Berziarah ke Makam RMP Sosrokartono

Pada hari minggu kemarin saya dan tiga orang teman saya berziarah ke makam Raden Mas Panji Sosrokartono. Makam tersebut terletak di dalam di kompleks permakaman Sedomukti, makam keluarga Condronegoro  yang merupakan buyut dari RMP. Sosrokartono.

Lokasi makam berada  di desa Kaliputu, kurang lebih 1 km dari pusat kota kudus. Bagi anda yang berkunjung ke Gunung Muria dari arah kota kudus, pasti melewati daerah ini.

Sosrokarttono 1

Diiringi gerimis saya tiba di depan pintu gerbang pemakaman Sedomukti. Saat itu pintu dalam keadaan tertutup. Tak tampak ada juru kunci, kecuali seorang ibu, Setelah minta izin pada seorang ibu tersebut, saya diizinkan masuk ke dalam kompleks pemakaman Sedomukti.

Tiba di dalam, area permakaman ternyata cukup luas. Di dalam area permakaman ada pintu gerbang lagi yang merupakan lokasi utama pemakaman Sedomukti. Dari pintu gerbang tersebut kami melangkah ke utara menuju ke sebuah bangunan yang terletak lurus dari pintu gerbang. Saya sempat mengira bahwa makam tersebut adalah makam RMP. Sosrokartono. Ternyata bukan, makam tersebut adalah makam Condronegoro.

Lalu, saya melangkah ke arah timur, melewati beberapa bangunan. Ternyata makam RMP Sosrokartono terletak di bagian timur Kompleks Sedomukti.

Setibanya di makam tersebut, saya mengucapkan salam kepada juru kunci makam yang bernama Pak T. Sunarto. Setelah dipersilakan duduk, saya mengutarakan maksud kedatangan yakni untuk berziarah ke makam RMP. Sosrokartono. Bagian kompleks makam RMP Sosrokartono berisi makam, foto RMP Sosrokartono, lukisan RMP. Sosrokartono, tulisan alif di atas makam, Sebuah prasasti yang bertuliskan doa, tulisan di bagian kanan dan kiri makam, kendi, gelas, kitab suci Alquran, meja tempat pak Sunarto menerima tamu dan rak buku.

sosrokartono 7

Entah bagaimana ceritanya, kami sudah terlibat perbincangan yang cukup akrab dengan Pak Sunarto. Isi perbincangan antara lain tentang diri Pak Sunarto sendiri, tentang kami, tentang kehidupan, tentang makam dan yang paling menarik adalah tentang perjalanan hidup dan ajaran RMP. Sosrokartono.

RMP Sosrokartono lahir di Jepara pada Rabu Pahing tanggal 10 April 1877 M dan wafat di Bandung pada tanggal 8 Februari 1952.

Pak Sunarto mengatakan bahwa RMP Sosrokartono adalah sosok manusia yang telah menjalani dan melakoni Catur Murti. Yakni bersatunya pikiran, perasaan, perbuatan dan perkataan. Beliau bukan sekedar berteori.

Pak Sunarto memberikan penjelasan tentang falsafah hidup RMP. Sosrokartono yang tertulis di bagian kiri dan kanan makam.

Sugih tanpo Bondo
Digdoyo tanpo Aji
Ngaluruk tanpo Bolo
Menang tanpo Ngasorake

Bagi saya ungkapan tersebut mengandung paradoks, bagaimana mungkin kaya tanpa harta, Sakti tanpa Aji/ Ilmu. Menyerang tanpa teman. Menang tanpa mengalahkanTetapi hal tersebut sudah dilakukan oleh RMP. Sosrokartono. Sebuah hal yang belum bisa saya pahami sepenuhnya.

Dikisahkan juga oleh Pak Sunarto, bahwa di salah satu negara di Eropa, RMP. Sosrokartono pernah berhasil mengobati orang sakit, oleh sebab itu beliau diberi kendaraan mewah dan seorang calon istri yang merupakan putri dari pejabat di negara tersebut. Tetapi ditolak oleh beliau. Bermewah-mewahan bertentangan dengan sugih tanpa banda. Sementara mengapa beliau menolak seorang perempuan. Akan saya uraikan di bagian lain ketika membahas Djoko Pring.

Selain falsafah tersebut, Pak Sunarto juga membabarkan makna falsafah lain, yang juga tertulis di batu nisan.

