Showing posts with label Materi Pelajaran SMA. Show all posts
Showing posts with label Materi Pelajaran SMA. Show all posts

Tuesday, July 9, 2019

Kegiatan 1 Mengidentifikasi Sistematika dan Isi Surat Lamaran Pekerjaan

Soal dan jawaban dari Kegiatan 1 Mengidentifikasi sistematika dan isi surat lamaran pekerjaan. Kegiatan tersebut terdapat dalam buku bahasa Indonesia SMA Kurikulum 2013 Kelas 12 halaman 18. Peserta didik diminta untuk mengisi tabel. Untuk lebih jelasnya, silakan perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini.



Soal:

Baca dan Cermati surat lamaran pekerjaan di bawah ini!

Silakan buka buku bahasa Indonesia kalian halaman 18.


1. Tempat dan tanggal pembuatan surat
2. Lampiran dan hal
3. Alamat surat
4. Salam pembuka
5. Alinea pembuka
6. Isi
7. Penutup
8. Salam penutup
9. Tanda tangan dan nama terang

Jawab.

1. Medan, 1 Maret 2013
2. Hal: Lamaran pekerjaan
3. Yth. Kepala Sekolah Islam Al-Ulum Terpadu Medan
4. Dengan hormat,
5. Dengan ini saya membuat permohonan lamaran pekerjaan untuk menjadi guru honor di sekolah yang Bapak/ Ibu pimpin. Adapun data pribadi saya sebagai berikut:
6.
nama: Mesriana, S.Pd.
tempat/ tanggal lahir: Sidomulyo, 05 Desember 1989
agama: Islam
pendidikan terakhir: S-1 Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia
alamat: Jalan Pancing, Gang Pertama Nomor 48, Medan
nomor HP: 081396984240/ 085260684889

Berdasarkan keterangan di atas, saya bermaksud melamar pekerjaan untuk menjadi guru honor di sekolah yang Bapak/ Ibu pimpin sekarang ini. Sebagai bahan pertimbangan saya lampirkan:

1. Fotokopi KTP 1 lembar
2. Pasfoto 3x4 sebanyak 1 lembar;
3. akta IV 1 lembar;
4. Ijazah 1 lembar;
5. Transkrip nilai 1 lembar;
6. Daftar riwayat hidup 1 lembar.

7. Demikian surat lamaran ini saya buat sebenar-benarnya. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/ Ibu, saya ucapkan banyak terima kasih.

8. Hormat saya,
9. ttd Mariana, S.Pd.

Kegiatan 1 Membandingkan Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan

Soal dan Jawaban Kegiatan 1 Buku Bahasa Indonesia Kelas 12 Kurikulum 2013 halaman 13-14. Peserta didik diminta untuk membandingkan unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan. Untuk lebih jelasnya silakan perhatikan soal dan jawaban di bawah ini.



Soal:

Catatlah hasil perbandingan unsur-unsur kebahasaan pada kedua surat lamaran pekerjaan tersebut ke dalam tabel berikut.

Jawab:



NoUnsur-Unsur KebahasaanSurat Lamaran Pekerjaan 1Surat Lamaran Pekerjaan 2
1Bentuk surat yang standarSurat tersebut sudah mengacu pada bentuk surat yang standarSudah menggunakan bentuk yang standar
2.Bahasa yang baik dan benarBahasa yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman berbahasa yang baik dan benar.Belum menggunakan bahasa yang baik dan benar. Misalnya pada : Lampiran: 5 (lima) berkas. Angka 5 tidak perlu ditulis, cukup ditulis abjadnya saja. Alamat surat tertulis Yth. : Kepala Dinas... Seharusnya tidak perlu menggunakan tanda titik dua. Nama, Tempat Tinggal, Alamat, Ijazah,huruf awal pada tiap kata di atas seharusnya menggunakan huruf kecil.
3Menggunakan kata-kata yang sopanCukup sopanCukup sopan
4Kata pengantar jelas, singkat, padat, informatif, dan tepat sasaranSeperti yang kita lihat, kata pengantar yang digunakan benar-benar efektif dan efisien serta tidak berbelit-belit.Kata pengantar terlalu singkat.
5Penyampaian maksud surat pada isi suratMaksud yang disampaikan juga mudah dipahami oleh pembacaMaksud yang disampaikan juga mudah dipahami oleh pembaca
6Pemakaian tanda baca koma (,) pada bagian penutup suratPerhatikan penutup surat ( hormat saya,) Sudah menggunakan tanda baca koma (,)Belum menggunakan tanda baca koma
Komentar: Dari keduanya, surat lamaran 2 masih banyak yang perlu diperbaiki.

Monday, July 8, 2019

Tulislah Hasil Analisis Terhadap Unsur-unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan Dalam Format Tabel Berikut

Soal dan Jawaban dari Kegiatan 1 Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum 2013 terbitan Kemendikbud Edisi Revisi 2018 halaman 12. Peserta didik diminta untuk mengisi tabel tentang unsur-unsur kebahasaan.

