Ziarah ke makam Joko Tarub (Leluhur Dinasti Mataram)

Malam itu saya berziarah ke makam Joko Tarub. Seorang tokoh yang terkenal dengan cerita tentang selendang dan para bidadari. Makam tersebut terletak di desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Kira-kira 15 km dari kota Purwodadi arah ke timur, searah dengan kota Blora.

Kompleks makam Joko Tarub tampak asri dan terawat. Semuanya terlihat seperti bangunan baru. Menurut juru kunci, kompleks makam Joko Tarub memang dikelola dengan baik oleh Kasunanan Surakarta. Untuk masuk ke kompleks kita harus melewati pintu gerbang . Selain itu ada lima bangunan di dalam kompleks makam Joko Tarub. Yang pertama, sebuah bangunan semacam gardu informasi. Yang kedua sebuah bangunan yang bertuliskan makam Kidang Telangkas. Yang ketiga pendopo. Yang keempat juga pendopo dan yang kelima makam Joko Tarub.

Saya segera berziarah ke sebuah bangunan yang di dalamnya ada makam Joko Tarub. Setelah bebarapa saat saya keluar dari bangunan tersebut menuju ke pendopo yang terletak tepat di depan bangunan tersebut.

Di pendopo tersebut, anda akan melihat silsilah Joko Tarub yang layak anda baca. Silsilah yang dibuat oleh Kasunanan Surakarta. Dalam silsilah tersebut tertulis bahwa Joko Tarub merupakan keponakan Sunan Kalijaga. Kemudian Joko Tarub menikah dengan Dewi Nawangwulan, seorang bidadari kemudian melahirkan Dewi Nawangsih. Dewi Nawangsih menikah dengan Bondan Kejawan melahirkan beberapa anak salah satunya Ki Ageng Getas Pendowo. Dari Ki Ageng Getas Pendowo lahirlah Ki Ageng Selo. Dari istri Ki Ageng Selo lahirlah Ki Ageng Ngenis (makamnya di Surakarta). Ki Ageng Ngenis menurunkan Ki Ageng Pemanahan. Lalu Ki Ageng Pemanahan menurunkan Danang Sutawijaya alias Panembahan Senopati.

Berdasarkan silsiah tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa leluhur raja-raja mataram ternyata berada di Purwodadi. hmmm..

Setelah bebarapa lama berada di tempat tersebut akhirnya saya pun pulang ke rumah.

Pengalaman Ujian SIM C di Polres Grobogan

29 November 2014

Sabtu pagi pukul 08.00 saya tiba di Polres Grobogan. Tepatnya di bagian pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang terletak di bagian belakang kantor Polres Grobogan.

Saya langsung menuju ke pintu masuk yang dijaga oleh dua orang Polisi. Saya bilang pada Pak Polisi tersebut bahwa saya akan membuat SIM C baru. Salah seorang Polisi itu  meminta saya menunjukkan fotokopi KTP. Sayapun menunjukkan fotokopi KTP yang sudah saya persiapkan.

Lalu saya dianjurkan untuk menyerahkan fotokopi KTP saya di loket pendaftaran yang terletak di bagian dalam kantor pelayanan SIM. Setelah menyerahkan fotokopi KTP, saya duduk di bangku antrian yang sudah disediakan.

Ujian Teori SIM C

Kira-kira pukul 09.00, nama saya dipanggil untuk mengikuti ujian teori SIM C di ruang audio visual. Saya masuk ke sebuah ruangan. Ada sekitar 10 orang yang ikut ujian teori SIM C di ruangan tersebut. Semua peserta itu kemudian duduk di kursi yang sudah disediakan. Kemudian, Pak Polisi memberi pengarahan tentang teknis pelaksanaan ujian teori SIM C.

Dalam ujian teori menggunakan sistem Audio Visual System (AVS) ada 30 soal yang harus dikerjakan. Soal tersebut ditampilkan dalam layar monitor besar di depan peserta ujian. Soal berupa gambar atau gambar bergerak yang disertai pernyataan. Peserta diminta untuk memilih apakah gambar yang ditampilkan benar/ salah. Cara memilih yaitu dengan menekan salah satu tombol yang sudah disediakan di bangku masing-masing. Tiap soal diberi waktu 15 detik untuk menjawab. Jika dalam waktu 15 detik tidak menjawab, maka soal dianggap tidak dijawab.

Nah, untuk lulus ujian teori SIM C minimal harus menjawab 22 soal dengan benar atau 73 persen . Jika kurang dari itu, harus mengulang lagi paling cepat 14 hari.

Saya berhasil menjawab 22 soal dengan benar dan berhak mengikuti ujian Praktik.

