Showing posts with label Kumpulan Puisi Islami. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Puisi Islami. Show all posts

Tuesday, November 28, 2017

Puisi Maulid Nabi Muhammad Sedih Menyentuh Hati

Perayaan Maulid nabi telah tiba. Sebuah perayaan untuk mengenang kelahiran nabi Muhammad , sang pemimpin umat Islam yang begitu dikagumi seluruh dunia. Di pelbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia, umat Islam merayakan dengan caranya masing-masing. Pada saat-saat seperti inilah rasa rindu kepadamu muncul menghentak-hentak kalbu dan membuat menangis meneteskan air mata kerinduan.

Muhammad, yaaa Muhammad. Nama itu begitu terkenal di seluruh muka bumi ini. Nama yang menggetarkan jiwa kala mengucapnya. Nama yang begitu indah diucapkan. Nama yang diucapkan oleh miliaran manusia dari dulu hingga nanti.

Entah sudah berapa bait bait puisi yang begitu indah ditulis untuk mengenang Nabi yang begitu dicintai seluruh umat Islam. Barzanji, Shalawat Tahrim dan juga lagu-lagu penuh makna yang bercerita tentang keagungan Rasulullah. Kami semua rindu kepadamu ya Rasulullah.

Puisi puisi di bawah ini merupakan puisi yang menyentuh hati tentang Maulid Nabi Muhammad.


Marhaban ya Rasulullah

Allah telah menetapkan hari kelahiranmu
pada salah satu hari
pada bulan rabiul awal
tahun gajah

Engkau dilahirkan
dari rahim ibunda tercinta
bernama Aminah binti wahab

Ayahmu bernama Abdullah bin Abdul Muthalib
yang telah meninggal
sebelum engkau lahir

Oleh kakekmu, Abdul Muthalib
engkau diberi nama Muhammad

"Aku mengharap dia terpuji berkali-kali
di langit dan di bumi"

itulah kata beliau

baca juga : Puisi Islami tentang Nabi Muhammad

Ya Rasulullah
kehadiranmu ke dunia ini
bukan hanya menghapus duka ibunda

melainkan juga menerangi dunia
hingga kiamat kelak

Engkaulah pelita yang tak akan padam
Engkaulah cahaya abadi
bagi dunia

Marhaban ya Rasulullah
Shalawat salam selalu tercurah kepadamu....

Menjelang Kelahiranmu...

Seorang ibu muda
terpekur sendiri di kamarnya
yang sederhana

usia kandungannya
telah mendekati saat kelahiran

Sepasang matanya berkaca-kaca
terkenang ia dengan suami tercinta
yang telah dipanggil Allah Taala

Bayi itu
ya
Bayi itu
dinantinya dengan penuh pengharapan
sebagai pengobat dukalara

Akhirnya tiba juga saatnya
Hari Senin
Dua belas rabiul Awal tahun Gajah,\
lahirlah sang bayi tercinta
ke dunia
menghapus air mata ibu tercinta
menggantinya dengan rasa haru dan bahagia

Dialah yang kemudian hari
diberi nama Muhammad
oleh Abdul Muthalib

Shalawat serta salam tertuju kepadamu
Ya Rasulullah.....


baca juga : Puisi Islami tentang Hijrah Nabi

Maulidmu ya Rasulullah


Hari lahirmu telah tiba
Hari yang penuh sejarah
bukan hanya bagi ibu tercinta
namun juga bagi seluruh umat manusia di dunia

Maulidmu ya Rasul
diperingati dengan
penuh kekusyukan

Kami semua mensyukuri kelahiranmu
ke dunia ini

Engkaulah teladan umat manusia
yang dikirim Allah
ke dunia ini

Maulidmu Ya Rasul
kami peringati
dengan `penuh rasa haru

terkenang dengan masa kecilmu
yang penuh dengan kisah sendu

namun kau bisa melewati
semua itu

Allah telah menuntun jalanmu

Maulidmu ya Rasul
Maulidmu ya Rasul
kusambut dengan
Shalawat kepadamu...

