Monday, October 14, 2019

Tugas 1 Istilah-istilah di Bawah Ini Berkenaan dengan Bidang: Bahasa, Sastra, Agama, Budaya

Kunci jawaban dari tugas 1 dalam buku Bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas 11 SMA/ SMK/MAK bab 5 halaman 170. Dalam tugas ini, peserta didik diminta mengerjakan soal tentang istilah-istilah dalam berbagai bidang.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini !




1. Istilah-istilah di bawah ini berkenaan dengan bidang: bahasa, sastra, agama, budaya, komunikasi, fisika, atau biologi ?

Jawab:

Peristilahan: bidang keilmuan

a. Novel: Bahasa dan sastra
b. fonem: bahasa dan sastra
c. gamelan: budaya
d. bakteri: biologi
e. keterbacaan: bahasa dan sastra
f. permintaan pasar: komunikasi
g. gravitasi: fisika
h. huruf: bahasa
i. sanitasi: biologi
f. gurindam: bahasa dan sastra.


2. Apa maksud dari istilah-istilah berikut ?
Jawab:

Peristilahan: Pengertian

a. abstrak: tidak berwujud
b. biaya: uang yang dikeluarkan untuk mengadakan (mendirikan, melakukan, dan sebagainya) sesuatu
c. data: keterangan yang benar dan nyata
d. fokus penelitian:
e. hipotesis: sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dan sebagainya) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan
f. kualitatif: berdasarkan mutu
g. populasi:  seluruh jumlah orang atau penduduk di suatu daerah
h. random: acak
i. sampel: sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar
j. statistik: data yang berupa angka yang dikumpulkan, ditabulasi, digolong-golongkan sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala

Tugas Perhatikan Cuplikan Proposal Berikut

Kunci jawaban dari tugas dalam buku bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas 11 SMA/ SMK/ MA/ MAK bab 5 halaman 163. Peserta didik diminta mengerjakan soal tentang jenis proposal.

Agar lebih jelas, silakan perhatikan soal dan jawaban di bawah ini !



Soal

Tugas

1. a. Perhatikianlah cuplikan proposal berikut
b. Termasuk jenis proposal apakah teks tersebut
c. Secara berkelompok, jelaskan isinya ke dalam 2-3 paragraf
d. Gunakan dengan bahasamu sendiri !

2. Cermati pula cuplikan proposal berikut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara berdiskusi.
a. Proposal itu lazimnya diajukan oleh siapa
b. Kepada pihak manakah proposal itu sebaiknya kita ajukan
c. Apakah bagian-bagian proposal itu sudah lengkap
d. Apabila kamu berperan sebagai penerimanya, adakah isinya yang masih memerlukan penjelasan ?
e. Cuplikan proposal itu dapatkah dimanfaatkan juga untuk kegiatan di sekolahmu ? jelaskan !

Jawab: 

1. a. Baik, akan saya perhatikan
b. Proposal kegiatan pelatihan
c. 

Pada dasarnya, pendidikan di negeri ini bertumpu pada penguasaan membaca dan menulis. Untuk itulah, hal terpenting yang diajarkan saat masih duduk dibangku sekolah dasar adalah keterampilan membaca dan menulis. Guru kelas 1 mungkin telah berhasil mengajarkan membaca dan menulis para peserta didik. Sayangnya, keterampilan membaca dan menulis tersebut tidak berhasil dipupuk oleh peserta didik itu sendiri. Mereka hanya sebatas bisa membaca bahkan banyak yang kesulitan menulis dengan baik.

Rendahnya keterampilan membaca dan menulis para peserta didik mulai dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi sungguh mengkhawatirkan. Di tengah banjir informasi yang begitu deras, ada kemungkinan para pelajar kita hanya akan menerima informasi tanpa berhasil memanfaatkan informasi-informasi tersebut untuk kehidupan mereka. Atas dasar itulah, pelatihan-pelatihan yang mengajarkan keterampilan membaca para pelajar sangat diperlukan demi masa depan bangsa yang melek literasi.

d. Saya sudah menggunakan bahasa saya sendiri

2. a. Proposal tersebut lazimnya diajukan oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, para Guru Bahasa Indonesia, atau pihak yang peduli terhadap keterampilan membaca dan menulis

b. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
c. Belum
d. Ada. Misalnya:
1. Siapa yang memberi materi
2. Hari dan tanggal pelaksanaan
3. Berapa biaya yang dibutuhkan

e. Bisa juga, karena kemampuan berbahasa Indonesia peserta didik tingkat SMA/ SMK perlu ditingkatkan lagi.


Tugas Secara Berkelompok Cermatilah Bagian-Bagian dari Contoh Proposal Di atas

Soal dan jawaban dari tugas dalam buku bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas 11 Bab 5 halaman 158. Tugas dalam bab ini masih tentang proposal dan bagian-bagiannya.

Agar lebih jelas, silakan perhatikan soal dan jawaban di bawah ini



Tugas

1. Secara berkelompok, cermatilah bagian-bagian dari contoh proposal di atas. Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Proposal itu meliputi bagian-bagian apa saja ?
b. Apakah bagian-bagiannya itu sudah lengkap sebagaimana yang seharusnya untuk sebuah proposal penelitian ?

