari lesser India (India kecil, Insular India, atau kepulauan Nusantara). (halaman 4).

Keberangkatan jamaah haji juga dicatat oleh Dr. Hoesein Djajadiningrat, yang salah satunya mencatat tentang keberangkatan haji pada tahun 1630-an. Atau tokoh yang dianggap kontroversial seperti Snouck Hungronje yang mengungkapkan bahwa orang Indonesia yang akan menunaikan haji ke Makkah hampir tidak mengetahui cara untuk sampai ke sana. (halaman 37).  Akibatnya bisa anda baca sendiri dalam buku ini, tentu jauh berbeda dengan perjalanan haji pada masa modern ini. Haji pada masa lampau membutuhkan pengorbanan jiwa raga, mental, dan waktu. 

Buku ini begitu menarik karena menyajikan data dan fakta yang cukup akurat. Ditambah lagi dengan adanya gambar dan ilustrasi tentang perjalanan haji pada masa lampau. Pembaca bisa membayangkan bagaimana rumit dan berisikonya perjalanan haji ketika masih menggunakan kapal layar dan kapal uap. Salah satu hal yang juga tidak kalah menarik, penulis memberikan alasan mengapa Aceh disebut serambi Mekah. 

Nilai positif yang bisa diambil bangsa ini, khususnya umat Islam, perjalanan haji yang pada dasarnya merupakan bentuk peribadatan umat Islam, ternyata membutuhkan pengorbanan yang begitu besar bagi pemeluknya. Haji adalah perjalanan memenuhi rukun Islam yang risikonya jiwa. Alhamdulillah pada masa sekarang, perjalanan haji lebih mudah.

Saran saya, bagi penulis buku ini, pada edisi-edisi berikutnya, bisa ditambahkan lebih banyak sumber, agar pembaca bisa lebih merasakan bagaimana suasana haji saat lampau.

Kamis, 16 Desember 2021

Resensi Buku Geger Sepoy Karya Lilik Suharmaji


Kisah Penghancuran Keraton Yogyakarta Oleh Raffles Beserta Intrik yang Menyertainya




Judul Buku: Geger Sepoy - Sejarah Kelam Perseteruan Inggris dengan Keraton Yogyakarta (1812-1815)

Pengarang :  Lilik Suharmaji

Penerbit: Araska Publisher, Yogyakarta

Cetakan: 1

Tahun Terbit: 2020

Tebal : 304 halaman


Sir Thomas Stamford Raffles. Nama tersebut begitu agung dan sangat bersejarah. Ia dikenal sebagai penulis buku monumental History Of Java, juga dikenal sebagai pemimpin Inggris di Hindia Belanda yang sangat mencintai kebudayaan. Dia begitu mengagumkan.


Setidaknya itulah yang terekam dalam benak kita. 


Buku berjudul Geger Sepoy ini bisa jadi akan mengubah cara pandang anda terhadap sosok Letnan Gubernur Sir Stamford Raffles, penguasa Hindia Belanda (1811-1816). Bahwa selain berjasa menemukan bunga Rafflesia Arnoldi, Raffles adalah perusak keraton Yogyakarta dalam arti sebenarnya.


Dalam buku ini, kita bukan hanya bisa membaca tentang Raffles sebagai tokoh sentral Geger Sepoy, namun kita juga disuguhi bagaimana peran tokoh-tokoh dinasti mataram dalam peristiwa tersebut.  Tokoh-tokoh lain yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung juga turut dihadirkan oleh penulis. Ia menjelaskan secara cukup terperinci tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Geger Sepoy ini. Layaknya sebuah drama, penulis memberikan gambaran yang cukup jelas siapa dan bagaimana peran setiap tokoh.


