Pembaruan Rambu-Rambu Lalu Lintas di Kabupaten Grobogan

Rambu-rambu lalu lintas di Kabupaten Grobogan telah diperbarui. Di beberapa jalan yang saya lewati,  jalan yang sebelumnya tidak bernama, sekarang telah diberi nama, misalnya : jalan Blora, Jalan Grobogan-Sukolilo dan Jalan Klambu. Selain itu ada perbedaan penulisan rambu-rambu kelas jalan di ketiga jalan tersebut. Sebelumnya tertulis pada rambu-rambu, kelas jalan tersebut kelas IIIB, sekarang sudah ditulis kelas III.

Ada lagi jalan yang sebelumnya tidak terpasang rambu-rambu kelas jalan, sekarang sudah terpasang dengan jelas jalan kelas III, yaitu di Jalan MT Haryono dan Jalan Dr. Sutomo.

Lalu, apa arti rambu-rambu jalan kelas III.
Berdasar pasal 19 ayat 2 huruf c UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, jalan kelas III, yaitu jalan arteri, kolektor, lokal, dan lingkungan yang dapat dilalui Kendaraan Bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 (dua ribu seratus) milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 (sembilan ribu) milimeter, ukuran paling tinggi 3.500 (tiga ribu lima ratus) milimeter, dan muatan sumbu terberat 8 (delapan) ton.

Yang dimaksud muatan sumbu terberat (MST) adalah jumlah tekanan maksimum roda terhadap jalan, penetapan MST ditujukan untuk mengoptimalkan antara biaya konstruksi dengan effisiensi angkutan. Muatan sumbu terberat untuk masing-masing kelas jalan ditunjukkan dalam daftar berikut.

Kelas jalan MST
I Belum ditetapkan 1)
II 10 ton
III 8 ton

 

Muatan Sumbu Terberat ditentukan dengan pertimbangan kelas jalan terendah yang dilalui, kekuatan ban, kekuatan rancangan sumbu dan GVW atau jumlah yang diperbolehkan yang ditetapkan oleh pabrikan. Penghitungan Muatan Sumbu Terberat menggunakan prinsip kesetimbangan momen gaya. Muatan Sumbu Terberat pada kendaraan dengan konfigurasi 1.1 umumnya terletak pada sumbu belakang,sehingga sumbu depan menjadi titik awal momen sehingga dapat diformulasikan menjadi:

  • q = jarak dari Sumbu pertama (As roda depan) ke titik berat muatan;
  • L =Load atau muatan dalam kg;
  • a = jarakwheelbase atau As roda depan sampai dengan As roda belakang;
  • S2 = Berat timbangan sumbu kedua(belakang)dalam kg.

 

Penghitungan MST dilakukan dengan cara menimbang kendaraan di jembatan timbang yang sudah ditentukan lokasinya. Pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi.

Penulisan rambu-rambu kelas jalan diharapkan bisa dipatuhi oleh pengguna jalan raya.

sumber artikel :

– UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

– Muatan Sumbu, http://id.wikipedia.org/wiki/Muatan_sumbu

Islam Melawan Korupsi

Senyatanya, umat Islam mengemban tugas yang teramat berat sekaligus mulia. Sebagai mayoritas, umat Islam memiliki peluang sangat besar untuk menjadi pemegang kemudi peradaban di bumi Indonesia ini. Sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi, sekarang saatnya untuk mewujudkan cita-cita umat Islam, yakni sebagai rahmatan lil alamin ( rahmat bagi alam semesta). Hal ini berarti menjadi rahmat bagi alam semesta termasuk seluruh manusia tanpa membeda-bedakan suku, agama, jenis kelamin, status sosial, pekerjaan, dan sebagainya.

Seperti Apakah Rahmatan lil Alamin Itu?

Ulil Absar Abdalla, memberi penafsiran yang sangat menarik perihal rahmatan lil alamin. Pada awalnya, dia merasa kesulitan untuk menjelaskan kata rahmat. Sampai kemudiaan  dia memberi penjelasan, bahwa rahmatan lil alamin merupakan situasi yang dialami janin manusia saat berada dalam rahim ibunda. Pada saat itu, semua kebutuhannya tercukupi dengan baik. Janin merasa aman dan tenteram. Pertanyaannya, mampukah, umat Islam khususnya umat Islam Indonesia menjadi rahmat bagi alam semesta?

Suatu kondisi yang sangat ideal, membahagiakan, menggembirakan dan menenteramkan manusia dan alam semesta seperti ketika bayi masih berada dalam rahim ibu. Tidak mudah untuk menjawab pertanyaan tersebut. Bahkan, saya tidak tahu apa jawaban salah satu aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) tersebut ketika disodori pertanyaan di atas. Kecuali, saya bertanya kepada yang bersangkutan.

Tetapi, yang tidak kalah penting adalah proses menuju rahmatan lil alamin itu sendiri. Selama proses tersebut, ada tahap-tahap yang mesti ditempuh, baik sebagai individu muslim maupun sebagai umat Islam. Ada waktu yang tidak pendek. Setiap tahap tersebut harus terencana dan tersistem dengan baik. Jika tidak, maka kebaikan akan kalah dengan kezaliman yang terorganisasi. Tahap dan rencana itu biarlah dirumuskan para pemuka muslim, termasuk Ulil Absar Abdalla, Hidayat Nur Wahid, Habib Rizieq, KH. Said Agil Siraj, Buya Syafii Maarif, Muhammad Ainun Nadjib, dan lain-lain.

Sekarang sambil menunggu mereka merencanakan dan membuat strategi, saya ingin menelusur ke belakang.

Flashback Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Kezaliman

Sebenarnya, pada zaman Soeharto kejahatan korupsi ditulis lengkap yaitu,  Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), begitu sering diiklankan dan disosialisasikan. Pemerintah saat itu tentu saja mengharapkan KKN agar cepat bisa diberantas. Tetapi, karena saking beratnya musuh KKN, Pemerintah justru tunduk dalam cengkeraman KKN. Pemerintah tidak putus asa, agar terasa ringan, Republik Indonesia sekarang ini hanya memiliki target melawan Korupsi. Tapi itupun masih terasa sangat berat. Pemerintah kita sampai terengah-engah.

Sebagai bagian dari negara ini, apakah umat Islam tidak kasihan dengan Republik Indonesia yang sering dihantam bertubi-tubi oleh Korupsi hingga sering berakhir di pojok ring? Saya percaya, pasti timbul rasa kasihan.