Thursday, October 19, 2017

Kumpulan Puisi Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019



Hari Santri Nasional 22 Oktober menjadi penanda bahwa pernah terjadi peristiwa yang melibatkan kaum ulama, santri dan masyarakat di Jawa Timur. Peristiwa tersebut adalah munculnya Resolusi Jihad.

Dalam rangka turut menyemarakkan hari Santri Nasional, di bawah in, kumpulan puisi Hari Santri Nasional.

Selamat Hari Santri 22 Oktober 2019


Hari masih begitu gelap
hanya sunyi dan dingin
yang terasa

Namun
aku harus segera bergegas bangun
kutanggalkan
rasa kantuk dan rasa malas

lalu segera kuangkat kakiku
melangkah menuju masjid

Hari ini tugasku
tuk mengumandangkan azan
melaksanakan perintah Allah

mengajak mereka bangun pagi
dan menunaikan salat Subuh

Hari yang gelap
sunyi dan dingin

seketika retak
kala azan kukumandangkan
lantunan itu menggema
membangunkan setiap muslim
tuk memulai hari dengan Salat
dan zikir setelahnya

Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019


Kepada Ibu yang Mencintaiku dan Ayah yang Menyayangiku


Ibu
Aku ingin bercerita kepadamu
tentang jalan hidup yang kulalui
kala jauh darimu

Kuharap
Bacalah bersama dengan Ayah


Ibu
Rasanya baru kemarin
Aku bercengkerama setiap hari
dengan Ibu dan tentu saja ayah

Setiap pagi
masih lekat dalam ingatanku
rengekan manjaku memanggil namamu
Ibuuu

Ibupun segera datang
menggendongku dengan penuh kasih sayang
hingga akhirnya aku kau mandikan
kemudian kau suapi aku

Ibu
semua itu begitu melekat dalam ingatanku
Namun kutahu
aku tak boleh terus bermanja-manja
karena hidup tak akan mudah kau taklukkan dengan sifat manja
itu kata ayah

Hingga akhirnya
dengan tekad bulat
Ibu dan Ayah
mengantarku ke pondok pesantren

Terbata-bata bibir ibu dan ayah
kala mengucapkan pesan-pesan perpisahan
"Jaga dirimu baik-baik, Nak"
Kata-kata tak lagi bisa ibu teruskan
karena pipi telah basah oleh air mata
Ibu pasti sedih berpisah denganku
sebagaimana aku

Namun Ibu
Di pondok pesantren ini
aku ditempa dengan berbagai kegiatan
yang membuatku semakin mandiri
dan kreatif hari demi hari

Ibu dan ayah aku percaya atas dasar cintalah
Ibu berbesar hati mengirimkan aku
ke pondok pesantren

Aku percaya
Ibu dan ayah hendak membekaliku dengan bekal
untuk kehidupan dunia dan akhirat

terima kasih Ibu dan Ayah

Santri dan Bela Negara

Melalui sejarah bangsa Indonesia
kita melihat begitu banyak yang berperan
dalam merebut kemerdekaan

Sebuah peristiwa heroik
telah terjadi di negeri ini

Pada tanggal 22 Oktober 1945
Resolusi Jihad
digelorakan oleh K.H. Hasyim Asyari
bersama dengan alim ulama, santri dan masyarakat Surabaya

pekik takbir berkumandang
memenuhi angkasa

penjajahan harus dienyahkan
dan dimusnahkan dari bumi nusantara

dan puluhan tahun setelah itu
bangsa ini mengenang peristiwa penting tersebut
dengan menandai tanggal tersebut
sebagai Hari Santri Nasional

