Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Saturday, April 2, 2016

,

Reportase Workshop Pembinaan Minat Baca di Perpusda Kabupaten Grobogan.


Pukul 08.30 saya tiba di kompleks Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Purwodadi. Sebuah bangunan "kuno"di pusat kota Purwodadi.
Setelah membubuhkan nama dan tanda tangan di lembar registrasi saya masuk ke dalam Aula Perpusda Grobogan.

Hari ini,Sabtu,2 April 2016  saya bersama dengan sekitar delapanpuluhan orang guru SD yang datang dari pelbagai kecamatan di Kabupaten Grobogan akan mengikuti Workshop Pembinaan Minat Baca Anak Sejak Dini.

Ada dua pembicara yang akan mengisi acara tersebut, Kepala Perpusda Grobogan dan Ibu Sumini Tantina dari Balai Pengembangan Produktivitas.

Dengan bersemangat, Ibu Endang, Kepala Perpusda Grobogan memaparkan optimistisnya beliau mengembangkan dunia perpustakan di Grobogan. Ibu Endang yang baru menjabat Kepala Perpusda sejak 2014 juga menyinggung perihal lahirnya Perda tentang Perpustakaan. Perda ini menambah lagi landasan hukum untuk mengembangkan perpustakaan.
Dalam uraiannya, beliau juga berusaha untuk meningkatkan minat baca pemustaka. Salah satunya dengan menyediakan layanan multimedia Internet. Strategi ini cukup mampu meningkatkan pengunjung untuk duduk di dalam Perpusda Grobogan.

Selain itu beliau juga menyebutkan ada dua kegiatan yang akan dihelat di Perpusda dalam beberapa bulan ke depan antara lain. Misalnya Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan bagi Pengelola Perpustakaan dan  kegiatan pameran buku.

Sementara itu, pembicara yang kedua adalah Ibu Sumini Tantina (Ibu Tanti). Ibu yang sudah berusia lanjut tersebut ternyata membawakan materi dengan menyenangkan. Materi disampaikan dengan cukup jelas. Bagian awal berisi tentang teori motivasi tentang otak manusia yang dikemukakan Roger Sperry.
Bagian berikutnya tentang semakin kompleksnya persaingan di antara sesama manusia, apalagi ditambah dengan adanya MEA.Menurut saya, bagi para guru yang sudah menikmati gaji tetap, bagian ini mungkin kurang menarik, toh mereka sudah memenangkan persaingan dengan menjadi PNS.
Namun demikian, Ibu Tanti tetap meniupkan angin optimisme, bahwa untuk memenangkan persaingan, manusia hanya perlu memupuk keunikan dan kualitas yang dimilikinya. Tidak semua orang bisa menulis, tidak semua orang bisa mengajar, tidak semua orang bisa bernyanyi. Pilihlah satu keahlian dan jadilah profesional, Begitu kira-kira.

Rendahnya minat baca di Indonesia juga menjadi pokok bahasan. Beberapafaktor yang membuat minat baca rendah antara lain, sejak dulu budaya baca bangsa memang rendah, langkanya bahan bacaan, dan  kemajuan teknologi yang membuat orang lebih suka baca internet ketimbang baca buku.

Selanjutnya, solusi bagi semua itu adalah menumbukan minat baca, dengan cara :

  1. Proses pengajaran di sekolah harus mengarahkan untuk rajin membaca buku
  2. Menekan harga buku bacaan
  3. Buku bacaan dikemas dengan gambar yang menarik
  4. Menciptakan lingkungan yang kondusif
  5. Meningkatkan frekuensi pameran buku di setiap kabupaten
  6. Orang tua memberi contoh membaca buku untuk anak-anaknya
  7. Sediakan waktu luang setiap hari untuk membacakan buku
  8. Menyediakan buku bacaan bagi anak.
  9. Buatlah waktu membaca bersama keluarga.
  10. Memberikan dukungan pada berbagai aktivitas membaca mereka.