Untuk lebih jelasnya, silakan perhatikan soal dan jawaban di bawah ini.



Soal:

Tulislah hasil analisis terhadap unsur-unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan dalam format tabel berikut !

Jawab:

Perhatikan surat lamaran pada halaman 11 lalu identifikasilah surat tersebut berdasarkan unsur-unsur kebahasaan.

NoUnsur-Unsur KebahasaanPenjelasan
1Bentuk surat yang standarSurat tersebut sudah mengacu pada bentuk surat yang standar
2.Bahasa yang baik dan benarBahasa yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman berbahasa yang baik dan benar.
3.Kata pengantar jelas, singkat, padat, informatif, dan tepat sasaranSeperti yang kita lihat, kata pengantar yang digunakan benar-benar efektif dan efisien serta tidak berbelit-belit.
4.Penyampaian maksud surat pada isi suratMaksud yang disampaikan juga mudah dipahami oleh pembaca
5Pemakaian tanda baca koma (,) pada bagian penutup suratPerhatikan penutup surat ( hormat saya,) Sudah menggunakan tanda baca koma (,)

Monday, June 24, 2019

Kegiatan 2 Menentukan Hal-hal penting dalam Surat Lamaran Pekerjaan

Soal dan jawaban dari Kegiatan 2 Menentukan Hal-hal penting dalam surat lamaran pekerjaan. Soal ini terdapat dalam buku pelajaran bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA/SMK/ MAK halaman 7. Peserta didik diminta untuk menjawab soal tentang surat lamaran pekerjaan.



Pada kegiatan ini, kamu dimnta untuk menentukan hal-hal penting yang ada pada surat lamaran pekerjaan di atas. Hal ini dimaksudkan agar kamu lebih mengenal dan memahami surat lamaran pekerjaan.

Latihan

1. Bacalah kembali dengan cermat surat lamaran pekerjaan di atas !
2. Kenali unsur-unsur penting di dalam surat lamaran pekerjaan tersebut, apa saja komponen-komponen di dalamnya ?

Rubrik Jawaban

Hal-hal penting yang ada pada surat lamaran pekerjaan

Tesis :
1. Nama
2. tempat, tanggal lahir
3. Jenis kelamin
4. Agama
5. Pendidikan/ jurusan
6. Alamat
7. Nomor telepon/hp/ WA

Argumentasi:
1. Fotokopi ijazah terakhir beserta transkrip yang telah dilegalisasi
2. Pasfoto ukuran 3 X 4
3. Fotokopi kartu pencari kerja
4. Surat keterangan kesehatan
5.Surat keterangan kelakuan baik

Penegasan :
1. Kalimat penutup
2. salam

Tuesday, May 7, 2019

Kegiatan 1 Menentukan Isi dan Sistematika Surat Lamaran, Bahasa Indonesia Kelas 12

Soal dan jawaban Kegiatan 1:Menentukan Isi dan Sistematika Surat Lamaran. Kegiatan ini terdapat dalam buku Bahasa Indonesia Kelas XII Kemendikbu Edisi Revisi 2018 pada halaman 7 dan 8. Untuk lebih jelasnya, silakan simak soal dan jawaban di bawah ini.




Latihan

1. Bacalah kembali dengan cermat surat lamaran pekerjaan dan surat untuk teman di atas
2. Kenali sistematika yang terdapat pada kedua surat tersebut, apa saja komponen-komponen di dalamnya?
3. Kenali bagian isi kedua surat tersebut, apa saja bagian-bagian isi surat ?


Jawab:

Surat Lamaran

Isi:
1. Unsur nama
2. Tempat dan tanggal lahir
3. Pendidikan,
4. Alamat
5. Serta beberapa hal yang dilampirkan misalnya:
a. Daftar riwayat hidup
b. fotokopi ijazah terakhir
c. Sertifikat
d. Surat Keteranan Catatan Kepolisian (SKCK)
e. Pasfoto

Sistematika :

1. Tempat/ tanggal pembuatan surat
2. Lampiran dan hal
3. Alamat surat
4. Salam pembuka
5. Alinea pembuka
6. Isi
7. Penutup
8. Salam penutup
9. Tanda tangan dan nama terang

Surat untuk Teman

Isi:
1. Menanyakan kabar

Sistematika:
1. Tempat/ tanggal pembuatan surat
2. Salam pembuka
3. Alamat surat
4. Isi surat
5. Salam penutup
6. Tanda tangan dan nama



Tuesday, August 21, 2018

Unsur Intrinsik Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita Pendek atau yang kita sebut dengan cerpen merupakan salah satu karya sastra yang cukup digemari pembaca. Dengan kata-kata yang terbatas, berkisar 500-5000 kata, pembaca tidak perlu meluangkan banyak waktu untuk mengunyah renyahnya kata-kata dalam cerita pendek.