Trimah mawi pasrah
Suwung pamrih, tebih ajrih
Langgeng tan ono susah, tan ono bungah
Anteng manteng, sugeng jeneng
.

Secara ringkas, kalimat tersebut bermakna keikhlasan, rila dan menjauhi rasa takut terhadap apapun. Anteng manteng seperti huruf alif yang tertulis di atas makam beliau.

Diskusi sempat terhenti ketika ada tamu yang meminta Pak Sunarto untuk membuka pintu salah satu ruangan makam yang lain.

Selama kepergian Pak Sunarto, kami membaca pelbagai buku yang berisi ajaran-ajaran RMP. Sosrokartono dan buku yang ditulis oleh paguyuban Sosrokartanan yang berpusat di Surabaya.

Setelah Pak Sunarto kembali, diskusi kembali berlanjut. Tentang nama samaran RMP Sosrokartono yaitu, Mandor Klungsu dan Djoko Pring.

Mandor Klungsu. Klungsu merupakan biji pohon asem yang masih kecil, bijinya sangat keras.  RMP. Sosrokartono menamakan dirinya sebagai seorang Mandor atau pengawas Klungsu yang berarti selalu memandang ke bawah. Artinya senantiasa bersyukur.

Djoko Pring. Djoko berarti jejaka. Inilah pilihan hidup RMP. Sosrokartono, beliau memilih selibat. Inilah alasan, kenapa dia menolak dijodohkan dengan seorang gadis cantik asal eropa. Lalu Pring?. Berarti bambu. Dalam bahasa jawa kromo, pring berart Deling. Yaitu Kendel dan eling. Berani dan senantiasa eling.

Falsafah lain yaitu Ilmu kantong bolong. Beliau sangat loma, dermawan terhadap siapapun. Beliau tidak tega melihat penderitaan rakyat.

Beliau juga menjelaskan perihal doa RMP. Sosrokartono pada saat diminta mengatasi wabah di Sumatera. Doa tersebut diabadikan dalam bentuk prasasti yang juga ada di bagian makam RMP. Sosrokartono.

Di sela-sela perbincangan, saya juga sempat bertanya pada Pak Sunarto, yang manakah yang disebut pohon nagasari. Beliau menengok ke sebuah pohon di sebelah selatan makam RMP. Sosrokartono dan memberitahu bahwa pohon tersebut adalah pohon nagasari.

Tak terasa, waktu terus berjalan hari sudah semakin sore, kamipun mohon diri pada pak Sunarto.

sumber gambar : https://www.facebook.com/notes/487401854720301/

Tes Psikologi Bagi Pencari SIM A dan SIM C

Jumlah kendaraan bermotor baik mobil penumpang maupun sepeda motor di Indonesia kian hari kian bertambah. Berdasarkan data Korp Lalu Lintas Republik Indonesia, jumlah kedua jenis kendaraan bermotor tersebut pada tahun 2014 ini masing-masing naik 11 persen dari tahun 2013. Sepeda Motor berjumlah 86,253 juta unit. Sedangkan mobil penumpang berjumlah 10,54 Juta unit.

Sebenarnya tanpa melihat data statistik resmi dari POLRI, hanya cukup duduk sekian menit di tepi jalan raya di kota kecil seperti Purwodadi, saya pun tahu bahwa jumlah kedua jenis kendaraan tersebut memang mengalami kenaikan.

Akibat nyata bagi pertambahan sepeda motor tersebut salah satunya adalah semakin sesaknya jalan raya. Sesaknya jalan raya menimbulkan kemacetan dan juga laju kendaraan menjadi tidak lancar. Saat itulah dituntut kesabaran bagi para pengendara. Mengingat ,para pengendara  memiliki bermacam-macam karakter. Ada yang emosional, ada yang kurang sabar, ada yang sabar dan lain-lain. Ditambah lagi, tidak semua pengendara memiliki Surat Izin Mengemudi, terutama pengendara Sepeda motor.

Di jalanan, banyak kita lihat anak-anak SMP bahkan SD sudah mengendarai sepeda motor, padahal berdasarkan Peraturan Pemerintah no 44 tahun 1993 Pasal 211, “Untuk mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki surat izin mengemudi.”

Jika peraturan ini benar-benar ditegakkan, kemungkinan besar jumlah kendaraan yang beredar di jalan raya akan berkurang. Akan banyak kendaraan yang ditilang.  Akan tetapi pihak Kepolisian mungkin memiliki kebijakan dalam menerapkan Peraturan maupun Undang-undang.