Acara berakhir pada pukul 12:30.


sumber gambar : http://perpusda.grobogan.go.id/index.php/galeri/perpustakaan/perpustakaan-4-4


Wednesday, March 30, 2016

, ,

Menanti Bupati Terpilih Mewujudkan Grobogan yang Demokratis

Melalui Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2015 kemarin, Ibu Sri Sumarni telah terpilih sebagai Bupati Grobogan periode 2016-2021. Ibu yang pada saat kampanye kemarin menerima terpaan isu miring perihal agamanya berhasil meraih kemenangan telak, lebih dari 70%.  Kemenangan kader PDI Perjuangan tersebut sekaligus memutus rantai kekuasaan yang sedianya akan dilanggengkan oleh pemimpin sebelumnya. Bagi rakyat dan demokrasi, kemenangan tersebut dianggap kemenangan yang gemilang.

Namun demikian kemenangan rakyat (Grobogan) sesungguhnya tidak terhenti sebatas pilkada. Masih banyak hal yang harus dilakukan warga Grobogan agar kemenangan tersebut membawa dampak nyata bagi kehidupan mereka sendiri. Artinya, bagi para petani yang kemarin memilih beliau mendapat balasan yang setimpal bagi masa depan mereka dalam bentuk fasilitas maupun kemudahan yang mempermudah pekerjaan mereka. Atau, para buruh yang bekerja lebih dari delapan jam perhari-tanpa kenal lelah- mendapatkan hak-haknya.

Mengingat, selama ini kemenangan pilkada hanya sebatas euforia semata, usai pilkada rakyat tetap harus berjibaku sendiri melawan beratnya kehidupan. Ibarat pertandingan sepakbola, untuk menjadi pemenang, sebuah tim harus mengalahkan satu demi satu tim lainnya. Begitu juga dengan masyarakat Grobogan agar bisa berdaulat sesuai amanat Pancasila maupun UUD, harus memperjuangkan banyak hal.


Tiang Penyangga Demokrasi

Pilkada Grobogan merupakan salah satu bentuk pelaksanaan demokrasi di Kabupaten Grobogan. Selain itu masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan Kabupaten yang demokratis. Sayangnya pemahaman masyarakat tentang demokrasi masih sebatas pemilihan, baik itu pemilihan ketua RT, ketua OSIS hingga Pilkada. Padahal  menurut Alamund (Sri Wuryan, 2006: 84-85) untuk mewujudkan demokrasi ada 11 tiang penyangga yaitu :

1. Kekuasaan Mayoritas
2. Hak-Hak Minoritas
3. Kedaulatan Rakyat
4.  Pemerintahan berdasarkan persetujuan yang diperintah
5. Jaminan Hak Asasi Manusia
6.  Pembatasan pemerintahan secara konstitusionil
7. Nilai- Nilai Toleransi, Pragmatisme, Kerja Sama, dan Mufakat
8.  Persamaan didepan Hukum
9.  Proses Hukum yang Wajar
10. Pemilihan yang Bebas dan Jujur
11. Pluralisme Sosial, Ekonomi, dan Politik.

Ini berarti untuk mewujudkan Grobogan yang demokratis, Ibu Sri Sumarni mengantongi sepuluh agenda yang harus segera diselesaikan.

Saya berharap Bupati memiliki komitmen terhadap pelaksanaan demokrasi di Grobogan. Hal tersebut penting karena berbagai alasan :

1. Laju demokrasi di Kabupaten Grobogan bergerak sangat lambat.  Kita ambil contoh, satu dari sebelas tiang penyangga di atas yaitu Jaminan Hak Asasi Manusia. Sudahkah kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Grobogan mengacu pada HAM?

2. Ibu Sri Sumarni berasal dari PDI Perjuangan, partai politik yang telah mengantar Bapak Joko Widodo duduk di puncak kekuasaan. Mayoritas rakyat Indonesia memilih bapaknya Gibran Rakabuming Raka karena dianggap memiliki komitmen yang serius terhadap pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Untuk itu sebagai tokoh yang dibesarkan dalam partai yang sama, Bupati Grobogan harus menjadi perpanjangan tangan Presiden, melaksanakan demokrasi dengan baik. Harusnya, hal tersebut bukan hal yang sulit karena Presiden Joko Widodo telah menggulirkan Nawacita sebagai dasar pijakan Bupati Grobogan. Ditambah lagi Gubernur Jawa Tengah juga berasal dari moncong putih.