Tetapi agar ingatan sejarah tidak terhapus, sekadar mengingatkan bahwa yang disebut Republik Indonesia nama lengkapnya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Didirikan oleh rakyat bekas jajahan Hindia Belanda melalui ujung tombak mereka, penyambung lidah mereka, Sukarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Di bawah ketakutan terhadap kekejaman Belanda, orang-orang pemberani itu diam-diam bercita-cita merdeka, kemudian mengutarakan niat. Setelah itu mereka merencanakan strategi kemerdekaan, baik melalui perjuangan bersenjata melawan KNIL, maupun dengan perjuangan diplomasi dengan meneer-meneer Belanda maupun Tenno Haika dari Jepang.

Saya tak bisa membayangkan keberanian macam apa yang dimiliki oleh Sukarno-Hatta, Jenderal Sudirman, Tan Malaka juga KH. Agus Salim kala itu. Mereka super sekali! Saat itu bersama Ir. Sukarno, tak terhitung banyaknya tokoh-tokoh yang bersatu-padu membebaskan diri dari belenggu perbudakan, imperialisme dan kolonialisme Belanda dan Jepang. Baru pada zaman Sukarno-Hattalah, cita-cita kemerdekaan rakyat selama ratusan tahun akhirnya tercapai.

Perjuangan mengusir penjajahan bangsa Eropa telah dilakukan oleh Pati Unus, Ratu Kalinyamat, Pattimura, Martha Christina Tiahahu. Lebih tak terhitung lagi tokoh-tokoh yang berjuang melawan Spanyol dan Portugis jauh sebelum Ir. Sukarno lahir. Saya menduga, dalam setiap langkah perjuangan, mereka membatin, “Jika aku gagal dalam perjuangan mengusir penjajah ini, biarlah anak-anak cucuku, buyut-buyutku yang akan meneruskannya, meskipun harus melewati waktu ratusan tahun.”

Walhasil, Allah baru mengizinkan Indonesia merdeka, setelah perjuangan yang benar-benar melewati waktu ratusan tahun. Kun Fayakun dari Allah pun, bagi manusia tetap merupakan proses yang tunduk pada sunatullah. Tidak secepat petir. Itulah sekelumit sejarah tentang Republik Indonesia saat membebaskan diri dari belenggu Kolonialisme dan Imperialisme.
Islam versus Korupsi

Islam Versus Korupsi

Sekarang, saya ingin langsung membenturkan Islam dengan Korupsi. Head to head. Islam versus Korupsi. Pertarungan antara Islam melawan Korupsi ini sebenarnya tak jauh beda dengan pertarungan antara rakyat pribumi melawan kezaliman bangsa penjajah kala itu. Sebagaimana Sukarno-Hatta yang pemberani.

Setiap individu muslim seharusnya cukup berani menolak korupsi. Tetapi jika hanya individu yang menolak, hal tersebut hanya akan menghasilkan buih di lautan. Padahal yang dibutuhkan adalah gelombang besar, kalau perlu tsunami. Dibutuhkan gerakan dan organisasi massa Islam yang tegas dan terang-terangan melawan korupsi. Saat organisasi tersebut terbentuk, maka individu muslim menjadi semakin berani menyuarakan perlawanan melawan korupsi.

Selama ini banyak individu muslim yang hati nuraninya menolak korupsi, mereka ingin melawan, tapi ada banyak rintangan menghadang. Apalagi jika mereka masuk dalam lingkungan pekerjaan yang sejak lama menganut kebudayaan korupsi, api perlawanan dalam jiwa mereka akan langsung padam. Yang terjadi selanjutnya, mereka mendiamkan perilaku korupsi atau yang lebih parah, justru menjadi bagian dari korupsi.

Di sinilah peran penting organisasi massa muslim antikorupsi. Organisasi itu sangat berguna untuk menyalakan api perlawanan anti korupsi dari dalam jiwa individu muslim. Jika ini terjadi, api itu benar-benar akan membakar korupsi hingga hangus jadi arang. Organisasi massa tersebut bukan hanya sekelompok orang yang turun ke jalan, lebih dari itu kelompok tersebut harus solid dan terorganisasi untuk berjuang melawan korupsi dalam segala lini kehidupan. Mulai dari individu, keluarga, masyarakat, hingga dalam dunia politik.

Memang benar, di tengah-tengah kebudayaan yang seolah-olah menghalalkan korupsi, mewujudkan organisasi massa semacam itu tentu bukan hal mudah. Pasti butuh keberanian, kekuatan, nyali dan daya tahan yang sangat kuat. Mungkin juga akan menelan korban. Dibayar dengan tetes air mata bahkan darah. Mungkin akan menghabiskan waktu ratusan bahkan ribuan tahun. Dan mungkin akan gagal. Jika perjuangan ini gagal, biarlah diteruskan anak cucu kelak, tetapi ikhwan fillah inilah medan jihad sesungguhnya bagi para penerus Rasul Muhammad SAW. Islam melawan Korupsi!

Menyoal Kasus Video Amoral Sepasang Remaja di Grobogan

Pada awal bulan April ini, masyarakat Kabupaten Grobogan dikejutkan dengan beredarnya video amoral sepasang remaja, yang salah satunya berseragam Sekolah Menengah Keagamaan. Peristiwa tersebut terjadi di Gua Lawa, sebuah obyek wisata di kawasan Pegunungan Kapur Utara.

Dari cerita yang beredar dari mulut ke mulut, kejadian tersebut bermula ketika sepasang remaja yang masih unyu-unyu itu berwisata ke Gua Lawa. Di situlah mereka berdua melakukan hubungan layaknya orang pacaran zaman sekarang. Tapi, malang, saat sedang asyik melakukan tindak amoral yang dilarang orang tua, guru, negara maupun agama, mereka kepergok warga.

Sialnya, oleh warga tersebut, sepasang remaja itu justru dipaksa melanjutkan adegan dan parahnya lagi, direkam dengan menggunakan handphone !

Saat saya mendengat akhir cerita tersebut, tiba-tiba saya teringat sosok Ahok. Saya ingin Ahok dengan lantang mengucapkan bangsat dan taik, bukan pada pemeran tetapi pada perekam adegan tersebut. Sayangnya Ahok tidak berada di Grobogan, dia hanya ada di DKI.

