Showing posts with label RA Kartini. Show all posts
Showing posts with label RA Kartini. Show all posts

Tuesday, April 18, 2017

Contoh Pidato Dalam Rangka Hari Kartini 21 April 2018

Raden Ajeng Kartini (R.A. Kartini) ditetapkan sebagai pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI (Ir. Soekarno) No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964. Sosok perempuan putri seorang bupati Jepara tersebut dianggap telah memperjuangkan dan mengilhami gerakan emansipasi wanita di Indonesia. Pada saat Kartini hidup, kaum perempuan mengalami banyak "penindasan" yang dilakukan oleh para pria. Para Pria menganggap perempuan tak layak sederajat dengan pria.
Untuk mengenang perjuangan Kartini, kali ini akan saya tulis contoh pidato dalam rangka hari kartini 21 April.



Pidato di Sekolah

Contoh 1

Yang Terhormat Kepala Sekolah....
Yang saya hormati para guru dan karyawan SDN....
Yang saya banggakan para siswa siswi SDN....

Assalamualaikum Warrah matullahi wabarakatuh

Rasa syukur terhadap kebesaran Tuhan semesta Alam, Allah Subhanallahu wataala senantiasa kita haturkan melalui lisan maupun perbuatan atas nikmat dan karunia yang selalu terlimpah pada kita

Shalawat dan salam selalu terucap kepada Rasulullah Muhammad Salallahu Wassalam, semoga kita selalu mendapat syafaatnya pada hari kiamat.

Anak-anakku, siswa SD N..... yang saya banggakan, berbahagia sekali pada kesempatan pagi ini, 21 April 2017 kita semua berkumpul dalam rangka peringatan Hari Kartini. Tanggal tersebut merupakan hari kelahiran sang pahlawan emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini, 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Saat itu, ayahnya adalah seorang Bupati Jepara yang bernama  Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Ibunya bernama M.A. Ngasirah putri dari Kiai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur Jepara.
Semasa hidupnya, Raden Ajeng Kartini hidup dalam lingkungan keluarga bangsawan. Akan tetapi, ketika beranjak remaja, Raden Ajeng Kartini menemukan banyak kejanggalan yang tidak sesuai dengan hati nuraninya

Raden Ajeng Kartini melihat sebuah kondisi yang dianggapnya melanggar nilai-nilai kemanusiaan. R.A. Kartini menganggap bahwa perempuan pada zamannya hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Salah satu hal yang membuatnya merasa ingin berontak terhadap norma yang berlaku adalah ketika dia hanya diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan hanya sampai tingkat Sekolah Dasar. Karena tidak ada gunanya bersekolah tinggi karena akhirnya para perempuan itu hanya akan merawat anak, merawat suami, memasak di dapur, mencuci piring dan semua pekerjaan rumah tangga lainnya. Bahkan pada saat itu, perempuan pada usia 12 tahun harus dipingiat.

Perempuan juga dilarang bekerja menjadi amteenar (PNS) dan tidak diperbolehkan memiliki cita-cita tinggi lainnya. Semua ketidakadilan itu membuat hati Kartini merasa sangat sedih. Ia lalu menulis surat kepada sahabatnya di negeri Belanda yang berisi kegelisahannya terhadap kondisi perempuan Indonesia. Ia menghendaki agar perempuan memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan kaum pria, tidak sekadar hanya sebagai pengurus rumah tangga.

Perjuangan Kartini, tidak berhenti di situ, untuk mengangkat derajat kaum perempuan, beliau mendirikan banyak sekolah khusus perempuan seperti sekolah menjahit, menyulam dan lain-lain.
Akan tetapi, Perjuangan Kartini harus terhenti, pada tanggal 17 September 1904 Raden Ayu Kartini meninggal dunia dalam usia 25 tahun setelah melahirkan putra pertamanya. Marilah sejenak kita mendoakan beliau agar senantiasa mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dengan membaca Alfatihah bersama-sama.

Alfatihah......

Selesai....

Untuk itu, anak-anakku semua, perjuangan Kartini, harus diteruskan oleh kalian semua, jangan malas, giatlah belajar, bersemangatlah mengikuti pelajaran, jangan lupa mohon doa restu orang tua  adan berdoa agar cita-cita kalian tercapai.

Demikian yang bisa saya sampaikan, atas kesalahan yang terucap saya mohon maaf.

Wabilahi taufik walhidayah, wassalamualaikum Warrahmatullahi wabarakatuh


Contoh 2 


Yang Terhormat Kepala Sekolah Dasar....
Yang saya hormati para guru dan karyawan SDN....
Yang saya banggakan para siswa siswi SDN....

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua
Om Swasti Astu

Puji syukur senantiasa kita panjatakan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas karunianya berupa nikmat sehingga kita bisa berkumpul di sini dalam kegiatan upacara peringatan hari Kartini yang kita peringati setiap tanggal 21 April.