Salah satu kebijakan yang akan dilaksanakan oleh Ditlantas Polda Jawa Tengah adalah  Uji Tes Psikologi bagi para pencari SIM A dan SIM C. Tes tersebut akan mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2014. Diharapkan, adanya tes tersebut akan mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. Hasil dari tes tersebut adalah pengendara yang sudah lolos tes Psikologi, sehingga tidak grusa-grusu saat berada di jalan raya.

Musim hujan di Purwodadi

Musim hujan telah tiba di kota Purwodadi. Air hujan Mengguyur alun-alun Purwodadi. Membasahi atap Pendopo Kabupaten, masjid Baitul Makmur,  Kantor Kodim, Kelenteng dan Gereja. Juga pepohonan sepanjang jalan R. Suprapto, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Suhada.

Sementara di desa-desa, suara katak bersahut-sahutan tiap malam. Tanah  yang semula kering kini telah basah.  Sumur yang sebelumnya kosong kini berisi air. Sungai Lusi yang sebelumnya tak mengalirkan air, kini telah menampakkan alirannya. Juga di beberapa sisi Jalan raya terlihat genangan air. Genangan itu tersibak saat sepeda motor melintasinya.

Para petani di Grobogan menyambut hujan dengan gembira. Setelah sekian lama sawahnya kering, ini saatnya bagi mereka untuk menanam padi. Baik dengan cara ulur ataupun nyebar benih padi.

Hujan atau presipitasi, termasuk yang mengguyur kota Purwodadi merupakan salah satu peristiwa alam, sebagaimana ketika pohon apel jatuh ke tanah atau munculnya rasa rindu terhadap seseorang, itu juga proses alami.

Adapun proses terjadinya hujan secara ringkas terangkum dalam siklus hidrologi yaitu sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.

Matahari memegang peranan penting dalam proses terjadinya hujan. Dia bertugas memanaskan air yang ada di bumi dan mengumpulkannya dalam bentuk awan. Kerja matahari seperti mesin sedot diesel yang menyedot air ke atas lalu menyemprotkan air tersebut ke bumi.

Itulah sekilas proses terjadinya hujan yang sudah berlangsung jutaan tahun hingga hari ini.

Saat hujan seperti ini saya teringat dengan peristiwa banjir yang terjadi pada tanggal 3 Desember 2011 di Kecamatan Grobogan dan sekitarnya. Hujan yang turun selama berjam-jam telah menyebabkan banjir bandang.

Saat itu, air hujan dengan deras mengguyur pegunungan kendeng, Jatipohon. Tanpa ada pepohonan, air tersebut tanpa halangan mengalir menuju ke bawah ke Grobogan, menyebabkan banjir bandang.

Setelah itu beberapa kali di Kabupaten Grobogan terjadi banjir yang cukup besar. Belajar dari pengalaman tersebut, sepertinya Pemerintah Kabupaten Grobogan sudah mengantisipasi agar aliran air sungai  bisa berjalan pada jalurnya, yaitu mengalir di sungai.  Terlihat, di sungai sepanjang Getasrejo- Grobogan dan sungai-sunga di desa-desa sudah diperdalam dengan menggunakan alat berat.

Mudah-mudahan hujan musim ini membawa berkah bagi semua manusia di Purwodadi Grobogan.

Cara Update Aplikasi Dapodik Versi 3.0.0 ke Versi 3.0.1

Bagi Operator Sekolah yang setiap hari bergelut dengan Aplikasi Dapodik 3.0.0, tentu mafhum bahwa aplikasi ini tidak bisa digunakan untuk mengubah nama dan tanggal lahir. Inilah barangkali yang membuat tim pembuat aplikasi Dapodik segera merilis Aplikasi Dapodik versi 3.0.1.

Berdasarkan informasi dari website resmi Dapodik, diumumkan bahwa setiap operator kudu segera meng-update atau memperbarui aplikasi dapodik versi 3.0.0 ke aplikasi dapodik versi 3.0.1. Setelah aplikasi dapodik terinstall pada perangkat komputer, setiap operator baru bisa mengubah nama dan tanggal lahir yang sebelumnya tidak bisa dilakukan pada versi sebelumnya.

Tetapi, pengubahan nama dan tanggal lahir pada aplikasi dapodik versi 3.0.1 ini dibatasi paling lama hingga tanggal 20 November 2014. Setelah lewat tanggal itu, perbaikan data (nama siswa dan tanggal lahir) akan dilakukan melalui mekanisme Verval Peserta Didik.

