Showing posts with label Meme. Show all posts
Showing posts with label Meme. Show all posts

Thursday, October 19, 2017

Kumpulan Meme Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018

Semarak hari santri Nasional bergitu terasa. Hal ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat khususnya santi, cukup tinggi terhadap pelaksanaan hari santri yang diputuskan oleh Presiden Joko Wi. Agar hari Santri makin semarak, di bawah ini merupakan kumpulan meme meme Hari Santri Nasional 22 oktober 2018 baik yang lucu maupun berkesan


Pertama adalah Meme yang diambil dari ucapan Gus Mus tentang Hari Santri Nasional



2. Biarpun Ente dari Hongkong, kalau di Pondok yaa tetep kudu sarungan



3.Mau kaya mau miskin, kalau di pondok yaa tetep sarungan


4. Mushofahah




5. Gaul Itu Bukan yang Pake Celana Jins dan Baju Mewah, Gaul itu Dia yang kemana-mana pakai sarung


6. Sisi Lain Indahnya di Pesantren, yaitu Kebersamaan ditakzir bareng


7.  Jangan tanya weekend kita kemana,  Simaan dari pagi sampai pagi lagi


8. Setiap Ngaji Mager tingkat Dewa Juga ada


9. Karena Kebersamaan itu, Satu Untuk Semua


10. Kami  bukan gamers berhijab yang sibuk WAR setiap hari....



Wednesday, October 18, 2017

Meme Ucapan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017

Hari Santri tiba pada 22 Oktober 2017. Peristiwa ini merupakan peristiwa bersejarah bagi para santri di nusantara. Keberadaan para santri diperhitungkan sebagai bagian dari berbangsa dan bernegara. Di bawah ini merupakan kumpulan meme Ucapan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017

1. Menjadi Santri Berarti Berjuang meneladani Nabi. Selamat Hari Santri Nasional




 2. Menjadi santri berarti belajar tentang kesederhanaan dan kerendahan hati.




3.  Dari rumah ayah bunda, kami melangkah menuju rumah kiai, bertekad menimba ilmu, dengan menjadi santri.




4. Di bumi pertiwi ini kami berdiri. Menjadi santri adalah jalan pengabdian kami membangun Indonesia tercinta


5. Meski kerap jalan berkelompok bukan berarti kami penakut. Justru kami adalah insan mandiri.




6. Dari bilik bilik sederhana, di bawah naungan temaram cahaya, kami eja kata demi kata agar kelak mampu menerjemahkan kehidupan dengan sebaik baiknya



7. Meski kami jauh darimu ayah ibu, tapi kalian berdua penyemangat hidupku,  kala menimba ilmu di pondok pesantren demi dunia dan akhirat.



8. Kami mungkin hanya golongan santri, namun cinta pada negeri suci tak ternoda, hubbul waton minal iman


9. Di pesantren, kami belajar banyak hal, di antaranya laku prihatin,kemandirian, pantang menyerah, cinta kasih sesama manusia dan cinta pada Allah



10. Biarkan langkah Kaki menapaki Jejak para Kiai dan alim ulama negeri ini, dengan menjadi santri



Demikian sepuluh meme ucapan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017, mudah-mudaha bermanfaat.

Saturday, June 24, 2017

Meme Mudik Lebaran 2017 tentang Jomblo, Lucu Bikin Ngakak

Mudik merupakan rutinitas yang pasti terjadi pada hari raya Idul Fitri. Termasuk pada Idul Fitri tahun 2017 ini. Biasanya, para perantau yang bekerja di luar kota akan pulang kampung ke berbagai tempat di Indonesia. Keriuhan mudik menjadi ajang unjuk eksitensi diri. Hal itu tampak dari unggahan gambar di sosial media yang memperlihatkan para pemudik dengan berbagai aktivitasnya. Salah satunya adalah gambar-gambar meme lucu para pemudik yang memperlihatkan kejombloannya.

Bagaimana kocaknya meme-meme tersebut, silakan lihat pada gambar-gambar di bawah ini


Sedih yo mas, Mudik Sendirian Dipastikan lebaran tahun ini masih Jomblo :)



Mudik ke Kampung Halaman bukan ke hati mantan



Sepurane yo Pak Bu, Aku Mudik ora nggowo Mantu, hi hi


Maaf mak, cuma bisa bawa parcel, belum bisa bawa calon istri





Mbok, aku mulih, Sepurane Perjuanganku Kandas, Calonku disanding karo Lanang Liyo...sing sabar yo mas


Mbok, Anakmu Mulih, tapi urung isoh gowo mantu...

he he, ada-ada saja...