2. Sampaikanlah jawaban kelompokmu itu di depan kelompok lainnya untuk disamakan persepsinya sehingga diperolah pemhaman yang sama untuk seluruh warga kelas


Jawab:

1. a. Proposal meliputi bagian-bagian:
A. Judul Proposal
B. Pendahuluan
    1. Latar belakang masalah
    2. Perumusan masalah
    3. Tujuan penelitian
    4. Kontribusi penelitian
    5. Definisi operasional
C. Tinjauan Pustaka
D. Metode penelitian
E. Jadwal pelaksanaan
F. Rencana Anggaran
G. Daftar pustaka

b. Bagian-bagian dalam contoh proposal dalam buku Bahasa Inodnesia halaman 143-152 sudah cukup lengkap

2.

Thursday, October 10, 2019

Tugas Secara Berkelompok Cermatilah Kembali Contoh Proposal di Atas

Soal dan jawaban dari tugas dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA/ SMK/ MA/ MAK kurikulum 2013 bab 5 halaman 153-154. Materi dalam pelajaran kali ini tentang Proposal.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini !



Soal:

1.Secara berkelompok, cermatilah kembali contoh proposal di atas.
2.Kemudian, jelaskanlah informasi-informasi yang kamu anggap penting pada setiap bagiannya itu.
 3.Berdasarkan informasi-informasi itu, rumuskan pula maksud/tujuan dari adanya bagian-bagiannya itu.




Jawab: 

a. Latar belakang
- Informasi penting: Bahasa yang digunakan dalam tulisan ilmiah memiliki karakteristik dan ragam ilmiah. Oleh karena itu, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa tersendiri, yaitu ragam tulis ilmiah. Bahasa tulis ilmiah merupakan suatu laras (register) dari ragam bahasa resmi yang harus disusun secara jelas, teratur, dan tepat makna
- maksud/ tujuan: untuk mengetahui kadar keilmuan tulisan siswa maka perlu dilakukan kajian terhadap karya ilmiah yang dibuat siswa SMA Negeri 3 Tasikmalaya.

b.Perumusan masalah
- Informasi penting: penilaian yang dilakukan terhadap tulisan ilmiah dalam mading itu meliputi penilaian unsur kebahasaan dan nonkebahasaan. Unsur kebahasaan terdiri atas penggunaan kosakata dan istilah, pengembangan bahasa, dan aspek mekanik yang terdapat dalam tulisan, sedangkan unsur nonkebahasaan terdiri atas unsur isi dan organisasi tulisan.
- maksud/ tujuan: penilaian terhadap unsur kebahasaan dimaksudkan untuk mengetahui kecenderungan penggunaan unsur teknis ilmiah kebahasaan yang terdapat dalam tulisan/ mading yang dipublikasikan. Adapun penilaian terhadap unsur nonkebahasaan dimaksudkan untuk mengetahui kelengkapan informasi ilmiah dan pengembangan alur berpikir yang disampaikan oleh penulis.

c.Tujuan
- informasi penting: Untuk memperjelas arah penelitian ini, dirumuskan tujuan penelitian sebagai berikut......
- maksud/ tujuan: agar peneliti memiliki arah yang jelas demi tercapainya tujuan.

d. Kontribusi penelitian.
-informasi penting: Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para siswa SMAN 3 Tasikmalaya dalam menambah pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan tulisan yang berkadar ilmiah.
- maksud/ tujuan: Agar hasil penelitian bisa digunakan sesuai dengan tujuan penelitian.

e. Definisi operasional
- informasi penting: Tulisan berkadar ilmiah adalah karangan tertulis yang menyajikan fakta umum dengan menggunakan metode ilmiah dan menggunakan aspek bahasa tulis ilmiah yang disajikan secara ringkas, jelas dan sistematis.
- Tujuan: untuk mengetahui dan menjelaskan definisi dari obyek penelitian secara ilmiah.

f. Tinjauan pustaka
- informasi penting:
- maksud/ tujuan:

g. metode penelitian:
- informasi penting:
- maksud/ tujuan:
h. Jadwal pelaksanaan
- informasi penting:
- maksud/ tujuan:
i. Rencana anggaran
- informasi penting:
- maksud/ tujuan:
j. Daftar pustaka
- informasi penting:
- maksud/ tujuan:

Friday, September 27, 2019

Latih Uji Kompetensi Dalam Konteks Sosial Pemerintah Belanda Telah Menjalankan Kebijakan yang Diskriminatif

Kunci jawaban dari Latih Uji dalam buku Sejarah Indonesia kelas 11 SMA/ SMK/ MA/ MAK bab 3 halaman 175. Ada lima soal tentang penjajahan Belanda yang diskriminatif yang harus dikerjakan dengan baik oleh para peserta didik.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini !



Soal

1. Dalam konteks sosial Pemerintah Belanda telah menjalankan kebijakan yang diskriminatif. Coba jelaskan dan bagaimana pendapatmu tentang kebijakan itu ?
2. Dalam mengendalikan dan memaksa rakyat, para penguasa Belanda memanfaatkan kultur feodal yang telah ada. Coba jelaskan mengapa Belanda menggunakan kultur itu?
3. Buktikan bahwa Raffles sangat memperhatikan bidang ilmu pengetahuan, sejarajah dan budaya Indonesia.
4. Benarkah R.A. Kartini berpandangan maju dan modern, jelaskan!
5. Dengan dilaksanakannya Politik Etis di Indonesia telah membuat perubahan yang signifikan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, coba jelaskan

jawab:

1.  Selama memerintah di Hindia Belanda, penjajah memang melakukan kebijakan yang sangat diskriminatif. Orang-orang Barat memandang bahwa mereka yang berkulit putih sebagai kelompok kelas 1, kaum timur asing sebagai kelas II, dan kaum pribumi sebagai masyarakat kelas III, kelas paling rendah. Hal ini membawa konsekuensi bahwa budayanya juga dipandang paling rendah. Pandangan ini sengaja untuk menjatuhkan martabat bangsa Indonesia yang memang sedang terjajah.

Sebagai rakyat Indonesia, tentu saya sangat tidak setuju, namun saat itu Belanda sudah sangat berkuasa sehingga tidak bisa dilawan oleh bangsa kita, meskipun sudah berusaha keras.

2.  Sistem feodal yang sudah lestari sejak sebelum Belanda datang ke Indonesia sangat menguntungkan Belanda. Dengan gaya kepemimpinan ala kerajaan masa lalu yang cenderung otoriter, Belanda bekerjasama dengan pemimpin pribumi lokal bersama-sama menindas rakyat jelata agar mau menuruti perintah Belanda misalnya mengerjakan tanam paksa, rodi yang menyebabkan keuntungan melimpah ruah bagi kerajaan Belanda.


3. Meskipun banyak yang bilang bahwa Raffles adalah perusak kerajaan Yogyakarta, namun Raffles memang memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap pengetahuan, sejarah dan budaya khususnya di jawa. Raffles menulis buku berjudul History Of Java yang memuat berbagai aspek sosial dan budaya di pulau jawa, sangat lengkap. Bahkan Raffleslah yang menemukan Candi Buddha yang kemudian ia beri nama Borobudur.

4. Betul. Pada masanya R.A. Kartini sangat membenci budaya feodalisme yang ada di lingkungannya. Ia membenci sembah sujud yang berlebihan dari rakyat kepada pejabat pribumi, juga membenci sopan santun yang terlalu berlebihan dari anak kecil terhadap orang yang lebih tua. Hingga akhirnya ia menulis surat kepada teman-temannya di Belanda yang kemudian dikumpulkan menjadi buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Isi buku tersebut membahas kesedihan R.A. Kartini yang hidup dalam belenggu feodalisme. Ia ingin hidup setara dengan kaum pria.

5. Politik etis membawa angin segar bagi perjuangan bangsa Indonesia. Kebijakan Belanda yang mengizinkan bangsa Indonesia untuk memperoleh pendidikan mengakibatkan bumerang bagi Belanda. Perlahan-lahan bangsa Indonesia belajar di sekolah kemudian menyadari bahwa mereka benar-benar tertindas dan harus melawan. Tidak heran, tokoh seperti SUkarno, Hatta, Ki Hadjar Dewantara, Tan Malaka dan lain-lain mulai bergerak berjuang menggunakan cara yang lebih baik dalam mengusir penjajah, yakni cara diplomasi. Setelah itu, perjuangan bangsa Indonesia bukan hanya perjuangan fisik, namun perjuangan diplomasi.

Latih Uji Kompetensi Penjajah Sering Bertindak Menghalalkan Segala Cara Untuk Memperluas Jajahannya

Kunci jawaban latih uji kompetensi sejarah Indonesia kurikulum 2013 kelas 11 SMA/ MA/ SMK/ MAK bab 3 halaman 168 terbitan kemendikbud. Ada lima pertanyaan tentang dampak dalam bidang politik-pemerintahan dan ekonomi

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini !



Soal

1. Penjajah sering bertindak menghalalkan segala cara untuk memperluas wilayahnya. Mengapa demikian dan tunjukkan buktinya !

2. Mengapa Raffles melakukan perubahan struktur pemerintahan di Hindia Belanda? Coba bandingkan dengan keadaan struktur pemerintahan di Indonesia sekarang.

3. Untuk menguasai daerah dan rakyat Indonesia, Belanda sebenarnya juga memanfaatkan sistem feodal yang sudah berkembang sebelumnya. Coba jelaskan !