Kita bisa membaca profil tokoh-tokoh tersebut dalam BAB I. Di sana ada nama-nama seperti Sultan Hamengku Buwono II, Sultan Hamengku Buwono III, Patih Danurejo II, Raden Ronggo Prawirodirjo III, Sunan Paku Buwono IV, Pangeran Prangwedono, Pangeran Notokusumo, Kapiten Tan Jin Sing, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, Letnan Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles, dan Tentara Sepoy. 

Bagaimana peran mereka? kepada siapa mereka berpihak? Anda bisa membaca pada bab-bab selanjutnya dari buku ini.


Hubungan Keraton Surakarta dan Yogyakarta


Penulis memulai buku ini dengan menceritakan tentang berdirinya keraton Kesultanan Yogyakarta. Akan tetapi bukan sejak Panembahan Senopati, melainkan dibatasi sejak zaman Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1646). Pada masa itu, kerajaan Yogyakarta sangat kuat dan memiliki wilayah yang luas.


Sayang sekali, sepeninggal Sultan Agung, penerusnya yaitu Sunan Amangkurat 1 sangat lemah. Pada saat itulah, VOC mulai ikut campur dalam urusan Keraton Mataram. Hingga akhirnya terpecahlah kerajaan Mataram menjadi dua, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta sebagai hasil dari perundingan Giyanti 15 Februari 1755.  


Selain terjadi perpecahan Kerajaan Mataram tersebut, penulis juga menyajikan beragam konflik yang berlangsung antar tokoh di kedua kerajaan tersebut.


Misalnya, konflik di Surakarta yang terjadi antara Raden Mas Said dengan Sunan Paku Buwono II. R.M. Said terkenal sebagai tokoh anti VOC, sementara Sunan Paku Buwono II cenderung bersahabat dengan VOC.


Konflik lain terjadi antara Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono I) dan Raden Mas Said. Penyebabnya, Raden Mas Said meminta kepada Mangkubumi agar ia diangkat sebagai Pangeran Adipati Anom, ahli waris tahkta jika Mangkubumi menjadi raja. Tentu saja Mangkubumi menolak keras. (halaman 25)


Masih banyak konflik yang terjadi yang melibatkan tokoh-tokoh Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, VOC, Belanda, dan Inggris. Perseteruan terbesar adalah antara Sultan Sepuh (Sultan Hamengkubuwono II) melawan Raffles.


Menariknya, ketika penyerbuan itu terjadi, Kasunanan Surakarta maupun Mangkunegaran justru lebih berpihak kepada Raffles dengan porsi masing-masing. Jika Mangkunegaran terang-terangan bersama tentara Inggris (Sepoy) turut menyerbu istana Yogyakarta, Prajurit Surakarta memilih berhenti di perbatasan Surakarta-Yogyakarta untuk menghalau jika sewaktu-waktu ada prajurit yang membantu Yogyakarta.


Bukan hanya itu, di lingkungan internal kerajaan Yogyakarta, Sultan Sepuh juga tidak didukung oleh Sang Putra Mahkota dan tokoh-tokoh lain. Ketika Geger Sepoy terjadi pada 19 Juni 1812 – 20 Juni 1812, beliau dikeroyok banyak pihak.


Catatan Penting Buku Ini


Buku ini tidak semata-mata menceritakan proses terjadinya penghancuran disertai penjarahan besar-besaran yang dilakukan oleh Raffles,  tentara Inggris yang didominasi tentara dari Sepoy, dan pasukan Mangkunegaran terhadap Keraton Yogyakarta, tetapi juga sejarah perebutan kekuasaan antar dinasti mataram (keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta) yang melibatkan Belanda dan kemudian Inggris.


Ini merupakan buku yang penting untuk dibaca generasi muda, khususnya mereka yang ingin memahami secara cepat, bagaimana konflik-konflik di lingkungan dinasti mataram hingga berpuncak pada peristiwa Geger Sepoy.


Namun sayang, bisa jadi karena tergesa-gesa atau karena penyebab lain, saya menemukan banyak kesalahan penulisan dalam buku ini, yaitu lupa menggunakan tanda baca koma. Setidaknya saya melihat pada halaman 35, 62,65, 83,93, 103, 114, 131,146,153,171,172,193, dan 207. 