3. Melaksanakan amanat para pendiri bangsa. Negara ini didirikan bukan untuk kepentingan segelintir orang, melainkan kepentingan rakyat Indonesia. Dalam lingkup yang lebih kecil, Pemilihan bupati Grobogan bukan untuk kepentingan segelintir orang melainkan untuk kepentingan warga Grobogan.
sumber gambar : http://www.koranmuria.com/2016/03/21/33208/resmi-dilantik-sri-sumarni-bupati-perempuan-pertama-di-kabupaten-grobogan.html
,

Pengumuman Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik serta Lomba Foto Pendidikan dan Kebudayaan

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2016, Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggaranakn Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik Pendidikan dan Kebudayaan 2016


Tema : Keterlibatan Publik dalam Aktivitas Pendidikan dan Kebudayaan"
Subtema :

  1. Mewujudkan Pelaku Pendidikan dan Kebudayaan yang Kuat
  2. Mewujudkan akses yang meluas, merata dan berkeadilan
  3. Mewujudkan pembelajaran yang bermutu
  4. Mewujudkan pelestarian kebudayaan dan pengembangan bahasa
  5. Mewujudkan penguatan tata kelola serta peningkatan efektivitas birokrasi dan pelibatan publik


Kriteria
1.      Lomba artikel untuk guru dan atau orangtua siswa, dan lomba karya jurnalistik (feature) untuk wartawan
2.      Artikel dan karya jurnalistik adalah karya asli, tidak duplikatif atau replikatif
3.      Artikel dan karya jurnalistik belum pernah/ tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apapun
4.      Artikel dan karya jurnalistik telah dimuat pada media massa cetak (nasional, daerah maupun media internat institusi ) yang terbit di indonesia. Kategori artikel dan karya jurnalistik dimuat pada periode 1 januari 2016 s.d 16 april 2016
5.      Tulisan menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.
6.      Peserta bukan pegawai kemendikbud.
7.      Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 naskah artikel dan karya jurnalistik
8.      Peserta dapat mengirimkan naskah artikel dan karya jurnalistik dalam bentuk kliping (hardcopy) disertai bukti muat dan melampirkan softcopy dalam bentuk cd (file microsoft word)
9.      Pengiriman naskah artikel dan karya jurnalistik dilampirkan bukti pemuatan paling lambat tanggal 18 april 2016 (cap pos) dan diterima paling lambat tanggal 20 april 2016, dikirim ke alamat panitia lomba : biro komunikasi dan layanan masyarakt, gedung c lt. 4, kemdikbud, jl. Jenderal sudirman, senayan jakarta pusat 10270.
10.  Setiap peserta wajib melampirkan identitas pengirim yaitu: nama, alamat, email, nomor telepon/ handphone, foto copy kartu identitas ktp/ sim dan kartu keluarga. Khusus wartawan untuk kategori karya jurnalistik juga melampirkan kartu pers.
11.  Pengumuman hasil lomba melalui www.kemdikbud.go.id, facebook: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta twitter @kemdikbud_ri pada bulan Mei 2016.
12.  Pemenang I,II, dan III tiap kategori berhak atas piagam penghargaan dari menteri pendidikan dan kebudayaan dan uang tunai masing-masing sebesar:
Juara 1 (1 pemenang) : Rp15000.000,00 (dipotong pajak)
Juara II (2 pemenang) : Rp12.000.000,00 (dipotong pajak)
Juara III (3 pemenang ) : Rp10.000.000,00 (dipotong pajak)
13.  Tim juri berhak membatalkan artikel dan karya jurnalistik yang menjadi pemenang apabila diketahui tidak sesuai dengan kriteria lomba.




, , ,

Batas Akhir Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi 2015 Diperpanjang Hingga 30 April 2016

Di kalangan dunia pendidikan (dan mungkin dunia yang lain), pelaporan pajak pribadi secara online bagi Aparatur Sipil Negara baru dimulai tahun ini. Hal ini cukup membuat wajib pajak sedikit bingung, "bagaimana ya cara pelaporan pajak online ?"

Selain wajib pajak yang masih bertanya-tanya, operator sekolah juga tidak kalah cemas. Suasana semakin kemrungsung manakala  tersiar kabar perihal batas akhir pelaporan SPT Tahunan  yakni tanggal 31 Maret 2016.