4. Di samping menimbulkan penderitaan dan kemiskinan, kebijakan kolonial Belanda di bidang ekonomi juga ada nilai positifnya. Coba kamu jelaskan

5. Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi uang di zaman penjajahan Belanda? apakah sistem ekonomi uang pada masa itu berhasil ? coba jelaskan dengan contoh


Jawab

1. Penjajah selalu menghalalkan segala cara untuk memperluas wilayahnya agar Belanda semakin banyak mengeruk kekayaan alam Indonesia untuk memperkaya kerajaan Belanda. Bukti bahwa penjajah selalu berusaha memperluas wilayahnya antara lain:

a. Melakukan invasi ke berbagai wilayah di nusantara
b. Membuat batas-batas yang merugikan kerajaan-kerajaan di nusantara
c. Mengadu domba kerajaan-kerajaan di nusantara
d. Menjalankan politik tipu muslihat misalnya tertangkapnya pangeran Diponegoro dan dibunuhnya Sultan khairun
e. Selalu campur tangan dalam urusan/ pemerintahan pribumi.

2. Raffles melakukan perubahan struktur pemerintah hindia belanda karena:

Pada masa pemerintahan Raffles, peran bupati sebagai penarik pajak dihapus dan para bupati dijadikan pegawai bagian dari pemerintahan kolonial. Raffles menerapkan system landrente (sewa tanah) yang membutuhkan banyak pegawai, maka para bupati dijadikan pegawai kolonial karena pada masanya Raffles tidak memberlakukan pajak tetapi system sewa tanah. Sebenarnya system sewa tanah Meneruskan usaha yang pernah dilakukan Belanda misalnya penjualan tanah kepada swasta, serta penanaman kopi.

Rafflea dianggap melakukan perubahan struktur Belanda karena menghapus segala penyerahan wajib dan kerja rodi yang dilakukan sebelumnya oleh pemerintah Belanda.

Jika dibandingankan dengan keadaan struktur pemerintahan di Indonesia yakni untuk kepala Negara dan kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang presiden, saat dulu dipimpin oleh seorang raja. Di setiap daerah berkuasa seorang bupati. Dulu bupati merupakan pegawai colonial dari Belanda, sekarang bupati berada di bawah gubernur yang harus bertanggungjawab kepada Menteri Dalam Negeri.

3. Sistem feodal yang sudah ada di nusantara sebelum Belanda datang ternyata sangat membantu upaya menjajah bangsa Indonesia. Sebagaimana yang sering kita baca, sistem feodal pada zaman kerajaan selalu menempatkan reja dan keluarganya sebagai kasta tertinggi dan sebalinya menempatkan rakyat menjadi kasta terendah. Kelicikan yang dilakukan Belanda antara lain :

a. Membujuk para Raja atau penguasa pribumi agar mau menuruti kemauan Belanda. Apabila penguasa pribumi sudah tunduk dengan kemauan Belanda, rakyat juga akan mengikuti karena rakyat selalu patuh kepada raja atau penguasa pribumi.
b. Raja-raja yang sudah bekerjasama dengan Belanda kemudian membbuat aturan-aturan yang pada dasarnya hanya menguntungkan Belanda.
c. Belanda semakin menempatkan rakyat Indonesia sebagai kasta terendah yang bisa disuruh-suruh, ditindas, dan dianiaya.

4.  Nilai positif kebijakan kolonial Belanda di bidang ekonomi antara lain :

  • Pembangunan jalan raya pos yang menghubungkan Anyer sampai Panarukan. Jalan ini membawa keuntungan bagi penduduk setempat karena memajukan perdagangan.
  • Munculnya kota-kota baru di nusnatara ditandai dengan jalur kereta yang saling terhubung.
  • Munculnya pelabuhan-pelabuhan di nusantara.
  • Kemajuan komunikasi dan transportasi.
  • Kita mengenal sistem mata uang. Sejak masa VOC sudah menciptakan sistem mata uang VOC dan Gulden sebagai mata uang di Hindia Belanda
  • Bangunan kolonial dipergunakan untuk devisa negara sebagai objek pariwisata setelah masa kemerdekaan. Potensi ini memberi keuntungan yang tidak terasa masa kolonial, namun di masa kemerdekaan.
5. “Ekonomi uang” adalah kondisi ekonomi dimana masyarakat menggunakan uang sebagai sarana dalam transaksi dan pembayaran. Ini berbeda dengan ekonomi barter dimana masyarakat menggunakan barang dalam transaksi dan tukar menukar serta dalam kegiatan lainya seperti membayar pajak.


 Pada masa Hindia Belanda, Ekonomi Uang mulai diterapkan pada masa “Cultuurstelsel” atau masa Tanam paksa.

Thursday, September 26, 2019

Nilai NIlai Apa yang Dapat Kamu Peroleh dari Kehidupan Beragama pada Masa Mataram Kuno

Kunci jawaban uji kompetensi dalam buku Sejarah Indonesia kurikulum 2013 kelas 10 bab 2 halaman 119 nomor 2. Pada nomor ini terdapat pertanyaan tentang Mataram Kuno.

Agar lebih jelas, silakan perhatikan soal dan jawaban di bawah ini



Soal

Uji Kompetensi :

1. Carilah dari Kliping koran atau juga dari internet, peninggalan candi-candi pada masa Sanjaya maupun Syailendra, dan ceritakan

2. Nilai-nilai apa yang dapat kamu peroleh dari kehidupan beragama pada masa mataram kuno? diskusikan dan tunjukkan bukti-bukti sejarahnya.