Ada juga kesalahan penulisan yaitu pada halaman 92, tertulis, "kedekatan Notokusumo dengan ayahandanya dikhwatirkan oleh...."


Kata dikhwatirkan seharusnya dikhawatirkan.


Lalu ada lagi, "...sehingga yang muncul kepermukaan...."


kepermukaan seharusnya ke permukaan.


Coba juga perhatikan salah satu kalimat ini.

"Ia dapat menguasai dengan 3 bahasa dunia yakni Cina, Jawa, dan Barat."


Apakah anda merasa janggal terhadap kalimat tersebut? Menurut saya setelah kata  dengan semestinya ditambah dengan kata baik. (halaman 105)


Masih ada lagi yaitu penggunaan kata ekspidisi pada halaman 147 seharusnya ekspedisi.


Meskipun demikian, saya tetap menyarankan anda membaca buku ini, sebelum berwisata ke kota Yogyakarta khususnya ke benteng Vrederburg. 

Senin, 05 Juli 2021

Cara Install Slims Versi Terbaru di Hosting Rumahweb.Com

 Halo pemirsa, kali ini saya akan berbagi informasi bagaimana cara menginstall sofware otomasi perpustakaan yaitu SLIMS di hosting berbayar.

Ada dua cara berbeda untuk menginstall SLIMS di hosting.

A. Menginstall menggunakan Softaculuous

B. Memindahkan SLIMS dari Localhost ke Hosting berbayar.

Akan tetapi, sebelum anda menginstall SLIMS di hosting, pastikan terlebih dahulu anda sudah membeli domain dan hosting di web penjual hosting. Saya sendiri membeli domain dan hosting di rumahweb. Langkah-langkah membeli domain dan hosting akan saya bahas dalam video lainnya. 

Sekarang kita fokus bagaimana menginstall SLIMS di hosting.

A. Install SLIMS menggunakan Softacilious. (dalam hal ini saya menggunakan hosting dari rumahweb.com)

1. Buka https://rumahweb.com, lalu klik login. 


2. Pilih menu Services


3. Pilih Menu Activate


3. Klik Login to Cpanel



4. Setelah itu, cari kolom Search dan ketikkan Softaculuous, lalu klik


5. Ketikkan SLIMS di kolom pencarian



6. Klik Install



7.  Pilih subdomain dan di mana file SLIMS akan diinstall. Jika diletakkan pada subdomain, kolom directory dikosongi saja. Jangan lupa membuat username dan password. Anda juga bisa memilih pengaturan bahasa Indonesia.


8.  Setelah semua selesai, klik install

9. Tunggu prosesnya, setelah selesai anda bisa lihat hasilnya 


B. Memindahkan SLIMS dari Localhost ke Hosting berbayar.

Cara ini bisa anda gunakan jika anda sudah memiliki SLIMS yang sudah anda isi dengan bibliografi, keanggotaan dan lain-lain. Atau anda sudah menggunakan SLIMS di localhost komputer anda sebagai otomasi, kemudian ingin menampilkan secara daring di internet.

Pada contoh ini, saya anggap anda sudah memiliki domain atau subdomain.

Caranya adalah sebagai berikut :

1. Silakan anda unduh file SLIMS di komputer anda. 

2. Setelah itu, jadikan file tersebut menjadi file .zip 

3. Silakan login ke Cpanel, setelah masuk, ketik file manager di kolom pencarian,



4. Buka file public_html

5. Tentukan di mana anda akan mengupload file slims dari localhost komputer anda. Misalnya anda akan memasukan di folder opac.