Ujian Praktik SIM C

Ujian Praktik dilaksanakan di luar ruangan. Saya dan beberapa peserta ujian praktik SIM C segera melangkah keluar menuju ke lokasi ujian SIM C. Di lokasi tersebut sudah dipersiapkan patok-patok dan garis yang akan digunakan untuk ujian praktik.

Bagi saya, ini merupakan saat yang cukup mendebarkan mengingat belum ada persiapan khusus untuk mengikuti ujian Praktik SIM C ini.

Semua peserta ujian Praktik SIM C kemudian berkumpul, petugas memberikan pengarahan seputar teknis pelaksanaan ujian Praktik SIM C. Ujiannya meliputi : berkendara zigzag, angka delapan, berbalik arah dll. Pada saat berkendara, tidak boleh menyenggol patok dan kaki tidak boleh turun ke tanah. Jika salah satu atau kedua hal tersebut dilakukan maka peserta dinyatakan gagal dan harus mengulang lagi paling cepat 14 hari.

Seorang petugas dari Kepolisian memeragakan cara ujian Praktik dengan benar. Setelah itu, satu persatu peserta mulai melakukan ujian praktik. Peserta pertama gagal, peserta kedua juga gagal. Lalu tibalah giliran saya dan ….gagal juga. Saya tidak mampu menjaga keseimbangan, sehingga kaki akhirnya menyentuh tanah. Dan saya harus kembali lagi paling cepat 14 hari setelah itu.

13 Desember 2014

Kira-kira pukul 08.00, lagi-lagi saya sudah tiba di bagian pelayanan SIM Polres Grobogan. Saya bilang pada petugas di loket pendaftaran, bahwa 14 hari yang lalu saya sudah lulus ujian teori ujian SIM C tapi gagal pada saat ujian praktik. Petugas tersebut menyarankan saya untuk menemui petugas bagian ujian teori SIM C.

Lalu, saya bertanya pada petugas bagian ujian teori SIM C, apa saya bisa langsung ikut ujian praktik atau harus mengikut ujian teori. Oleh petugas tersebut saya diharuskan mengikuti ujian teori lagi. Alasannya, ujian teori dan praktik merupakan satu rangkaian.

Ok, akhirnya saya mengikuti prosedur yang ditetapkan petugas tersebut yaitu mengikuti ujian teori SIM C lagi. Dan hasilnya saya tidak lulus. Saya berhasil menjawab hanya 21 soal dengan benar alias hanya 70 persen benar. Ini berarti saya harus mengulang paling cepat 14 hari lagi.

….Bersambung.

—————————————————————————————

Catatan :
Dasar hukum penerbitan SIM C :

1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 14 ayat (1) huruf b dan Pasal 15 ayat (2) huruf c.
2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Pasal 77 perihal persyaratan pengemudi)
3) Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 Pasal 211 s/d 244 tentang Surat Izin Mengemudi.
4) Peraturan Kapolri Nomor 09 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi

5) PP No 50 tahun 2010 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (termasuk biaya penerbitan SIM).

Prioritas Kendaraan di Bundaran Getasrejo

lalu lintas di bundaran

Bundaran Getasrejo merupakan bundaran tempat bertemunya tiga jalur yaitu, dari arah timur yaitu kota Blora, dari arah utara kota Pati/ Kudus dan dari arah selatan, kota Purwodadi.

Gambar rambu-rambu yang berbentuk bulat, berlatar belakang warna biru di atas jika diperjelas, kira-kira seperti ini.

 

rambu_wajib_ikuti_arah_bundaranJika melihat rambu-rambu yang ada di atas , sepertinya anda hanya tinggal mengikuti arah bundaran tersebut. Tapi apakah rambu-rambu tersebut hanya bermakna seperti itu?. Ternyata tidak hanya itu. Rambu tersebut juga mengandung aturan perihal kendaraan yang harus didahulukan.

UK_Roundabout_8_Cars

 Prinsip operasi bundaran lalu lintas yaitu Lalu lintas yang didahulukan adalah lalu lintas yang sudah berada dibundaran. 

Sehingga kendaraan yang akan masuk ke bundaran harus memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada lalu lintas yang sudah berada dibundaran

Rambu –rambu tersebut mengharuskan setiap kendaraan harus mendahulukan kendaraan yang sudah terlebih dahulu melewati lingkaran. Lebih jelasnya ditegaskan dalam pasal  113 ayat 2 UU no 22 tahun 2009 yang berbunyi :

(2) Jika persimpangan dilengkapi dengan alat pengendali Lalu Lintas yang berbentuk bundaran, Pengemudi harus memberikan hak utama kepada Kendaraan lain yang datang dari arah kanan.

 

NB : Materi ini biasanya keluar pada saat ujian SIM C di Polres Grobogan.

