Kamis, 12 September 2019

Daftarlah Kalimat yang Menunjukan Panduan Cara Melakukan Kegiatan Secara Akurat

Kunci Jawaban dari tugas dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP/ MTs terbitan kemendikbud halaman 88 bab 3. Pada tugas ini, peserta didik diminta mendaftar kalimat yang menunjukkan panduan cara melakukan kegiatan teks prosedur.

Saya yakin kalian bisa mengerjakan soal tersebut dengan mudah. Untuk itu, anggap saja jawaban yang tertulis di bawah ini merupakan pelengkap dari jawaban kalian.



Soal

Daftarlah kalimat yang menunjukkan panduan cara melakukan kegiatan secara akurat.

Jawab

Teks 1: Cara memainkan angklung

1) Pegang angklung dengan tangan kiri sehingga angklung dipegang tepat di tengah-tengah.

2) Pegang dengan genggaman tangan dan telapak tangan menghadap ke atas atau pun ke bawah.

3) Posisikan angklung yang dipegang tegak dan sejajar dengan tubuh.

4) Pegang ujung tabung dasar angklung (horisontal) dengan tangan kanan dan getarkan dengan getaran ke kiri dan ke kanan

Teks 2: Cara membuat Obat Tradisional Insomnia

Rebus dengan anco yg telah dibuang bijinya sehingga air tersisa 300 cc.

Teks 3: Cara Melakukan Gerakan Tari Tor-Tor

1) Ambil posisi kedua kaki rapat. Kaki kanan agak maju sedikit

2) Tangkupkan kedua telapak tangan di depan pinggang kanan. Ujung ibu jari saling menyentuh

3) Gerakkan kedua telapak tangan perlahan ke arah kiri. Ujung-ujung jari juga ikut digerakkan perlahan

4) Gerakan telapak kaki ke atas bawah dengan gerakan jinjit selama tangan bergerak ke kiri dan ke kanan.

Bacalah Kembali Kutipan Hikayat Bayan Budiman dan Temukanlah Nilai-Nilai yang Terkandung di Dalamnya

Kunci Jawaban dari tugas dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 SMA/SMK/MA/MAK halaman 124 bab 4. Peserta didik diminta mengerjakan soal dengan menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam kutipan teks Hikayat Bayan Budiman.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini !



Soal

Bacalah kembali kutipan Hikayat Bayan Budiman dan temukan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Jawab:

1. Nilai agama

Konsep nilai: Berani memberi petuah kepada orang lain  apabila seseorang melanggar aturan agama.

Kutipan teks: 

Maka bernasihatlah ditentang perbuatannya yang melanggar aturan Allah SWT.

Konsep nilai: Memohon doa kepada Tuhan

Kutipan teks:

Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun.

Konsep nilai: Belajar mengaji Alquran sejak kecil

Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun.

2. Nilai moral:

Konsep nilai: Sebagai manusia harus bisa menjaga martabat, kesabaran, dan kekayaan.

Kutipan teks: 

Apatah dicari oleh segala manusia di dunia ini selain martabat, kesabaran, dan kekayaan?

Konsep nilai: Menyampaikan kata pamit sebelum pergi

- Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja.

- Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan.

Konsep nilai: Bertanyalah kepada orang yang lebih tahu sebelum mengambil keputusan agar tidak menimbulkan fitnah

Kutipan teks:

Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata. 

3. Nilai sosial

Konsep nilai: Membantu sesama yang membutuhkan

Kutipan teks:

Bayan yang bijak bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya,tetapi juga dapat menyekat istri tuannya daripada menjadi istri yang curang. Dia juga dapat menjaga nama baik tuannya serta menyelamatkan rumah tangga tuannya.

Konsep nilai: berlaku bijaksana terhadap sesame

Kutipan teks:

Bayan yang bijak bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya tetapi juga dapat menyekat isteri tuannya daripada menjadi isteri yang curang.