6. Klik Upload, lalu pilih file perpus.zip. Tunggu prosesnya hingga selesai.
7. Extract file perpus tersebut,


8. Sekarang anda buka kembali menu cpanel, cari menu mysql, lalu pilih mysql database wizard

9. Buat database, misalnya kita beri nama perpus


10. Buat username dan password. lalu klik Create User. Anda harus mengingat username, password dan nama database.

11. lalu klik All Priviliges, dan klik next step. Proses di mysql sudah selesai


12. Langkah selanjutnya buka xampp, ketik localhost/phpmyadmin di browser, pilih database perpus


13. Lalu ekspor database tersebut dengan nama perpus.sql




12. Langkah selanjutnya, anda perlu membuka phpmyadmin pada webhosting anda.


13. Buka database blablabla_perpus 

14. Lalu impor file perpus.sql yang tadi anda ekspor dari localhost komputer anda.


15. Berhasil


16. Silakan buka kembali file manager 



17. Buka folder opac. cari file bernama sysconfig.local_inc.php


18. Ganti, username, nama database, dan password sesuai dengan yang anda buat pada langkah ke-10. lalu simpan.
19. Silakan buka slims di browser anda.






Selasa, 26 Januari 2021

Tugas Bacalah Kembali Teks Menimbang Ayat-Ayat Cinta dan "Gerr" Di Atas, Kemudian Kerjakan tugas Berikut

Kunci jawaban dari pertanyaan dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA/SMK/MA/MAK Kurikulum 2013 terbitan kemendikbud bab 6 halaman 210. Peserta didik diminta mengerjakan soal dengan benar.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini !

Soal

Tugas !

Bacalah kembali teks "Menimbang Ayat-Ayat Cinta" dan "Gerr" di atas, kemudian kerjakan tugas berikut !

1. Analisislah kaidah kebahasaannya dengan menggunakan tabel berikut ini.

Judul Teks....


2. Berikan komentarmu terhadap gaya bahasa yang digunakan dalam teks tersebut !

Jawab:

1. 

Judul Teks: "Menimbang Ayat-Ayat Cinta"

1. Kaidah Kebahasaan : Banyak menggunakan pernyataan-pernyataan persuasif 

Kutipan: 

- Nilai dan budaya Islam sangat kental dirasakan oleh pembaca pada setiap bagiannya. Bahkan hampir di tiap paragraf kita akan menemukan pesan dan amanah. Ya, katakan saja paragraf yang sarat dengan amanah. Namun, dengan bentuk yang seperti itu tidak kemudian membuat novel ini menjadi membosankan untuk dibaca karena penulis tetap menggunakan kata-kata sederhana yang mudah dipahami dan tidak terkesan menggurui.


2. Kaidah Kebahasaan: Penggunaan pernyataan atau ungkapan yang bersifat menilai atau mengomentari.

Kutipan :

Satu hal yang ditemukan terlihat janggal dalam novel ini adalah karakter tokoh, yaitu Fahri yang digambarkan begitu sempurna dalam novel tersebut. Maksud penulis di sini, mungkin ia ingin menggambarkan sosok manusia yang benar-benar mencitrakan Islam dengan segala kebaikan dan kelembutan hatinya.

3. Penggunaan istilah teknis.

Kutipan :

teenlit, hiperbola


4. Penggunaan kata kerja mental

Kutipan:

- Karya sastra yang baik juga bisa menggmbarkan hubungan antarmanusia, manusia dengan lingkungan, dan manusia dengan Tuhan.

- Novel yang kemudian menjadi fenomena tersendiri dalam perjalanan karya sastra Indonesia, terutama yang beraliran Islami, karena penjualannya mampu mengalahkan buku-buku yang beraliran Islami.

- Bahkan oleh orang Mesir sendiri memang tidak memiliki sarana bahasa yang tepat untuk mengungkapkan apa yang ingin ia sampaikan.

Judul Teks : Gerr

1. Kaidah Kebahasaan: Banyak menggunakan pernyataan-pernyataan persuasif

Kutipan: 

2. Penggunaan pernyataan atau ungkapan yang bersifat menilai atau mengomentarai

kutipan:

- Teater Mandiri pekan ini berumur 40 tahun-sebuah riwayat yang tak mudah, seperti hampir semua grup teater di Indonesia.

