Showing posts with label Kelas 7. Show all posts
Showing posts with label Kelas 7. Show all posts

Friday, March 29, 2019

Menyimpulkan Ciri Surat Pribadi, Diskusikan Untuk Menyimpulkan Hal-Hal Berikut!

Tugas Menyimpulkan Ciri Surat Pribadi ini terdapat dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP/ MTs Kurikulum 2013 pada halaman 247. Peserta didik dimintat untuk menjawab soal sebagai berikut:



Diskusikan untuk menyimpulkan hal-hal berikut!
a) Mengapa seseorang menulis surat pribadi?
b) Bagaimanakah urutan menulis surat pribadi?
c) Mengapa menulis surat pribadi harus menyertakan salam pembuka, kalimat pembuka paragraf, dan kalimat penutup surat?
d) Apa saja tujuan yang mungkin diungkapkan dalam surat pribadi?
e) Apa ciri isi dalam surat pribadi?

Jawab:

b) Karena seseorang tersebut ingin berkomunikasi melalui surat dengan orang lain yang bersifat pribadi
b) Urutan menulis surat pribadi :

1. Tanggal surat, 
2. Alamat surat, 
3. Pembuka Surat
4. Pendahuluan, 
5. Isi, dan penutup surat, 
6. Nama pengirim surat atau juga tanda tangan

c) Karena menyertakan salam pembuka, menulis kalimat pembuka paragraf, dan kalimat penutup surat membuat surat yang kita tulis menjadi runtut, teratur dan memenuhi etiket.

d) Tujuan yang mungkin diungkapkan dalam surat pribadi antar lain:
1. menanyakan kabar, 
2. keperluan pribadi, 
3. dan tujuan komunikasi pribadi yang lain

e) Ciri surat pribadi :
1. Tidak terikat kaidah bahasa baku
2. Bisa menggunakan bahasa nonformal
3. Tidak menggunakan kop surat
4. Tidak memiliki nomor surat

Thursday, February 7, 2019

Urutkan Kejadian yang Dialami Oleh Ulu di Atas Dalam Tabel

Soal ini terdapat dalam buku Bahasa Indonesia kelas VII pada halaman 207. Menentukan Rangkaian Peristiwa Uraikan isi fabel di atas menggunakan bahasamu sendiri dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut!



a. Urutkan kejadian yang dialami oleh Ulu di atas dalam tabel di:

Awalnya Ulu sedang berdiri di pinggir kolam. Hari itu langit sangat gelap dan hari seperti itulah yang Ulu sukai. Tidak lama kemudian, air mulai menetes perlahan-lahan dari angkasa. “Hujan telah tiba!” Ulu berteriak dengan girang. Ulu pun mulai bersenandung sambil melompat-lompat mengitari kolam.

Tiba-tiba Ia melihat semut yang kecil sedang berteduh di balik bunga matahari. “Wahai semut, hujan telah tiba jangan bersembunyi!” seru Ulu kepada semut. Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal karena menyuruhnya berenang. Semut tidak dapat berenang karena ia berjalan.

Lalu Ulu berhenti di pinggir sungai dan berbicara kepada Ikan, " Nikmati saja air kolammu sebab kamu tidak akan dapat pernah merasakan rintikan hujan di badanmu!”  Ikan yang bersedih hati pun berenang meninggalkan Ulu ke sisi kolam yang lain.

Selanjutnya Ulu tiba di bawah pohon, ia melihat Burung sedang bertengger di dahan pohon dan membersihkan bulunya.  Ulu mengira Burung juga sama seperti Semut dan Ikan yang tidak dapat menikmati hujan.

