Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Wednesday, December 2, 2015

, ,

Memetik Pelajaran dari Pengadilan Rakyat di Denhaag Belanda

Konsekuensi dari dipilihnya demokrasi sebagai bentuk pemerintahan di Indonesia adalah semakin luasnya ruang bagi masyarakat untuk berpendapat dan berekspresi. Kebebasan tersebut memberikan kesempatan bagi rakyat untuk turut serta mengatur pemerintahan dengan mekanisme yang sudah disepakati. Kebebasan tersebut bagaimanapun juga dijamin oleh Undang-undang Dasar 1945.

Dalam catatan sejarah, kelahiran Republik Indonesia pada tahun 1945 merupakan awal berlakunya demokrasi di Indonesia. Tercatat, Indonesia pernah menganut demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, demokrasi Pancasila (orde baru) dan sekarang demokrasi pasca Orde Baru. Sebelumnya, Indonesia dikuasai oleh Raja-raja nusantara dan yang paling mengenaskan adalah pada saat dipimpin oleh Kerajaan Belanda, rakyat diperlakukan sewenang-wenang oleh Raja/ Ratu saat itu.

Untuk itulah, para pemimpin bangsa termasuk Bung Karno dan Bung Hatta memandang bahwa sistem kerajaan sudah harus diganti dengan sistem demokrasi yang dianggap lebih memberikan rasa keadilan bagi rakyat. Tentu saja gagasan para pendiri bangsa tersebut sudah melewati pelbagai pertimbangan. Meskipun risikonya adalah memupus tradisi feodal kerajaan di nusantara yang sudah berlangsung turun temurun.

Kebebasan rakyat dalam berpendapat merupakan cita-cita Bung Karno. Berlembar-lembar tulisan yang ditulisnya melegitimasi hal tersebut. Buku-buku semacam Di Bawah Bendera Revolusi dan Penyambung Lidah Rakyat merupakan bukti akan pentingnya suara rakyat bagi terselenggaranya negara yang adil dan makmur.

Kekuasaan rakyat itu jugalah yang menjadi landasan Bung Karno pada saat menggagas Pancasila-yang di kemudian hari justru digunakan orde baru untuk untuk mereduksi nilai-nilai Pancasila dan menihilkan peran penggagasnya.


Puncak keberhasilan demokrasi di sebuah negara ditandai dengan diakomodasinya suara rakyat dalam penentuan kebijakan. Rakyat juga tidak dihantui dengan ketakutan pada saat menyuarakan aspirasinya meskipun aspirasi tersebut bersifat kritik bahkan oposisi terhadap pemerintah yang berkuasa.

Jika pemerintah masih menganggap sepi aspirasi rakyat, patut dipertanyakan apakah Indonesia ini menganut sistem Kerajaan  atau Negara Republik yang berdemokrasi? Atau apakah Indonesia benar benar menggunakan Pancasila sebagai dasar negara?

Untuk menjawab beragam pertanyaan di atas, cara terbaik adalah dengan mengamati realita kehidupan demokrasi di negara ini. Ada banyak contoh yang bisa dicari, akan tetapi ada satu contoh paling hangat yang sempat menarik perhatian khalayak pemerhati politik dan demokrasi di Indonesia. Contoh tersebut adalah peristiwa digelarnya Pengadilan Rakyat Internasional di Denhaag, Belanda. Pengadilan tersebut mendapat tanggapan beragam dari pelbagai kalangan.

Ada yang pro dan kontra dengan peristiwa tersebut. Kalangan yang kontra menganggap bahwa Belanda lebih berhak untuk disidang atas kejahatan yang pernah dilakukan oleh Westerling. Pernyataan ini menyiratkan kesan bahwa Belanda terlibat penuh dalam penyelenggaraan Pengadilan Rakyat Internasional. Pendapat lain, tidak selayaknya permasalahan dalam negeri diselesaikan di luar negeri. Ada juga yang beranggapan bahwa para aktivis tersebut merupakan musuh negara. Pernyataan yang terakhir mungkin benar apabila Indonesia menganut sistem otoriter atau totaliter yang tidak menyediakan ruang bagi perbedaan.

