Showing posts with label Kelas 11 Sejarah Indonesia Bab 3. Show all posts
Showing posts with label Kelas 11 Sejarah Indonesia Bab 3. Show all posts

Friday, September 27, 2019

Latih Uji Kompetensi Dalam Konteks Sosial Pemerintah Belanda Telah Menjalankan Kebijakan yang Diskriminatif

Kunci jawaban dari Latih Uji dalam buku Sejarah Indonesia kelas 11 SMA/ SMK/ MA/ MAK bab 3 halaman 175. Ada lima soal tentang penjajahan Belanda yang diskriminatif yang harus dikerjakan dengan baik oleh para peserta didik.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini !



Soal

1. Dalam konteks sosial Pemerintah Belanda telah menjalankan kebijakan yang diskriminatif. Coba jelaskan dan bagaimana pendapatmu tentang kebijakan itu ?
2. Dalam mengendalikan dan memaksa rakyat, para penguasa Belanda memanfaatkan kultur feodal yang telah ada. Coba jelaskan mengapa Belanda menggunakan kultur itu?
3. Buktikan bahwa Raffles sangat memperhatikan bidang ilmu pengetahuan, sejarajah dan budaya Indonesia.
4. Benarkah R.A. Kartini berpandangan maju dan modern, jelaskan!
5. Dengan dilaksanakannya Politik Etis di Indonesia telah membuat perubahan yang signifikan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, coba jelaskan

jawab:

1.  Selama memerintah di Hindia Belanda, penjajah memang melakukan kebijakan yang sangat diskriminatif. Orang-orang Barat memandang bahwa mereka yang berkulit putih sebagai kelompok kelas 1, kaum timur asing sebagai kelas II, dan kaum pribumi sebagai masyarakat kelas III, kelas paling rendah. Hal ini membawa konsekuensi bahwa budayanya juga dipandang paling rendah. Pandangan ini sengaja untuk menjatuhkan martabat bangsa Indonesia yang memang sedang terjajah.

Sebagai rakyat Indonesia, tentu saya sangat tidak setuju, namun saat itu Belanda sudah sangat berkuasa sehingga tidak bisa dilawan oleh bangsa kita, meskipun sudah berusaha keras.

2.  Sistem feodal yang sudah lestari sejak sebelum Belanda datang ke Indonesia sangat menguntungkan Belanda. Dengan gaya kepemimpinan ala kerajaan masa lalu yang cenderung otoriter, Belanda bekerjasama dengan pemimpin pribumi lokal bersama-sama menindas rakyat jelata agar mau menuruti perintah Belanda misalnya mengerjakan tanam paksa, rodi yang menyebabkan keuntungan melimpah ruah bagi kerajaan Belanda.


3. Meskipun banyak yang bilang bahwa Raffles adalah perusak kerajaan Yogyakarta, namun Raffles memang memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap pengetahuan, sejarah dan budaya khususnya di jawa. Raffles menulis buku berjudul History Of Java yang memuat berbagai aspek sosial dan budaya di pulau jawa, sangat lengkap. Bahkan Raffleslah yang menemukan Candi Buddha yang kemudian ia beri nama Borobudur.

4. Betul. Pada masanya R.A. Kartini sangat membenci budaya feodalisme yang ada di lingkungannya. Ia membenci sembah sujud yang berlebihan dari rakyat kepada pejabat pribumi, juga membenci sopan santun yang terlalu berlebihan dari anak kecil terhadap orang yang lebih tua. Hingga akhirnya ia menulis surat kepada teman-temannya di Belanda yang kemudian dikumpulkan menjadi buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Isi buku tersebut membahas kesedihan R.A. Kartini yang hidup dalam belenggu feodalisme. Ia ingin hidup setara dengan kaum pria.

5. Politik etis membawa angin segar bagi perjuangan bangsa Indonesia. Kebijakan Belanda yang mengizinkan bangsa Indonesia untuk memperoleh pendidikan mengakibatkan bumerang bagi Belanda. Perlahan-lahan bangsa Indonesia belajar di sekolah kemudian menyadari bahwa mereka benar-benar tertindas dan harus melawan. Tidak heran, tokoh seperti SUkarno, Hatta, Ki Hadjar Dewantara, Tan Malaka dan lain-lain mulai bergerak berjuang menggunakan cara yang lebih baik dalam mengusir penjajah, yakni cara diplomasi. Setelah itu, perjuangan bangsa Indonesia bukan hanya perjuangan fisik, namun perjuangan diplomasi.

Latih Uji Kompetensi Penjajah Sering Bertindak Menghalalkan Segala Cara Untuk Memperluas Jajahannya

Kunci jawaban latih uji kompetensi sejarah Indonesia kurikulum 2013 kelas 11 SMA/ MA/ SMK/ MAK bab 3 halaman 168 terbitan kemendikbud. Ada lima pertanyaan tentang dampak dalam bidang politik-pemerintahan dan ekonomi

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini !



Soal

1. Penjajah sering bertindak menghalalkan segala cara untuk memperluas wilayahnya. Mengapa demikian dan tunjukkan buktinya !