- Bagi saya, teater ini adalah teater miskin dalam pengertian yang berbeda dengan rumusan Jerzy Grotowski.


3. Penggunaan istilah teknis

Kutipan: bunyi, imaji, persepsi,fotograf, le vecu.

4. Penggunaan kata kerja mental: 

- Malam hari, ketika kantor sepi, ia akan menggunakan ruangan yang terbatas dan sudah aut itu untuk latihan teater.

- Ia tak menuntut mereka untuk berakting dan mengucapkan dialog yang cakap. Ia membuat mereka jadi bagian teater sebagai peristiwa, bukan hanya cerita.

- Bahasa tak bisa mengungkapkan apa yang ada di bawah sadar, tak bisa mengartikulasikan hidup yang dijalani, le vecu.


2. Teks : Menimbang Ayat-Ayat Cinta

Komentar saya: Secara umum, apa yang dikemukakan oleh penulis dalam mengkritik karya sastra ayat-ayat cinta cukup komprehensif. Terdapat penjelasan cukup detail tentang apa yang hendak dikritiknya, misalnya tentang latar, tema, karakter tokoh maupun perbandingan dengan karya sastra lain.

Teks: Gerr

Komentar saya: Gunawan Muhammad sang penulis Gerr sepertinya lebih suka menekankan pada rangkaian cerita sejarah teater mandiri dan sang pendiri teater tersebut, Putu Wijaya. Ia menggambarkan berbagai rangkaian peristiwa yang mendukung pendapatnya tentang teater miskin.


Kamis, 21 Januari 2021

Tugas Bacalah Kembali Teks Menimbang Ayat-Ayat Cinta dan Gerr

Kunci Jawaban dari pertanyaan dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA/SMK/MA/MAK Kurikulum 2013 terbitan kemendikbud halaman 208 dan seterusnya. Peserta didik diminta mengerjakan soal dengan benar.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini !



Soal

Tugas

Bacalah kembali teks "Menimbang Ayat-Ayat Cinta" dan Gerr di atas kemudian analisislah sistematika teksnya berdasarkan struktur teks. Kamu dapat menggunakan tabel yang sama seperti contoh di atas.

Jawab :

Teks : Menimbang Ayat-Ayat Cinta

Pernyataan pendapat: Karya sastra yang baik juga bisa menggambarkan hubungan antar manusia, manusia dengan lingkungan dan manusia dengan Tuhan. Ini karena dalam karya sastra seharusnya terdapat ajaran moral, sosial sekaligus ketepatan dalam pengungkapan karya sastra.

Argumen: 

1. Novel yang kemudian menjadi fenomena tersendiri dalam perjalanan karya sastra Indonesia, terutama yang beraliran islami, karena penjualannya mampu mengalahkan buku-buku yang digandrungi, seperti Harry Potter ini mengusung tema cinta islami yang dihiasi dengan konflik-konflik yang disusun dengan apik oleh penulisnya.

2. Meskipun mengusung tema cinta tidak lantas membuat novel ini membahas cinta erotis antara laki-laki dan wanita. Banyak cinta lain yang masih bisa digambarkan, seperti cinta pada sahabat, kekasih hidup, dan tentu saja pada cinta sejati, Allah Swt. Perjalanan cinta yang tidak biasa digambarkan oleh Habiburrachman.

3. Nilai dan budaya Islam sangat kental dirasakan oleh pembaca pada setiap bagiannya.

Penegasan Ulang: 

Gaya penulis untuk mengungkapkan setiap pesan justru menyadarkan kita bahwa sedikit sekali yang baru kita ketahui tentang Islam.