Sementara itu, bagi yang pro, peristiwa tersebut merupakan hal yang wajar sebagai upaya mencari keadilan yang tidak bisa diperoleh di negara Indonesia.

Sesuai dengan upaya untuk mewujudkan demokrasi yang seadil-adilnya, nampaknya kita perlu memilih pendapat khalayak yang pro terhadap pengadilan rakyat tersebut.

Apa yang dilakukan para aktivis tersebut sebenarnya telah melalui proses perjalanan yang panjang. Selama ini, mungkin saja mereka sudah mencoba mencari keadilan dengan menyuarakan aspirasinya kepada Pemerintah berupa permintaan untuk menyelidiki kasus september 1965. Akan tetapi, suara mereka tidak ditanggapi. Akhirnya mereka mencoba menyuarakan aspirasinya melalui dunia internasional.

Ke depan, bukan tidak mungkin jika pemerintah maupun wakil rakyat terus mengabaikan aspirasi rakyat, mereka akan menyalurkan aspirasinya ke dunia internasional. Agar hal tersebut tidak terjadi, Pemerintah sebaiknya mengambil langkah penting untuk mewujudkan demokrasi yang seadil-adilnya di Indonesia. Demokrasi yang berkeadilan akan membuat masyarakat merasa nyaman tinggal di Indonesia.
Untuk itu, Pemerintah Indonesia perlu segera menegakkan tiang penyangga demokrasi yaitu Alamund (Sri Wuryan, 2006: 84-85) :

1. Kekuasaan Mayoritas
2. Hak-Hak Minoritas
3. Kedaulatan Rakyat
4.  Pemerintahan berdasarkan persetujuan yang diperintah
5. Jaminan Hak Asasi Manusia
6.  Pembatasan pemerintahan secara konstitusionil
7. Nilai- Nilai Toleransi, Pragmatisme, Kerja Sama, dan Mufakat
8.  Persamaan didepan Hukum
9.  Proses Hukum yang Wajar
10. Pemilihan yang Bebas dan Jujur
11. Pluralisme Sosial, Ekonomi, dan Politik

Tiang-tiang penyangga demokrasi ternyata bukan hanya keterlibatan rakyat dalam pemilu semata, ada sepuluh faktor lain yang wajib terpenuhi. Kesebelas hal tersebut perlu segera disosialisaikan kepada rakyat, selain untuk memenuhi hak rakyat, juga merupakan upaya untuk mempercepat pencapaian tujuan didirikannya Republik Indonesia.

referensi :
http://1965tribunal.org/id
http://dapur.sukarno.org/demokrasi-politik-dan-demokrasi-ekonomi/
http://internasional.kompas.com/read/2015/11/12/11291751/Salah.Kaprah.soal.Pengadilan.Rakyat.1965.di.Belanda
http://sayyidanchiam.blogspot.co.id/2012/12/analisis-kondisi-demokrasi-di-indonesia.html
http://teoripolitik.com/sejarah-demokrasi-di-indonesia/

Friday, November 27, 2015

, , ,

Pentingnya Literasi Informasi Bagi Guru Dan Pustakawan Sekolah

Menurut wikipedia, Literasi informasi adalah kemampuan untuk tahu kapan ada kebutuhan untuk informasi, untuk dapat mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk isu atau masalah yang dihadapi. Literasi informasi dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Pemilihan dan pemilahan informasi yang tepat oleh Guru maupun peserta didik dalam proses belajar di sekolah membutuhkan keahlian tersendiri.

Saat ini kemampuan literasi informasi sangat penting dimiliki oleh Pustakawan maupun Guru. Mudahnya mendapat informasi membuat masyarakat akan mengalami kebingungan saat harus memilih dan memilah informasi yang tepat yang berguna bagi dirinya. Berhadapan setiap hari dengan peserta didik, mau tidak mau akan menimbulkan masalah yang harus segera diselesaikan. Masalah tersebut misalnya bagaimana mengatasi peserta didik yang terkesan tak acuh terhadap pelajaran atau bagaimana mengajarkan metode pengajaran yang tepat dalam mengajar.