Untuk itu berikut langkah-langkah untuk meng-update aplikasi Dapodik dari versi 3.0.0 ke versi 3.0.1.

1. Pastikan di perangkat komputer tuan sudah terinstall Dapodik versi 3.0.0.

2. Unduh patch 3.0.0 ke 3.0.1

install dapodik

Gambar 1

 

Pilih yang patch 3.0.0 ke 3.0.1. Berarti tuan dan puan bermaksud memperbarui aplikasi dapodik dari versi 3.0.0 ke versi 3.0.1.  Tapi, jika tuan dan puan memilih installer dapodik 3.0.1, berarti tuan dan puan meng-install dari awal.

Atau langsung saja klik Unduh Patch / Update 3.0.0 ke 3.0.1

simpan pada pada komputer tuan dan puan.

3. Setelah tersimpan di komputer silahkan klik dua kali pada file yang bernama PatchDapodikdas301.exe.

4. Pilih Run

5. Ikuti terus hingga langkah terakhir. Proses ini memakan waktu kurang dari lima menit.

6.  Tanda keberhasilan adalah.

 

install dapodik 3

gambar 2

Menunggu Kereta di Tengah Kota Purwodadi

Bermula saat mengendarai sepeda motor dari arah Grobogan menuju ke Kota Purwodadi. Saya melintas di depan kantor Pos Purwodadi yaitu di Jalan Jenderal Sudirman. Tanpa sengaja saya menoleh ke arah kanan, ke arah jalan dengan rambu-rambu verboden alias dilarang masuk alias jalan satu arah. Jalan tersebut Jalan satu arah dari selatan, depan Foto Langgeng (Yat Hing).

Sekilas, ada sesuatu yang menarik di jalan yang agak mejeng tersebut. Ada yang berbeda dengan kondisi jalan mejeng tersebut. Ada benda yang selama ini terpendam di bawah aspal, kini terlihat jelas. Benda itu bernama rel kereta Api.

Timbul pertanyaan di dalam hati, apa mungkin jalur kereta api yang dulu pernah melintasi tengah kota Purwodadi akan diaktifkan kembali?

Mungkin iya, mungkin tidak. Sebelum peristiwa tersbut, saya memang pernah mendengar informasi tentang kemungkinan difungsikannya kembali jalur kereta api Purwodadi.  Stasiun Purwodadi akan difungsikan sebagaimana mestinya.

Menurut cerita ibu saya, sekitar empat puluh tahun yang lalu kereta api memang pernah melintas di tengah-tengah Kota Purwodadi. Melintas di perempatan bangjo Kencana.

Terlepas benar tidaknya rumor tersebut, menurut saya ada baiknya jalur kereta api purwodadi diaktifkan kembali. Mengingat harga BBM semakin melambung dan jalan raya yang semakin sesak, kereta api  bisa menjadi alternatif transportasi berdampingan dengan bus umum, mobil maupun sepeda motor.

Jika Semua Pegawai Wiyata Bakti Mengundurkan Diri

Keinginan Pemerintah Republik Indonesia untuk mencerdaskan rakyatnya layak disambut gembira oleh seluruh rakyat Indonesia. Keseriusan pemerintah tersebut tertuang dalam Pasal 31 ayat 1  dan 2 UUD 1945 yang masing-masing berbunyi, Setiap warga berhak  mendapat pendidikan dan Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.”

Berdasarkan pasal di atas, pendidikan merupakan hak dan kewajiban warga negara Indonesia dan pemerintah wajib untuk membiayainya. Hak dan kewajiban merupakan sesuatu yang bersifat memaksa. Rakyat “dipaksa” untuk bersekolah dan pemerintah “dipaksa” untuk membiayainya. Pemerintah wajib menyediakan tenaga pengajar, gedung dan sarana prasarana mulai dari  SD SMA.

Harus diakui bahwa ada begitu banyak sekolah yang tersebar di seantero Indonesia mulai dari jenjang SD hingga SMA sederajat. Akan tetapi kondisi dari berbagai sekolah tersebut tidak sama. Ada yang tempatnya bagus, sarana prasarana lengkap dan memiliki tenaga pengajar lengkap. Tapi tidak sedikit yang gedung sekolahnya rusak, sarana kurang lengkap dan kekurangan tenaga pengajar.