Prioritas Kendaraan di Persimpangan Tiga Ketapang Grobogan

Persimpangan ialah dimana dua jalan atau lebih bertemu . Pertigaan ketapang merupakan persimpangan tiga berbentuk T  yang berada di wilayah Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Terletak tepat di sebelah selatan SMA Negeri 1 Grobogan dan Kantor Kecamatan Grobogan.

Pertigaan ini mempertemukan tiga jalur yang tiap-tiap jalur menuju ke kota Purwodadi, Pati dan Kudus.  Jalan Utama dari selatan ke utara merupakan Jalan Pati-Purwodadi, sedangkan persimpangan arah ke barat akan membawa anda sampai di Kota Kudus.

Arus lalu lintas di pertigaan ketapang cukup ramai. Kendaraan dari berbagai jenis, mulai dari kendaraan roda dua sampai truk tronton bersliweran setiap hari. Puncak kepadatan tiap harinya terjadi pada pagi hari pukul 06:30 sampai pukul 08.00. Sedangkan pada siang hari pada pukul 12:00 sampai 14:00.

Lalu, di antara ketiga jalur lalu lintas tersebut, kendaraan dari arah manakah yang harus didahulukan ketika tiba di pertigaan Ketapang?

Pertigaan Ketapang merupakan pertigaan tanpa APILL atau bahasa purwodadinya lampu Bangjo. Sekarang kita cek satu persatu tiap jalur yang ada.
Yang pertama adalah jalur dari arah Pati.

Arah Pati ke Purwodadi

Perhatikan, pada jalur ini hanya terdapat rambu-rambu berupa lampu kelap kelip.

Lalu, yang kedua jalur dari Purwodadi ke Pati
Jalur Purwodadi Pati Ketapang

Sama dengan jalur di atas, dari arah Pati Ke Purwodadi hanya ada lampu kelap-kelip.

Yang ketiga dari arah Kudus???????????????????????????????

 

Di jalur dari arah barat/ Kota Kudus juga tidak ada rambu-rambu jalan misalnya STOP ataupun PRIORITAS/ BERI JALAN. Berbeda dengan dua gambar di atas, di jalur ini tidak terdapat lampu kelap-kelip.

Jika demikian situasi dan kondisi di Persimpangan Tiga Ketapang, maka pertanyaan akan bisa dijawab, kita akan  menggunakan acuan Pasal 113 Ayat 1 butir e UU RI NO 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi :

Pasal 113 ayat 1 butir e UU RI no 22 tahun 2009

Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas,
Pengemudi wajib memberikan hak utama kepada:
a. Kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau dari arah cabang persimpangan yang lain jika hal
itu dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas atau Marka Jalan;
b. Kendaraan dari Jalan utama jika Pengemudi tersebut datang dari cabang persimpangan yang lebih
kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan Jalan;
c. Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan sebelah kiri jika cabang persimpangan 4
(empat) atau lebih dan sama besar;
d. Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kiri di persimpangan 3 (tiga) yang tidak tegak
lurus; atau
e. Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan 3 (tiga) tegak lurus.

[collapse]

Ilustrasinya :

lalu lintas pertigaan

Berarti, kendaraan yang harus didahulukan ketika berpapasan adalah kendaraan dari arah Kota Kudus. karena kendaraan tersebut adalah kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan tiga.

sumber gambar : Kaskus

Pengalaman ditolak Mendaftar BPJS di Grobogan

Ada bagian yang lupa saya ceritakan pada saat menukar e-id BPJS dengan kartu BPJS. Bagian itu adalah ketika saya ditolak mendaftar BPJS untuk istri saya. Memang benar saya telah berhasil menukar e-id BPJS dengan kartu BPJS. Akan tetapi saya gagal mendaftarkan BPJS untuk istri saya.

Ceritanya begini, malam hari sebelum datang ke kantor BPJS Purwodadi, saya sudah mendaftar BPJS secara online untuk saya dan istri saya. Proses pendaftaran saya berhasil.  Tetapi, tidak demikian dengan istri saya.Proses pendaftaran online gagal. Kegagalan ditandai dengan tidak munculnya nomor Virtual Account pada formulir pendaftaran. Biasanya nomor virtual account akan muncul bila proses pendaftaran online berhasil.

Karena gagal, saya mencoba mendaftar ulang dengan memasukkan NIK istri saya lagi. Akan tetapi proses ini gagal juga. Lalu muncul notifikasi berupa himbauan agar  segera datang ke kantor BPJS terdekat.

Esoknya, saya benar-benar datang ke kantor BPJS dengan membawa formulir pendaftaran yang sudah terisi otomatis. DI situ sudah tertera nomor registrasi dan nama istri saya dan data-data lain. Hanya nomor virtual account yang tidak tercantum di lembar tersebut.