Selama ini mungkin kalian terbiasa membaca cerpen, tidak ada salahnya kali ini kita belajar bersama tentang unsur pembangun cerpen di bawah ini.


a. Tema

Tema adalah gagasan yang menjalin struktur isi cerita. Tema suatu cerita menyangkut segala persoalan, baik itu berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, dan sebagainya. Untuk mengetahui tema suatu cerita, diperlukan apresiasi menyeluruh terhadap berbagai unsur karangan itu. Tema jarang dituliskan secara tersurat oleh pengarangnya. Untuk dapat merumuskan tema, kita harus terlebih dahulu mengenali rangkaian peristiwa yang membentuk alur cerita dalam cerpen itu.

b. Amanat

Amanat merupakan ajaran atau pesan yang hendak disampaikan pengarang. Amanat dalam cerpen umumnya bersifat tersirat; disembunyikan pengarangnya di balik peristiwa-peristiwa yang membentuk isi cerita. Kehadiran amanat, pada umumnya tidak bisa lepas dari tema cerita. Misalnya paabila tema cerita itu tentang perjuangan kemerdekaan, amanat cerita itu pun tidak jauh dari pentingnya mempertahankan kemerdekaan.

c. Penokohan

Penokohan merupakan cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Berikut cara-cara penggambaran karakteristik tokoh.

1. Teknik analitik langsung
Alam termasuk siswa yang paking rajin di antara teman-temannya. Ia pun tidak merasa sombong walaupun berkali-kali dia mendapat juara bela diri. Sifatnya itulah yang menyebabkan ia banyak disenangi teman-temannya.

2. Penggambaran fisik dan perilaku tokoh.
Seperti sedang berkampanye, orang-orang desa itu serempak berteriak-teriak ! Mereka menyuruh camat agar secepatnya keluar kantor. Tak lupa mereka mengacung-acungkan tangannya wlaaupun dengan persaaan yang masih juga ragu0ragu. malah ada di ntara mereka sibuk sendiri menyeragamkan acungan tangannya, agar tidak kelihatan berbeda dengan orang lain. Sudah barang tentu, suasana di sekitar kecamatan menjadi riuh. Bukan saja oleh demonstran-demonstran dari desa itu, tapi juga oleh orang-orang yang kebetulan lewat dan ada di sana.

3. Penggambaran linkungan kehidupan tokoh.
Desa Karangsaga tidak kebagian aliran listrik. Padahal kampung-kampung tetangganya sudah pada terang semua.

4. Penggambaran tata kebahasaan tokoh
Dia bilang, bukan maksudnya menyebarkan provokasi. Tapi apa yang diucapkannya benar-benar membuat orang sedesa marah.

5. Pengungkapan jalan pikiran tokoh
Ia ingin menemui anak gadisnya itu tanpa ketakutan; ingin ia mendekapnya, mencium bau keringatnya. Dalam pikirannya, cuma anak gadisnya yang masih mau menyambut dirinya. Dan mungkin ibunya, seorang janda yang renta tubuhnya, masih berlapang dada menerima kepulangannya.

6. Penggambaran oleh tokoh lain
Ia paling pandai bercerita, menyanyi, dan menari. Tak jarang ia bertandang ke rumah sambil membawa aneka brosur barang-barang promosi. Yang menjengkelkan saya, seluruh keluargaku jadi menaruh perhatian kepadanya.

d. Alur

Alur merupakan pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat ataupun bersifat kronologis. Pola pengembangan cerita suatu cerpen beragam. Pola-pola pengembangan cerita harus menarik, mudah dipahami, dan logis. Jalan cerita suatu cerpen kadang-kadang berbelit-belit dan penuh kejutan, juga kadang-kadang sederhana.

e. Latar

Latar atau setting meliputi tempat, waktu, dan budaya yang digunakan dalam suatu cerita. Latar dalam suatu cerita bis abersifat faktual atau bisa pula yang imajinatif. Latar berfungsi untuk memperkuat atau mempertegas keyakinan pembaca terhadap jalannya suatu cerita. Dengan demikian, apabila pembaca sudah menerima latar itu sebagai sesuatu yang benar adanya, maka cenderugn dia pun akan lebih siap dalam menerima pelaku ataupun kejadian-kejadian yang berada dalam latar itu.

f. Gaya bahasa

Dalam cerita, penggunaan bahasa berfungi untuk menciptakan suatu nada atau suasana persuasif serta merumuskan dialog yang mampu memperihatkan hubungan dan interaksi antara sesama tokoh. Kemampuan sang penulis mempergunakan bahasa secara cerat dapat menjelmakan suatu suasana yang berterus terang atau satiris, simpatik atau menjengkelkan, obnjektif atau emosiaonal. Bahasa dapat menimbulkan suasana yang tepat untuk adegan yang seram, adegan romantis ataupun peperangan, keputusan, maupun harapan.
Bahasa dapat pula digunakan pengarang untuk menandai karakter seorang tokoh. Karakter jahat dan bijak dapat digambarkan dengan jelas melalui kata-kata yang digunakannya. Demikian pula dengan tokoh anak-anak dan dewasa, dapat pula dicerminkan dari kosakata ataupun struktur kalimat yang digunakan oleh tokoh-tokoh yang bersangkutan.