Rayakan
namun ingatlah sejarah 

peperangan antara hidup dan mati
pernah terjadi pada hari itu

Saturday, June 10, 2017

Puisi Islami Isra Mi'raj Untuk Anak SD, SMP dan SMA



Puisi kali ini mengambil tema tentang Isra Mi'raj. Sebuah proses perjalanan yang dilalui Nabi Muhammad hingga menerima wahyu Salat Lima Puluh Waktu. Dalam riwayat diceritakan bahwa proses menerima wahyu Salat berlangsung cukup panjang hingga akhirnya Rasulullah menerima wahyu Salat Lima Waktu

Semua Puisi di bawah ini merupakan karya: Arif Rahmawan

Perjalanan Suci Isra Mi'raj

Dengan izin Allah
Dalam waktu yang secepat kilat
diberangkatkanlah Rasulullah
dari Masjidil Haram Makkah menuju Ke Masjidil Aqsa
di Palestina

Perjalanan Isra berlanjut menjadi perjalanan Miraj
dari Bumi Ke Sidratul Muntaha
di sana Rasulullah bertemu dengan keagungan Allah
diperintahkanlah untuk Salat Lima puluh waktu

Perintah dirasa berat
Allah akhirnya mengizinkan Rasulullah
dan umat Islam menjalankan Salat Lima Waktu

Ujian keimanan terhadap umat Islam
dilakukan seketika itu
mereka yang percaya dengan kisah Rasulullah
adalah mereka yang beriman dengan sepenuh iman

Dialah Abu Bakar Assidiq
seorang saudagar kaya
yang tak pernah meragukan sedikitpun
perkataan dari Rasulullah

baginya Rasulullah adalah Al Amin

Isra Miraj Rasulullah
adalah momentum bagi umat Islam
untuk menegakkan tiang agama
Salat Lima Waktu

Peringatilah peristiwa Isra Mi'raj dengan Salat lima waktu
setiap hari

Puisi Islami tentang Dosa



Puisi Islami yang akan saya tulis di bawah ini mengambil tema tentang dosa. Dosa merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah namun tetap dilakukan oleh umat Islam.

Istighfar Memohon Ampun


Terpekur aku dalam hening suasana masjid malam ini
dalam alunan zikir lirih yang kulantunkan
beriringan dengan suara tadarus

sunyi malam ini
namun hatiku sungguh riuh dengan berjuta penyesalan

dalam pejam mataku terbayang-bayang semua kesalahan
dan dosa yang telah kuperbuat

dosa kepada Ayah dan Ibu yang telah membesarkanku
Aku telah melakukan kesalahan-kesalahan
berulang-ulang
hingga menyakiti hati mereka

Ya Allah, karuniakanlah umur panjang bagiku
dan orang tuaku
agar masih bisa kutebus semua dosa-dosaku kepada-Mu
atas perbuatan buruk yang selama ini kulakukan pada orang tuaku

Terkenang pula semua dosa-dosa dan kejahatan yang kuperbuat
kepada sesama manusia
bahkan kepada diriku
sendiri

yang telah menyia-nyiakan waktu dan mengabaikan
semua perintah-Mu ya Allah

Dalam linang air mata
kuberserah dan memohon agar
Engkau memberi kesempatan bagiku
untuk memperbaiki diri....

Aku bertobat ya Allah...

Puisi Islami tentang Hijrah Nabi Muhammad



Di bawah ini merupakan puisi tentang hijrah dan maknanya bagi umat Islam. Perjalanan hijrah memberikan pelajaran bagi kita semua. Tidak mudah membangun sebuah peradaban baru. Rasulullah dengan visi dan misinya yang begitu hebat berhasil mengubah wajah sejarah.