Singkat cerita, saya menyerahkan formulir istri saya disertai KK dan KTP istri saya. Jawabannya sungguh mengejutkan. Saya ditolak dengan dua alasan.Yang pertama, harus istri saya sendiri yang datang. Kedua, seluruh anggota keluarga yang tertulis di KK harus didaftarkan. Memang benar, Kartu Keluarga yang saya bawa bukan KK kami berdua, karena saat itu Kami belum membuat KK baru. KK yang saya bawa adalah KK keluarga istri saya.

Ini penolakan yang aneh. Bukankah saya sudah berhasil mendaftarkan BPJS istri saya secara online. Permasalahan timbul ketika nomor virtual accounttidak muncul . Seharusnya, petugas tinggal melakukan pengecekan berdasar NIK yang sudah saya daftarkan secara online. Tetapi yang dilakukan petugas adalah menolak.

Bayar Pajak dan Balik Nama Kendaraan di Samsat Grobogan

Pada hari Senin 8 Desember 2014, saya membayar pajak kendaraan sekaligus balik nama di kantor Samsat Grobogan yang terletak di sebelah selatan Simpang Lima Purwodadi. Sebelumnya, terlebih dahulu saya mempersiapkan berkas-berkasnya, antara lain :

1. Fotokopi dan asli BPKB Kendaraan.

2. Fotokopi dan asli STNK Kendaraan.

3. Fotokopi dan asli KTP pemilik baru (KTP saya).

4. Kuitansi Pembelian kendaraan + Materai Rp6000 yang sudah ditandatangani.

5. Cek Fisik Kendaraan (dilakukan di depan kantor Samsat). Berarti kendaraan yang akan dibalik nama harus dibawa.

Berkas no 1 s.d 4 saya masukkan ke dalam tas kecil. Sedangkan lembar cek fisik kendaraan baru saya dapat setelah berada di kantor Samsat Grobogan. Saya tiba di kantor Samsat Grobogan sekira pukul 07.30 WIB, masih cukup pagi, tapi suasana di depan kantor  sudah mulai ramai. Sudah banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang parkir di halaman Samsat. Setelah memarkir kendaraan yang di tempat yang agak teduh, saya melangkah menuju ke gedung utama yang menghadap ke barat. Tertulis dengan jelas di situ, Samsat Online KABUPATEN GROBOGAN.

Proses balik nama dimulai dari loket paling utara, yaitu di pintu yang bertuliskan Formulir SPOPD. Di dalam ruangan tersebut sudah ada dua petugas yang siap melayani.  Berkas 1s.d 4 saya serahkan kepada petugas. Petugas tersebut mengetikkan sesuatu di depan layar monitor komputernya. Dalam waktu kurang dari lima menit, Formulir SPOPD sudah tercetak. Tercantum juga, nominal uang yang mesti saya bayar . Yakni Rp1.318.000, lengkap dengan rinciannya (bisa dibaca pada akhir tulisan ini).

Setelah membubuhkan tanda tangan dan menulis nama terang pada formulir tersebut, saya keluar dari ruang SPOPD ,  masuk ke pintu utama. Setelah membuka pintu, berkas 1-4 dan formulir SPOPD saya serahkan pada petugas di bagian PENDAFTARAN. Tak lama kemudian, Pak Polisi tersebut memberikan formulir Permohonan STNK Baru . Saya diminta untuk mengisi formulir tersebut.  Pengisian cukup mudah, karena di meja sudah tersedia contoh dan juga saya tinggal mencocokkan dengan STNK yang lama. Pengisian formulir diakhiri dengan membubuhkan tanda tangan dan nama terang. Akhirnya pengisian formulir selesai, saya diharuskan untuk melakukan cek fisik kendaraan.

Selanjutnya, saya menuju lokasi cek fisik kendaraan. Cek fisik kendaraan dilakukan oleh  “petugas cek fisik”. Petugas ini cukup membantu saya dalam menggesek nomor rangka dan nomor mesin kendaraan. Dalam waktu singkat, proses cek fisik kendaraan pun selesai. Petugas tersebut memberikan hasil cek fisik kepada saya. Biaya cek fisik menurut petugas tersebut sebesar Rp10.000. Tapi saat itu saya dengan sukarela memberikan uang sejumlah Rp.15.000.

Setelah saya terima, lembaran cek fisik lalu saya satukan dengan berkas 1 s.d 4 dan formulir permohonan STNK baru. Semua berkas itu lalu saya serahkan kepada petugas di loket paling barat dari gedung yang menghadap ke selatan. Sepuluh menit kemudian nama saya dipanggil. Semua berkas diserahkan kembali kepada saya dan saya diminta untuk memfotokopi semua berkas itu.