Friday, June 2, 2017

Meme Kata Bijak Bung Karno Tentang Agama Islam

Kumpulan Meme, Quote dan Kata Bijak Presiden Pertama RI, Ir. Sukarno tentang Agama Islam. Kata-kata tersebut saya kutip dari berbagai pidato Bung Karno maupun tulisan beliau.



1.Nyawa pergerakan rakyat di Indonesia kita, yang walaupun dalam  maksudnya sama, ada mempunyai tiga sifat: NASIONALISTIS, ISLAMISTIS dan MARXISTIS lah adanya.



2. Islam yang sejati tidaklah mengandung azas antinasionalis; Islam yang sejati tidaklah bertabiat antisosialistis.

3. Partai Boedi Oetomo, “marhum” (almarhum) Nationaal Indische Partij yang kini masih “hidup”, Partai Sarekat Islam, Perserikatan Minahasa; Partai Komunis Indonesia, dan masih banyak partai-partai lain … itu masing-masing mempunyai rokh Nasionalisme, rokh Islamisme, atau rokh Marxisme adanya.

4. Dapatkah dalam tanah jajahan pergerakan Nasionalisme itu dirapatkan dengan pergerakan Islamisme yang pada hakekatnya tiada bangsa, dengan pergerakan Marxisme yang bersifat perjoangan internasional?

5. Dapatkah Islamisme itu, ialah sesuatu agama, dalam politik jajahan bekerja bersamasama dengan Nasionalisme yang mementingkan bangsa, dengan materialismenya Marxisme yang mengajar perbendaan?

6. Tidak adalah halangannya Nasionalis itu dalam geraknya bekerja bersama-sama dengan kaum Islamis dan Marxis.

7. Bukannya kita mengharap, yang Nasionalis itu supaya berobah faham jadi Islamis atau Marxis, bukannya maksud kita menyuruh Marxis dan Islamis itu berbalik menjadi Nasionalis, akan tetapi impian kita yalah kerukunan, persatuan antara tiga golongan itu.

8.Kita ulangi lagi: Tidak adalah halangannya Nasionalis itu dalam geraknya, bekerja bersama-sama
dengan Islamis dan Marxis.

9. Orang Islam yang sungguh- sungguh menjalankan keIslamannya, baik orang Arab maupun orang India, baik orang Mesir maupun orang manapun juga, jikalau berdiam di Indonesia, wajib pula bekerja untuk keselamatan Indonesia itu.


10. Di mana-mana orang Islam bertempat, di situlah ia harus mencintai dan bekerja untuk keperluan negeri itu dan rakyatnya.


11. Rusaknya kebesaran nasional, rusaknya sosialisme Islam bukanlah disebabkan oleh Islam sendiri; rusaknya Islam itu yalah oleh karena rusaknya budi pekerti orang-orang yang menjalankannya.


12. Tidakkah Islam telah menunjukkan contoh- contoh kebesaran yang mencengang¬kan bagi siapa yang mempelajari riwayat dunia, mencengangkan bagi siapa yang mempelajari riwayat kultur?

13. Selama kaum Islamis memusuhi faham- faham Nasionalisme yang luas budi dan Marxisme yang benar, selama itu kaum Islamis tidak berdiri di atas Sirothol Mustaqim; selama itu tidaklah ia bisa mengangkat Islam dari.kenistaan dan kerusakan.



14. Islamisme yang memusuhi pergerakan nasional yang layak bukanlah Islamisme yang sejati; Islamisme yang demikian itu adalah Islamisme yang “kolot”, Islamisme yang tak mengerti aliran zaman!

15. Demikian pula kita yakin, bahwa kaum Islamis itu bisalah kita rapatkan dengan kaum Marxis, walaupun pada hakekatnya dua fihak ini berbeda azas yang lebar sekali.


16. Pedihlah hati kita, ingat akan gelap¬gulitanya udara Indonesia, tatkala beberapa tahun yang lalu
kita menjadi saksi atas suatu perkelahian saudara; menjadi saksi pecahnya permusuhan antara kaum Marxis dan Islamis.