Menapaki Jejak Hijrah Rasulullah


Di kota Makkah
Tekanan terhadap Rasulullah
semakin keras dan bertubi-tubi

Jika hanya Rasul yang diperlakukan semena-mena
tak jadi soal sebenarnya

Namun, tekanan juga ditujukan kepada siapa saja
yang memeluk agama Islam

Tidak ada pilihan lain
Rasulullah harus hijrah

Tengah malam sunyi
berangkatlah Sang Nabi
hanya diantar Abu Bakar Assidiq

menembus kegelapan malam
menjemput masa depan Islam di Kota Yatsrib

Di sanalah Islam tersebar dengan damai
hingga hari ini

Hijrah memberi hal penting bagi kita semua
jika tidak ada pilihan lain dalam hidupmu
berhijrahlah....

Jika sudah memiliki visi dan misi yang kuat
berhijrahlah

dengan sekuat tenaga.

Puisi Islami Cinta Dalam Diam



Lagi-lagi saya akan menulis puisi tentang Cinta, namun kali ini cinta dalam perspektif Islam yang saya pahami. Tema puisi kali ini adalah puisi cinta dalam diam.


Usai Sudah Cinta yang Pernah Kusimpan

Terduduk aku di atas kursi kayu di ruang kamarku
tanganku bergetar kala memegang sepucuk surat undangan
yang bertuliskan
namamu..
namamu....

Nama yang selalu kusebut lirih saat malam-malam sunyi
hanya Allah dan aku yang mampu mendengarnya
serta kesunyian itu sendiri

Pedih kurasakan
melihat namamu tertera dalam surat undangan berwarna biru

bersama nama lain yang tak kukenal

Oh, kekasih
selembar surat yang tergeletak di mejaku siang tadi
telah menghapuskan seluruh harapanku kepadamu
bagai sebuah penghapus karet
menghapus tulisan pensil di selembar kertas

usai sudah harapanku kepadamu selama ini
Cinta dalam diam yang kupendam
harus kuakhiri mulai saat ini

namamu yang selalu kusebut dalam doaku kepada Allah
bayang-bayang wajahmu yang selalu menjadi pengantar tidurku
harus kuusir

Hanya doa kupanjatkan
semoga pernikahanmu 'kan
mengantarmu menuju keluarga sakinah mawadah warahmah

Biarkan malam ini
dalam sujudku
aku melepas
satu persatu huruf yang menyusun namamu
dan memusnahkan bayang-bayang wajahmu

Puisi Islami Menyambut Idul Fitri 1438 H/ 2017



Idul Fitri, hari raya yang begitu agung, telah tiba di depan mata. Miliaran umat Islam di seluruh dunia akan merayakan dengan penuh kegembiraan. Puisi di bawah ini merupakan puisi Islami tentang Idul Fitri 1438 H / 2017 M.

Merayakan Idul Fitri


Alunan Takbir bertalu-talu dilafalkan dengan kesungguhan diri
menandakan tunai sudah Ramadhan tahun ini
berpuasa telah dilakukan sepanjang hari
berharap pahala ibadah puasa diterima Sang Penguasa Semesta ini

Inilah hari kemenangan Idul Fitri
hari kemenangan seluruh umat Islam yang berpuasa di bulan suci
berbondong-bondong kaum muslim melangkahkan kaki
Menuju masjid tuk tunaikan salat setahun sekali

Ayah Ibu berjalan bergandeng bersama putra-putri
sesekali melempar senyum pada siapa saja yang dilewati
Kebahagiaan yang dirasakan oleh hati
jelas terpancar dari wajah yang berseri-seri

berdiri dalam barisan yang sangat rapi
Kusyuk beribadah dipimpin oleh Imam yang mumpuni
Puji syukur ke hadirat Ilahi
terlahir di dunia hanya untuk memuji

Umat Islam merayakan dengan berbagai tradisi
Mereka yang tersebar di seluruh antero negeri
saling mengucapkan permohonan maaf tulus dari hati
saing mendoakan agar kebahagiaan selalu mewarnai hari-hari

menuju bangsa Indonesia yang makmur serta diridhai
bersama-sama saling membahagiakan dalam dekapan cinta Ilahi

Taqaballahu minna Wa Minkum
Wasiyamana Wasiyamakum
Minal Aizin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Batin