Sebaliknya, bagi peserta didik, mereka juga mengalami masalah misalnya, bagaimana agar nilainya baik, bagaimana mengatur waktu belajar atau bagaimana agar bisa cepat memahami materi pelajaran. pertanyaan yang lebih penting lagi, bagaimana Pustakawan, Guru maupun peserta didik bisa merumuskan masalahnya.

Untuk mengatasi semua itu, ada beberapa model pendekatan untuk memecahkan masalah.

Model pertama, bernama British Model. Model ini diterapkan di sekolah dan disebut dengan keterampilan informasi. Model British mempunyai sembilan langkah untuk memecahkan masalah yaitu:

(1) Memformulasikan dan menganalisa kebutuhan
(2)Mengidentifikasi dan memeriksa sumber-sumber informasi
(3) Menelusur dan menemukan sumber-sumber individu
(4) Menguji, memilih sumber-sumber informasi
(5) Mengintegrasikan sumber-sumber informasi tersebut
(6) Menyimpan dan mensortir informasi
(7)Menginterpretasikan, menganalisa, mensintesiskan dan mengevaluasi informasi
(8) Mempresentasikan atau mengkomunikasikan informasi dan
(9) Mengevaluasi. Dalam perkembangan zaman yang semakin modern ini, masyarakat memiliki akses yang sangat mudah terhadap informasi.

Model Kedua, Big 6™ adalah sebuah model literasi informasi yang dikembangkan oleh Michael B.Eisenberg and Robert E. Berkowitz di Amerika Serikat pada tahun 1988. Model ini sangat populer bukan saja di Amerika Serikat melainkan juga negara-negara lain yang sudah menyadari pentingnya penerapan literasi informasi dalam proses belajar mengajar di sekolahnya. Eisenberg dan Berkowitz juga secara aktif dan berkelanjutan melakukan promosi dengan mengeluarkan terbitan-terbitan yang bermanfaat bagi pemakainya. Di Indonesia sendiri, model ini juga popular digunakan di banyak sekolah maju dalam kegiatan program literasi informasi mereka. Bahan-bahan tentang model ini juga sangat mudah diperoleh di internet dibandingkan model-model lainnya. Itu sebabnya, pengguna model ini dapat dengan mudah memperoleh hal-hal baru yang dikembangkan oleh Eisenberg dan Berkowitz melalui internet. Dengan demikian, penggunaannya juga semakin memasyarakat. Apalagi, pengembang model ini juga menciptakan model sederhana bagi para siswa di sekolah dasar untuk memudahkan mereka dalam mengembangkan keterampilan literasi inforami sejak dini. Model ini disebut dengan Super3 yaitu Plan, Do dan Review. Sejauh ini, hanya model ini yang dikembangkan secara khusus untuk anak-anak di sekolah dasar.

Enam langkah dalam model Big 6™ adalah:
(1) Penentuan tugas atau masalah
(2) Strategi pencarian informasi
(3) Pencarian sumber informasi yang diperlukan
(4) Pemanfaatan informasi yang sudah diperoleh
(5) Pengintegrasian informasi yang diperoleh dari sumber-sembert tersebut
(6) Pengevaluasian terhadap hasil informasi yang diperoleh dan proses pemecahan masalahnya.

Perpustakaan Kemendikbud Selenggarakan Workshop Literasi Informasi


Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selenggarakan workshop literasi informasi bagi guru dan pustakawan sekolah. Kegiatan ini digelar di Perpustakaan Kemendikbud Jakarta Rabu (25/11). Workshop ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pekan Perpustakaan Kemendikbud 2015.

