Showing posts with label Kelas 12 Bab 4 Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Kelas 12 Bab 4 Bahasa Indonesia. Show all posts

Saturday, January 18, 2020

Kegiatan 1 Menemukan Pandangan Pengarang dalam Novel

Kunci jawaban dari kegiatan 1 dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA/ SMK/ MA/ MAK kurikulum 2013 terbitan kemendikbud bab 4 halaman 125. Peserta didik diminta mengisi tabel tentang pandangan pengarang.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal di bawah ini.



Soal

Kegiatan 1
Menemukan pandangan pengarang dalam Novel
Pada kegiatan ini kalian diminta menemukan pandangan pengarang dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk. Untuk memudahkan pekerjaanmu. Ikutilah format berikut ini dan salinlah dalam buku tugasmu.

(Format tabel silakan lihat pada buku bahasa Indonesia Kelas 12 bab 4 halaman 125)

Jawab:

Aspek Kehidupan Sosial
Pandangan pengarang: Membaca Novel ini kita memang diajak untuk membaca apa pendapat pengarang tentang aspek kehidupan sosial. Kehidupan sosial di Dukuh Paruk digambarkan dengan sangat jelas. Dukuh Paruk adalah perkampungan yang miskin, kering, sedikit unsur mistik, dan masyarakat yang lugu yang begitu mudah percaya dengan orang asing yang terlihat kaya. Mereka tidak menyadari betapa berbahayanya orang asing yang hanya ingin mengambil keuntungan tanpa mempedulikan para seniman dukuh paruk. Puncak dari segala keluguan itu dialami oleh Srintil yang mengalami kepiluan seumur hidupnya.


Aspek Kehidupan Keagamaan
Agama menjadi penenang bagi sebagian masyarakat dukuh paruk, namun tidak serta merta membuat mereka mendadak jadi manusia berbudi pekerti luhur. Pada saat yang sama mereka juga tetap melanggar aturan-aturan agama.

Aspek kehidupan budaya
Kehidupan budaya di Dukuh Paruk adalah ronggeng. Kesenian tersebut melumuri selusuh dukuh.

Thursday, October 31, 2019

Unsur Kebahasaan Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Jawaban tugas dalam buku Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/ SMK/ MA/MAK bab 4 halaman 124 kurikulum 2013 terbitan kemendikbud. Peserta didik kelas 12 diminta menganalisis unsur kebahasaan novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.



Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini !

Soal

Tugas
Setelah membaca kutipan novel tersebut, apakah kamu dapat menganalisis unsur kebahasaan novel Ronggeng Dukuh Paruk tersebut? Untuk mengetahui pemahamanmu, buatlah 3-4 kelompok orang lalu tulislah hasil diskusimu


Jawab:

Unsur kebahasaan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk yang akan kita bahas saat ini berkisar tentang gaya bahasa atau penggunaan majas dan citraan. Tidak semua majas bisa saya tampilkan di sini, kalian bisa mengeksplorasi sendiri jika memang penjelasan di bawah ini masih kurang jelas.

Majas atau gaya bahasa dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk antara lain :

1. Gaya Bahasa Simile atau perumpamaan

Gaya bahasa perumpamaan adalah dua perbandingan dua hal yang pad ahakikatnya berlainan dan yang sengaja kita anggap sama. Gaya bahasa tersebut antara lain:

a. Suaranya melengking seperti kelana panjang. (hal 9)
b. Pohon-pohon yang bergoyang itu tampak olehnya sebagai kelompok manusia dalam tarian aneh. (hal 159-160)
c. Srintil berlari seperti pipit dikejar alap-alap. (hal 278)
d. Mereka mendengus dan menggeram seperti macan berhasil menerkam menjangan . (hal 141)

2. Gaya bahasa metafora

Gaya bahasa yang menggunakan kata-kata bukan arti sebenarnya melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan dan perbandingan. Dalam trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ditemukan majas metafora antara lain sebagai berikut:
a. Ketiak daun kelapa. (hal 14)
b. Sorot matanya menyala. (hal 122)
c. Rasus sama-sama berdarah Dukuh Paruk. (hal 274).
d. Membuat luka di hati Srintil. (hal 142)

3. Gaya bahasa personifikasi

Gaya bahasa personifikasi adalah gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda mati atau barang tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia.