Jawab:

1.  Jawaban nomor 1 silakan klik di sini
2.  Nilai yang bisa saya petik dari kehidupan beragama pada masa mataram kuno adalah

a. Kehidupan antar umat beragama yaitu Hindu dan Buddha berlangsung dengan aman dan damai
b. Antar umat beragama saling bertoleransi
c. Antar umat beragama saling menghormati.
d. Jarang terjadi pertikaian di antara umat beragama

Buktinya
a. Terjadi pernikahan antara keluarga yang berbeda agama yaitu : Rakai pikatan yang beragama hindu dengan Pramudawardani yang beragama Buddha.

b. Banyak bangunan candi yang berdiri saling berdekatan.

Carilah dari Kliping Koran Atau Juga dari Internet, Peninggalan Candi-Candi pada Masa Sanjaya Maupun Syailendra dan Ceritakan.

Kunci jawaban tugas dalam buku Sejarah Indonesia Kelas 10 kurikulum 2013 SMA/ SMk /MA/MAK terbitan kemendikbud halaman 119. Materi sejarah dalam bab ini salah satunya adalah tentang Kerajaan syailendra dan Sanjaya.

Saya yakin kalian bisa mengerjakan soal dengan mudah, namun demikian jika kalian ingin menamah referensi jawaban, silakan lihat jawabannya di bawah ini !



Soal

Uji Kompetensi

1. Carilah dari kliping koran atau juga dari internet, peninggalan candi-candi pada masa Sanjaya maupun Syailendra dan ceritakan.

2. Nilai-nilai apa yang dapat kamu peroleh dari kehidupan beragama pada masa mataram Kuno? diskusikan dan tunjukkan bukti-bukti sejarahnya.


Jawab

1.  Peninggalan dinasti syailendra dan dinasti sanjaya

A. Peninggalan dinasti syailendra


   1.      Candi Borobudur
Candi Borobudhur ini dibangun oleh seseorang bernama Samaratungga. Keberadaan candi ini pertama kali diketahui oleh Thomas Stanford Rafles sekitar tahun 1814. Candi yang memiliki 10 tingkat ini sebenarnya mempunyai tinggi secara keseluruhan yaitu 42 meter. Namun setelah dilakukan restorasi, tinggi keseluruhan candi borobudhur ini hanya mencapai 34,5 meter dengan luas secara keseluruhan yaitu 123x123 meter atau 15.129 m2. Setiap tingkat lantainya, dari lantai paling bawah hingga lantai keenam berbentuk persegi, sedangkan lantai ketujuh sampai terakhir berbentuk bulat.
Candi Borobudhur merupakan candi Buddha terbesar pada abad ke-9 M. Menurut Prasasti Kayumwungan, candi ini terungkap dalam pembangunannya, selesai dibuat pada 26 Mei 824, atau hampir 100 tahun semenjak mulai awal dibangun.

   2.      Candi Kalasan
Candi Kalasan atau Candi Kalibening merupakan sebuah candi yang dikategorikan sebagai candi umat Buddha terdapat di desa Kalasan, kabupaten Sleman, provinsi Yogyakarta, Indonesia.
Candi ini memiliki 52 stupa dan berada di sisi jalan raya antara Yogyakarta dan Solo. Berdasarkan prasasti Kalasan bertarikh 778 yang ditemukan tidak jauh dari candi ini menyebutkan tentang pendirian bangunan suci untuk menghormati Bodhisattva wanita, Tarabhawana dan sebuah vihara untuk para pendeta. Penguasa yang memerintah pembangunan candi ini bernama Maharaja Tejapurnapana Panangkaran (Rakai Panangkaran) dari keluarga Syailendra. Kemudian dengan perbandingan dari manuskrip pada prasasti Kelurak tokoh ini dapat diidentifikasikan dengan Dharanindra atau dengan prasasti Nalanda adalah ayah dari Samaragrawira. Sehingga candi ini dapat menjadi bukti kehadiran Wangsa Syailendra, penguasa Sriwijaya di Sumatera atas Jawa.


   3.      Candi Mendut
Candi Mendut adalah sebuah candi bercorak Buddha. Candi yang terletak di Jalan Mayor Kusen Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini, letaknya berada sekitar 3 kilometer dari candi Borobudur. Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari dinasti Syailendra. Di dalam prasasti Karangtengah yang bertarikh 824 Masehi, disebutkan bahwa raja Indra telah membangun bangunan suci bernama wenuwana yang artinya adalah hutan bambu. Oleh seorang ahli arkeologi Belanda bernama J.G. de Casparis, kata ini dihubungkan dengan Candi Mendut.
 

   4.      Candi ngawen
Candi Ngawen adalah candi Buddha yang berada kira-kira 5 km sebelum candi Mendut dari arah Yogyakarta, yaitu di desa Ngawen, kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Menurut perkiraan, candi ini dibangun oleh wangsa Sailendra pada abad ke-8 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Candi ini terdiri dari 5 buah candi kecil, dua di antaranya mempunyai bentuk yang berbeda dengan dihiasi oleh patung singa pada keempat sudutnya. Sebuah patung Buddha dengan posisi duduk Ratnasambawa yang sudah tidak ada kepalanya nampak berada pada salah satu candi lainnya. Beberapa relief pada sisi candi masih nampak cukup jelas, di antaranya adalah ukiran Kinnara, Kinnari, dan kala-makara.