4. Nilai pendidikan:

Konsep nilai: Memperoleh ilmu tidak harus berasal hanya dari satu sumber saja

Kutipan teks:

Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun.

5. Nilai budaya

Konsep nilai: Burung yang dipelihara dicabuti bulunya gara tidak bisa terbang.

Kutipan:

Adapun akan hamba, tuan ini adalah seperti hikayat seekor unggas bayan yang dicabut bulunya oleh tuannya seorang istri saudagar.”

6. Nilai estetika

Konsep nilai: kecantikan Siti Zainab yang diungkapkan dengan kata-kata yang indah.

Kutipan:

- Ia dipinangkan dengan anak saudagar yang kaya, amat elok parasnya, namanya Bibi Zainab.

- Setelah ia sudah berpikir demikian itu, maka ujarnya, “Aduhai Siti yang baik paras, pergilah dengan segeranya mendapatkan anak raja itu.   “

Daftarlah Penggunaan Kata yang Menunjukkan Ukuran

Kunci jawaban dari pertanyaan dalam buku Bahasa Indonesia kurikulum 2013 terbitan kemendikbud kelas 7 SMP/ MTs bab 3 halaman 87. Pertanyaan in merupakan pertanyaan lanjutan dari pertanyaan sebelumnya yaitu tentang penggunaan kata yang menunjukkan ukuran.

Saya persilakan kalian mengerjakan sendiri agar memahami materi dengan baik. Apa yang tertulis di bawah ini sebaiknya hanya sebagai perbandingan saja.



Soal

Daftarlah penggunaan kata yang menunjukkan ukuran

Jawab:

Teks 1 : Cara Memainkan Angklung
- pertemuan dua tiang angklung vertikal dan horisontal
- tepat di tengah-tengah
- tegak dan sejajar dengan tubuh
- cukup jauh
- hampir lurus
- cukup sering

Teks 2 : Cara membuat obat tradisional insomnia
- 5 potong akar kelapa hijau
- masing-masing 4 cm
- 600 cc air
- 10 butir biji teratai
- air sisa 300cc

Teks 3 : Cara melakukan gerakan tari tor-tor
- posisi kedua kaki rapat
- agak maju sedikit
- Ujung ibu jari saling menyentuh
- digerakkan perlahan.
- lagu habis

Daftarlah Penggunaan Kalimat Perintah/ Saran/ Larangan pada Ketiga Teks !

Kunci jawaban dari pertanyaan dalam buku Bahasa Indonesia kurikulum 2013 terbitan kemendikbud kelas 7 SMP/ MTs bab 3 halaman 87. Pada bab tersebut peserta didik diminta mengerjakan soal tentang mengidentifikasi bahasa dalam teks prosedur.

Agar lebih jelas, silakan perhatikan soal dan jawaban di bawah ini !



Soal

Diskusikan

a. Daftarlah penggunaan kalimat perintah/ saran/larangan pada ketiga teks !

Jawab

Teks 1:

- Pegang angklung dengan tangan kiri.
- Pegang angklung dengan cara memegang simpul pertemuan dua tiang angklung vertikal dan horisontal (yang berada di tengah), sehingga angklung dipegang tepat di tengah-tengah.
- Pegang dengan genggaman tangan dan telapak tangan menghadap keatas atau pun ke bawah.
- Posisikan angklung yang dipegang tegak dan sejajar dengan tubuh.
- Jarak angklung dari tubuh sebaiknya cukup jauh (siku tangan kiri hampir lurus) agar angklung dapat digetarkan dengan baik dan maksimal.
- Pegang ujung tabung dasar angklung (horisontal) dengan tangan kanan dan getarkan dengan getaran ke kiri dan ke kanan, dengan posisi angklung tetap tegak (horisontal), tidak miring agar suara angklung-angklung rata dan nyaring.
- Sewaktu angklung digetarkan, sebaiknya dilakukan dengan frekuensi getaran yang cukup sering sehingga suara angklung lebih halus dan rata.
- Mainkan angklung sambil berdiri agar hasil permainan lebih baik.