17. Islamisme yang sejati itu ada mengandung tabiat- tabiat yang sosialistis


18. Sosialisme Islam itu tidak bersamaan dengan azas Marxisme, oleh karena sosialisme Islam itu berazas Spiritualisme, dan sosialismenya Marxisme itu berazas Materialisme (perbendaan);


19. Islamis yang “fanatik” dan memerangi pergerakan Marxisme adalah Islamis yang tak kenal akan larangan- larangan agamanya sendiri.


20. Islamisme yang sejati melarang penumpukan uang secara kapitalistis, melarang penimbunan  harta benda untuk keperluan sendiri.



21. Dapatkah ditahan kekuatannya gelombang keislaman, sesudah Rokh dan Semangat keislaman itu tertanam dan hidup?

22. Agama Islam yang asli ialah tidak merendah kan derajat kaum ibu, bahkan mempunyai orang-orang perempuan yang ternama dan termasyhur,

23. Bangsa saya meliputi oran gorang yang menganut berbagai macam agama: ada yang Islam, ada yang Kristen, dan ada yang Budha dan ada yang tidak menganut sesuatu agama.

Thursday, June 1, 2017

Meme Kata Bijak Bung Karno Tentang Pancasila Ini, Bikin Kamu Makin Cinta NKRI

Entah disadari atau tidak oleh rakyat Indonesia bahwa pernah terjadi upaya pemisahan antara sosok Bung Karno dengan Pancasila. Hal tersebut dilakukan agar tak banyak rakyat Indonesia ini yang mengenal sosok apalagi pemikiran Bung Karno. Bahkan Drs. Soewarno mengatakan bahwa Bung Karno benar-benar hendak dipendhem jero oleh penguasa orde baru, agar Sang Proklamator benar-benar dilupakan oleh anak bangsa ini. Kecuali hanya sebagai seorang tokoh yang diliputi misteri dan mistik.

Akan tetapi semua upaya itu terhenti juga. Roda zaman yang terus bergulir telah menempatkan sosok Bung Karno sesuai dengan maqamnya di republik ini, sebagai seorang founding father tanah pusaka ini. Pemerintah terus berupaya membumikan ide-ide dan pemikiran para tokoh bangsa ini, terutama Bung Karno. Peringatan 1 Juni sebagai hari Pancasila adalah salah satu upaya untuk itu. Jika tahun ini masih banyak orang yang bertanya-tanya, mengapa tanggal 1 Juni libur, bahkan mungkin ada yang mengira bahwa 1 Juni adalah hari buruh. Menjadi harapan kita bersama agar tahun depan, masyarakat sudah mengetahui untuk apa tanggal 1 Juni ditandai dengan warna merah. 1 Juni adalah Hari Pancasila.

Di bawah ini, gambar-gambar yang bertuliskan kata bijak dari Bung Karno tentang Pancasila dalam rangka hari lahir Pancasila 1 Juni 1945- 1 Juni 2017

1. Permohonanku kepada Allah SWT ialah saudara-saudara bisa membaca di dalam dada bung Karno memohon kepada Allah SWT supaya Negara Republik Indonesia tetap berdasarkan Pancasila.
(Sukarno)



2. Aku Minta Kepadamu Sekalian, Untuk betul-betul menganjurkan hal Pancasila ini kepada segenap rakyat agar supaya selamatlah negara kita ini.
(Sukarno)




3. Apa yang kuperbuat hanyalah menggali lagi mutiara lima dari bumi Indonesia itu, dan lima mutiara ini aku persembahkan kepada bangsa Indonesia yang berupa lima dasar daripada Pancasila.
(Sukarno)
baca juga :Download Pidato Bung Karno Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945

4.Sulit sekali saudara-saudara, pemersatuan rakyat Indonesia itu, jikalau tidak didasarkan atas Pancasila (Sukarno)

5. Siapa tidak mengerti bahwa kita hanyalah dapat merdeka dan berdiri tegak merdeka jikalau kita bersatu. Siapa yang tidak mengerti itu, tidak akan mengerti Pancasila (Sukarno) 


6. Pancasila itu bukan bikinan saya. Saya gali sudah bertahun­-tahun, bahkan mulai tahun 1925, 1926 saya menggalinya.


7. Dan itulah sebabnya maka di dalam Pancasila, elemen Ketuhanan ini dimasukkan dengan nyata dan tegas (Ir. Sukarno)