Hal tersebut semakin menambah rasa panik operator sekolah maupun wajib pajak mengingat keterlambatan tersebut akan mengakibatkan wajib pajak diganjar denda sebesar Rp100.000,00. 

Namun segala bentuk kegalauan tersebut ternyata direspon oleh Ditjen Pajak. Berdasarkan pengumuman yang disampaikan secara tertulis dalam website resminya,  ada lima poin yang tercantum di situ, antara lain : 

  1. Ditjen Pajak memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Wajib Pajak atas antusiasme melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi secara elektronik. 
  2. Ditjen Pajak menyampaikan permohonan maaf terkait kendala teknis di sistem pelaporan tersebut yang mengakibatkan proses pelaporan SPT Tahunan secara elektronik menjadi terhambat.
  3.  Untuk mengakomodasi permasalahan tersebut, Direktur Jenderal Pajak telah mengeluarkan Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-49/PJ/2016 tentang Pengecualian Pengenaan Sanksi Administrasi Berupa Denda Atas Keterlambatan Penyampaian SPT bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang Menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Elektronik. 
  4. Melalui Keputusan Dirjen Pajak tersebut, Wajib Pajak orang pribadi yang menyampaikan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2015 secara elektronik setelah 31 Maret 2016 dan tidak melewati 30 April 2016 dikecualikan dari pengenaan sanksi administrasi berupa denda atas keterlambatan penyampaian SPT. 
  5. Diharapkan dengan adanya keputusan tersebut, Wajib Pajak dapat lebih leluasa melaporkan pajak secara elektronik sampai dengan 30 April 2016 tanpa dikenakan sanksi administasi.


Demikianlah informasi teraktual perihal batas akhir pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi, yang semula dikabarkan berakhir tangga 31 Maret 2016, diperpanjang hingga 30 April 2016. Semoga Wajib pajak maupun operator sekolah yang sedang bersemangat melaporkan pajak secara online agak bernafas lega.

Isi surat secara lengkap bisa meng-klik gambar di samping.

sumber artikel : http://www.pajak.go.id/content/pelaporan-pajak-elektronik-sampai-dengan-30-april-2016-tidak-dikenakan-sanksi


Sunday, March 13, 2016

, , ,

Bung Karno Memperingati 50 Tahun Wafatnya Karl Marx

Sejarah perjuangan bangsa Indonesia memang selalu menarik untuk dipelajari, Bukan hanya sebagai materi pelajaran di sekolah, lebih dari mempelajari sejarah akan mampu mempengaruhi pola pikir generasi selanjutnya. Salah satu fakta sejarah yang sebelumnya tertutup rapat adalah bagaimana hubungan antara Bung Karno dan Karl Marx.

Kedua tokoh tersebut selama 32 tahun berkuasanya orde baru memiliki persamaan, diharamkan untuk dipelajari pemikirannya. Efek dari pengharaman ini sangat dahsyat, baik Sukarno maupun Karl Marx dianggap "musuh" pemerintah saat itu. Korban dari pengharaman ini tentu saja adalah generasi selanjutnya. Mereka alergi terhadap kedua tokoh tersebut.

Generasi muda saat ini, bahkan yang mengaku dirinya Pancasilais hasil didikan  orde baru tentu akan kaget bukan kepalang manakala mereka membuka lembar-demi lembar sejarah Bung Karno. bagaimana tidak, selama ini Pancasila kerap dibenturkan dengan kominis, tetapi dalam karya-karya yang ditulis Bung Karno, dalam setiap sepak terjang Bung Karno memerdekakan bangsa, beliau kerap menggunakan teori-teori yang dikemukakan Karl Marx.

Tak heran begitu tingginya penghargaan Bung Karno terhadap Karl Marx, beliau menulis secara khusus tentang peringatan wafatnya Karl Marx dalam Fikiran Rakyat 83 tahun silam,


F.R (Fikiran Ra’jat, ed) nomor yang sekarang ini adalah mendekati 14 Maret 1933. Pada hari itu, maka genap 50 tahun yang lalu, yang Karl Marx menutup matanya buat selama-lamanya.
Marx dan Marxisme!