Teks 2:
- Ambil 5 potong akar kelapa hijau masing-masing 4 cm.
- Tumbuk kasar bersama 10 butir biji teratai.
- Tambahkan 600 cc air ke dalam hasil tumbukan .
- Rebus semuanya dengan anco yang telah dibuang bijinya sehingga air tersisa 300cc.
- Minum selagi hangat

Teks 3:
- Putar lagu dari daerah Sumatera Utara yang sesuai.
-Ambil posisi kedua kaki rapat. Kaki kanan agak maju sedikit.
-Tangkupkan kedua telapak tangan di depan pinggang kanan. Ujung ibu jari saling menyentuh.
- Gerakkan kedua telapak tangan perlahan ke arah kiri. Ujung-ujung jari juga ikut digerakkan perlahan.
- Ganti gerakkan kedua telapak tangan perlahan ke arah kanan.
- Gerakan telapak kaki ke atas bawah dengan gerakan jinjit selama tangan bergerak ke kiri dan ke kanan.
-Ulangi gerakan tangan dan kaki. Begitu seterusnya sampai lagu habis atau mengikuti irama gondang

Daftarlah Ketiga Teks dari Segi Tujuan Komunikasi Lanjutkan Tabel Berikut Sesuai Contoh

Kunci Jawaban dari pertanyaan yang ada dalam buku Bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas 7 SMP/MTs terbitan kemendikbu halaman 86 bab 3. Peserta didik diminta mengerjakan soal tentang bagaimana melanjutkan tabel tentang teks prosedur.

Saya yakin kalian bisa mengerjakan soal tersebut, namun tidak ada salahnya kalian membaca soal dan jawaban di bawah ini !



Soal

1. Daftarlah ketiga teks dari segi tujuan komunikasi ? Lanjutkan tabel berikut sesuai contoh
2. Diskusikan persamaan ketiga teks

Jawab:
1.
Teks 1:
Memandu orang yang akan memainkan angklung dengan langkah yang urut

Teks 2:
Memandu orang membuat ramuan tradisional untuk mencegah insomnia

Teks 3:
Memandu orang untuk belajar melakukan gerakan Tari Tor Tor.

2. Persamaan dari ketiga teks adalah ketiganya menuntun atau memandu secara urut langkah-langkah dalam melakukan kegiatan sesuai tujuan.

Rabu, 11 September 2019

Kegiatan 3.6 Secara Berkelompok Amatilah Teks Berikut !

Kunci jawaban kegiatan 3.6 dalam buku Bahasa Indonesia kurikulum 2013 terbitan kemendikbud kelas 8 SMP/ MTs bab 3 halaman 82. Peserta didik diminta mengamati teks yang ada dalam soal.

Agar lebih jelas sila perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini



Soal 

Kegiatan 3.6
1. Secara berkelompok, amatilah teks berikut!
2. Buktikanlah berdasarkan aspek kebahasaannya bahwa teks tersebut
tergolong ke dalam jenis teks eksposisi!
3. Catatlah aspek-aspek kebahasannya itu ke dalam tabel berikut!
4. Kemudian, rumuskan simpulan tentang ciri teks tersebut berdasarkan
aspek-aspek kebahasaannya.

Aspek kebahasaan: Kata teknis (istilah), konjungsi kausalitas, kata kerja mental, kata perujukan, kata persuasif, simpulan

Jawab

Aspek kebahasaan;
1) Kata teknis (istilah)
Menggunakan kata-kata teknis dalam bidang pariwisata antara lain wisatawan, komersialisme, domestik, dan rekreasi.