Kartini dilahirkan pada tanggal 21 April, 138 tahun yang lalu di kota Jepara Jawa Tengah. Rumah di mana Kartini masih ada hingga sekarang, menjadi Pendopo Kabupaten Jepara. Kartini Wafat di Kota Rembang, pada tanggal 17 September 1904 dalam usia 25 tahun, berselang empat hari setelah melahirkan putra pertamanya.

Marilah, untuk sejenak kita berdoa pada Tuhan, untuk mengenang dan mendoakan agar Kartini mendapat kebahagiaan di sana.

Berdoa mulai...
selesai....

Semasa hidupnya, sejak kecil Kartini tumbuh dan berkembang dalam lingkungan kaum bangsawan yang serba berkecukupan. Namun sayang, meskipun hidup dalam lingkungan bangsawan, Kartini tidak merasakan kebahagiaan. Ia harus menerima kenyataan bahwa kaum perempuan pada zamannya diperlakukan dengan tidak adil oleh kaum pria. Jika kaum pria bebas untuk melakukan segala sesuatu misalnya bercita-cita tinggi atau memilih berbagai macam pekerjaan. Kaum perempuan hanya diperbolehkan memiliki satu cita-cita, menjadi ibu rumah tangga.

Hal tersebut membuat Kartini merasa sedih. Dalam kesedihannya, ia menulis surat kepada sahabatnya seorang perempuan Belanda bernama Rosa Abendanon. Ia mencurahkan segala isi hatinya kepada sahabatnay tersebut terutama tentang berbagai ketidakadilan yang dialami kaum perempuan. Kartini berharap bahwa kaum perempuan memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan kaum pria. Itulah yang saat ini kita kenal dengan emansipasi wanita.

Dalam rangka mewujudkan cita-citanya, Kartini juga mendirikan berbagai sekolah khusus untuk kaum perempuan misalnya sekolah menjahit, menyulam dan berbagai keahlian lainnya.

Anak-anakku semua
Marilah kita teruskan perjuangan Kartini agar tidak sia-sia. Belajarlah kalian dengan giat, jangan malas belajar. Rajinlah selalu membaca buku, patuhilah nasihat guru dan orang tua agar kalian bisa meraih cita-cita.

Demikian yang saya sampaikan, atas kesalahan saya mohon maaf

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Friday, April 14, 2017

Kumpulan Puisi Pendek Tentang RA Kartini, Terbaru 2018

Telah terpatri Namamu

Telah terpatri
Namamu
Sebagai perempuan pemberani
Dengan cita-cita mulia

Telah terpatri
Namamu dalam lubuk jiwa
Para perempuan Indonesia

Telah terpatri
Namamu
Sebagai pahlawan Emansipasi wanita

Ruang Pingit yang Pengap

Ragamu pernah
Dikurung dalam ruangan kecil
Yang bernama ruang pingit
yang pengap
dan dingin

Namun jiwamu
Berontak
“Tak boleh ada
Yang mengekang
Cita-citaku !



Kalianlah penerus cita-citaku

Bagiku
Perempuan harus mandiri
dan bebas bercita-cita

Tak boleh ada yang
Merintangi jalannya

Kami  berhak
Menentukan nasib
Sendiri

Kalianlah
Penerus cita-citaku


Kartini baru akan terus lahir

Jiwaku pemberani
Aku tak kenal menyerah
Meski
Aral merintang

Aku akan terus melangkah
Menghapus diskriminasi
Terhadap kaumku

Aku menitis
Dalam setiap kaum perempuan
Yang berani berkarya
Berkreasi
Dan bercita-cita tinggi
Bagi bangsa Indonesia

Kartini baru akan terus lahir


Kutulis Surat kepadamu

Kutulis surat kepadamu
Karena aku galau

Kutulis surat kepadamu
Karena aku resah

Kutulis surat kepadamu
Karena aku tersiksa

Kutulis surat kepadamu
Karena aku risau

Aku galau
Aku resah
Aku risau
Aku tersiksa

Karena mereka terus saja mengurungku
Dalam 
ruang pingit

Saturday, April 8, 2017

Kumpulan Puisi RA Kartini Terbaik dan Menyentuh Hati



Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Tanggal tersebut dipilih karena Kartini lahir pada 21 April 1879, 139 tahun yang lalu. Kartini dianggap berjasa  terhadap kaum perempuan karena ia merupakan seorang tokoh yang mengubah tradisi dan kebudayaan kuno yang dianggap mengekang dan membatasi gerak kaum perempuan. Untuk itu Raden Ajeng Kartini ditasbihkan sebagai pahlawan emansipasi wanita. Kali ini saya akan menulis puisi tentang RA Kartini.