Mendengar perkataan ini, -begitulah dulu pernah saya menulis-, mendengar perkataan ini, maka tampak sebagai suatu bayangan di penglihatan kita gambarnya berduyun-duyun kaum yang mudlarat dari segala bangsa dan negeri, pucat muka dan kurus badan, pakaian berkoyak-koyak; tampak pada angan kita dirinya pembela dan kampiun si mudlarat tadi, seorang ahli pikir yang ketetapan hatinya dan keinsyafan akan kebiasannya mengingatkan kita pada pahlawan dari dongeng-dongeng kuno Jermania yang sakti dan tiada terkalahkan itu, suatu manusia yang “geweldig”, yang dengan sesungguh-sungguhnya bernama “datuk” pergerakan kaum buruh, yakni Heinrich Karl Marx.

Dari muda sampai wafatnya, manusia yang hebat ini tiada berhenti-hentinya membela dan memberi penerangan pada si miskin, bagaimana mereka itu sudah menjadi sengsara, dan bagaimana jalannya mereka itu akan mendapat kemenangan: tiada kesal dan capainya (lelahnya, ed.) ia bekerja dan berusaha untuk pembelaan itu: selagi duduk diatas kursinya, dimuka meja tulisnya, begitulah ia pada 14 Maret 1883, -lima puluh tahun yang lalu (tulisan ini dimuat pada tahun 1933, ed.)-, melepaskan nafasnya yang penghabisan.

Seolah-olah mendengarkanlah kita dimana-mana negeri suaranya mendengung sebagai guntur, tatkala ia dalam tahun 1847 berseru: “E, Kaum Proletar semua negeri, kumpullah menjadi satu.” Dan sesungguhnya! Riwayat dunia belum pernah menemui ilmu dari satu manusia, yang begitu cepat masuknya dalam keyakinannya satu golongan di dalam pergaulan hidup, sebagai ilmunya kampiun kaum buruh ini. Dari puluhan menjadi ratusan, dari ratusan menjadi ribuan dari ribuan menjadi laksaan, ketian, jutaan… begitulah jumlah pengikutnya bertambah-tambah. Sebab, walaupun teori-teorinya sangat sukar dan berat bagi kaum pandai, maka “amat gampanglah teorinya itu dimengerti oleh kaum yang tertindas dan sengsara, yakni kaum melarat kepandaian yang berkeluh kesah itu”.

Berlainan dengan sosialis-sosialis lain, yang mengira bahwa cita-cita sosialisme itu dapat tercapai dengan cara pekerjaan bersama antara buruh dan majikan, berlainan dengan umpamanya: Ferdinand Lassalle, yang teriaknya ada suatu teriak perdamaian, maka Karl Marx, yang dalam tulisan-tulisannya tidak satu kali memakai kata kasih atau kata cinta, membeberkanlah paham pertentangan klas: paham klassentrijd, paham perlawanan zonder (tanpa, ed.) damai sampai habis-habisan. Dan bukan itu saja! Ilmu Dialektik Materialisme, ilmu statika dan dinamikanya kapitalisme, ilmu Verelendung, -semua itu adalah “jasanya” Marx. Dan meskipun musuh-musuhnya, terutama kaum anarkis, sama menyangkal jasa-jasanya Marx yang kita sebutkan diatas ini, meskipun lebih dulu, di dalam tahun 1825, Adolphe Blanqui sudah “menjawil-jawil” ilmu Historis Materialisme itu, meskipun teori harga lebih itu sudah lebih dulu dilahirkan oleh ahli-ahli pikir sebagai Sismondi dan Thompson, -maka toh tak dapat disangkal, bahwa dirinya Karl Marx lah yang lebih mendalamkan dan lebih menjalarkan teori-teori itu, sehingga “kaum melarat kepandaian yang berkeluh kesah itu” dengan gampang segera mengertinya.

Mereka dengan gampang mengerti, seolah-olah suatu soal yang “sudah mustinya begitu”-, segala seluk-beluknya harga lebih: bahwa kaum borjuis lekas menjadi kaya karena kaum proletar punya tenaga yang tak terbayar. Mereka dengan gampang mengerti seluk-beluknya Historis Materialisme: bahwa urusan rezekilah yang menentukan segala akal pikiran dan budi pekertinya riwayat dan manusia. Mereka dengan gampang mengerti seluk-beluknya dialektika: bahwa perlawanan klas adalah suatu keharusan riwayat, dan bahwa oleh karenanya, kapitalisme adalah “menggali sendiri liang kuburnya”.