2) Konjungsi kausalitas
Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (kausalitas). Konjungsi kausalitas yang muncul dalam teks tersebut adalah 
-  Oleh karena itu, arah kebijaksanaan pariwisata sedapat mungkin diusahakan agar memperkuat dampak positif dan memperkecil dampak negatif.
- Untuk itu, perlu dikembangkan analisis dampak lingkungan pada tahap perencanaan yang didasarkan pada studi kelayakan proyek-proyek pariwisata.
Terdapat pula digunakan kata-kata yang menyatakan hubungan kronologis (keterangan waktu) ataupun kata-kata yang menyatakan perbandingan/pertentangan, yaitu 
- Sementara itu, wisatawan domestik lebih tertarik pada kebun binatang atau kebun raya, keindahan pantai, tempat keramat ataupun ibadah, dan peninggalan sejarah

3) Kata kerja mental 
Menggunakan kata-kata kerja mental (mental verba), seperti Pariwisata berdampak pada kehidupan sosial budaya. Kegiatan konsumsi pariwisata di bidang kesenian misalnya, mungkin dapat mengandalkan makna kesenian itu sendiri. Akibat semakin meluaslah hubungan sosial dengan wisatawan dan semakin naiklah pendapatan masyarakat. Kedatangan wisatawan dapat mendorong masyarakat ke arah komersialisme. Oleh karena itu, arah kebijaksanaan pariwisata sedapat mungkin diusahakan agar memperkuat dampak positif dan memperkecil dampak negatif. Untuk itu, perlu dikembangkan analisis dampak lingkungan pada tahap perencanaan yang didasarkan pada studi kelayakan proyek-proyek pariwisata. 

4) Kata perujukan
Menggunakan kata-kata perujukan, seperti
- Hasil penelitian yang pernah dilakukan Dirjen Pariwisata menunjukkan bahwa wisatawan asing lebih tertarik pada tradisi, lalu menyusul keindahan alam, warisan budaya, kerajinan tangan, dan terakhir keindahan alam di pantai

5) Kata persuasif
Menggunakan kata-kata persuasif, antara lain
-  Untuk itu, perlu dikembangkan analisis dampak lingkungan pada tahap perencanaan yang didasarkan pada studi kelayakan proyek-proyek pariwisata.
-  Dalam hal ini kita perlu mengetahui perubahan tersebut tidak melewati ambang batas toleransi.
- Tindakan ini perlu agar perubahan itu tidak menghasilkan dampak negatif terhadap lingkungan dan pengembangan pariwisata itu sendiri.
- Jika suatu kawasan wisata sudah cenderung melewati ambang batas, harus diusahakan proyek penanggulangannya.

Simpulan:
Teks di atas termasuk di dalam teks eksposisi karena aspek kebahasaan khusus yang dimiliki oleh teks eksposisi, yaitu kata teknis (istilah) yang terkait dengan topik, konjungsi kausalitas, kata kerja mental. kata perujukan, dan kata persuasif.

Kegiatan 3.5 Perhatikan Kembali Teks Berjudul Introspeksi Diri di Hari Pahlawan

Kunci jawaban kegiatan 3.5 dalam buku Bahasa Indonesia terbitan kemendikbud Kurikulum 2013 Kelas 8 SMP/ MTs halaman 80 bab 3.

Agar lebih jelas, silakan perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini.



Soal


A. 1. Perhatikan kembali teks berjudul "Instrospeksi Diri di Hari Pahlawan".
2. Tuliskan alasan atas penyebutan bagian-bagian teks itu yang terdiri atas tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang.
3. Diskusikan laporkan hasilnya dalam format seperti berikut.
Bagian-bagian Teks Paragraf ke- Alasan
a. Tesis
b. Rangkaian argumen
c. Penegasan ulang

Jawab

Introspeksi Diri di Hari Pahlawan

Tesis:

Setiap negara mempunyai pahlawan. Cara terbaik  menghargai pahlawan adalah tidak melupakan jasajasanya.  Itu sebabnya kita perlu memperingati Hari  Pahlawan setiap sepuluh November agar bisa mencontoh  semangat juang. Kita juga dapat mencontoh keikhlasan  mereka saat berjuang melawan penjajah.