Pemerintah memang mampu menyediakan tempat,  tetapi belum mampu mempersiapkan Pegawai Negeri Sipil untuk mengajar di sekolah-sekolah tersebut.  Beruntung pemerintah Indonesia memiliki warga yang bersedia untuk membantu mengajar dengan gaji seadanya dan seikhlasnya. Warga tersebut saat ini kita kenal dengan tenaga wiyata bakti.

Pegawai wiyata bakti merupakan pegawai Non PNS yang bekerja di instansi pendidikan milik Pemerintah RI. Tenaga wiyata bakti itu melakukan pekerjaan yang sama dengan para Guru PNS. Perbedaannya cuma gaji yang terpaut jauh. Saya belum memiliki data berapa jumlah wiyata bakti di Indonesia, tapi mungkin jumlah wiyata bakti di Indonesia lebih banyak dibanding Guru atau karyawan yang berstatus PNS.

Sebagai contoh, di sebuah desa ada satu Sekolah Dasar yang hanya memiliki dua Guru berstatus PNS, sisanya adalah tenaga wiyata bakti. . Ini di pulau Jawa, di luar jawa mungkin lebih parah lagi. Ada gedung tapi tidak ada gurunya. Ada banyak lagi Sekolah Dasar dengan jumlah wiyata bakti lebih banyak dibanding PNS.

Sebagian pembaca mungkin  merasa ragu dengan komitmen Pemerintah untuk melaksanakan amanat UUD 1945.

Benarkah Pemerintah bersungguh-sungguh ingin mencerdaskan rakyatnya?

Kenapa tidak membuka lowongan pekerjaan sebagai Guru PNS?

Kenapa pemerintah justru seolah-olah memberi harapan palsu pada tenaga wiyata bakti ?

dan pertanyaan-pertanyaan lain.

Tetapi, kita pasti sepakat bahwa bangsa indonesia memiliki jumlah rakyat yang sangat banyak. Negara Indonesia juga bukan negara kaya yang bisa membayar semua tenaga pengajar di seluruh Indonesia atau membangun gedung dan melengkapi sarana prasarana di pelbagai sekolah.

Mau tidak mau, terpaksalah pemerintah memohon bantuan dari rakyatnya agar turut membantu pemerintah demi terwujudnya tujuan pendidikan yakni  mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tapi, sampai kapan pemerintah terus memanfaatkan kerelaan hati para pegawai wiyata bakti. Sampai kapan, pemerintah seolah-olah memberikan iming-iming status PNS. Kalau kata Arya Wiguna, “Sampai kapaaaaannnnnnn ??”

Jika kesabaran para pegawai wiyata bakti habis, mungkin mereka akan mengundurkan diri, siswa tidak memiliki guru, kegiatan belajar mengajar terhenti dan tujuan pendidikan nasional tak tercapai di negara ini.

Menukar e-ID BPJS dengan Kartu BPJS

Setelah berhasil  mendaftar BPJS secara online, saya langsung mencetak kartu E-Id BPJS. Dalam kartu tersebut tercantum bahwa, Kartu E-Id tidak wajib ditukar dengan kartu BPJS. Kartu Tersebut memiliki fungsi yang sama dengan Kartu BPJS yang dikeluarkan oleh kantor BPJS.

Syarat-syarat Ketentuan Umum E-Id BPJS :
1. e-ID ini diterbitkan oleh BPJS Kesehatan.
2. e-ID dibawa ketika berobat beserta Identitas lainnya
3. e-ID memuat identitas peserta BPJS Kesehatan dan memiliki fungsi sama dengan kartu peserta BPJS Kesehatan.
4. Penggunaan e-ID tunduk pada ketentuan perundangan yang mengatur BPJS Kesehatan
5. e-ID hanya dipergunakan untuk kepentingan pelayanan
6. Pemalsuan e-ID akan mendapat ancaman hukuman sesuai perundangan yang berlaku
7. e-ID dapat dicetak dengan tinta hitam

Ketentuan tersebut tercantum di kartu BPJS. Meskipun demikian saya mencoba menukarkan E-ID dengan kartu BPJS di kantor BPJS yang terletak di Jalan Kartini, depan SMP Negeri 6 Purwodadi.

Tiba di kantor BPJS sekitar jam 07: 20 WIB. Pintu kantor BPJS masih tertutup, tapi di depan pintu tersebut, sudah ada sekitar 20 orang yang sedang mengantri.