Semua berkas itu lalu saya fotokopi dengan biaya dua ribu rupiah. Petugas fotokopi dengan cekatan menata semua berkas itu termasuk BPKB asli. Setelah itu, saya pergi  ke loket MUTASI RANMOR untuk menyerahkan berkas-berkas tersebut. Lagi-lagi dalam waktu kurang dari lima menit, nama saya dipanggil. Lalu petugas menyerahkan berkas saya yang sudah dimasukkan rapi ke dalam map. Kata petugas, saya bisa masuk kembali  ke ruang pendaftaran untuk membayar pajak, penerbitan STNK baru dan pembuatan TNKB. Sedangkan BPKB baru akan jadi satu bulan lagi, diambil di kantor POLRES Grobogan. Pak Polisi tersebut menyerahkan Lembar Bukti Pengambilan BPKB yang harus dibawa saat mengambil di kantor POLRES. Biaya pengambilan BPKB adalah sebesar Rp120.000.

Pada awalnya, saya agak bingung, untuk apa lagi biaya tersebut? Bukankah jumlah yang tertulis di SPOPD hanya sebesar Rp1.318.000. Ternyata , biaya tersebut merupakan biaya penerbitan BPKB, baik baru maupun ganti pemilik. Untuk kendaraan roda empat yaitu sebesar Rp.100.000. Sedangkan uang Rp.20.000 adalah biaya untuk setor ke BRI. Karena, berdasarkan info dari Samsat Jateng, biaya penerbitan BPKB bisa dibayarkan langsung di BRI. Dalam hal ini, kita sudah diwakili oleh petugas.

Ok lanjut, saya bergegas masuk kembali ke gedung Samsat Online. Berkas saya serahkan kepada petugas di loket pendaftaran. Setelah itu saya diminta mengantri. Suasana cukup ramai, sebagian besar kursi antrian telah penuh. Meskipun begitu saya beruntung masih mendapat tempat duduk. Selama mengantri, saya mempersiapkan jumlah uang yang harus saya setorkan. Secara berkala, layar monitor di dalam ruang akan menampikan nama wajib pajak dan nominal yang harus dibayarkan.

Satu persatu nomor antrian dipanggil, wajib pajakpun membayar pajak dengan tertib. Kurang lebih 25 menit, nama saya dipanggil dan dalam sekejap uang sebesar Rp1.318.000 lepas dari tangan saya masuk ke kas negara. Setelah proses pembayaran selesai. Kini tinggal antri untuk mendapat STNK baru,SKPD dan TNKB baru.

Dan akhirnya nama saya dipanggil lagi, petugas SAMSAT menyerahkan STNK, SKPD dan TNKB baru. Sampai di sini proses pembayaran pajak dan balik nama sudah selesai.

Total biaya yang saya keluarkan dan tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/BBN dan SWDKLLJ  adalah :

Pajak Kendaraan Bermotor : Rp 630.000
Biaya Balik Nama : Rp 420.000
Biaya Jasa Raharja : Rp. 143.000
Biaya Penerbitan STNK baru : Rp75.000
Biaya Pembuatan TNKB : Rp 50.000
 Total    Rp1.318.000

Sedangkan yang tidak tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/BBN dan SWDKLLJ  adalah :

Penerbitan BPKB Ganti pemilik : Rp100.000
penitipan pembayaran ke Bank : Rp 20.000
 Cek fisik kendaraan  Rp15.000
 TOTAL  Rp135.000

Total biaya : Rp1.318.000 + Rp135.000 = Rp1.453.000

Biaya-biaya di atas bisa dikategorikan dalam : Pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak dan bukan kedua-duanya

A. Yang termasuk Pajak adalah * :

1. Pajak kendaraan Bermotor

2.  Bea Balik Nama

B. Yang termasuk Penerimaan Negara Bukan Pajak adalah **:

1. Penerbitan STNK

2. Penerbitan TNKB

3. Penerbitan BPKB

C. Yang bukan kedua-duanya.

1. Asuransi Jasa Raharja ***

2. Penitipan pembayaran ke bank ****

3. Cek Fisik****

Mudah kan, bayar pajak dan balik nama kendaraan? Sekarang saya  tinggal menunggu BPKB yang kata petugas, baru jadi satu bulan lagi.

Salam Lahpo re

keterangan  :

* Dasar hukum : Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2014.

** Dasar hukum :  PP No 50 tahun 2010

*** Dasar hukum : Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 36/PMK.010/2008.

**** Tidak ada dasar hukum.

Berziarah ke Makam RMP Sosrokartono

Pada hari minggu kemarin saya dan tiga orang teman saya berziarah ke makam Raden Mas Panji Sosrokartono. Makam tersebut terletak di dalam di kompleks permakaman Sedomukti, makam keluarga Condronegoro  yang merupakan buyut dari RMP. Sosrokartono.