Begitulah teori-teori yang dalam dan berat itu dengan gampang saja masuk di dalam keyakinan kaum yang merasakan stelsel (sistem, ed.) yang “diteorikan” itu, yakni di dalam keyakinannya kaum yang perutnya senantiasa keroncongan. sebagai tebaran benih yang ditebarkan oleh angin kemana-mana dan tumbuh pula dimana ia jatuh, maka benih Marxisme ini berakar dan subur bersulur dimana-mana. Benih yang ditebar-tebarkan di Eropa itu sebagian telah diterbangkan pula oleh taufan jaman ke arah khatulistiwa, terus ke Timur, jatuh di kanan kirinya sungai Sindu dan Gangga dan Yang Tse dan Hoang Ho, dan di kepulauan yang bernama kepulauan Indonesia.

Nasionalisme di dunia Timur itu lantas “berkawinlah” dengan Marxisme itu, menjadi satu nasionalisme baru, satu ilmu baru, satu itikad baru, satu senjata perjuangan yang baru, satu sikap hidup yang baru. Nasionalisme-baru inilah yang kini hidup di kalangan Rakyat Marhaen Indonesia.
Karena ini, Marhaen pun, pada hari 14 Maret 1933 itu, wajiblah berseru:
Bahagialah yang wafat 50 tahun berselang!

Fikiran Ra’jat, 1933

sumber : Dapur.Sukarno.org


Friday, March 11, 2016

, , , ,

Jadwal Penerbitan SKTP 2016 dan Batas Waktu Perbaikan Data Berbasis Dapodik

Pengantar

Menjadi Guru apalagi Guru Sertifikasi merupakan anugerah yang wajib disyukuri. Bagaimana tidak, setiap triwulan guru akan menerima tunjangan sertifikasi. Besarnya? Yang jelas lebih tinggi dibanding honor guru honorer, tinggi-tinggi sekali malah

Perlu untuk diketahui bahwa sertifikasi Guru tidak pernah dikenal sebelumnya. Pada zaman Majapahit, Belanda, zaman Jepang, Presiden Piye Kabare hingga Presiden Megawati tidak ada satupun Guru yang deg-degan menanti tunjangan sertifikasi. Saat itu guru hanya menanti gaji. Bahkan pada zaman majapahit, mungkin saja guru tidak digaji oleh Kerajaan.

Lalu zaman pun berubah. Terbitlah pelbagai Undang-Undang. Dasar hukum sertifikasi guru adalah Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (UUGD) yang disahkan tanggal 30 Desember 2005,  Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan yang ditetapkan pada tanggal 4 Mei 2007.

Siapakah yang membuat UU tersebut?
Siapakah yang mengesahkan UU dan Peraturan Menteri tersebut?

Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 dibuat oleh DPR saat itu, disahkan oleh Presiden SBY dan diundangkan oleh Menkumham Yusril Ihza Mahendra. Sedangkan Permendiknaa Nomor 18 tahun 2007 ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo.

Lima paragraf di awal hanyalah pembuka tulisan bahwa situasi nasional sangat berpengaruh terhadap nasib manusia Indonesia. Bahkan anggota DPR yang kita hujat tiap hari ternyata mereka telah menghasilkan UU yang mengubah nasib guru, yang dulunya naik sepeda kumbang kini naik Innova Kijang.

Jadwal Penerbitan SKTP 2016

Sekarang akan saya bagikan informasi perihal jadwal penerbitan SK Tunjangan Profesi Guru. Filenya dalam bentuk gambar JPEG. File ini bisa anda unduh dan simpan pada komputer anda.



























Pada situasi ini tidak ada yang lebih galau menanti SKTP selain Operator Sekolah. Meskipun Operator bukan penerima SKTP, tetapi hampir setiap hari mereka mengecek website yang berisi SKTP yang akhir-akhir ini sering tidak bisa dibuka.

Sesuai yang tertera pada jadwal di atas. SK terbit pada 3 Maret 2016. Bagi guru yang kebetulan datanya salah, masih diberi kesempatan untuk memperbaiki dari 4 Maret hingga 4 Juni 2016. Mudah-mudahan tidak ada kesalahan pada saat pengisian dapodik, sehingga Tunjangan Sertifikasi bisa diterima tepat waktu.