Perbuatan yang dilakukan sepasang remaja tersebut memang keterlaluan, tapi yang dilakukan oleh warga lebih keterlaluan lagi.

Terhadap dua kejadian tersebut, menyeruak pertanyaan dalam benak saya, bagaimana mungkin, perbuatan-perbuatan tersebut dilakukan di tengah masyarakat Jawa yang terkenal dengan budaya sopan santun dan tepa selira ?

Kriminalitas Menurut Karl Marx dan Emha Ainun Nadjib

Ini tentu menimbulkan paradoks. Tetapi, saya teringat dengan apa pendapat Karl Marx tentang tindak kriminal yang dilakukan oleh manusia. Dalam perspektif Marx, penyebab dari semua aksi kriminalitas adalah karena sistem yang buruk.  Maksudnya bagaimana?

Pertanyaan tersebut akan dijawab oleh Emha Ainun Nadjib.

Cak Nun, dalam sebuah forum diskusi Bangbang Wetan yang berlangsung akrab di Surabaya, pernah ditanya soal kebrutalan Bonek yang kala itu dianggap sudah sangat meresahkan atau bisa disebut mengarah pada tindak kriminal. Dia memulai jawaban dengan dua buah penggambaran peristiwa.
Peristiwa pertama ketika terjadi banjir. Kira-kira apa yang dilakukan orang? Menyalahkan airnya ataukah mencari penyebab banjir?.

Yang kedua, ketika terjadi bencana kebakaran. Apa yang akan dilakukan oleh orang-orang? Menyalahkan apinya atau mencari penyebab terbakarnya api?

Pasti mayoritas orang akan mencari penyebab banjir dan penyebab kebakaran.

Dalam pandangan Cak Nun, bonek itu sama dengan banjir, bonek sama dengan api. Bonek hanyalah akibat, sedangkan sebabnya sendiri tidak pernah coba diselesaikan. Cak Nun menganggap kebrutalan bonek hanya output dari hasil dari proses besar dari sistem yang penuh dengan bonek dan negara yang didirikan dengan semangat bonek.

Itulah, yang dimaksud oleh Karl Marx, bahwa saat terjadi tindak kriminal itu hanyalah akibat dari busuknya sistem yang berlaku di masyarakat. Jika dikaitkan dengan video amoral sepasang remaja di Grobogan di atas, perilaku seks bebas dan perekaman adegan oleh warga, itu hanyalah akibat dari rusaknya tatanan kehidupan di masyarakat.
Jika demikian, apakah ini berarti ciri-ciri positif masyarakat jawa seperti Sopan santun, andap asor ataupun tepa selira sudah mulai terkikis?

Jawabannya, saya serahkan pada pembaca sekalian. Kali ini saya mencoba mengurai apa sesungguhnya penyebab terjadinya tindak amoral yang dilakukan pelajar yang masih berseragam.

Dengan berpijak pada apa yang dikatakan Marx, kejahatan yang dilakukan individu hanyalah ekses dari buruknya keadaan di masyarakat. Dosa yang ditanggung individu tersebut bukan semata-mata kesalahan individu tersebut. Ia hanya efek buruk dari rusaknya sistem di masyarakat. Perilaku amoral yang dilakukan sepasang remaja dan perilaku menyimpang yang dilakukan perekam adegan bukan semata-mata kesalahan mereka, tapi juga kesalahan masyarakat. Dalam konteks yang lebih luas masyarakat bangsa dan negara.

Penyebab Rusaknya Tatanan Masyarakat

Lantas,  mengapa tatanan masyarakat menjadi begitu busuk dan rusak?

Kerusakan yang terjadi dalam masyarakat disebabkan oleh faktor intern yang ada dalam masyarakat sendiri dan faktor ekstern.

Faktor ekstern ternyata berasal dari pengemudi jalannya kapal besar bernama bangsa Indonesia, yakni Pemerintah. Sedangkan faktor intern yang terjadi dalam masyarakat hanyalah respon atas tindakan pemerintah.

Dalam kaitannya dengan merebaknya seks bebas di Indonesia, apakah yang telah dilakukan oleh Pemerintah. Kekeliruannya yaitu pemerintah telah mengizinkan internet masuk ke Indonesia tanpa sensor. Inilah sumber malapetakanya. Internet ibarat pisau bermata dua, di satu sisi memberikan manfaat positif, di sisi lain justru menjerumuskan.

Tapi masyarakat terlanjur merespon. Masyarakat kota merupakan masyarakat yang pertama kali menikmati teknologi canggih tersebut. Pada awal keberadaannya, internet hanya bisa diakses melalui Personal Computer. Sejak saat itu lahirlah warung-warung internet di berbagai kota di Indonesia.

Seiring laju perkembangan teknologi, internet tidak hanya bisa diakses melalui warnet, tapi juga melalui pesawat handphone. Keadaan ini menyebabkan operator telekomunikasi bersaing ketat menjual paket layanan internet. Duet maut antara produsen handphone dan operator telekomunikasi ini menjadi momentum membesarnya jumlah pengakses internet. Internet bisa diakses masyarakat desa termasuk desa yang berada di di pucuk gunung.

Mengapa internet bisa tersebar secepat itu. Ternyata, penyebaran internet secara masiv  dilakukan oleh para penempuh studi, mulai dari tingkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Dan akhir-akhir ini siswa Sekolah Dasar pun tak bisa mengelak dari jeratan internet.

Di kampus atau kompleks sekolah mereka, para pelajar atau mahasiswa,sambil bergurau, secara aktif membuka gadget lalu membuka internet. Saling tukar informasi. Di situ berhamburan informasi mulai dari informasi kuliah, teknologi, kegiatan sehari-hari, isu terorisme bahkan informasi pornografi. Mereka memilih dan bertukar informasi apapun yang mereka senangi tanpa kontrol.

Akhirnya, internet menjadi sahabat yang setia 24 jam menemani para generasi penerus bangsa. Internet telah menggeser peran orang tua, sahabat, saudara, tokoh agama dan masyarakat sekitar.

Internet telah menjadi pemenang.

Sementara itu di rumah, orang tua mungkin saja setiap hari menasihati anak. Tapi saat di luar rumah, anak bergaul dengan bermacam-macam manusia yang terkadang dianggap lebih bisa memahami mereka dibanding orang tua.