Lokasi makam berada  di desa Kaliputu, kurang lebih 1 km dari pusat kota kudus. Bagi anda yang berkunjung ke Gunung Muria dari arah kota kudus, pasti melewati daerah ini.

Sosrokarttono 1

Diiringi gerimis saya tiba di depan pintu gerbang pemakaman Sedomukti. Saat itu pintu dalam keadaan tertutup. Tak tampak ada juru kunci, kecuali seorang ibu, Setelah minta izin pada seorang ibu tersebut, saya diizinkan masuk ke dalam kompleks pemakaman Sedomukti.

Tiba di dalam, area permakaman ternyata cukup luas. Di dalam area permakaman ada pintu gerbang lagi yang merupakan lokasi utama pemakaman Sedomukti. Dari pintu gerbang tersebut kami melangkah ke utara menuju ke sebuah bangunan yang terletak lurus dari pintu gerbang. Saya sempat mengira bahwa makam tersebut adalah makam RMP. Sosrokartono. Ternyata bukan, makam tersebut adalah makam Condronegoro.

Lalu, saya melangkah ke arah timur, melewati beberapa bangunan. Ternyata makam RMP Sosrokartono terletak di bagian timur Kompleks Sedomukti.

Setibanya di makam tersebut, saya mengucapkan salam kepada juru kunci makam yang bernama Pak T. Sunarto. Setelah dipersilakan duduk, saya mengutarakan maksud kedatangan yakni untuk berziarah ke makam RMP. Sosrokartono. Bagian kompleks makam RMP Sosrokartono berisi makam, foto RMP Sosrokartono, lukisan RMP. Sosrokartono, tulisan alif di atas makam, Sebuah prasasti yang bertuliskan doa, tulisan di bagian kanan dan kiri makam, kendi, gelas, kitab suci Alquran, meja tempat pak Sunarto menerima tamu dan rak buku.

sosrokartono 7

Entah bagaimana ceritanya, kami sudah terlibat perbincangan yang cukup akrab dengan Pak Sunarto. Isi perbincangan antara lain tentang diri Pak Sunarto sendiri, tentang kami, tentang kehidupan, tentang makam dan yang paling menarik adalah tentang perjalanan hidup dan ajaran RMP. Sosrokartono.

RMP Sosrokartono lahir di Jepara pada Rabu Pahing tanggal 10 April 1877 M dan wafat di Bandung pada tanggal 8 Februari 1952.

Pak Sunarto mengatakan bahwa RMP Sosrokartono adalah sosok manusia yang telah menjalani dan melakoni Catur Murti. Yakni bersatunya pikiran, perasaan, perbuatan dan perkataan. Beliau bukan sekedar berteori.

Pak Sunarto memberikan penjelasan tentang falsafah hidup RMP. Sosrokartono yang tertulis di bagian kiri dan kanan makam.

Sugih tanpo Bondo
Digdoyo tanpo Aji
Ngaluruk tanpo Bolo
Menang tanpo Ngasorake

Bagi saya ungkapan tersebut mengandung paradoks, bagaimana mungkin kaya tanpa harta, Sakti tanpa Aji/ Ilmu. Menyerang tanpa teman. Menang tanpa mengalahkanTetapi hal tersebut sudah dilakukan oleh RMP. Sosrokartono. Sebuah hal yang belum bisa saya pahami sepenuhnya.

Dikisahkan juga oleh Pak Sunarto, bahwa di salah satu negara di Eropa, RMP. Sosrokartono pernah berhasil mengobati orang sakit, oleh sebab itu beliau diberi kendaraan mewah dan seorang calon istri yang merupakan putri dari pejabat di negara tersebut. Tetapi ditolak oleh beliau. Bermewah-mewahan bertentangan dengan sugih tanpa banda. Sementara mengapa beliau menolak seorang perempuan. Akan saya uraikan di bagian lain ketika membahas Djoko Pring.

Selain falsafah tersebut, Pak Sunarto juga membabarkan makna falsafah lain, yang juga tertulis di batu nisan.

Trimah mawi pasrah
Suwung pamrih, tebih ajrih
Langgeng tan ono susah, tan ono bungah
Anteng manteng, sugeng jeneng
.

Secara ringkas, kalimat tersebut bermakna keikhlasan, rila dan menjauhi rasa takut terhadap apapun. Anteng manteng seperti huruf alif yang tertulis di atas makam beliau.

Diskusi sempat terhenti ketika ada tamu yang meminta Pak Sunarto untuk membuka pintu salah satu ruangan makam yang lain.

Selama kepergian Pak Sunarto, kami membaca pelbagai buku yang berisi ajaran-ajaran RMP. Sosrokartono dan buku yang ditulis oleh paguyuban Sosrokartanan yang berpusat di Surabaya.