Alasan: Pada paragraf pertama ini terdapat pendapat tentang perlunya peringatan Hari Pahlawan.


Rangkaian Argumen:

Sejarah perlunya memperingati Hari Pahlawan bermula  dari perlawanan rek arek Suroboyo pada 10 November  1945. Dengan senjata bambu runcing, mereka melawan  penjajah yang sudah menggunakan senjata canggih  termasuk pesawat terbang. Kemudian, diikuti dengan  perlawanan di berbagai daerah, termasuk di Sumatra  Utara dan khususnya di Kota Medan yang dikenal dengan  pertempuran di Medan Area, Jalan Bali.

 Berkat perjuangan para pejuang di masa lalu bangsa  Indonesia mampu memproklamasikan kemerdekaan dan  mempertahankan di masa revolusi fsik. Sekarang giliran  anak-anak bangsa mengisi alam kemerdekaan dengan memberikan yang terbaik bagi masa depan bangsanya.

 Sayangnya, tidak banyak putra-putri bangsa Indonesia  yang bisa diteladani karena prestasinya. Lebih banyak  yang mementingkan diri pribadi dan golongannya saat  sudah berkuasa. Hal itu terlihat sekali dalam jajaran  pemerintahan (birokrasi) maupun legislatif dan yudikatif.  Mereka benar-benar memanfaatkan peluang yang ada  untuk memperkaya diri. Sementara itu, rakyat yang  membutuh perhatian malah diabaikan.


Alasan: pada paragraf ini berisi tentang pendapat yang mendukung bagian tesis.


Penegasan ulang:

Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November pada  tahun ini dapat dijadikan momentum yang tepat untuk  melakukan introspeksi diri bagi semua pihak. Kalau setiap  anak bangsa melakukannya dengan penuh kesadaran,  mudah-mudahan hasilnya positif. Dalam waktu dekat  bangsa Indonesia dapat ke luar dari krisis. Jika peringatan  Hari Pahlawan hanya sebuah kegiatan rutinitas, makna  10 November pun tidak akan menyentuh masyarakat,  juga dapat menyadarkan pejabat-pejabat pemerintahan  untuk tidak saling berseteru dan terus memperjuangkan  kepentingan rakyat.

 Pada momentum Hari Pahlawan ini kita mengimbau  para pejabat di jajaran pemerintahan, termasuk BUMN/
BUMD, pimpinan DPR dan MPR serta seluruh anggota  dewan agar kembali ke ftrah. Ingatlah perjuangan dan  cita-cita para pahlawan bangsa. Mari kita berjuang untuk  memakmurkan rakyat. Untuk itu, bekerjalah dengan  keras, profesional, dan bertanggung jawab.

 Bukan masanya lagi para pejabat pemerintahan  menjadikan dirinya seperti raja yang bergelimang  kemewahan, sebab rakyat sudah semakin kritis. Begitu juga  kehidupan anggota dewan yang glamour. Momentum Hari  Pahlawan ini harus dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah  dengan sebaik-baiknya. Kinerjanya sudah bisa dirasakan  di berbagai bidang sehingga rakyat merasa dirinya tidak  salah pilih. Gerakan mencontoh para pahlawan perlu  dimasyarakatkan untuk menyadarkan para pejabat  pemerintahan agar tidak menjadi pahlawan kesiangan.


Alasan: Pada paragraf ini terdapat penegasan kembali pendapat yang disajikan dalam tesis

Selasa, 10 September 2019

Bagaimana Keberadaan Unsur-Unsur intrinsik dari Cerpen Robohnya Surau Kami

Kunci jawaban dari tugas dalam buku Bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas 11 SMA/ SMK/ MA/MAK halaman 124 bab 4. Peserta didik diminta mengerjakan soal tentang unsur-unsur intrinsik dari cerpen Robohnya Surau Kami

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini !

Soal


a. Bagaimana keberadaan unsur-unsur intrinsik dari cerpen ”Robohnya Surau Kami”? Paparkanlah dengan berdiskusi kelompok!

Jawab:

a. Tema : Bagaimana mengatur keseimbangan hubungan antara sesama manusia dan antara manusia dengan Tuhan
b. Amanat: Hidup di dunia ini semestinya bisa bertakwa kepada Tuhan dengan cara bekerja keras mencari nafkah dan juga taat beribadah
c. Penokohan:
Kakek : Rajin beribadah, baik hati, ikhlas, tapi ketika penyeselan dan ketakutan datang  berpikiran pendek.
Ajo Sidi : Jahil, pembuat bualan, ramah, tapi dibalik bualannya ada makna tersirat.
Aku : Baik, dermawan, perhatian, sebagai perantara tokoh lainnya.
Haji Saleh : Rajin beribadah, mengabdikan diri hanya untuk Tuhan, tapi terlalu membanggakan tindakannya hingga gelap mata pada lainnya, berani menentang.
Istri ‘Aku’ : Baik,
Istri Ajo Sidi: Menurut pada suami, bisa dipercaya menyampaikan amanat, baik.

d. Latar:
1. Latar Tempat:

– Sekilo dari pasar
– Kampungku
– Surau Tua
– Di akhirat
– Di neraka
– Di dunia
– Rumah
– Sekitar
– Di samping
– Indonesia

2. Latar Waktu:

– Beberapa tahun yang lalu
– Sudah bertahun-tahun
– Sekali enam bulan
– Sekali se-Jum’at
– Sekali setahun
– Di malam hari
– Sekali hari
- Sepanjang hari
– Besoknya
– Pagi-pagi
– Subuh

3. Latar Suasana:

–  Mengesankan
– Muram
– Kehangatan
– Panas
– Beramai-ramai
– Menggeletar
– Mengerikan
– Hampa
e.Alur
- Alur Campuran

f. Latar belakang budaya, ekonomi, religi, dan politik:
-Latar belakang budaya: -
- latar belakang ekonomi, terdapat isi cerpen yang membahas tentang ekonomi misalnya:
a. Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap juga melarat, bukan?
b.Sedang harta bendamu kau biarkan oranglain mengambilnya untuk anak cucu mereka

- latar belakang religi misalnya;
a.Alangkah tercengangnya Haji Saleh, karena di neraka itu banyak temannya di dunia terpanggang panas, merintih kesakitan.
b. Bagaimana Tuhan ktia ini, ...bukankah kita disuruh-Nya taat beribadah, teguh beriman?
c. Benar TUhanku, tapi bagi kam soal harta benda itu, kami tak mau tahu. Yang penitng bagi kami ialah menyembah dan memuji Engkau

latar belakang politik:
- Negeri yang lama diperbudak orang lain itu?

Bagaimana Keberadaan Latar yang Ada Pada Cuplikan-Cuplikan Berikut?

Kunci Jawaban dari tugas dalam buku Bahasa Indonesia kurikulum 2013 Kelas 11 SMA/ SMK/MA/MAK halaman 123 bab 4. Peserta didik diminta mengerjakan soal nomor 3 tentang latar.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini !



Soal

3. a. Bagaimana keberadaan latar yang ada pada cuplikan-cuplikan berikut? Diskusikanlah secara berkelompok !

1) Kalau Bapak mengizinkan, saya ingin meminjam kendaraan untuk membawanya ke rumah sakit. “Maaf, Pak, pada malam hari kendaraan umum sangat jarang ada”. “Boleh, Pak Asmar. Bawalah anak itu cepat-cepat ke dokter! Ini kunci mobil dan sedikit uang untuk berobat !”
2) Terdengar bunyi langkah di beranda muka, kemudian suara mengucapkan, “Selamat Malam.” Kus terkejut, sebab suara itu dikenalnya, dr. Hamzah, selalu saja ia memburu aku. Apa pula teorinya sekali ini. Didengarnya dr.Hamzah dengan orang tuanya bercakap-cakap dan sekali-sekali kedengaran namanya disebut meskipun kurang jelas benar percakapan itu ke kamarnya.
Akhirnya Kus hendak serta duduk di sana. Jangan-jangan yang tidak-tidak nanti dibicarakannya tentang aku.