Itulah, masalah utamanya, susah payah orang tua menasihati anak, susah payah tokoh agama memberi petuah, mereka masih kalah dengan internet.

Lalu, bagaimana solusinya?

Perjuangan orang tua mengasuh anak, perjuangan guru mendidik siswanya atau Khotbah tokoh agama di berbagai tempat ibadah bisa mendadak menguap tak berbekas apabila pemerintah tidak serius menangani pornografi yang menggempur melalui internet.

Solusinya tentu saja Pemerintah, Wakil Rakyat dan masyarakat perlu lebih intim berkomunikasi. Masyarakat tidak perlu ragu-ragu mengkritik Pemerintah melalui prosedur yang benar. Masyarakat maupun Pemerintah harus move on dari masa lalu, move on dari masa kerajaan. Penguasa bukan merupakan sosok raja yang tidak bisa dikritik. Sebaliknya, masyarakat juga bukan hamba yang hanya bisa sendika dawuh terhadap Pemerintah.

Akhirnya, menghakimi sepasang remaja tersebut tanpa mau menengok situasi masyarakat, bangsa dan negara bukan tindakan yang bijak. Sebaliknya, beranikah para tokoh agama, tokoh masyarakat atau pemimpin daerah sampai pemimpin nasional mengambil tanggung jawab atas segala tindak kriminal dari sebagian masyarakat yang dipimpin dan diemongnya?

Ziarah ke makam Joko Tarub (Leluhur Dinasti Mataram)

Malam itu saya berziarah ke makam Joko Tarub. Seorang tokoh yang terkenal dengan cerita tentang selendang dan para bidadari. Makam tersebut terletak di desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Kira-kira 15 km dari kota Purwodadi arah ke timur, searah dengan kota Blora.

Kompleks makam Joko Tarub tampak asri dan terawat. Semuanya terlihat seperti bangunan baru. Menurut juru kunci, kompleks makam Joko Tarub memang dikelola dengan baik oleh Kasunanan Surakarta. Untuk masuk ke kompleks kita harus melewati pintu gerbang . Selain itu ada lima bangunan di dalam kompleks makam Joko Tarub. Yang pertama, sebuah bangunan semacam gardu informasi. Yang kedua sebuah bangunan yang bertuliskan makam Kidang Telangkas. Yang ketiga pendopo. Yang keempat juga pendopo dan yang kelima makam Joko Tarub.

Saya segera berziarah ke sebuah bangunan yang di dalamnya ada makam Joko Tarub. Setelah bebarapa saat saya keluar dari bangunan tersebut menuju ke pendopo yang terletak tepat di depan bangunan tersebut.

Di pendopo tersebut, anda akan melihat silsilah Joko Tarub yang layak anda baca. Silsilah yang dibuat oleh Kasunanan Surakarta. Dalam silsilah tersebut tertulis bahwa Joko Tarub merupakan keponakan Sunan Kalijaga. Kemudian Joko Tarub menikah dengan Dewi Nawangwulan, seorang bidadari kemudian melahirkan Dewi Nawangsih. Dewi Nawangsih menikah dengan Bondan Kejawan melahirkan beberapa anak salah satunya Ki Ageng Getas Pendowo. Dari Ki Ageng Getas Pendowo lahirlah Ki Ageng Selo. Dari istri Ki Ageng Selo lahirlah Ki Ageng Ngenis (makamnya di Surakarta). Ki Ageng Ngenis menurunkan Ki Ageng Pemanahan. Lalu Ki Ageng Pemanahan menurunkan Danang Sutawijaya alias Panembahan Senopati.

Berdasarkan silsiah tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa leluhur raja-raja mataram ternyata berada di Purwodadi. hmmm..

Setelah bebarapa lama berada di tempat tersebut akhirnya saya pun pulang ke rumah.

Pengalaman Ujian SIM C di Polres Grobogan

29 November 2014

Sabtu pagi pukul 08.00 saya tiba di Polres Grobogan. Tepatnya di bagian pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang terletak di bagian belakang kantor Polres Grobogan.

Saya langsung menuju ke pintu masuk yang dijaga oleh dua orang Polisi. Saya bilang pada Pak Polisi tersebut bahwa saya akan membuat SIM C baru. Salah seorang Polisi itu  meminta saya menunjukkan fotokopi KTP. Sayapun menunjukkan fotokopi KTP yang sudah saya persiapkan.

Lalu saya dianjurkan untuk menyerahkan fotokopi KTP saya di loket pendaftaran yang terletak di bagian dalam kantor pelayanan SIM. Setelah menyerahkan fotokopi KTP, saya duduk di bangku antrian yang sudah disediakan.

Ujian Teori SIM C

Kira-kira pukul 09.00, nama saya dipanggil untuk mengikuti ujian teori SIM C di ruang audio visual. Saya masuk ke sebuah ruangan. Ada sekitar 10 orang yang ikut ujian teori SIM C di ruangan tersebut. Semua peserta itu kemudian duduk di kursi yang sudah disediakan. Kemudian, Pak Polisi memberi pengarahan tentang teknis pelaksanaan ujian teori SIM C.

Dalam ujian teori menggunakan sistem Audio Visual System (AVS) ada 30 soal yang harus dikerjakan. Soal tersebut ditampilkan dalam layar monitor besar di depan peserta ujian. Soal berupa gambar atau gambar bergerak yang disertai pernyataan. Peserta diminta untuk memilih apakah gambar yang ditampilkan benar/ salah. Cara memilih yaitu dengan menekan salah satu tombol yang sudah disediakan di bangku masing-masing. Tiap soal diberi waktu 15 detik untuk menjawab. Jika dalam waktu 15 detik tidak menjawab, maka soal dianggap tidak dijawab.

Nah, untuk lulus ujian teori SIM C minimal harus menjawab 22 soal dengan benar atau 73 persen . Jika kurang dari itu, harus mengulang lagi paling cepat 14 hari.

Saya berhasil menjawab 22 soal dengan benar dan berhak mengikuti ujian Praktik.

Ujian Praktik SIM C

Ujian Praktik dilaksanakan di luar ruangan. Saya dan beberapa peserta ujian praktik SIM C segera melangkah keluar menuju ke lokasi ujian SIM C. Di lokasi tersebut sudah dipersiapkan patok-patok dan garis yang akan digunakan untuk ujian praktik.

