Showing posts with label Kelas 11 Bab 2 Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Show all posts
Showing posts with label Kelas 11 Bab 2 Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Show all posts

Wednesday, August 21, 2019

Uji Kompetensi Bab 2 PPkn Kelas 11 Halaman 75

Soal dan jawaban dari Uji kompetensi bab 2 dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPkn) Kurikulum 2013 terbitan Kemendikbud halaman 75. Peserta didik diminta menjawab enam soal.

Agar lebih jelas, silakan perhatian soal dan jawabannya di bawah ini



Soal

Uji Kompetensi Bab 2

Jawablah pertanyaan di bawah ini secara singkat, jelas dan akurat.

1. Apa yang dimaksud dengan demokrasi ?
2. Jelaskan macam-macam demokrasi !
3. Jelaskan soko guru demokrasi Universal !
4. Jelaskan bahwa nilai demokrasi Pancasila lebih unggul jika dibandingkan dengan demokrasi lainnya.
5. Buktikan bahwa negara Indonesia adalah negara demokratis, baik secara normatif maupun empirik!
6. Kemukakan prinsip-prinsip yang perlu dilaksanakan untuk mewujudkan kehidupan yang demokratis !


Jawab:

1. Menurut Abraham Lincoln, demokrasi adalah sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
2.    Macam-macam demokrasi  :
a.  Berdasarkan penyaluran kehendak rakyat
-          Demokrasi langsung
Sistem demokrasi yang mengikutsertakan atau melibatkan seluruh rakyat yang dilakukan secara langsung dalam membicarakan atau menentukan urusan negara.
-          Demokrasi tidak langsung
Rakyat menyalurkan aspirasinya secara tidak langsung melainkan wakil rakyat.
b. Berdasarkan prinsip Ideologi
-          Demokrasi liberal
Sistem demokrasi yang menekankan kepada kebebasan individu yang sering mengabaikan kepentingan umum.
-          Demokrasi rakyat
Demokrasi yang didasari dari paham sosialisme dan komunisme yang mengutamakan kepentingan negara dan umum.
-          Demokrasi pancasila
Demokrasi yang bersumber dari tata nilai sosial dan budaya.
3.      Soko guru demokrasi universal, jika ditinjau dari pendapat Moh. Hatta, ada lima pilar demokrasi yang harus dijalankan oleh suatu pemerintahan apabila pemerintahan tersebut ingin tetap mendapat apresiasi dan simpati dari rakyat. Kelima lembaga tersebut harus bisa menjalankan fungsi dan peranannya masing-masing sesuai ketentuan dalam pemerintahan. Kelima pilar tersebut yakni :
  • Lembaga yudikatif;
  • Lembaga legislatif;
  • Partai politik;
  • Media massa; dan
  • Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

4.      Demokrasi pancasila memberikan, memfasilitasi dan mendukung otonomi daerah. Memiliki sistem rule of law. Sistem hukumnya bersifat adil, bebas, peradilan yang merdeka tanpa diskriminasi.
Demokrasi liberalisme mengacu pada kebebasan manusia dalam mengaktualisasikan demokrasi selalu dilandaskan  kepada kebebasan individu atas segalanya.

5.      Normatif

Secara normatif kita sudah memenuhi kriteria sebagai negara demokrasi. Semua konstitusi yang pernah berlaku.

Empirik
Demokrasi yang diwujudkan dalam dunia politik praktis. Buktinya:
a)      Pemerintahan masa revolusi kemerdekaan RI
b)      Pemerintahan parlementer
c)      Pemerintahan demokrasi terpimpin
6.      Prinsip-prinsip yang perlu dilaksanakan untuk mewujudkan negara demokratis :
a.       Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga
b.      Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat
c.       Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur
d.      Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum
e.       Menjamin tegaknya keadilan.

Saturday, August 3, 2019

Menurut Kalian Apakah Pilkada yang Dilaksanakan Pada Saat Ini Sesuai dengan Prinsip-Prinsip Demokrasi Pancasila

Soal dan Jawaban dari Tugas kelompok 2.2 Pendidikan Kewarganegaraan kelas 11 Bab 2 Kurikulum 2013 terbitan kemendikbud halaman 50- 51. Peserta didik diminta menjawab soal berdasarkan bacaan yang sudah ditentukan sebelumnya.



Agar lebih jelas, silakan perhatikan dengan seksama soal dan jawaban di bawah ini !