   5.      Candi Pawon
Letak candi Pawon ini berada di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur. Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. Ahli epigrafi J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa awu yang berarti 'abu', mendapat awalan pa- dan akhiran -an yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti 'dapur', akan tetapi de Casparis mengartikannya sebagai 'perabuan' atau tempat abu. Candi Pawon dipugar tahun 1903.

B.     Peninggalan Dinasti Sanjaya

   1.      Candi Banyunibo
Candi Banyunibo terletak di bagian sebelah timur dari Kota Yogyakarta. Secara administratif terletak di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno
Di sekitar candi ini pun banyak dijumpai situs candi yang berserakan di beberapa dusun sekitarnya.. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi Banyunibo jarang dikunjungi wisatawan.


   2.      Candi Sukuh
Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, eks Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah. Candi ini dianggap kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena penggambaran alat-alat kelamin manusia secara eksplisit pada beberapa figurnya.
Situs candi Sukuh dilaporkan pertama kali pada masa pemerintahan Britania Raya di tanah Jawa pada tahun 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta. Setelah masa pemerintahan Britania Raya berlalu, pada tahun 1842, Van der Vlis, arkeolog Belanda, melakukan penelitian. Pemugaran pertama dimulai pada tahun 1928.


   3.      Candi dieng
Candi Dieng merupakan kumpulan candi yang terletak di kaki pegunungan Dieng, Wonosobo, Jawa tengah. Kawasan Candi Dieng menempati dataran pada ketinggian 2000 m di atas permukaan laut, memanjang arah utara-selatan sekitar 1900 m dengan lebar sepanjang 800 m.
Kumpulan candi Hindu beraliran Syiwa yang diperkirakan dibangun antara akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9 ini diduga merupakan candi tertua di Jawa. Para ahli memperkirakan bahwa kumpulan candi ini dibangun atas perintah raja-raja dari Wangsa Sanjaya. Di kawasan Dieng ini ditemukan sebuah prasasti berangka tahun 808 M, yang merupakan prasasti tertua bertuliskan huruf Jawa kuno, yang masih masih ada hingga saat ini. Pembangunan Candi Dieng diperkirakan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama yang berlangsung antara akhir abad ke-7 sampai dengan perempat pertama abad ke-8, meliputi pembangunan Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi dan Candi Gatutkaca. Tahap kedua merupakan kelanjutan dari tahap pertama, yang berlangsung samapi sekitar tahun 780 M.


   4.      Candi Gebang
Candi Gebang adalah candi Hindu yang berada di dusun Gebang, Kelurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DIY. Candi ini diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke-8 M pada saatwangsa Sanjaya berkuasa pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Candi ini mempunyai ukuran kira-kira 5,25 x 5,25 meter dengan tinggi 8 meter. Candi Gebang menghadap ke timur, mempunyai puncak berbentuk lingga. Pada relung sebelah barat arca Ganesa, sementara di sisi pintu terdapat dua relung yang salah satunya berisi arca Nandiswara. Sebuah yoni berada di ruang candi.


   5.      Candi Gedong Songo
Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi.
Candi ini diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi).
Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C)


Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Selain itu, obyek wisata ini juga dilengkapi dengan pemandian air panas dari mata air yang mengandung belerang, area perkemahan, dan wisata berkuda.


   6.      Candi Lumbung
Candi Lumbung adalah salah satu kompleks percandian Buddha yang berada di dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, yaitu di sebelah candi Bubrah. Meskipun demikian, Candi ini telah masuk ke wilayah Jawa Tengah, yaitu di Kabupaten Klaten.Menurut perkiraan, candi ini dibangun pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.


   7.      Candi Plaosan
Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di  Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha. Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman Kerajaan Medang, atau juga dikenal dengan nama Kerajaan Mataram Kuno.Kompleks Candi Plaosan terdiri atas Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.


   8.      Candi Prambanan
Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di ruang utama candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.
Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.

Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi olehRakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, di masa kerajaan Medang Mataram.


   9.      Candi Sambisari
Candi Sambisari adalah candi Hindu yang berada kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks Candi Prambanan. Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Candi Sewu Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari dan dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala. Nama desa ini kemudian diabadikan menjadi nama candi tersebut.
Posisi Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapi yang meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kemungkinan tahun 1006). Hal ini terlihat dari banyaknya batu material volkanik di sekitar


   10.  Candi Sewu
Candi Sewu dibangun pada abad ke-8. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah. Candi Sewu berusia lebih tua daripada Candi Borobudur dan Prambanan. Meskipun aslinya memiliki 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan "Sewu" yang berarti seribu dalam bahasa Jawa.
Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dusun Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 dan Prasasti Manjusrigrha yang berangka tahun 792 dan ditemukan pada tahun 1960, nama asli candi ini adalah ”Prasada Vajrasana Manjusrigrha”. Istilah Prasada bermakna candi atau kuil, sementara Vajrajasana bermakna tempat Wajra (intan atau halilintar) bertakhta, sedangkan Manjusri-grha bermakna Rumah Manjusri. Manjusri adalah salah satu Boddhisatwa dalam ajaran buddha. Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi pada akhir masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Rakai Panangkaran (746–784) adalah raja yang termahsyur dari kerajaan Mataram Kuno.