Pukul 07:30 WIB kantorpun dibuka. Satu persatu para pengantri mulai masuk ke kantor yang berukuran mungil tersebut.

kira-kira pukul 08:30 saya mendapat giliran. Begitu masuk ke kantor BPJS, saya disambut petugas. Setelah itu saya diminta masuk ke sebuah ruangan kecil. Ternyata, setiap pengunjung wajib diedukasi oleh petugas BPJS.

Proses sosialisasi BPJS berlangsung sekitar 20 menit. Setelah itu, bagi yang formulirnya sudah lengkap, bisa langsung mengantri untuk diproses, bagi yang belum harus mengisi dulu.

Karena formulir saya sudah lengkap, maka saya langsung antri. Proses penggantian kartu hanya memakan waktu 4 menit. Setelah e-Id dan berkas-berkas pendukungnya yaitu selembar fotokopi KTP dan selembar Fotokopi KK saya serahkan. Petugas pun segera mencetak Kartu BPJS.

Akhirnya e-ID berhasil saya tukar dengan Kartu BPJS.

Pengalaman Mendaftar BPJS Online

Bermula dari cerita orang tua, teman-teman dan dari berbagai media massa tentang betapa hiruk-pikuknya pendaftaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS ).  Maka saya mencoba mencari alternatif lain untuk mendaftar BPJS.

Tumpuan saya adalah google.com, melalui website tersebut saya menemukan cara mendaftar BPJS secara online.

Berikut adalah langkah-langkah yang pernah saya lakukan :

1. Langkah pertama silakan klik http://bpjs-kesehatan.go.id/index.php/home.

Setelah itu pilih menu Layanan->Pendaftaran Peserta.

 

bpjs 1

 

2. Submenu pendaftaran Peserta berisi halaman yang berisi tata cara pendaftaran dan langkah-langkah yang harus anda lakukan jika ingin mendaftar.

Jika anda merasa sudah cukup jelas anda bisa melanjutkan langkah berikutnya dengan meng-klik tombol “Pendaftaran”

bpjs 2

3. Setelah mengklik tombol pendaftaran, anda akan langsung dibawa pada halaman Identitas. silakan isi formulir yang sudah disediakan. Isilah dengan Data yang sebenar-benarnya dan isilah dengan huruf KAPITAL.

BPJS 3

Petunjuk pengisian :

  1.  No. Registrasi dikosongkan saja, akan terisi jika semua isian sudah benar.
  2. NIK/No. eKTP silakan isi dengan nomor NIK/ e-KTP .
  3.  Nama Lengkap isi dengan nama lengkap anda.
  4. Jenis Kelamin, pilihlah sesuai jenis kelamin anda dengan cara mengklik tanda panah kebawah.
  5. Tempat Lahir
  6. Tanggal lahir ketik langsung, misal jika anda lahir pada 10/10/1980, maka langsung saja ketik tanpa menggunakan garis miring.
  7. Status Pernikahan, pilih dengan cara mengklik tanda panah kebawah.
  8. Hubungan Keluarga tidak perlu diisi
  9. No. Handphone 
  10. NPWP
  11. Kewarganegaraan, pilih dengan cara meng-klik tombol yang berisi titik-titik
  12. Kelas Perawatan, isi sesuai kemampuan anda
  13. Iuran anda adalah Rp. Terisi otomatis setelah memilih kelas perawatan.

4. Dari halaman Identitas, anda harus beralih ke halaman Alamat.

bpjs 4
petunjuk pengisian :

  1. Alamat isi alamat sesuai ktp tanp rt/rw
  2. RT/RW, isi RT/RW
  3. Kode Pos
  4. No Telp Rumah, isi jika memiliki no telpon rumah
  5. Kelurahan/ Desa. Cara mengisi formulir ini yaitu dengan mengklik tombol bergambar “keker”, sesuai petunjuk di atas.bpjs 5
  6. No Kartu Keluarga, isi no Kartu Keluarga

5. Selanjutnya pilih halaman Faskes Tingkat 1.

bpjs 6

isi semua formulir dengan cara mengklik tombol bergambar keker.

6.  Pilih halaman No. Rekening Bank

bpjs 7

 

Isi dengan nomor dan nama pemilik rekening.

7.  Masukkan alamat email dan tekan tombol simpan. bpjs 8

Jika pendaftaran anda berhasil, akan muncul keterangan bahwa link aktivasi pendaftaran telah dikirim.