“Workshop seperti ini penting sekali untuk pustakawan dan guru dalam pemecahan masalah siswa,” kata Hana Chaterina George, Ketua Asosiasi Profesional Informasi Sekolah Indonesia (APISI). Hana menambahkan bahwa saat ini banyak siswa yang tidak tahu akan pentingnya mencantumkan sumber informasi yang ia ambil. Hal tersebut terjadi karena sejak dini tidak pernah diajarkan mengenai literasi informasi, tambah Hana.

Peserta workshop ini berjumlah 28 orang yang terdiri dari guru dan pustakawan sekolah. Manfaat penerapan literasi informasi ini, yaitu: a. Keragaman sumber informasi dalam bentuk tercetak maupun elektronik; b. meningkatkan kemampuan reading comprehension dan kemampuan pembelajaran serta penelitian; c. siswa yang memperoleh keterampilan literasi informasi di sekolah akan lebih sukses di perguruan tinggi; dan d. menjadi pembelajaran seumur hidup.


sumber artikel :
http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/4878
http://halatuputty.blogspot.co.id/2013/12/cerdas-di-era-informasi-penerapan.html




Thursday, November 26, 2015

, ,

Cara Cek Gaji Pensiun dan Tunjangan Hari Tua PNS Secara Online

Aplikasi yang diluncurkan PT Taspen ini akan memudahkan para PNS terutama bagi mereka yang mendekati pensiun. Aplikasi tersebut bernama E-klim. E-Klim Taspen merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengetahui besarnya dana pensiun yang akan diterima oleh PNS yang dikeluarkan oleh PT. TASPEN. Sehingga dengan aplikasi ini transparasi besarnya dana pensiun dapat dilihat oleh setiap pengguna Taspen.

Aplikasi ini memungkinkan PNS bisa mengetahui perkiraan berapakah Gaji Pensiun dan Tunjangan Hari Tua tanpa harus datang langsung ke kantor Taspen. Caranya adalah dengan mengunjungi website : http://e-klim.taspen.com/eklim/estimasi/index.php

Lalu muncullah tampilan di bawah ini :
Estimasi Hak Pensiun
Gambar 1. Tampilan Login


Langkah-langkah pengisiannya sangat mudah yaitu :

1. Peserta harus masuk / login menggunakan NIP lama atau KPE (NIP baru)
2. Masukkan paswordnya yaitu, tanggal lahir dengan format : TahunBulanTanggal.
3. Setelah itu klik login

lalu, akan tampil estimasi Hak Pensiun dan Tunjangan Hari Tua

Tampilan Hak Pensiun dan Tunjangan Hari Tua
Gambar 2. Tampilan Hak Pensiun dan Tunjangan Hari Tua

Catatan :

* Nilai Estimasi Hak THT dihitung dengan masa kerja maksimal hingga usia pensiun

* Nilai Estimasi Hak THT dihitung untuk kejadian pensiun normal diluar kejadian pensiun dini (hak akan lebih kecil dari estimasinya)


sumber : Taspen Bandung
, ,

Download Buku Saku ASN / PNS

Proses terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden, dinilai banyak pihak telah membawa kemajuan pada kehidupan demokrasi di Indonesia. Tak terkecuali demokrasi dalam bidang kepegawaian.

Sejalan dengan itu, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah menerbitkan sebuah buku panduan ASN (bisa didownload pada bagian akhir tulisan ini). Dalam kata pengantarnya, Menpan RB, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, ME mengatakan bahwa Buku saku ASN ini diharapkan menjadi bahan bacaan para pegawai ASN di  menambah wawasan dan pengetahuan tentang reformasi birokrasi sebagai penjabaran dari Nawacita point kedua, yakni "Membuat pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, demokratis, dan terpercaya.