Teks: Gerr

Pernyataan Pendapat: 

Bagi saya, teater ini adalah ”teater miskin” dalam pengertian yang berbeda dengan rumusan Jerzy Grotowski

Argumen: 

1. Bukan karena ia hanya bercerita tentang kalangan miskin. Putu Wijaya tak tertarik untuk berbicara tentang lapisan lapisan sosial. Teater Mandiri adalah ”teater miskin” karena ia, sebagaimana yang kemudian dijadikan semboyan kreatif Putu Wijaya, ”bertolak dari yang ada”.

2. Malam hari, ketika kantor sepi, ia akan menggunakan ruangan yang terbatas dan sudah aus itu untuk latihan teater.

3. Dari sini memang kemudian berkembang gaya Putu Wijaya: sebuah teater yang dibangun dari dialektik antara ”peristiwa” dan ”cerita”, antara kehadiran aktor dan orang-orang yang hanya bagian komposisi panggung, antara kata sebagai alat komunikasi dan kata sebagai benda tersendiri.

Penegasan Ulang: Sebab yang tak terkatakan juga bagian dari ”yang ada”. Dari sana kreativitas yang sejati bertolak.

Rabu, 20 Januari 2021

Bacalah Kembali Kutipan Novel Laskar Pelangi di Atas. Kemudian, Datalah Bagian-Bagian yang Menarik

Kunci jawaban dari beberapa pertanyaan dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA/SMK/MA/MAK Kurikulum 2013 terbitan kemendikbud bab 6 halaman 205. Peserta didik diminta mengerjakan soal dengan benar.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini !


Soal

Tugas

Bacalah kembali kutipan novel Laskar Pelangi di atas. Kemudian, datalah bagian-bagian yang menarik untuk disoroti, misalnya penggunaan bahasa, kriteria pemilihan tokoh, bersekolah, dan sebagainya. Pilihlah satu bagian saja. Kemudian, buatlah kalimat esainya.

Jawab:

Saya memilih penggunaan bahasa. Dalam paragraf satu, Andrea Hirata menulis, " Sebatang pohon tua yang riang meneduhiku."

Nampak jelas, penulis menggunakan majas personifikasi. Penulis menggunakan majas yang menggunakan sifat-sifat manusia ke dalam sifat pohon tua. Bagi saya, penulisan hal tersebut akan membuat sebuah karya sastra menjadi lebih menarik.

Tugas Bacalah kutipan novel Laskar Pelangi berikut ini, Kemudian Buatlah Kalimat Kritiknya!

 Kunci jawaban dari beberapa pertanyaan dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA.SMK.MA/MAK kurikulum 2013 terbitan kemendikbud. Peserta didik diminta mengerjakan soal dengan benar.

Agar lebih jelas sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini




Soal

Tugas

Bacalah kutipan novel Laskar Pelangi berikut ini, kemudian buatlah kalimat kritiknya!

Jawab:

Bacalah terlebih dahulu kutipan novel laskar pelangi pada buku Bahasa Indonesia kalian masing-masing pada halaman 200 hingga 204

Kalimat kritik kutipan laskar pelangi :

Andrea Hirata memang merupakan salah satu sastrawan kondang di tanah air ini, ia menghadirkan karya besar "Laskar pelangi" yang mudah dicerna awam dengan kata-kata yang renyah dibaca siapa saja. Namun demikian, menurut saya, terlalu banyak humor yang diselipkan, sehingga menyebabkan sosok yang seharusnya serius menjadi tokoh yang cenderung diremehkan.

Selasa, 19 Januari 2021

Tugas 1 Buatlah Perbandingan Isi Teks 1 dan Teks 2 dengan Menggunakan Tabel Berikut Ini

Kunci jawaban dari beberapa pertanyaan dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA/SMK/MA/MAK Kurikulum 2013 terbitan kemendikbud bab 6 halaman 198. Peserta didik diminta mengerjakan soal dengan benar.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini

Soal

Tugas !