8. Cek email anda. Jika anda sudah siap untuk membayar paling lama 24 jam, silakan klik link aktivasi pendaftaran.

bpjs 9

 

 

 

bpjs 10

catatan : Link Cetak e-ID BPJS-Kesehatan disini  hanya akan muncul setelah anda membayar iuran BPJS sesuai dengan Nomor Virtual Account anda.

contoh e-id BPJS yang saya ambil dari akun twitter @BPJSKesehatanRI.

bpjs 11

 

 

 

Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.(Pasal 28H ayat 1 UUD 1945)

Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. (Pasal 34 ayat 3 UUD 1945)

Negara Perampok !

Dia dikenal dengan nama Johny Indo. Seorang pria indo yang bapaknya adalah seorang anggota Koninklijk Leger (KL), tentara reguler Belanda yang dikirim ke Indonesia. Pada masanya, dia dikenal sebagai perampok toko emas di Jakarta yang merampok pada siang hari.

Selain Johny Indo, pada masa itu ada juga nama-nama seperti Slamet Gundul dan Kusni Kasdut.

Mereka adalah perampok legendaris yang kerap kali baku hantam dan baku tembak melawan aparat. Tak jarang, di kedua belah pihak ada yang terbunuh, tertembus peluru.

Lalu apa dasarnya ketiga orang itu merampok. Dari ketiga orang tersebut mereka memiliki latar belakang yang sama, yakni kemiskinan dan kelaparan.

Merampok dan menjadi musuh negara bukanlah cita-cita mereka.

Kusni kasdut bahkan adalah seorang mantan pejuang yang gigih pada era revolusi. Hanya karena tidak memiliki ijazah yang layak, ia tidak didaftar oleh A.H. Nasution sebagai TKR. Maka, ketika perut lapar, kebutuhan tak tercukupi, terpaksalah menjadi perampok yang kejam.

Tapi sekejam-kejam dan sejahat-jahatnya mereka, masih kalah dengan perampok-perampok raksasa yang anggota komplotannya mencapai ribuan (bandingkan dengan komplotan Johny Indo yang mungkin hanya puluhan orang).

Johny Indo dkk hanya merampok barang-barang di Indonesia. Tapi perampok raksasa itu bukan hanya merampok barang tapi juga merampok wilayah.

Perampok tersebut berasal dari benua Eropa, bernama Portugis (Portugal), Spanyol, Inggris, Belanda dan satu lagi dari Asia yakni Jepang. Nama lengkap untuk perampok-perampok itu sebenarnya adalah Komplotan Portugis, Komplotan Spanyol, Komplotan Inggris, Komplotan Belanda dan Komplotan Jepang.

Apa yang mendasari negara perampok itu merampok. Tidak lain dan tidak bukan karena perut lapar dan untuk mencukupi kebutuhan dan keinginan mereka. Artinya mereka sebenarnya hidup dalam kemiskinan dan butuh perbaikan taraf ekonomi . Dan satu-satunya jalan bagi mereka untuk membebaskan diri dari belenggu kemiskinan dan kelaparan adalah dengan merampok wilayah yang lebih kaya. Sama dengan Johny Indo, Slamet Gundul dan Kusni Kasdut, merampok orang kaya.

Wilayah itu salah satunya bernama Nusantara, yang saat ini kita kenal dengan nama Indonesia.

Maka, dimulailah perjuangan melepaskan diri dari belenggu kemiskinan. Kapal berlayar, biduk terkembang, mengarungi samudera luas nan tak bertepi dan tak berujung.

Kata Stamford Raffles dalam buku History Of Java, Perampok yang bernama Komplotan Portugis akhirnya tiba lebih dulu di nusantara pada tahun 1510. Setelah itu disusul perampok-perampok yang lain, yaitu Komplotan Spanyol, kemudian Komplotan Belanda, komplotan Inggris dan komplotan Jepang.

Di antara negara perampok tersebut yang paling lama merampok adalah Komplotan Belanda. Belanda merampok selama 350 tahun. Sementara komplotan Jepang selama 3,5 tahun. Sementara, kelompok lain hanya beberapa tahun saja.

Mengapa Belanda berhasil merampok selama itu?

Itu sebenarnya bukanlah keberhasilan, tapi kebodohan dan keserakahan Belanda sendiri. Inggris, Portugis dan Spanyol tak butuh berlama-lama di nusantara, mereka merampok secukupnya. Setelah cukup mereka pun pergi ke negara asalnya.