Setelah Pak Sunarto kembali, diskusi kembali berlanjut. Tentang nama samaran RMP Sosrokartono yaitu, Mandor Klungsu dan Djoko Pring.

Mandor Klungsu. Klungsu merupakan biji pohon asem yang masih kecil, bijinya sangat keras.  RMP. Sosrokartono menamakan dirinya sebagai seorang Mandor atau pengawas Klungsu yang berarti selalu memandang ke bawah. Artinya senantiasa bersyukur.

Djoko Pring. Djoko berarti jejaka. Inilah pilihan hidup RMP. Sosrokartono, beliau memilih selibat. Inilah alasan, kenapa dia menolak dijodohkan dengan seorang gadis cantik asal eropa. Lalu Pring?. Berarti bambu. Dalam bahasa jawa kromo, pring berart Deling. Yaitu Kendel dan eling. Berani dan senantiasa eling.

Falsafah lain yaitu Ilmu kantong bolong. Beliau sangat loma, dermawan terhadap siapapun. Beliau tidak tega melihat penderitaan rakyat.

Beliau juga menjelaskan perihal doa RMP. Sosrokartono pada saat diminta mengatasi wabah di Sumatera. Doa tersebut diabadikan dalam bentuk prasasti yang juga ada di bagian makam RMP. Sosrokartono.

Di sela-sela perbincangan, saya juga sempat bertanya pada Pak Sunarto, yang manakah yang disebut pohon nagasari. Beliau menengok ke sebuah pohon di sebelah selatan makam RMP. Sosrokartono dan memberitahu bahwa pohon tersebut adalah pohon nagasari.

Tak terasa, waktu terus berjalan hari sudah semakin sore, kamipun mohon diri pada pak Sunarto.

sumber gambar : https://www.facebook.com/notes/487401854720301/

Tes Psikologi Bagi Pencari SIM A dan SIM C

Jumlah kendaraan bermotor baik mobil penumpang maupun sepeda motor di Indonesia kian hari kian bertambah. Berdasarkan data Korp Lalu Lintas Republik Indonesia, jumlah kedua jenis kendaraan bermotor tersebut pada tahun 2014 ini masing-masing naik 11 persen dari tahun 2013. Sepeda Motor berjumlah 86,253 juta unit. Sedangkan mobil penumpang berjumlah 10,54 Juta unit.

Sebenarnya tanpa melihat data statistik resmi dari POLRI, hanya cukup duduk sekian menit di tepi jalan raya di kota kecil seperti Purwodadi, saya pun tahu bahwa jumlah kedua jenis kendaraan tersebut memang mengalami kenaikan.

Akibat nyata bagi pertambahan sepeda motor tersebut salah satunya adalah semakin sesaknya jalan raya. Sesaknya jalan raya menimbulkan kemacetan dan juga laju kendaraan menjadi tidak lancar. Saat itulah dituntut kesabaran bagi para pengendara. Mengingat ,para pengendara  memiliki bermacam-macam karakter. Ada yang emosional, ada yang kurang sabar, ada yang sabar dan lain-lain. Ditambah lagi, tidak semua pengendara memiliki Surat Izin Mengemudi, terutama pengendara Sepeda motor.

Di jalanan, banyak kita lihat anak-anak SMP bahkan SD sudah mengendarai sepeda motor, padahal berdasarkan Peraturan Pemerintah no 44 tahun 1993 Pasal 211, “Untuk mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki surat izin mengemudi.”

Jika peraturan ini benar-benar ditegakkan, kemungkinan besar jumlah kendaraan yang beredar di jalan raya akan berkurang. Akan banyak kendaraan yang ditilang.  Akan tetapi pihak Kepolisian mungkin memiliki kebijakan dalam menerapkan Peraturan maupun Undang-undang.

Salah satu kebijakan yang akan dilaksanakan oleh Ditlantas Polda Jawa Tengah adalah  Uji Tes Psikologi bagi para pencari SIM A dan SIM C. Tes tersebut akan mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2014. Diharapkan, adanya tes tersebut akan mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. Hasil dari tes tersebut adalah pengendara yang sudah lolos tes Psikologi, sehingga tidak grusa-grusu saat berada di jalan raya.

Musim hujan di Purwodadi

Musim hujan telah tiba di kota Purwodadi. Air hujan Mengguyur alun-alun Purwodadi. Membasahi atap Pendopo Kabupaten, masjid Baitul Makmur,  Kantor Kodim, Kelenteng dan Gereja. Juga pepohonan sepanjang jalan R. Suprapto, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Suhada.

Sementara di desa-desa, suara katak bersahut-sahutan tiap malam. Tanah  yang semula kering kini telah basah.  Sumur yang sebelumnya kosong kini berisi air. Sungai Lusi yang sebelumnya tak mengalirkan air, kini telah menampakkan alirannya. Juga di beberapa sisi Jalan raya terlihat genangan air. Genangan itu tersibak saat sepeda motor melintasinya.