Tugas

1. Buatlah perbandingan isi teks 1 dan teks 2 dengan menggunakan tabel berikut ini.


2. Buatlah perbandingan cara pandang penulis kedua teks di atas dengan menggunakan tabel berikut


Jawab:

Aspek teks 1 (Gerr)


Hal yang dikaji : Fenomena Teater Mandiri

Deskripsi/sinopsis : Tidak terdapat ringkasan atau sinopsis karya.

Data yang disajikan : Tidak terdapat data-data yang mendukung


Aspek teks 2 (Menimbang Ayat-Ayat Cinta)

Hal yang dikaji : Karya sastra novel Ayat-ayat Cinta

Deskripsi/sinopsis : Ada deskrispsi karya berupa sinopsis

Data yang disajikan : Terdapat data-data yang mendukung


2. Buatlah perbandingan cara pandang penulis kedua teks di atas dengan menggunakan tabel berikut.

Aspek teks 1 (Gerr):

Cara penilaian : Kajian dilakukan secara subjektif, menurut pendapat pribadi penulis esai.

Penggunaan kajian teori : Terdapat kajian teori dari Satre


Keutuhan pembahasan : Objek atau fenomena yang dikaji hanya pada hal yang menarik menurut pandangan penulisnya, yaitu mengenai keberadaan Teater Mandiri

Aspek teks 2 (Menimbang Ayat-Ayat Cinta)

Cara penilaian : Penilaian terhadap karya dilakukan secara objektif disertai data dan alasan yang logis.

Penggunaan kajian teori : Tidak terdapat penggunaan kajian teori dalam memberikan penilaian

Keutuhan pembahasan : Pembahasan secara utuh dan menyeluruh, yaitu terdapat sinopsis dan kelebihan serta kekurangan novel tersebut.


sumber: https://brainly.co.id/tugas/21587755

Kamis, 10 Desember 2020

Kunci Jawaban Tematik Kelas 6 Tema 6 Subtema 1 Halaman 36, 37,38

 Kunci jawaban dari beberapa pertanyaan dalam buku Tematik Kelas 6 Tema 6 Subtema 1 kurikulum 2013 halaman 36. Peserta didik diminta mengerjakan soal dengan benar.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini.

Soal

Ayo Berlatih (Halaman 36)


Tuliskan hal-hal berikut

1. Contoh kewajiban di rumah yang sudah kamu laksanakan

2. Manfaat yang kamu peroleh dengan melaksanakan kewajiban secara bertanggung jawab.

3. Hal-hal yang perlu diperbaiki dalam melaksanakan kewajiban.


Tuliskan pada selembar kertas. Kemudian, ceritakan di depan teman-temanmu.


Setiap keluarga mempunyai peraturan yang dibuat secara bersama-sama oleh anggota keluarga dengan dipimpin kepala keluarga (ayah). Peraturan dalam keluarga mengikat semua anggota keluarga untuk melaksanakannya secara bertanggungjawab. Dengan adanya kesadaran setiap anggota keluarga dalam melaksanakan kewajiban akan tercipta ketertiban, ketenangan dan keharmonisan dalam kehidupan.


Ayo berlatih (Halaman 37)

Ada bacaan dengan judul "Bahaya jajanan tidak sehat di sekitar sekolah". Coba temukan kata kunci pada judul tersebut. Lalu tuliskan kata kunci tersebut ke dalam kolom di bawah ini. Tuliskan juga perkiraan informasi yang terdapat pada teks berdasarkan kata kunci yang kamu temukan.


Ayo Berlatih (Halaman 38)

Setelah membaca teks di atas, apakah isi bacaan sama dengan isi bacaan sesuai kata kunci berdasarkan perkiraanmu ?

Tuliskan jawabanmu pada kotak berikut !

Ayo Mengamati


Apa musik yang dimainkan pada gambar di atas? Dari daerah manakah alat musik tersebut? Tuliskan pada kolom berikut.


Jawaban masih dalam proses pengerjaan oleh TIm