Bagi saya, ini merupakan saat yang cukup mendebarkan mengingat belum ada persiapan khusus untuk mengikuti ujian Praktik SIM C ini.

Semua peserta ujian Praktik SIM C kemudian berkumpul, petugas memberikan pengarahan seputar teknis pelaksanaan ujian Praktik SIM C. Ujiannya meliputi : berkendara zigzag, angka delapan, berbalik arah dll. Pada saat berkendara, tidak boleh menyenggol patok dan kaki tidak boleh turun ke tanah. Jika salah satu atau kedua hal tersebut dilakukan maka peserta dinyatakan gagal dan harus mengulang lagi paling cepat 14 hari.

Seorang petugas dari Kepolisian memeragakan cara ujian Praktik dengan benar. Setelah itu, satu persatu peserta mulai melakukan ujian praktik. Peserta pertama gagal, peserta kedua juga gagal. Lalu tibalah giliran saya dan ….gagal juga. Saya tidak mampu menjaga keseimbangan, sehingga kaki akhirnya menyentuh tanah. Dan saya harus kembali lagi paling cepat 14 hari setelah itu.

13 Desember 2014

Kira-kira pukul 08.00, lagi-lagi saya sudah tiba di bagian pelayanan SIM Polres Grobogan. Saya bilang pada petugas di loket pendaftaran, bahwa 14 hari yang lalu saya sudah lulus ujian teori ujian SIM C tapi gagal pada saat ujian praktik. Petugas tersebut menyarankan saya untuk menemui petugas bagian ujian teori SIM C.

Lalu, saya bertanya pada petugas bagian ujian teori SIM C, apa saya bisa langsung ikut ujian praktik atau harus mengikut ujian teori. Oleh petugas tersebut saya diharuskan mengikuti ujian teori lagi. Alasannya, ujian teori dan praktik merupakan satu rangkaian.

Ok, akhirnya saya mengikuti prosedur yang ditetapkan petugas tersebut yaitu mengikuti ujian teori SIM C lagi. Dan hasilnya saya tidak lulus. Saya berhasil menjawab hanya 21 soal dengan benar alias hanya 70 persen benar. Ini berarti saya harus mengulang paling cepat 14 hari lagi.

….Bersambung.

—————————————————————————————

Catatan :
Dasar hukum penerbitan SIM C :

1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 14 ayat (1) huruf b dan Pasal 15 ayat (2) huruf c.
2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Pasal 77 perihal persyaratan pengemudi)
3) Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 Pasal 211 s/d 244 tentang Surat Izin Mengemudi.
4) Peraturan Kapolri Nomor 09 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi

5) PP No 50 tahun 2010 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (termasuk biaya penerbitan SIM).

Prioritas Kendaraan di Bundaran Getasrejo

lalu lintas di bundaran

Bundaran Getasrejo merupakan bundaran tempat bertemunya tiga jalur yaitu, dari arah timur yaitu kota Blora, dari arah utara kota Pati/ Kudus dan dari arah selatan, kota Purwodadi.

Gambar rambu-rambu yang berbentuk bulat, berlatar belakang warna biru di atas jika diperjelas, kira-kira seperti ini.

 

rambu_wajib_ikuti_arah_bundaranJika melihat rambu-rambu yang ada di atas , sepertinya anda hanya tinggal mengikuti arah bundaran tersebut. Tapi apakah rambu-rambu tersebut hanya bermakna seperti itu?. Ternyata tidak hanya itu. Rambu tersebut juga mengandung aturan perihal kendaraan yang harus didahulukan.

UK_Roundabout_8_Cars

 Prinsip operasi bundaran lalu lintas yaitu Lalu lintas yang didahulukan adalah lalu lintas yang sudah berada dibundaran. 

Sehingga kendaraan yang akan masuk ke bundaran harus memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada lalu lintas yang sudah berada dibundaran

Rambu –rambu tersebut mengharuskan setiap kendaraan harus mendahulukan kendaraan yang sudah terlebih dahulu melewati lingkaran. Lebih jelasnya ditegaskan dalam pasal  113 ayat 2 UU no 22 tahun 2009 yang berbunyi :

(2) Jika persimpangan dilengkapi dengan alat pengendali Lalu Lintas yang berbentuk bundaran, Pengemudi harus memberikan hak utama kepada Kendaraan lain yang datang dari arah kanan.

 

NB : Materi ini biasanya keluar pada saat ujian SIM C di Polres Grobogan.

Prioritas Kendaraan di Persimpangan Tiga Ketapang Grobogan

Persimpangan ialah dimana dua jalan atau lebih bertemu . Pertigaan ketapang merupakan persimpangan tiga berbentuk T  yang berada di wilayah Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Terletak tepat di sebelah selatan SMA Negeri 1 Grobogan dan Kantor Kecamatan Grobogan.

Pertigaan ini mempertemukan tiga jalur yang tiap-tiap jalur menuju ke kota Purwodadi, Pati dan Kudus.  Jalan Utama dari selatan ke utara merupakan Jalan Pati-Purwodadi, sedangkan persimpangan arah ke barat akan membawa anda sampai di Kota Kudus.

Arus lalu lintas di pertigaan ketapang cukup ramai. Kendaraan dari berbagai jenis, mulai dari kendaraan roda dua sampai truk tronton bersliweran setiap hari. Puncak kepadatan tiap harinya terjadi pada pagi hari pukul 06:30 sampai pukul 08.00. Sedangkan pada siang hari pada pukul 12:00 sampai 14:00.

Lalu, di antara ketiga jalur lalu lintas tersebut, kendaraan dari arah manakah yang harus didahulukan ketika tiba di pertigaan Ketapang?

Pertigaan Ketapang merupakan pertigaan tanpa APILL atau bahasa purwodadinya lampu Bangjo. Sekarang kita cek satu persatu tiap jalur yang ada.
Yang pertama adalah jalur dari arah Pati.

Arah Pati ke Purwodadi

Perhatikan, pada jalur ini hanya terdapat rambu-rambu berupa lampu kelap kelip.

Lalu, yang kedua jalur dari Purwodadi ke Pati
Jalur Purwodadi Pati Ketapang

Sama dengan jalur di atas, dari arah Pati Ke Purwodadi hanya ada lampu kelap-kelip.

Yang ketiga dari arah Kudus???????????????????????????????