2. Mengapa Raffles melakukan perubahan struktur pemerintahan di Hindia Belanda? Coba bandingkan dengan keadaan struktur pemerintahan di Indonesia sekarang.

3. Untuk menguasai daerah dan rakyat Indonesia, Belanda sebenarnya juga memanfaatkan sistem feodal yang sudah berkembang sebelumnya. Coba jelaskan !

4. Di samping menimbulkan penderitaan dan kemiskinan, kebijakan kolonial Belanda di bidang ekonomi juga ada nilai positifnya. Coba kamu jelaskan

5. Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi uang di zaman penjajahan Belanda? apakah sistem ekonomi uang pada masa itu berhasil ? coba jelaskan dengan contoh


Jawab

1. Penjajah selalu menghalalkan segala cara untuk memperluas wilayahnya agar Belanda semakin banyak mengeruk kekayaan alam Indonesia untuk memperkaya kerajaan Belanda. Bukti bahwa penjajah selalu berusaha memperluas wilayahnya antara lain:

a. Melakukan invasi ke berbagai wilayah di nusantara
b. Membuat batas-batas yang merugikan kerajaan-kerajaan di nusantara
c. Mengadu domba kerajaan-kerajaan di nusantara
d. Menjalankan politik tipu muslihat misalnya tertangkapnya pangeran Diponegoro dan dibunuhnya Sultan khairun
e. Selalu campur tangan dalam urusan/ pemerintahan pribumi.

2. Raffles melakukan perubahan struktur pemerintah hindia belanda karena:

Pada masa pemerintahan Raffles, peran bupati sebagai penarik pajak dihapus dan para bupati dijadikan pegawai bagian dari pemerintahan kolonial. Raffles menerapkan system landrente (sewa tanah) yang membutuhkan banyak pegawai, maka para bupati dijadikan pegawai kolonial karena pada masanya Raffles tidak memberlakukan pajak tetapi system sewa tanah. Sebenarnya system sewa tanah Meneruskan usaha yang pernah dilakukan Belanda misalnya penjualan tanah kepada swasta, serta penanaman kopi.

Rafflea dianggap melakukan perubahan struktur Belanda karena menghapus segala penyerahan wajib dan kerja rodi yang dilakukan sebelumnya oleh pemerintah Belanda.

Jika dibandingankan dengan keadaan struktur pemerintahan di Indonesia yakni untuk kepala Negara dan kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang presiden, saat dulu dipimpin oleh seorang raja. Di setiap daerah berkuasa seorang bupati. Dulu bupati merupakan pegawai colonial dari Belanda, sekarang bupati berada di bawah gubernur yang harus bertanggungjawab kepada Menteri Dalam Negeri.

3. Sistem feodal yang sudah ada di nusantara sebelum Belanda datang ternyata sangat membantu upaya menjajah bangsa Indonesia. Sebagaimana yang sering kita baca, sistem feodal pada zaman kerajaan selalu menempatkan reja dan keluarganya sebagai kasta tertinggi dan sebalinya menempatkan rakyat menjadi kasta terendah. Kelicikan yang dilakukan Belanda antara lain :

a. Membujuk para Raja atau penguasa pribumi agar mau menuruti kemauan Belanda. Apabila penguasa pribumi sudah tunduk dengan kemauan Belanda, rakyat juga akan mengikuti karena rakyat selalu patuh kepada raja atau penguasa pribumi.
b. Raja-raja yang sudah bekerjasama dengan Belanda kemudian membbuat aturan-aturan yang pada dasarnya hanya menguntungkan Belanda.
c. Belanda semakin menempatkan rakyat Indonesia sebagai kasta terendah yang bisa disuruh-suruh, ditindas, dan dianiaya.

4.  Nilai positif kebijakan kolonial Belanda di bidang ekonomi antara lain :

  • Pembangunan jalan raya pos yang menghubungkan Anyer sampai Panarukan. Jalan ini membawa keuntungan bagi penduduk setempat karena memajukan perdagangan.
  • Munculnya kota-kota baru di nusnatara ditandai dengan jalur kereta yang saling terhubung.
  • Munculnya pelabuhan-pelabuhan di nusantara.
  • Kemajuan komunikasi dan transportasi.
  • Kita mengenal sistem mata uang. Sejak masa VOC sudah menciptakan sistem mata uang VOC dan Gulden sebagai mata uang di Hindia Belanda
  • Bangunan kolonial dipergunakan untuk devisa negara sebagai objek pariwisata setelah masa kemerdekaan. Potensi ini memberi keuntungan yang tidak terasa masa kolonial, namun di masa kemerdekaan.
5. “Ekonomi uang” adalah kondisi ekonomi dimana masyarakat menggunakan uang sebagai sarana dalam transaksi dan pembayaran. Ini berbeda dengan ekonomi barter dimana masyarakat menggunakan barang dalam transaksi dan tukar menukar serta dalam kegiatan lainya seperti membayar pajak.


 Pada masa Hindia Belanda, Ekonomi Uang mulai diterapkan pada masa “Cultuurstelsel” atau masa Tanam paksa.