Sumber dari : https://afrianrachmad.blogspot.com/2016/10/peninggalan-candi-candi-pada-masa.html

2. Nilai yang bisa kami peroleh dari kehidupan beragama pada masa mataram Kuno

Uji Kompetensi Sejarah Kelas 10 Halaman 125 Berdasarkan Bacaan di Atas Nilai-Nilai Apa

Kunci jawaban dari uji kompetensi dalam buku Sejarah Indonesia Kelas 10 bab 2 halaman 125 terbitan kemendikbud kurikulum 2013. Ada dua nomor soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik.

Saya percaya dan yakin bahwa peserta didik bisa mengerjakan soal sejarah dengan mudah apabila mereka rajin membaca buku dan rajin mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh bapak ibu guru.

Untuk itu, apabila di bawah ini terdapat soal dan jawaban, anggap saja sebagai referensi atau tambahan saja.



Soal

Uji Kompetensi
1. Berdasarkan bacaan di atas nilai-nilai apa yang dapat kamu petik dari kepemimpinan Airlangga
2. Setujukah kamu dengan cara Airlangga membagi kerajaan seperti di sebutkan di atas ? Uraikan alasan pendapatmu


Jawab:

1. Setelah membaca dengan seksama tentang kepemimpinan Prabu Airlangga, saya menyimpulkan bahwa sosok Airlangga sangat memegang teguh nilai-nilai kebaikan yang bersumber dari agama yaitu agama Hindu dan Buddha. Hal tersebut terjadi karena pada masa remaja, Airlangga rajin belajar dan mengamalkan ilmu agama dari pendeta agama Hindu maupun pendeta Agama Buddha. Kehidupan masa remaja yang dihiasi dengan ilmu-ilmu agama membuat Airlangga menjadi raja yang sangat menghormati agama-agama di kerajaannya.

2. Setuju. Alasan Airlangga membagi kerajaan adalah agar tidak terjadi perebutan kekuasaan yang menyebabkan pertumpahan darah. Airlangga lebih menyukai perdamaian daripada kekuasaan belaka. Ia rela membagi kerajaannya menjadi dua agar tidak terjadi perebutan kekuasaan.

Wednesday, September 25, 2019

Latih Uji Kompetensi Rakyat Tondano Harus Membayar Ganti Rugi dengan Menyerahkan 50-60 Budak

Kunci jawaban Latih Uji Kompetensi dalam buku Sejarah Indonesia kelas 11 SMA/ SMK/MA/ MAK kurikulum 2013 bab 2 halaman 152. Ada sepuluh soal yang harus dikerjakan dengan benar, oleh para peserta didik.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini



Soal

LATIH UJI KOMPETENSI
  1. Rakyat Kerajaan Tondano harus membayar ganti rugi dengan menyerahkan 50-60 budak sebagai gantirugi rusaknya tanaman padi karena genangan air Sungai Temberan. Coba telaah secara kritis ancaman belanda padahal yg membendung sungai temberan itu belanda. bagàimana penilaian kamu tentang sikap belanda yg demikian. Sikap ini merupakan sikap kolonialisme dan imperialisme yg akan terus berlangsung termasuk sampai sekarang. Berikan contoh !
  2.  Rumuskan latar belakang terjadinya perlawanan Pattimura di Saparua?
  3. Perang Padri fase kedua sebenarnya merupakan salah satu strategi perang belanda semacam "gencatan senjata" atau "peredaan". mengapa demikian, apa tujuan yang ingin diraih Belanda? Jelaskan !
  4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan strategi Winning The Heart
  5. Pangeran Diponegoro memimpin perang tetap pada landasan nilai nilai kesyukuran dan keimanan. Jelaskan !
  6. Apa yang di maksud dengan Benteng Stelsel, bagaimana pelaksanaan nya ?
  7. Apa yang dimaksud Hukum Tawan Karang ? Mengapa Belanda menentang Hukum tersebut ?
  8. Coba jelaskan secara singkat latar belakang dan sebab-sebab terjadinya Perang Banjar ?
  9. Rakyat Aceh memiliki semboyan dan doktrin "syahid atau menang" coba jelaskan makna semboyan itu bagi perjuangan rakyat Aceh dalam melawan Belanda !
  10. Mengapa Si Singamangaraja XII menentang kristenisasi yang dilakukan Belanda?