 

Di jalur dari arah barat/ Kota Kudus juga tidak ada rambu-rambu jalan misalnya STOP ataupun PRIORITAS/ BERI JALAN. Berbeda dengan dua gambar di atas, di jalur ini tidak terdapat lampu kelap-kelip.

Jika demikian situasi dan kondisi di Persimpangan Tiga Ketapang, maka pertanyaan akan bisa dijawab, kita akan  menggunakan acuan Pasal 113 Ayat 1 butir e UU RI NO 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi :

Pasal 113 ayat 1 butir e UU RI no 22 tahun 2009

Pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas,
Pengemudi wajib memberikan hak utama kepada:
a. Kendaraan yang datang dari arah depan dan/atau dari arah cabang persimpangan yang lain jika hal
itu dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas atau Marka Jalan;
b. Kendaraan dari Jalan utama jika Pengemudi tersebut datang dari cabang persimpangan yang lebih
kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan Jalan;
c. Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan sebelah kiri jika cabang persimpangan 4
(empat) atau lebih dan sama besar;
d. Kendaraan yang datang dari arah cabang sebelah kiri di persimpangan 3 (tiga) yang tidak tegak
lurus; atau
e. Kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan 3 (tiga) tegak lurus.

[collapse]

Ilustrasinya :

lalu lintas pertigaan

Berarti, kendaraan yang harus didahulukan ketika berpapasan adalah kendaraan dari arah Kota Pati atau kota Purwodadi . karena kendaraan tersebut adalah kendaraan yang datang dari arah cabang persimpangan yang lurus pada persimpangan tiga.

sumber gambar : Kaskus

Pengalaman ditolak Mendaftar BPJS di Grobogan

Ada bagian yang lupa saya ceritakan pada saat menukar e-id BPJS dengan kartu BPJS. Bagian itu adalah ketika saya ditolak mendaftar BPJS untuk istri saya. Memang benar saya telah berhasil menukar e-id BPJS dengan kartu BPJS. Akan tetapi saya gagal mendaftarkan BPJS untuk istri saya.

Ceritanya begini, malam hari sebelum datang ke kantor BPJS Purwodadi, saya sudah mendaftar BPJS secara online untuk saya dan istri saya. Proses pendaftaran saya berhasil.  Tetapi, tidak demikian dengan istri saya.Proses pendaftaran online gagal. Kegagalan ditandai dengan tidak munculnya nomor Virtual Account pada formulir pendaftaran. Biasanya nomor virtual account akan muncul bila proses pendaftaran online berhasil.

Karena gagal, saya mencoba mendaftar ulang dengan memasukkan NIK istri saya lagi. Akan tetapi proses ini gagal juga. Lalu muncul notifikasi berupa himbauan agar  segera datang ke kantor BPJS terdekat.

Esoknya, saya benar-benar datang ke kantor BPJS dengan membawa formulir pendaftaran yang sudah terisi otomatis. DI situ sudah tertera nomor registrasi dan nama istri saya dan data-data lain. Hanya nomor virtual account yang tidak tercantum di lembar tersebut.

Singkat cerita, saya menyerahkan formulir istri saya disertai KK dan KTP istri saya. Jawabannya sungguh mengejutkan. Saya ditolak dengan dua alasan.Yang pertama, harus istri saya sendiri yang datang. Kedua, seluruh anggota keluarga yang tertulis di KK harus didaftarkan. Memang benar, Kartu Keluarga yang saya bawa bukan KK kami berdua, karena saat itu Kami belum membuat KK baru. KK yang saya bawa adalah KK keluarga istri saya.

Ini penolakan yang aneh. Bukankah saya sudah berhasil mendaftarkan BPJS istri saya secara online. Permasalahan timbul ketika nomor virtual accounttidak muncul . Seharusnya, petugas tinggal melakukan pengecekan berdasar NIK yang sudah saya daftarkan secara online. Tetapi yang dilakukan petugas adalah menolak.

Bayar Pajak dan Balik Nama Kendaraan di Samsat Grobogan

Pada hari Senin 8 Desember 2014, saya membayar pajak kendaraan sekaligus balik nama di kantor Samsat Grobogan yang terletak di sebelah selatan Simpang Lima Purwodadi. Sebelumnya, terlebih dahulu saya mempersiapkan berkas-berkasnya, antara lain :

1. Fotokopi dan asli BPKB Kendaraan.

2. Fotokopi dan asli STNK Kendaraan.

3. Fotokopi dan asli KTP pemilik baru (KTP saya).

4. Kuitansi Pembelian kendaraan + Materai Rp6000 yang sudah ditandatangani.

5. Cek Fisik Kendaraan (dilakukan di depan kantor Samsat). Berarti kendaraan yang akan dibalik nama harus dibawa.

Berkas no 1 s.d 4 saya masukkan ke dalam tas kecil. Sedangkan lembar cek fisik kendaraan baru saya dapat setelah berada di kantor Samsat Grobogan. Saya tiba di kantor Samsat Grobogan sekira pukul 07.30 WIB, masih cukup pagi, tapi suasana di depan kantor  sudah mulai ramai. Sudah banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang parkir di halaman Samsat. Setelah memarkir kendaraan yang di tempat yang agak teduh, saya melangkah menuju ke gedung utama yang menghadap ke barat. Tertulis dengan jelas di situ, Samsat Online KABUPATEN GROBOGAN.

Proses balik nama dimulai dari loket paling utara, yaitu di pintu yang bertuliskan Formulir SPOPD. Di dalam ruangan tersebut sudah ada dua petugas yang siap melayani.  Berkas 1s.d 4 saya serahkan kepada petugas. Petugas tersebut mengetikkan sesuatu di depan layar monitor komputernya. Dalam waktu kurang dari lima menit, Formulir SPOPD sudah tercetak. Tercantum juga, nominal uang yang mesti saya bayar . Yakni Rp1.318.000, lengkap dengan rinciannya (bisa dibaca pada akhir tulisan ini).

Setelah membubuhkan tanda tangan dan menulis nama terang pada formulir tersebut, saya keluar dari ruang SPOPD ,  masuk ke pintu utama. Setelah membuka pintu, berkas 1-4 dan formulir SPOPD saya serahkan pada petugas di bagian PENDAFTARAN. Tak lama kemudian, Pak Polisi tersebut memberikan formulir Permohonan STNK Baru . Saya diminta untuk mengisi formulir tersebut.  Pengisian cukup mudah, karena di meja sudah tersedia contoh dan juga saya tinggal mencocokkan dengan STNK yang lama. Pengisian formulir diakhiri dengan membubuhkan tanda tangan dan nama terang. Akhirnya pengisian formulir selesai, saya diharuskan untuk melakukan cek fisik kendaraan.