Jawab:

Silakan perhatikan video di bawah ini



atau perhatikan tulisan di bawah ini

Kutipan 1
LatarWaktu: malam hari
Latar Tempat: di rumah
Latar suasana: panik, tergesa-gesa, cemas

Kutipan 2
Latar waktu: malam hari
latartempat: di rumah orang tua Kus
latar suasana: penuh selidik, penasaran.

Senin, 09 September 2019

Bagaimana Watak Dari Tokoh yang Ada Pada Cuplikan-Cuplikan Tersebut

Kunci jawaban tugas nomor 2 dalam buku Bahasa Indonesia kurikulum 2013 kelas 11 SMA/ SMK/ MA/ MAK bab 4 halaman 122. Pertanyaan ini merupakan pertanyaan nomor dua dari tugas 1 halaman 121.

Agar lebih jelas, silakan perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini !



Soal 

2. Kerjakanlah latihan berikut sesuai dengan instruksinya !

Perhatikanlah kutipan-kutipan di bawah ini!
b. Bagaimana watak dari tokoh yang ada pada cuplikan-cuplikan tersebut?
c. Dalam diskusi kelompok, jelaskan cara pengarang di dalam menggambarkan watak dari tokoh-tokoh tersebut!
1) Aku tahu emak tentu tidak akan datang. Tidak mau, katanya tidak pantas. “Sekolah itu kan tempat priayi lho, Gus. Emakmu ini apakah, ndak ilok kalau berada di tempat itu.”
“Oalah, Mak, Mak! Priayi itu zaman dulu, sekarang ini orang sama saja, yang membedakan itu kan isinya,” aku menekankan telunjuk ke keningku.
“Itulah Gus yang Emak maksudkan priayi. Emak tidak mau ke tempat yang angker itu. Nanti Emakmu ini hanya akan jadi tontonan saja, karena plonga-plongo kayak kerbau. Kasihan kamu, Gus.”
2) “Kau punya anak, punya istri. Dari itu kau punya pegangan hidup, punya tujuan minimal. Tapi yang terpenting kau punya tangan. Hingga kau dapat mencapai apa saja yang kau maui. Sebagai
suami, sebagai ayah, sebagai lelaki, sebagai manusia juga, seperti yang kita omongkan dulu, kau dapat mencapai sesuatu yang kauinginkan. Alangkah indahnya hidup ini, kalau kita mampu
berbuat apa yang kita inginkan. Tapi kini aku tentu saja tak dapat berbuat apa yang kuinginkan. Masa mudaku habis sudah ditelan kebuntungan ini.”


Jawab:
Silakan tonton dalam video di bawah ini



atau perhatikan tulisan di bawah ini

Kutipan 1:
- nama tokoh : Emak
Watak: sederhana, merasa rendah diri.
Cara penggambaran: penulis menggambarkan tokoh "Emak" yang menolak datang ke sekolah karena tokoh tersebut merasa minder.

- nama tokoh: Gus (aku)
watak: berpikiran modern.
cara penggambaran: Gus (aku) digambarkan sebagai tokoh yang berpikiran modern dilihat dari cara berbicara yang terkesan mengkritik cara berpikir zaman dulu.

Kutipan 2:
-nama tokoh: Aku
watak: putus asa
Cara penggambaran: tokoh "aku menganggap dirinya kurang beruntung sehingga ia merasa putus asa
-nama tokoh: kau
watak: optimis, punya tujuan hidup, bersemangat
carfa penggambaran: penulis menggambarkan tokoh "kau" sebagai orang yang memiliki pegangan hidup sehingga mampu berbuat apa saja yang dia inginkan.