Kartini, Jasamu Tiada Tara

karya: Arif Rahmawan

Kegelapan
yang selama ini
menyelimuti
kaum perempuan
selama berabad-abad
telah kau sibakkan

Ketidakadilan
yang selalu dialami kaum perempuan
yang menempatkan mereka
hanya sebagai kanca wingking
telah kau dobrak

Kezaliman
yang bergerak serentak
membungkam suara kaum perempuan
telah engkau lawan

Penindasan
yang mewarnai hari-hari
kaum perempuan
telah engkau hancurkan

Kartini,
Semangatmu
Kegigihanmu
yang berkobar-kobar

hari ini telah membuat
kehidupan kaum perempuan
tak seperti dulu lagi

Kini
Semangat emansipasi
wanita

telah bergelora
lakisana ombak yang bergulung-gulung

melucuti belenggu
yang mengikat para perempuan Indonesia

Kartini, jasamu tiada tara
bagi kaum perempuan
bagi bangsa dan negara

Indonesia

Surat yang Kau Kirim

karya: Arif Rahmawan

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah menjadi pelita
bagi kaum perempuan

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah mengajak kaum perempuan
untuk menempuh pendidikan

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah menjadi api pemantik
yang membakar semangat
kaum perempuan

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah meruntuhkan
tradisi keji yang mengungkung
kaum perempuan


Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah membebaskan kaum perempuan
dari buta huruf

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah membawa kebudayaan baru
yang menempatkan
derajat kaum perempuan
setara dengan kaum pria

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah menyibakkan
kegelapan menjadi
terang benderang

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah membebaskan
kaum perempuan
dari ruang pengap berdebu
ke ruang penuh cahaya kebebasan

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah membuka
cakrawala bagi kaum perempuan
untuk menatap lebih luas


Kartini, Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah mengubah sejarah
bangsa Indonesia


Kartini, Sang Pembuka Jalan

karya: Arif Rahmawan

Kaum perempuan yang dahulu
hanya diperbolehkan
memasak di dapur
hanya momong anak
hanya teman pengantar tidur
hanya penghidang teh
hanya
dan hanya seorang perempuan
bagi
kaum lelaki

kini telah engkau
ubah jalan hidupnya

kau bentangkan jalan yang luas
hingga mereka bisa memiliki harga diri
yang setara dengan kaum lelaki

Mereka kini tak lagi
menjadi manusia kelas dua
di bawah lelaki

mereka kini memiliki kebanggaan
karena bisa memilih
untuk berkarya
dengan akal dan pikiran
dengan tenaga dan perbuatan
sebagaimana kaum lelaki

Kartini, perjuanganmu yang begitu nyata
meskipun bukan engkau yang menikmati
telah membawa bangsa ke dalam kehidupan
yang lebih bermartabat
dan manusiawi

Kartini, engkaulah sang pembuka jalan


21 April 1879

karya: Arif Rahmawan

Suara tangis bayi mungil
memecah kesunyian

mengubah wajah-wajah yang penuh
dengan harap-harap cemas

menjadi rona kebahagiaan
dari mereka yang menungguimu

terutama ibumu


Kartini, hari itu
engkau dilahirkan

dari rahim ibumu
yang telah berjuang antara hidup dan mati

Saat itu,
Ayah ibumu
bahkan takpernah
menduga

bahwa hari lahirmu akan
menjadi abadi
menjadi hari yang akan dikenang
oleh seluruh bangsa Indonesia
terutama
kaum perempuan

Mereka juga tak mengira
bahwa melalui keturunan mereka

Tuhan
telah menakdirkan anak mereka
untuk menjadi penunjuk jalan
bagi kaum perempuan Indonesia

Hari itu dan untuk selamanya
namamu akan menjadi monumen abadi
bagi bangsa Indonesia

Selamat Ulang Tahun, Raden Ajeng Kartini


17 September 1904

karya: Arif Rahmawan

Kesunyian yang beku
perlahan-lahan
mulai pecah

oleh sayup-sayup
suara isak tangis
yang keluar

satu persatu dari bibir mereka
yang duduk bersimpuh
menunggumu

Dalam basah air mata mereka
terpancar rasa duka yang begitu dalam

Kartini.. .

di pembaringanmu,
selama empat hari
engkau tergolek lemah
setelah berjuang
melahirkan anak pertamamu

engkau bertahan di antara hidup
dan mati

Mungkin,
hanya suara tangis putra kecilmu
yang sayup-sayup
kau dengar

Namun, takdir juga
yang berkuasa

ternyata Tuhan
tidak mengizinkanmu untuk
memeluk...
mendekap..
menimang...
bayi mungil
darah dagingmu
yang baru saja engkau lahirkan

Tuhan tidak mengizinkanmu
apalagi mendendangkan lagu
ninabobo pengantar tidur
putramu terkasih

Kartini,
Engkau tak kuasa bertahan
tubuhmu makin terkulai lemah
pancaran sinar matamu mulai redup

Engkau hembuskan nafas terakhir
dalam usiamu yang baru
dua puluh lima tahun

Kartini,
kepergianmu
menggoreskan duka
bagi bangsa

Selamat Jalan, Kartini
Selamat Jalan, Pahlawan Emansipasi wanita

namamu akan
dikenang sepanjang masa
sebagai pahlawan bangsa