Tapi beda dengan Belanda. Mereka sangat serakah. Dan juga selama proses perampokan di nusantara terjadi berbagai hal yang tidak diduga. Anggota komplotan Belanda banyak yang saling menipu dan melakukan korupsi yang akhirnya merugikan Kerajaan Belanda sendiri selama bertahun-tahun. Butuh ratusan tahun untuk mengembalikan kerugian itu. Ditambah dengan sifat serakah mereka. Itulah makanya Belanda bercokol sangat lama di nusantara.

Tapi itu sudah berlalu, lupakanlah masa lalu, jadikan pelajaran semata. Ambil hikmah, ambil indahnya, kata Bang Iwan Fals.

Sebagaimana Johny Indo yang akhirnya bertaubat dan mendakwahkan Islam atau Kusni Kasdut yang sebelum mati menjadi pemeluk Katolik yang taat, Komplotan-komplotan perampok dari Eropa dan satu dari Asia itu, kini sudah bertaubat juga. Mereka sudah berhenti merampok dan sekarang menjadi sahabat karib bangsa Indonesia.

Kita sebagai bangsa Indonesia, seharusnya juga maklum ketika negara-negara miskin itu merampok negara kaya seperti Indonesia. Karena tanah yang subur ini adalah titipan Tuhan yang mungkin harus kita distribusikan kepada negara-negara miskin seperti Jepang, Belanda, Inggris, Spanyol, Portugal. Dan kini tak terhitung lagi negara-negara yang hidupnya sangat bergantung dengan Bumi nusantara dan rakyat Indonesia.

Ing Kene, Ngene, Saiki Aku Gelem

 “Piye leIsih penak zamanku to”, begitulah bunyi monumen penyesalan yang ditulis oleh para sopir truk. Tertulis dan terlukis di bak belakang truk-truk mereka. Mereka membayangkan bisa mengulang masa lalu bersama Pak Harto yang sudah meninggal dunia.

Segala sesuatu menjadi sangat berharga ketika sudah berlalu dan sudah tidak ada di samping kita. Melahirkan sesal yang tak terkendali.

Ing Kene, Ngene, Saiki, Aku Gelem”, kata Ki Ageng Suryomentaram. Melalui pergulatan kehidupan yang panjang dan dengan kalimat yang sangat sederhana beliau menjawab segala kegelisahan jiwa umat manusia. Beliau menunjukkan pada kita bahwa sesal tak berguna. Bahwa kehidupan adalah Ing Kene, Ngene, Saiki, Aku Gelem.

Ing kene (di sini), menunjukkan tempat. Di manapun berada kita harus gelem. Di tengah hutan atau di tengah kota dengan segala gemerlapnya. Di dalam gubuk bambu reot yang yang sangat sederhana atau di rumah mewah berhalaman satu hektar. Kita ikhlas dan rela berada di berbagai tempat.

Ngene. Ini menggambarkan keadaan atau kondisi. Kita ikhlas saat sakit. Ikhlas saat sehat. Kita ikhlas dianugerahi kulit berwarna cokelat, kulit berwarna hitam atau kulit berwarna putih. Kita juga ikhlas dianugerahi hidung pesek atau hidung mancung. Kita ikhlas dengan rambut kita yang berwarna hitam, merah, rambut keriting atau rambut lurus. Kita ikhlas menjalani kemiskinan atau menjalani kekayaan. Kita ikhlas menjalani takdir menjadi Presiden atau pesinden. Menjadi aparat atau  rakyat. Kita ikhlas saat bekerja keras. Bahkan ikhlas saat  tidak berprofesi apapun.

Saiki.(sekarang). Ini menggambarkan waktu. Kita harus ikhlas dan rela berada pada saat ini. Bukan kemarin dan bukan yang akan datang. Dengan ikhlas berada pada waktu sekarang, kita tak akan dibayang-bayangi masa lalu dan tidak merasa dikejar kejar oleh masa depan.

Aku Gelem. Aku bersedia, aku mau. Ya, Aku ikhlas, rela, lila, rila legawa menjalani semua itu tanpa sedikitpun ada penyesalan, tanpa sedikitpun ada kebimbangan dan keraguan. Karena semua itu adalah yang terbaik.

arif.rahmawan located at 511/67 Huynh Van Banh , Ho Chi Minh, VN . Reviewed by 34 customers rated: 4 / 5