1. Menurut kalian apakah Pilkada yang dilaksanakan pada saat ini sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi Pancasila ? Berikan alasan kalian

2. Kalian tentunya sering mendengar atau membaca berita. Beberapa pelaksanaan pilkada diakhiri dengan kericuhan antar pendukung calon kepala daerah/ wakil kepala daerah. Menurut kalian apa saja penyebab terjadinya hal tersebut ?

3. Selain itu, hasil Pilkada juga banyak yang tidak terima oleh pasangan calon yang kalah. Mereka melayangkan gugatan hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi. Menurut kalian apa saja yang menyebabkan tidak diterimanya hasil Pilkada oleh pasangan calon kepala daerah/ wakil kepala daerah yang kalah dalam pemilihan? Apakah sikap tidak menerima kekalahan tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi Pancasila ? Berikan alasan kalian

4. Coba kalian ajukan beberapa solusi untuk menyelesaikan kekisruhan daalam pelaksanaan PIlkada di Indonesia

Jawab:

1. Secara umum, piklada yang dilaksanakan saat ini sudah sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Pihak penyelenggara pemilu dan pihak pengawas pemilu sudah berupaya semaksimal mungkin agar pelaksanaan pemilu bisa selaras dengan prinsip prinsip demokrasi. Akan tetapi, persoalan yang dari dahulu hingga sekarang tidak kunjung selesai adalah soal politik uang. Sebagai pemilih, saya sudah berulangkali mendapat uang dari kontestan pemilu dengan harapan agar memilihnya. Hal ini sangat ironis. Sayangnya, masyarakat belum berani menyatakan sikap untuk menolak politik uang.

2. Benar sekali. Penyebab dari kericuhan tersebut karena pihak yang kalah merasa sangat terkejut dan kaget karena beberapa saat sebelumnya ia berharap menang, akan tetapi kenyataan berbicara lain, ia kalah. Kemudian disebabkan juga uang yang sudah dikeluarkan untuk membeli suara-suara masyarakat ternyata harus hilang tidak berbekas. Karena itulah untuk melampiaskannya ia harus marah-marah lalu mengatakan bahwa pilkada curang.

3. Para calon itu tidak bisa menerima kekalahan karena menurutnya telah terjadi kecurangan yang dilakukan oleh lawan politiknya. Akan tetapi, pada kenyataanya, kecurangan itu tidak terbukti. Setiap calon harus siap kalah. Tidak menerima kekalahan bukanlah sikap yang sesuai dengan prinsip prinsip Pancasila karena setiap ada perlombaan termasuk Pilkada pasti ada yang kalah. Untuk itu, para peserta pilkada harus siap siap kalah.

4. Solusi agar pelaksanaan kekisruhan pemilu tidak terjadi antara lain:
a. Memilih orang-orang yang tepat sebagai penyelenggara pemilu.
b. Melakukan sosialisasi secara menyeluruh tentang pelaksanaan pemilu kepada seluruh peserta pilkada maupun masyarakat umum
c. Mengampanyekan bahayanya politik uang dalam demokrasi.
d. Berikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk mengenal para caleg, dan calon-calon lainnya
e. Gunakan teknologi untuk mencegah terjadinya kecurangan pemilu.

Friday, August 2, 2019

Tugas Kelompok 2.1 Pkn Kelas 11 Halaman 44

Soal dan jawaban dari Tugas Kelompok 2.1 Pendidikan Kewarganegaraan kurikulum 2013 kelas 11 Bab 2 halaman 44. Peserta didik diminta untuk membentuk kelompok kemudian melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan demokrasi di lingkungan sekolah.

Agar lebih jelas, silakan perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini



Soal:

Tugas Kelompok 2.1

1. Buatlah kelompok belajar yang terdiri atas lima orang.
2. Lakukanlah pengamatan terhadap lekasanaan prinsip-prinsip demokrasi di sekolah kalian, baik dalam pergaulan antara sisswa dengan siswa, siswa dengan guru/ kepala sekolah, guru dengan guru maupun guru dengan kepala sekolah.
3. Laporan hasil pengamatan kalian secara tertulis dalam bentuk sebuah artikel
4. Informasikanlah nilai-nilai yang kalian peroleh pada orang tua masing-masing.

Jawab


Indahnya Demokrasi di Sekolahku


Aku bersekolah di SMA Negeri 1 Kartanegara. Sebuah sekolah Negeri yang terletak di tengah-tengah kota Kartanegara. Aku masuk ke sekolah ini pada tahun 2018, jadi sekarang aku sudah duduk di kelas 11. Sekolah ini merupakan sekolah yang sangat menyenangkan dilihat dari sudut pandang manapun. Kebersihan, prestasi, suasana pembelajaran dan lain-lain.