Materi reformasi birokrasi dalam buku saku ASN ini dikemas secara kreatif dalam bentuk komik mini agar enak dilihat dan menarik untuk dibaca, serta mudah disimpan dan dibawa kemanapun oleh pegawai ASN dalam pelaksanaan tugas. Isinya meliputi delapan area perubahan reformasi birokrasi, yakni mental aparatur, kelembagaan, tata laksana, SDM aparatur, akuntabilitas, pengawasan, peraturan perundang-undangan, serta pelayanan publik.
E book panduan ASN
Panduan ASN 

Secara ringkas, di bawah ini merupakan penjelasan tiap-tiap perubahan reformasi birokrasi :

.1 Mental Aparatur. Dalam buku saku Panduan ASN tersebut tertulis beberapa perbedaan antara aparatur zaman dulu dengan zaman sekarang. Dahulu aparatur itu priyayi. Sekarang harus melayani. Dahulu lambat, sekarang cepat, dahulu koruptif sekarang bersih dan inovatif.
Ini artinya Pemerintahan sekarang berusaha memutus mata rantai feodalisme yang diwariskan belanda. Sekarang menjadi tugas para aparatur negara untuk mewujudkan Nawacita. Begitu juga masyarakat perlu mendukungnya dengan cara menghapus anggapan bahwa aparatur itu priyayi, sebaliknya perlu ditanamkan dalam benak masyarakat, bahwa aparatur negara adalah pelayan.
2. Kelembagaan. Lembaga pemerintahan dibentuk berdasarkan kebutuhan, harus tepat ukuran, bukan untuk parkir pejabat.
Pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui MenpanRB berupaya menciptakan lembaga yang benar-benar efektif dan efisien.
3. Tatalaksana Birokrasi. Birokrasi pada zaman dulu identik dengan pelbagai ungkapan misalnya, "wani piro, kalau bisa sepuluh meja kenapa harus satu meja, o gampang itu bisa diatur, kalau bisa lama untuk apa dicepet-cepetin.". 
Sekarang, Kemenpan RB berupaya menciptakan tatalaksana birokrasi yang Efektif, Ringkas, dan Efisien.
4. SDM Aparatur. Dalam buku ini secara terang-terangan mengkritik dan berupaya menghapus perilaku sogok menyogok untuk menjadi Aparat PNS dengan rekruitmen Aparatur melalui CAT. Bagi pelamar PNS, hal penting yang harus disiapkan bukan uang buat nyogok, tetapi Mental dan Intelektual. Selain itu juga diupayakan penerapan sistem manajemen SDM berbasis MERIT yaitu Kualifikasi, Kompetensi dan Kinerja.
5. Akuntabilitas. Pemerintah berupaya menerapkan sistem akuntabilitas yang dapat mendorong birokrasi lebih berkinerja dan mampu mempertanggungjawabkan kinerjanya sesuai dengan sumber daya yang dipergunakan.
6. Pengawasan. Salah satu terobosan dalam rangka mencegah pemberantasan korupsi melalui upaya pencegahan untuk memudahkan pengawasan, yakni dengan mewajibkan seluruh ASN menbuat Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LKHASN) sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 1 tahun 2015
7. Peraturan Perundang-undangan. Permasalahan lain yang menjadi faktor penyebab munculnya perilaku negatif aparatur adalah peraturan perundang-undangan yang tumpah tindih, disharmonis, dapat diinterpretasi berbeda atau sengaja dibuat tidak jelas untuk membuka kemungkinan penyimpangan. Karena itu perlu dilakukan perubahan, penataan dan harmonisasi terhadap sistem peraturan perundang-undangan agar lebih efektif, sinergis dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
8. Pelayanan Publik. Pelayanan publik di indonesia dipayungi oleh Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Pelayanan publik harus inovatis, berkualitas, cepat, mudah, terjangkau dan terukur.

Kedelapan hal tersebut merupakan hal yang perlu dilaksanakan oleh Aparatur Sipil Negara, jika membutuhkan bantuan, masyarakat sebaiknya siap untuk mengawasi para ASN tersebut.