Selanjutnya, saya menuju lokasi cek fisik kendaraan. Cek fisik kendaraan dilakukan oleh  “petugas cek fisik”. Petugas ini cukup membantu saya dalam menggesek nomor rangka dan nomor mesin kendaraan. Dalam waktu singkat, proses cek fisik kendaraan pun selesai. Petugas tersebut memberikan hasil cek fisik kepada saya. Biaya cek fisik menurut petugas tersebut sebesar Rp10.000. Tapi saat itu saya dengan sukarela memberikan uang sejumlah Rp.15.000.

Setelah saya terima, lembaran cek fisik lalu saya satukan dengan berkas 1 s.d 4 dan formulir permohonan STNK baru. Semua berkas itu lalu saya serahkan kepada petugas di loket paling barat dari gedung yang menghadap ke selatan. Sepuluh menit kemudian nama saya dipanggil. Semua berkas diserahkan kembali kepada saya dan saya diminta untuk memfotokopi semua berkas itu.

Semua berkas itu lalu saya fotokopi dengan biaya dua ribu rupiah. Petugas fotokopi dengan cekatan menata semua berkas itu termasuk BPKB asli. Setelah itu, saya pergi  ke loket MUTASI RANMOR untuk menyerahkan berkas-berkas tersebut. Lagi-lagi dalam waktu kurang dari lima menit, nama saya dipanggil. Lalu petugas menyerahkan berkas saya yang sudah dimasukkan rapi ke dalam map. Kata petugas, saya bisa masuk kembali  ke ruang pendaftaran untuk membayar pajak, penerbitan STNK baru dan pembuatan TNKB. Sedangkan BPKB baru akan jadi satu bulan lagi, diambil di kantor POLRES Grobogan. Pak Polisi tersebut menyerahkan Lembar Bukti Pengambilan BPKB yang harus dibawa saat mengambil di kantor POLRES. Biaya pengambilan BPKB adalah sebesar Rp120.000.

Pada awalnya, saya agak bingung, untuk apa lagi biaya tersebut? Bukankah jumlah yang tertulis di SPOPD hanya sebesar Rp1.318.000. Ternyata , biaya tersebut merupakan biaya penerbitan BPKB, baik baru maupun ganti pemilik. Untuk kendaraan roda empat yaitu sebesar Rp.100.000. Sedangkan uang Rp.20.000 adalah biaya untuk setor ke BRI. Karena, berdasarkan info dari Samsat Jateng, biaya penerbitan BPKB bisa dibayarkan langsung di BRI. Dalam hal ini, kita sudah diwakili oleh petugas.

Ok lanjut, saya bergegas masuk kembali ke gedung Samsat Online. Berkas saya serahkan kepada petugas di loket pendaftaran. Setelah itu saya diminta mengantri. Suasana cukup ramai, sebagian besar kursi antrian telah penuh. Meskipun begitu saya beruntung masih mendapat tempat duduk. Selama mengantri, saya mempersiapkan jumlah uang yang harus saya setorkan. Secara berkala, layar monitor di dalam ruang akan menampikan nama wajib pajak dan nominal yang harus dibayarkan.

Satu persatu nomor antrian dipanggil, wajib pajakpun membayar pajak dengan tertib. Kurang lebih 25 menit, nama saya dipanggil dan dalam sekejap uang sebesar Rp1.318.000 lepas dari tangan saya masuk ke kas negara. Setelah proses pembayaran selesai. Kini tinggal antri untuk mendapat STNK baru,SKPD dan TNKB baru.

Dan akhirnya nama saya dipanggil lagi, petugas SAMSAT menyerahkan STNK, SKPD dan TNKB baru. Sampai di sini proses pembayaran pajak dan balik nama sudah selesai.

Total biaya yang saya keluarkan dan tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/BBN dan SWDKLLJ  adalah :

Pajak Kendaraan Bermotor : Rp 630.000
Biaya Balik Nama : Rp 420.000
Biaya Jasa Raharja : Rp. 143.000
Biaya Penerbitan STNK baru : Rp75.000
Biaya Pembuatan TNKB : Rp 50.000
 Total    Rp1.318.000

Sedangkan yang tidak tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/BBN dan SWDKLLJ  adalah :

Penerbitan BPKB Ganti pemilik : Rp100.000
penitipan pembayaran ke Bank : Rp 20.000
 Cek fisik kendaraan  Rp15.000
 TOTAL  Rp135.000

Total biaya : Rp1.318.000 + Rp135.000 = Rp1.453.000

Biaya-biaya di atas bisa dikategorikan dalam : Pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak dan bukan kedua-duanya

A. Yang termasuk Pajak adalah * :

1. Pajak kendaraan Bermotor

2.  Bea Balik Nama

B. Yang termasuk Penerimaan Negara Bukan Pajak adalah **:

1. Penerbitan STNK

2. Penerbitan TNKB

3. Penerbitan BPKB

C. Yang bukan kedua-duanya.

1. Asuransi Jasa Raharja ***

2. Penitipan pembayaran ke bank ****

3. Cek Fisik****

Mudah kan, bayar pajak dan balik nama kendaraan? Sekarang saya  tinggal menunggu BPKB yang kata petugas, baru jadi satu bulan lagi.

Salam Lahpo re

keterangan  :

* Dasar hukum : Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2014.

** Dasar hukum :  PP No 50 tahun 2010

*** Dasar hukum : Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 36/PMK.010/2008.

**** Tidak ada dasar hukum.

Berziarah ke Makam RMP Sosrokartono

Pada hari minggu kemarin saya dan tiga orang teman saya berziarah ke makam Raden Mas Panji Sosrokartono. Makam tersebut terletak di dalam di kompleks permakaman Sedomukti, makam keluarga Condronegoro  yang merupakan buyut dari RMP. Sosrokartono.

Lokasi makam berada  di desa Kaliputu, kurang lebih 1 km dari pusat kota kudus. Bagi anda yang berkunjung ke Gunung Muria dari arah kota kudus, pasti melewati daerah ini.