, ,

Pengajuan Dan Pe-Nonaktifan NUPTK Di Kabupaten Grobogan Tahun 2016

Mudahnya mengklik dan men-share berita di blog maupun facebook kerap membuat masyarakat Indonesia lebih cepat meng-update berita. Sayangnya berita tersebut terkadang belum teruji validitasnya. Jika berita tersebut memang benar tentu tidak menjadi masalah. Akan tetapi jika berita tersebut tidak benar justru akan membingungkan pembaca.

Hal tersebut terjadi juga di kalangan dunia pendidikan. Info tentang honorer, info tentang NUPTK dan segala hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan sering dengan mudah beredar di dunia maya.

Kali ini, PMPTK Kabupaten Grobogan melalui akun facebooknya bermaksud meluruskan berita yang beredar di dunia maya. Berikut ini informasi tersebut.

"KAMI INFOKAN KEPADA BAPAK / IBU GURU PNS MAUPUN NON PNS DI WILAYAH KABUPATEN GROBOGAN.

BELUM ADA PENJELASAN TEKNIS TENTANG MEKANISME PENGAJUAN DAN PE-NON AKTIFAN NUPTK TAHUN 2016

Terhitung sejak awal Januari 2016, dinamika dunia medsos khususnya bagi para guru dan dunia pendidikan pada umumnya kembali di ramaikan beredarnya pemberitaan tentang PENERBITAN NUPTK BARU. Berita yang bersumber dari KORESPONDENSI INTERNAL KEMDIKBUD (dikirim Direktur Jenderal GTK ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Kemendikbud), entah bagaimana ceritanya bisa beredar bebas di blog, web, grup, dan akun-akun medsos. Surat bernomor 14652/B.B2/PR/2015 bertanggal 28 Desember 2015 jika diperhatikan sebetulnya berupa "laporan konsep" yang diajukan Dirjen GTK kepada Sekjen Kemdikbud, dan bukan (lebih tepatnya BELUM) untuk konsumsi publik.

Dan seperti biasanya ketika ada berita yang berhubungan dengan "NASIB", para pendidik yang juga aktivis medsos sekaligus akan segera "BAGI-BAGI INFO" baik sesama kawan maya dengan klikshare-nya, maupun dengan kolega di di tempat kerjanya masing-masing. Tentu hal ini bisa sangat-sangat dimaklumi mengingat pasca pemensiunan padamu negeri sebagai aplikasi sarana pengusulan NUPTK, hampir semua pihak yang merasa berkepntingan dengan NUPTK sudah sangat menunggu-nunggu mekanisme baru pengusulan NUPTK ini. Karena seperti diketahui realita di lapangan saat ini masih banyak pendidik (dan tenaga kependidikan) yang belum ber NUPTK.

Hanya yang cukup disayangkan, dan perlu diketahui oleh para pendidik dan tenaga pendidikan yang sudah berkeinginan besar untuk segera mengajukan NUPTK, bahwa hingga saat tulisan ini dirilis, tepatnya tgl 6 Januari 2015, ketika surat dirjen itu sudah tersebar kemana-mana, BAHWA SEBENAR-BENARNYA Dinas pendidikan Kabupaten BELUM MENERIMA PETUNJUK TEKNIS APAPUN tentang mekanisme baru tersebut. Apalagi dalam surat itu pada romawi delapan disebutkan : "Diverifikasi dokumen persyaratannya oleh Disdik Kab/Kota...."

Jadi melalui tulisan ini saya, penulis, hanya ingin mengatakan : Bersabarlah... tunggu petugas-petugas di Dinas Pendidikan Kabupaten mendapat penjelasan dan tahu apa yang harus mereka perbuat. Toh pada saat tiba waktunya, penulis yakin seyakin-yakinnya tidak ada seorangpun operator nuptk tingkat kab/kot se Indonesia Raya yang berani dan dengan sengaja menyembunyikan info-info penting semacam ini."

Kesimpulannya, hingga artikel ini terbut belum ada penjelasan resmi tentang NUPTK.

sumber : https://www.facebook.com/profile.php?id=100005026215022&fref=nf