Jawab :

1. Apa yang dilakukan oleh Belanda selama melakukan penjajahan di Indonesia pada dasarnya memang ingin mengeruk sebanyak-banyaknya kekayaan alam Indonesia dengan cara apapun dan dengan cara yang selicik-liciknya. Seperti pada contoh, VOC Belandalah yang membendung Sungai Temberan yang kemudian menyebabkan kerusakan, namun justru rakyatlah yang disuruh melakukan ganti rugi. Sungguh Belanda adalah penjajah yang mahalicik. Contoh kelicikan lain dari Belanda adalah strategi adu domba yang digunakan untuk memecah belah kerajaan-kerajaan di Indonesia.

Apabila kita cocokkan dengan zaman sekarang, strategi kelicikan Belanda tersebut memang tidak dilaksanakan persis namun mirip. Misalnya apabila hendak membangun pasar baru, kemudian penghuninya tidak mau disuruh pindah, biasanya tiba-tiba muncul kebakaran yang entah dilakukan oleh siapa.

Contoh lain peristiwa penggusuran-meskipun tidak semua-di mana orang yang berhak menempati malah digusur oleh sekelompok orang mengatasnamakan pemerintah.

2. Perang Saparua merupakan perlawanan rakyat Ambon dipimpin oleh Pattimura. Dalam pemberontakan tersebut, seorang pahlawan wanita bernama Christina Martha Tiahahu melawan dengan berani. Perlawanan Pattimura dapat dikalahkan setelah bantuan pasukan Belanda dari Jakarta datang. Patimura bersama 3 pengikutnya ditangkap dan dihukum gantung.
3. Tujuannya adalah menghilangkan pengaruh pangeran diponegoro yang nantinya akan di asingkan oleh belanda. akibat dari pengasingan ini rakyat kehilangan sosok pemimpin dan pemersatu sehingga rakyat akan tidak punya tujuan, dari sini belanda masuk dan merebut kekuasaan.
4. strategi winning the heart adalah strategi bagaimana menaklukkan lawan dengan cara membujuk untuk memenangkan hati lawan sehingga akan menuruti keinginan kita. Belanda menggunakan strategi ini untuk menarik simpati hatj kaum padri atau memenagkan hati kaum padri. tujuan nya adalah agar kaum padri tidak menyerang belanda lagi. Merupakan strategi dari Van Bosch pemimpin VOC saat itu untuk memenang kan hati kaum padri

5. Pangeran diponegoro memimpin perang tetap pada landasan nilai-nilai kesyukuran dan keimanan dikarenakan pangeran diponegoro adalah pemimpin yang tidak individualistik, ia sangat mementingkan keselamatan anggota keluarga dan anak buahnya,artinya berdasarkan dari nilai keimanan yang dimiliki pangeran diponegoro ini ia tidak menginginkan banyaknya pertumpahan darah,berdasarkan nilai kesyukuran pangeran diponegoro selalu bersyukur atas berhasil dan gagalnya ia dalam memimpin perang seperti pada saat ia harus mengungsikan anggotanya ke selatan ke bukit selarong dan akhirnya beliau dapat menguasai beberapa pos Belanda.

6. Sebuah staretegi perang yg diterapkan oleh Belanda untuk mengalahkan musuh-musuhnya.Pelaksanaannya,pada setiap kawasan berhasil dikuasai Belanda, dibangun benteng pertahanan atau kubu pertahanan,kemudian dari masing-masing kubu pertahanan tersebut dibangun insfratuktur penghubung seperti jalan atau jembatan.

7. Hukum tawan karang itu berisi penyitaan barang-barang di kapal asing yang berlayar di pantai Buleleng.Waktu itu salah satu kapal Belanda (kapal Overisjel) berlayar di pantai Buleleng lalu sesuai hukum tersebut maka disitalah kapal Belanda, menyebabkan Belanda marah dan Belanda menyuruh raja-raja Bali tunduk pada Belanda.
8. Sebab Perang Banjar karena :

a. Campur tangan belanda dalam urusan Kraton Banjar, ketika mengangkat Pangeran Tamjiidilah sebagai Sultan.
b. Belanda melakukan monopoli dagang lada, rotan, damar serta emas dan intan
Rakyat hidup menderita karena beban pajak serta  kerja rodi membuka jalan untuk mempermudah akses Belanda.
Belanda ingin menguasai kalimantan bagian selatan karna daerah ini ditemukan batu bara Belanda semakin memperluas wilayahnya di kalimantan bagian selatan untuk perkebunan dan pertambangan, sehingga kerajaan menjadi sempit
Latar belakang :
Konflik internal terkait ahli waris tahta setelah Sultan Adam meninggal, dan monopoli serta hal-hal bersangkutan dengan wilayah kerajaan dan penderitaan rakyat.
9. Syahid atau menang bisa diartikan sebagai semboyan Mati atau Menang. Ini berarti nilai-nilai agama senantiasa menjadi potensi yang sangat menentukan untuk menggerakkan perlawanan terhadap penjajahan Asing. Hal ini menyebabkan Perang Aceh berlangsung begitu lama karena kegigihan rakyat Aceh yang luar biasa.
10. Sisingamangaraja XII menentang kristenisasi yang dilakukan Belanda karena dikhawatirkan perkembangan agama Kristen itu akan menghilangkan tatanan tradisional dan bentuk kesatuan negeri yang telah ada secara turun temurun.