Untuk mempelajari secara lebih lengkap silakan pilih link baca atau download di bawah ini :

Baca Buku Saku  ASN secara online 
Download Buku Saku ASN




Tuesday, November 24, 2015

Cek Keaslian Ijazah Secara Online Dengan Mudah

Berhubungan dengan isu beredarnya ijazah palsu di pelbagai kalangan termasuk dunia pendidikan, beberapa instansi terkait melakukan pengecekan terhadap pegawainya. Kini, selain melakukan pengecekan keaslian ijazah secara manual, baik pegawai maupun instansi terkait bisa memanfaatkan teknologi internet.

Caranya adalah dengan mengikuti langkah-langkah pengecekan keaslian ijazah secara online di bawah ini :

1.  mengunjungi situs http://forlap.dikti.go.id/mahasiswa


2. Isi kolom isian yang ada, Perguruan tinggi isi dengan nama perguruan tinggi, kata kunci isi dengan nama mahasiswa atau NIM dan pengaman masukkan kode pengaman dengan benar.

Setelah itu akan tampil data yang valid tentang status pendidikan anda dan juga nomor ijazah anda.
, ,

Pidato Mendikbud Anies Baswedan Di Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2015

Tertulis di bawah ini, pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Anies Baswedan untuk Guru di Indonesia pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2015.


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ibu dan Bapak Guru yang saya muliakan,

Semoga Ibu dan Bapak Guru berada dalam kondisi sehat, bahagia dan selalu dalam lindungan-Nya. Di Hari Guru ini, izinkan saya atas nama pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas semua pengabdian Ibu dan Bapak Guru. Tugas dan tanggung jawab Ibu dan Bapak Guru amat besar, namun izinkan saya menyampaikan bahwa tanggung jawab besar ini janganlah dipandang sebagai beban tapi sebagai kehormatan. Ibu dan Bapak Guru mendapat kehormatan untuk menumbuhkan generasibaru yang tercerdaskan.

Ibu dan Bapak Guru sekalian,
Republik ini dirintis dan didirikan oleh kaum terdidik. Mereka adalah generasi baru di zamannya yang merasakan pengajaran, pendidikan dan pencerahan. Mereka sangat sadar atas manfaat langsung pendidikan dan karena itulah mencerdaskan kehidupan bangsa mereka tetapkan sebagai sebuah amanah yang harus ditunaikan. Sebuah pesan tegas bahwa kunci kemajuan bangsa ini ada pada kualitas manusianya. Ibu dan Bapak Gurulah yang berada di garda terdepan mewakili seluruh bangsa dalam menjalankan amanah itu. Tiap tutur, tiap langkah dan tiap karya Ibu dan Bapak Guru adalah ikhtiar untuk mencerdaskan bangsa.

Orangtua, yang adalah pendidik pertama dan utama, dan pun mereka memercayakan pada Ibu dan Bapak Guru untuk turut mendidik anak-anaknya. Mari kita ingat pula, mereka bukan sekadar anak-anak, namun mereka adalah wajah masa depan bangsa ini. Ibu dan Bapak Gurulah orang pertama yang berkesempatan melihat dari dekat wajah masa depan negeri ini. 

Ibu dan Bapak Guru yang saya hormati,
Ki Hadjar Dewantara menyebut tempat belajar sebagai taman. Istilah itu meneguhkan tekad bahwa pendidikan memang harus menjadi sebuah proses pembelajaran menyenangkan walau penuh tantangan. Pendidikan tidak boleh terasa sebagai penderitaan. Sekolah harus terasa menyenangkan.
Sekolah menyenangkan adalah sekolah di mana semua ikut terlibat, baik guru, siswa maupun orangtua ikut mendukung pembelajaran bersama dan menjadi teladan bagi komunitasnya. Sekolah menyenangkan adalah sekolah yang memberikan pembelajaran bermakna, bermanfaat dan relevan dengan kehidupan siswa serta kebutuhan masyarakat. Sekolah menyenangkan bukanlah sekolah tanpa tantangan, melainkan justru sekolah yang memberikan ragam pilihan dan tingkatan tantangan kepada guru dan siswa yang juga beragam.