Contoh majas tersebut dalam novel ronggeng dukuh paruk antara lain sebagai berikut:

a. Ketika angin tenggara menyapu harum bunga kopi yang selalu mekar di musim kemarau. (hal 13)
b. Dalam kerimbunan daun-daunnya yang sedang dipagelarkan harmoni alam. (hal 111)
c. Namun api dan kesumat telah menunjukkan keangkuhannya di dukuh Paruk (hal 260)

sumber: Skripsi Pemakaian Majas Perbandingan dalam Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Semantik oleh Margareta ANggraini Taruk

Kegiatan 1 Menganalisis Isi Novel Berdasarkan Unsur Instrinsiknya, Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Jawaban dari kegiatan 1 dalam buku Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/ SMK/ MA/ MAK bab 4 halaman 120 kurikulum 2013 terbitan kemendikbud. Peserta didik diminta menganalisis isi novel ronggeng dukuh paruk.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini !



Soal

Kegiatan 1
Menganalisis isi novel berdasarkan unsur intrinsiknya

Setelah memahami unsur-unsur instrinsik novel, apakah kamu dapat menganalisis isi novel Ronggeng Dukuh Paruk tersebut ? Untuk mengetahui pemahamanmu, buatlah kelompok yang terdiri atas 3-4 orang dan jawablah pertanyaan berikut ini

1. Tema apa yang menonjol dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk
2. Bagaimanakah alur yang tergambar dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk
3. Di manakah latar tempat, latar waktu, dan latar suasana yang tergambar dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk
4. Siapakah tokoh utama dan tokoh-tokoh pendukungd dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk ?
5. Bagaimanakah karakter tokoh-tokoh Ronggeng Dukuh Paruk ?
6. Apa pesan yang disampaikan dalam novel Ronggeng DUkuh Paruk


Jawab

1. Tema yang menonjol adalah tentang Cinta dan Kemiskinan
2.  Alur yang diguna Alur atau jalannya cerita dalam novel “Ronggeng Dukuh Paruk” menggunakan alur maju yang disertai dengan “flash back” atau kembali ( mundur ) kemasa lalu, baik yang dialami oleh tokoh utama atau pemeran lainya. Dalam cerita ini yakni ditengah-tengah cerita pengarang menceritakan kembali masa lalu yang sempat dialami oleh pemeran cerita.

3. Latar tempat:
- di hutan
- di rumah Sakarya
- di rumah nenek Rasus
- di halaman rumah Kartareja
- di Pekuburan Secamenggala
- di Pasar Dawuan

Latar waktu
- Tengah malam
- pagi hari
- sore hari
- malam hari

Latar Suasana
- Ceria
- Panik
- Terkesima

4. Tokoh Utama
- Srintil
- Rasus

Tokoh pendukung

  • Dursun
  • Warta
  • Sakarya
  • Ki Secamenggala
  • Ki Kartareja
  • Nyi Kartareja
  • Sakum
  • Nenek Rasus
  • Santayib
  • Istri Santayib
  • Sulam
  • Siti
  • Sersan Slamet
  • Kopral Pujo
  • Tampi Masusi
5. Karakter tokoh Ronggeng Dukuh Paruk:

  • Rasus : bersahabat, penyayang, pendendam, pemberani
  • Srintil : Bersahabat, seorang ronggeng, agresif, Dewas
  • Dursun : bersahabat
  • Warta : bersahabat, perhatian dan penghibur
  • Sakarya (Kakek Srintil): Penyayang, tega
  • Ki Secamenggala : nenek moyang asal Dukuh Paruk
  • Kartareja dan Nyai Kartareja : mistis, egois
  • Sakum : hebat
  • Nenek Rasus : linglung
  • Santayib (Ayah Srintil) : bertanggungjawab, keras kepala
  • Istri Santayib : Keibuan, prihatin
  • Dower : mengusahakan segala macam cara
  • Sulam : penjudi dan berandal, sombong
  • Siti : alim
  • Sersan Slamet    : penyuruh, tegas
  • Kopral Pujo : penakut
  • Tampi : penyayang, sabar.
  • Masusi. Jahat, hidung belang, pendendam.
6. Pesan yang disampaikan antara lain:
- Kemiskinan dekat dengan kebodohan
- Cinta itu harus tulus
- Jangan menipu orang lain
- Jangan serakah
- Jangan mudah percaya kepada orang lain.

Setelah Kamu Membuat Pertanyaan-Pertanyaan, Untuk Memudahkanmu dalam Menuliskan Kesamaan Sosial Budaya

Jawaban dari tugas dalam buku Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/ SMK/ MA/ MAK bab 4 halaman 117 kurikulum 2013 terbitan kemendikbud. Peserta didik diminta menuliskan jawaban tentang cerita apa yang disampaikan dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini !



Soal

Setelah kamu membuat pertanyaan-pertanyaan, untuk memudahkanmu dalam menuliskan kesamaan sosial budaya dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dengan kehidupan pengarang, uraikanlah jawabanmu dalam kolom berikut ini

Novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk menceritakan kehidupan masyarakat Dukuh Paruk pada sekira tahun 1940-1960an. Melalui tokoh-tokoh yang ditampikan, seperti Srintil, Rasus, dan sebagainya, Sang Pengarang sangat detail menggambarkan bagaimana Ronggeng menjadi kebudayaan yang menjiwai kehidupan masyarakat dukuh Paruk.

Sebelum membahas tentang, bagaimanakah kehidupan sehari-hari masyarakat dukuh paruk, perlu diketahui bahwa dalam kenyataannya, Paruk merupakan sebuah dukuh di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Apakah Ahmad Tohari memang benar mengambil nama tersebut untuk novelnya, atau hanya kebetulan belaka?

Kehidupan sehari-hari masyarakat dukuh paruk sungguh memprihatinkan. Sebagian besar penghuni dukuh berprofesi sebagai pembuat tempe bongkrek. Hampir tidak nampak kemeriahan pada malam hari, hingga suatu saat muncullah Srinthil sang penari.

Kegiatan 2 Menerangkan Maksud Pengarang terhadap Kehidupan dalam Novel



Jawaban dari kegiatan 2 dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA/SMK/ MA/MAK bab 4 halaman 117 kurikulum 2013 terbitan kemendikbud. Peserta didik diminta mengerjakan soal tentang maksud pengarang terhadap kehidupan dalam novel.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini !


Soal

Kegiatan 2
Menerangkan Maksud Pengarang terhadap Kehidupan dalam Novel

Pada kegiatan ini, kamu diminta menuliskan pendapatmu mengenai kesamaan latar belakang sosial budaya dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dengen kehidupan pengarang. Kamu diperbolehkan mencari dari berbagai sumber mengenai biografi Ahmad Tohari atau data mengenai keseharian Ahmad Tohari untuk menambah wawasanmu. Sebelum mengerjakan latihan pada kegiatan ini, sebaiknya kamu membuat daftar pertanyaan-pertanyaan untuk memudahkan dalam menguraikan kesamaan latar belakang sosial budaya dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dengan kehidupan pengarang. Perhatikan seperti contoh berikut ini.

1. Menceritakan tentang apa novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk?
2. Berlatar belakang tempat manakah kehidupan novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk?


Jawab: 

3. Bagaimana kondisi perekonomian sehari-hari warga Dukuh Paruk?
4. Bagaimana kondisi sosial budaya warga dukuh paruk?
5. Bagaimana kehidupan politik warga dukuh paruk?
6. Bagaimana kehidupan keagamaan warga dukuh Paruk

Tugas

Setelah kamu membuat pertanyaan-pertanyaan, untuk memudahkanmu dalam menuliskan kesamaan sosial budaya dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dengan kehidupan pengarang, uraikanlah jawabanmu dalam kolom berikut ini

Novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk menceritakan kehidupan....

Friday, August 16, 2019

Setelah Kalian Membaca Teks, Tulislah Data yang Kamu Peroleh dari Artikel Penciptaaan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk

Soal dan jawaban dari Tugas dalam buku Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 Kelas 12 SMA/ SMK/ MA/ MAK Bab 4 halaman 116. Soal yang harus kalian kerjakan merupakan soal tentang penciptaan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk.

Silakan kerjakan sebisanya, namun jika kalian membutuhkan referensi jawaban, silakan perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini



Soal

Tugas
Setelah kalian membaca teks, tulislah data yang kamu peroleh dari artikel "Penciptaan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk" pada kolom berikut ini !

Kolom, silakan lihat pada buku kalian masing-masing

Jawab:

1. Ronggeng Dukuh Paruk adalah sebuah novel yang ditulis oleh penulis Indonesia asal Banyumas.
2. Penulis novel tersebut bernama Ahmad Tohari.
3. Ahmad Tohari merupakan penulis yang lahir dari keluarga santri.
4. Meskipun demikian, ia memelajari teknis menulis secara otodidak
5. Ahmad Tohari mampu menangkap fenomena sosial, budaya dan politik yang ada di sekitarnya dan menyajikan dalam bentuk Novel.
6. Dalam Ronggeng Dukuh Paruk, nuansa kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan ditampilkan dengan sangat baik.
7. Lahirlah tokoh-tokoh seperti Srintil, seorang ronggeng, Rasus, seorang tentara.