Sosrokarttono 1

Diiringi gerimis saya tiba di depan pintu gerbang pemakaman Sedomukti. Saat itu pintu dalam keadaan tertutup. Tak tampak ada juru kunci, kecuali seorang ibu, Setelah minta izin pada seorang ibu tersebut, saya diizinkan masuk ke dalam kompleks pemakaman Sedomukti.

Tiba di dalam, area permakaman ternyata cukup luas. Di dalam area permakaman ada pintu gerbang lagi yang merupakan lokasi utama pemakaman Sedomukti. Dari pintu gerbang tersebut kami melangkah ke utara menuju ke sebuah bangunan yang terletak lurus dari pintu gerbang. Saya sempat mengira bahwa makam tersebut adalah makam RMP. Sosrokartono. Ternyata bukan, makam tersebut adalah makam Condronegoro.

Lalu, saya melangkah ke arah timur, melewati beberapa bangunan. Ternyata makam RMP Sosrokartono terletak di bagian timur Kompleks Sedomukti.

Setibanya di makam tersebut, saya mengucapkan salam kepada juru kunci makam yang bernama Pak T. Sunarto. Setelah dipersilakan duduk, saya mengutarakan maksud kedatangan yakni untuk berziarah ke makam RMP. Sosrokartono. Bagian kompleks makam RMP Sosrokartono berisi makam, foto RMP Sosrokartono, lukisan RMP. Sosrokartono, tulisan alif di atas makam, Sebuah prasasti yang bertuliskan doa, tulisan di bagian kanan dan kiri makam, kendi, gelas, kitab suci Alquran, meja tempat pak Sunarto menerima tamu dan rak buku.

sosrokartono 7

Entah bagaimana ceritanya, kami sudah terlibat perbincangan yang cukup akrab dengan Pak Sunarto. Isi perbincangan antara lain tentang diri Pak Sunarto sendiri, tentang kami, tentang kehidupan, tentang makam dan yang paling menarik adalah tentang perjalanan hidup dan ajaran RMP. Sosrokartono.

RMP Sosrokartono lahir di Jepara pada Rabu Pahing tanggal 10 April 1877 M dan wafat di Bandung pada tanggal 8 Februari 1952.

Pak Sunarto mengatakan bahwa RMP Sosrokartono adalah sosok manusia yang telah menjalani dan melakoni Catur Murti. Yakni bersatunya pikiran, perasaan, perbuatan dan perkataan. Beliau bukan sekedar berteori.

Pak Sunarto memberikan penjelasan tentang falsafah hidup RMP. Sosrokartono yang tertulis di bagian kiri dan kanan makam.

Sugih tanpo Bondo
Digdoyo tanpo Aji
Ngaluruk tanpo Bolo
Menang tanpo Ngasorake

Bagi saya ungkapan tersebut mengandung paradoks, bagaimana mungkin kaya tanpa harta, Sakti tanpa Aji/ Ilmu. Menyerang tanpa teman. Menang tanpa mengalahkanTetapi hal tersebut sudah dilakukan oleh RMP. Sosrokartono. Sebuah hal yang belum bisa saya pahami sepenuhnya.

Dikisahkan juga oleh Pak Sunarto, bahwa di salah satu negara di Eropa, RMP. Sosrokartono pernah berhasil mengobati orang sakit, oleh sebab itu beliau diberi kendaraan mewah dan seorang calon istri yang merupakan putri dari pejabat di negara tersebut. Tetapi ditolak oleh beliau. Bermewah-mewahan bertentangan dengan sugih tanpa banda. Sementara mengapa beliau menolak seorang perempuan. Akan saya uraikan di bagian lain ketika membahas Djoko Pring.

Selain falsafah tersebut, Pak Sunarto juga membabarkan makna falsafah lain, yang juga tertulis di batu nisan.

Trimah mawi pasrah
Suwung pamrih, tebih ajrih
Langgeng tan ono susah, tan ono bungah
Anteng manteng, sugeng jeneng
.

Secara ringkas, kalimat tersebut bermakna keikhlasan, rila dan menjauhi rasa takut terhadap apapun. Anteng manteng seperti huruf alif yang tertulis di atas makam beliau.

Diskusi sempat terhenti ketika ada tamu yang meminta Pak Sunarto untuk membuka pintu salah satu ruangan makam yang lain.

Selama kepergian Pak Sunarto, kami membaca pelbagai buku yang berisi ajaran-ajaran RMP. Sosrokartono dan buku yang ditulis oleh paguyuban Sosrokartanan yang berpusat di Surabaya.

Setelah Pak Sunarto kembali, diskusi kembali berlanjut. Tentang nama samaran RMP Sosrokartono yaitu, Mandor Klungsu dan Djoko Pring.

Mandor Klungsu. Klungsu merupakan biji pohon asem yang masih kecil, bijinya sangat keras.  RMP. Sosrokartono menamakan dirinya sebagai seorang Mandor atau pengawas Klungsu yang berarti selalu memandang ke bawah. Artinya senantiasa bersyukur.

Djoko Pring. Djoko berarti jejaka. Inilah pilihan hidup RMP. Sosrokartono, beliau memilih selibat. Inilah alasan, kenapa dia menolak dijodohkan dengan seorang gadis cantik asal eropa. Lalu Pring?. Berarti bambu. Dalam bahasa jawa kromo, pring berart Deling. Yaitu Kendel dan eling. Berani dan senantiasa eling.

Falsafah lain yaitu Ilmu kantong bolong. Beliau sangat loma, dermawan terhadap siapapun. Beliau tidak tega melihat penderitaan rakyat.

Beliau juga menjelaskan perihal doa RMP. Sosrokartono pada saat diminta mengatasi wabah di Sumatera. Doa tersebut diabadikan dalam bentuk prasasti yang juga ada di bagian makam RMP. Sosrokartono.

Di sela-sela perbincangan, saya juga sempat bertanya pada Pak Sunarto, yang manakah yang disebut pohon nagasari. Beliau menengok ke sebuah pohon di sebelah selatan makam RMP. Sosrokartono dan memberitahu bahwa pohon tersebut adalah pohon nagasari.

Tak terasa, waktu terus berjalan hari sudah semakin sore, kamipun mohon diri pada pak Sunarto.

sumber gambar : https://www.facebook.com/notes/487401854720301/

arif.rahmawan located at 511/67 Huynh Van Banh , Ho Chi Minh, VN . Reviewed by 34 customers rated: 4 / 5