Sekolah menyenangkan hanya bisa terjadi bila guru pun terus belajar, serta terus berkarya. Karya-karya Ibu dan Bapak Gurulah yang akan terus mengembangkan senyum anak-anak kita. Karya-karya Ibu dan Bapak Guru yang membuat lonceng masuk sekolah layaknya pertanda dimulainya sebuah petualangan menyenangkan di sekolah.

Untuk mengimbangi keteguhan guru dalam berkarya, pemerintah juga berikhtiar akan terus memberikan ruang bagi guru untuk terus berkarya, untuk mengembangkan diri. Mari kita terus mengembangkan diri secara mandiri maupun secara bersama-sama.

Pemerintah menyadari bahwa masih ada berbagai pekerjaan rumah terkait Guru yang harus kami tuntaskan. Insya Allah itu semua akan terus menerus kami perbaiki. Di saat yang sama mari kita sama-sama memastikan bahwa semua ikhtiar kita benar-benar dipusatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menumbuhkan semua potensi anakanak kita hingga mereka bukan sekadar bisa meraih, tapi bisa melampaui cita-citanya.

Dalam kesempatan peringatan Hari Guru ini saya ingin mengajak Ibu dan Bapak Guru untuk sama-sama menunjukkan pada bangsa tercinta ini bahwa guru Indonesia adalah guru pembelajar. Guru yang selalu hadir sebagai pendidik dan pemimpin bagi anak didiknya. Guru yang hadir mengirimkan pesan harapan. Guru yang makin menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme dan keceriaan.
Mari kita teguhkan ikhtiar Ibu dan Bapak Guru, ikhtiar kita bersama untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Kita terus belajar dan mengembangkan diri bukanlah untuk pemerintah, bukanlah untuk kepala sekolah, dan bukanlah untuk kantor dinas, tapi memang sejatinya setiap pendidik adalah pembelajar.

Mari sama-sama kita kirimkan pesan kepada seluruh komponen bangsa ini, bahwa guru mulia karena karya! Hanya dari guru yang terus belajar dan berkarya akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus menerus berkontribusi pada masyarakat dan lingkungannya.
 Pada setiap kata yang kami tuliskan, ada pahala guru. Pada setiap karya yang kami lakukan, ada sidik jari jasa guru. Apresiasi kami bagi seluruh Guru, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan, atas semua inspirasi dan karya yang dipancarkan di ruang-ruang pembelajaran. Dengan rendah hati atas nama pemerintah, saya ingin kembali sampaikan rasa hormat dan terima kasih sedalamnya. Selamat Hari Guru dan selamat berkarya!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Hangat
Ttd

Anies Baswedan


, ,

Cara Mengetahui Rekap Penggunaan Dana BOS

Tujuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah :

Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu.
Secara khusus program BOS bertujuan untuk:
  1. Membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SMPT (Terbuka) negeri terhadap biaya operasi sekolah, kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). Sumbangan/pungutan bagi sekolah RSBI dan SBI harus tetap mempertimbangkan fungsi pendidikan sebagai kegiatan nirlaba, sehingga sumbangan/pungutan tidak boleh berlebih;
  2. Membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta;
  3. Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta.
Agar tujuan tersebut tercapai, pengawasan terhadap jalannya penggunaan dana BOS wajib dilakukan oleh masyarakat. Untuk itu untuk mengetahui Rekap Penggunaan Dana BOS di setiap Sekolah Dasar perkomponen, masyarakat bisa mengakses laporan Rekap Penggunaan Dana BOS melalui : 

http://lapor.bos.kemdikbud.go.id/report/rekap_penggunaan

Langkah-langkah jika ingin mengetahui penggunaan Dana BOS tiap SD :

1. Tentukan Provinsi


2. Pilih Kabupaten

3. Pilih Jenjang
4. Pilih Status
5. PIlih Sekolah
6. Pilih Tahun 
7. Pilih Filter

Hasil akhirnya seperti pada gambar di bawah ini :