Para petani di Grobogan menyambut hujan dengan gembira. Setelah sekian lama sawahnya kering, ini saatnya bagi mereka untuk menanam padi. Baik dengan cara ulur ataupun nyebar benih padi.

Hujan atau presipitasi, termasuk yang mengguyur kota Purwodadi merupakan salah satu peristiwa alam, sebagaimana ketika pohon apel jatuh ke tanah atau munculnya rasa rindu terhadap seseorang, itu juga proses alami.

Adapun proses terjadinya hujan secara ringkas terangkum dalam siklus hidrologi yaitu sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.

Matahari memegang peranan penting dalam proses terjadinya hujan. Dia bertugas memanaskan air yang ada di bumi dan mengumpulkannya dalam bentuk awan. Kerja matahari seperti mesin sedot diesel yang menyedot air ke atas lalu menyemprotkan air tersebut ke bumi.

Itulah sekilas proses terjadinya hujan yang sudah berlangsung jutaan tahun hingga hari ini.

Saat hujan seperti ini saya teringat dengan peristiwa banjir yang terjadi pada tanggal 3 Desember 2011 di Kecamatan Grobogan dan sekitarnya. Hujan yang turun selama berjam-jam telah menyebabkan banjir bandang.

Saat itu, air hujan dengan deras mengguyur pegunungan kendeng, Jatipohon. Tanpa ada pepohonan, air tersebut tanpa halangan mengalir menuju ke bawah ke Grobogan, menyebabkan banjir bandang.

Setelah itu beberapa kali di Kabupaten Grobogan terjadi banjir yang cukup besar. Belajar dari pengalaman tersebut, sepertinya Pemerintah Kabupaten Grobogan sudah mengantisipasi agar aliran air sungai  bisa berjalan pada jalurnya, yaitu mengalir di sungai.  Terlihat, di sungai sepanjang Getasrejo- Grobogan dan sungai-sunga di desa-desa sudah diperdalam dengan menggunakan alat berat.

Mudah-mudahan hujan musim ini membawa berkah bagi semua manusia di Purwodadi Grobogan.

Cara Update Aplikasi Dapodik Versi 3.0.0 ke Versi 3.0.1

Bagi Operator Sekolah yang setiap hari bergelut dengan Aplikasi Dapodik 3.0.0, tentu mafhum bahwa aplikasi ini tidak bisa digunakan untuk mengubah nama dan tanggal lahir. Inilah barangkali yang membuat tim pembuat aplikasi Dapodik segera merilis Aplikasi Dapodik versi 3.0.1.

Berdasarkan informasi dari website resmi Dapodik, diumumkan bahwa setiap operator kudu segera meng-update atau memperbarui aplikasi dapodik versi 3.0.0 ke aplikasi dapodik versi 3.0.1. Setelah aplikasi dapodik terinstall pada perangkat komputer, setiap operator baru bisa mengubah nama dan tanggal lahir yang sebelumnya tidak bisa dilakukan pada versi sebelumnya.

Tetapi, pengubahan nama dan tanggal lahir pada aplikasi dapodik versi 3.0.1 ini dibatasi paling lama hingga tanggal 20 November 2014. Setelah lewat tanggal itu, perbaikan data (nama siswa dan tanggal lahir) akan dilakukan melalui mekanisme Verval Peserta Didik.

Untuk itu berikut langkah-langkah untuk meng-update aplikasi Dapodik dari versi 3.0.0 ke versi 3.0.1.

1. Pastikan di perangkat komputer tuan sudah terinstall Dapodik versi 3.0.0.

2. Unduh patch 3.0.0 ke 3.0.1

install dapodik

Gambar 1

 

Pilih yang patch 3.0.0 ke 3.0.1. Berarti tuan dan puan bermaksud memperbarui aplikasi dapodik dari versi 3.0.0 ke versi 3.0.1.  Tapi, jika tuan dan puan memilih installer dapodik 3.0.1, berarti tuan dan puan meng-install dari awal.

Atau langsung saja klik Unduh Patch / Update 3.0.0 ke 3.0.1

simpan pada pada komputer tuan dan puan.

3. Setelah tersimpan di komputer silahkan klik dua kali pada file yang bernama PatchDapodikdas301.exe.

4. Pilih Run

5. Ikuti terus hingga langkah terakhir. Proses ini memakan waktu kurang dari lima menit.

6.  Tanda keberhasilan adalah.

 

install dapodik 3

gambar 2

arif.rahmawan located at 511/67 Huynh Van Banh , Ho Chi Minh, VN . Reviewed by 34 customers rated: 4 / 5