Konon, hal-hal positif tersebut sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Kali ini kita akan khusus membahas tentang suasana pembelajaran yang sangat menyenangkan. Belajar di SMA Negeri 1 Kartanegara sungguh menyenangkan. Pembelajaran berlangsung dengan baik dan sangat demokratis dan egaliter. Secara umum, prinsip-prinsip demokrasi sudah cukup baik diterapkan di SMA ini.

Sejak awal masuk ke sekolah ini, para guru dan karyawan sekolah bersikap sangat ramah kepada peserta didik. Para guru selalu menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persahabatan antar sesama peserta didik. Hasil pendidikan tersebut benar-benar terlihat hasilnya. Kini, suasana pergaulan sesama peserta didik sangat demokratis. Kami saling menghargai agama dan keyakinan teman-teman yang seagama maupun beda agama. Kami juga berupaya keras tidak melakukan kekerasan baik berupa perundungan apalagi kekerasan fisik antar sesama. Selain itu, kami juga tidak pernah berusaha untuk saling menonjol dalam hal penampilan yang memamerkan kekayaan orang tua. Sehingga pergaulan kami tidak didasarkan pada ekonomi orang tua. Terselenggaranya pemilihan ketua OSIS yang demokratis juga terjadi di sekolah kami. Meskipun terjadi perdebatan keras untuk mempertahanka argumen, semua itu bisa diakhiri dengan baik tanpa perselisihan.

Hubungan antara murid dengan guru juga sangat harmonis. Para guru mendidik kami untuk tidak takut menghadapi guru bahkan guru mata pelajaran yang sulit sekalipun. Mereka menanamkan kebebasan berpendapat dalam setiap pelajaran, dengan syarat sebelumnya, para peserta didik harus terlebih dahulu belajar keras tentang materi yang diajarkan. Guru juga tidak akan memarahi ketika ada murid yang mempertahankan argumen dengan keras namun sopan. Meskipun demikian, para peserta didik selalu menaruh penghormatan yang tinggi kepada para guru sesuai dengan norma di Indonesia.

Prinsip demokrasi di antar guru dengan kepala sekolah juga berlangsung lancar. Dalam pengamatan sehari-hari, guru menghargai kepala sekolah begitupun sebaliknya. Memang sering terjadi perdebatan ketika rapat dinas, akan tetapi semua itu bertujuan untuk membangun sekolah menjadi lebih baik, sehingga sekeras apapun perdebatan, semua bisa saling mengerti.

Itulah prinsip-prinsip demokrasi yang terjadi di sekolah kami, demokratis, egaliter, dan saling menghargai.

Tugas Mandiri 2.1 PPkn Kelas 11 Halaman 41

Soal dan jawaban dari Tugas Mandiri 2.1. dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan Kurikulum 2013 kelas 11 SMA /SMK/MA/MAK halaman 41. Peserta didik diminta untuk menulis perbedaan di antara negara demokrasi dan negara otoriter



Soal
Tugas Mandiri 2.1

Lakukanlah studi literatur dengan membaca berbagai macam buku maupun artikel dari koran atau internet yang berkaitan dengan perbedaan antara negara demokrasi dengan negara otoriter. Tuliskanlah hasil temuan kalian pada tabel di bawha ini dan informasikanlah kepada teman-teman yang lain

Jawab:

Negara Demokrasi :

a. Pemegang kekuasaan tertinggi di tangan rakyat. Dari rakyat untuk Rakyat

b. Setiap warga negara sama kedudukannya di mata hukum

c. Adanya pembagian kekuasaan. Misanya di Indonesia ada Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif

d. Tiap warganegara berhak menyampaikan pendapat dengan bertanggungjawab.

e. Media di beri kebebasan untuk melakukan kritik terhadap pemerintahan

f. Penganut agama berhak melakukan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing


Negara Otoriter

a. Kekuasaan tertinggi di tangan pemimpin misalnya raja.

b. Tidak ada keadilan hukum. Hanya rakyat kecil yang diberi sanksi hukum tegas, sementara jika yang melakukan kejahatan adalah para pemimpinnya, mereka tidak diberi sanksi hukum

c. Tidak ada pembagian kekuasaan, hanya raja/ pemimpin yang berhak mengatur kerajaan/ wilayah/

d. Warganegara tidak diperbolehkan menyampaikan pendapat secara bebas.

e. Media tidak diperbolehkan melakukan kritik terhadap pemerintah. Jika melakukan kritik akan dibredel.

f. Penganut umat beragama tidak diperbolehkan beribadah sesuai agama masing-masing.