Kemudian Burung meminta Ulu untuk naik pohon. Tentu saja Ulu tidak bisa. "Itulah yang kumaksud Ulu, kita masing-masing memiliki kelebihan sendiri. Semut tidak bisa berenang sepertimu, tetapi ia bisa menyusup ke tempat-tempat kecil yang tidak dapat kau lewati. Ikan tidak dapat melompat-lompat sepertimu, tetapi ia bernapas di bawah air. Kamu tidak seharusnya menghina mereka!, " Kata burung

Akhirnya Ulu mulai menyadari bahwa tindakannya salah. Diam-diam Ulu berpikir bahwa tindakannya itu tidak benar. Ia seharusnya tidak menyombongkan kelebihan dan menghina teman-temannya.

b. Mengapa Ulu meremehkan teman-temannya ?
Jawab: Karena Ulu merasa memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh temannya. Ia merasa bisa hidup di dua alam, sementara teman-temannya tidak bisa sepertinya.

c. Ceritakan proses Ulu akhirnya menyadari kesalahannya!
Jawab: Ulu menyadari kesalahannya setelah ia bertemu dengan burung. Ketika melihat burung, ia mengira bahwa burung seperti kedua temannya yang tidak bisa menikmati hujan. Ternyata Ulu salah, burung bahkan bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh Ulu, yaitu terbang. Burung dengan bijaksana menasehati Ulu agar tidak sombong dan meremehkan temannya. Setelah itu Ulu sadar bahwa tindakannya salah.

d. Daftarlah karakter manusia yang diibaratkan pada binatang dan karakter binatang asli pada fabel di atas!

Jawab: 

Ulu: Sombong, suka meremehkan orang lain.
Semut: Cepat merasa kesal
Ikan: Mudah terpengaruh hinaan
Burung: Bijaksana

Karakter binatang asli:
katak hijau: sering mengeluarkan suara khas.
Semut: sangat terampil bekerjasama
ikan: selalu berenang dan segera menyembunyikan diri ketika merasa ada bahaya
burung: suka berkicau dan terbang

Wednesday, February 6, 2019

Bagaimana Watak Tokoh Dalam Fabel Semua Istimewa

Tugas Menentukan Tokoh dan Watak Tokoh : Bagaimana Watak Tokoh Dalam Fabel di Atas mengacu pada fabel dengan judul "Semua Istimewa". Tugas tersebut terdapat dalam halaman 207 Buku Bahasa Indonesia kelas 7 bab 6 Kurikulum 2013. Di bawah ini merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan pada halaman tersebut.




Jawab:

Nama Tokoh: Ulu
Watak tokoh: Sombong dan Suka menghina kelemahan hewan lain.
Bukti pada teks: 

-  Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.”

- “Hah! Sedih sekali hidupmu Ikan! Seandainya kamu seperti aku, dapat hidup di dalam dua dunia, darat dan air, mungkin kamu akan dapat merasakan kebahagiaan ini. Nikmati saja air kolammu sebab kamu tidak akan dapat pernah merasakan rintikan hujan di badanmu!”

- “Hai Burung, kenapa kau tidak mau keluar dan menikmati hujan? Apakah kamu takut bulumu basah? Atau apakah kamu takut tenggelam ke dalam kolam seperti semut? Ataukah memang kamu tidak bisa menikmati indahnya hujan seperti Ikan?”

Watak Ulu lainnya : Lekas menyesali kesalahannya
Bukti pada teks: “Maafkan aku Burung.” ucap Ulu seraya menatap sendu kearah Semut dan
Ikan yang sejak tadi memperhatikan pembicaraan mereka. “Maafkan aku
Semut, Ikan, selama ini aku telah menyinggung perasaanmu.”


Nama tokoh: Semut
Watak tokoh: Cepat merasa kesal
Bukti pada teks: Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal

Nama tokoh: Ikan
Watak tokoh: Mudah terpengaruh hinaan hewan lain (Ulu)
Bukti pada teks: Apa yang Ulu katakan sangat menusuk hati Ikan. Ikan menatap ke arah tubuhnya yang bersisik, lalu menatap ke arah tubuh licin Ulu. Ikan yang bersedih hati pun berenang meninggalkan Ulu ke sisi kolam yang lain.

Nama tokoh: Burung
Watak tokoh: Bijaksana, penyabar.
Bukti pada teks: “Ulu, tidakkah kamu tahu bahwa Sang Pencipta membuat kita dengan keunikan yang berbeda-beda? Aku tidak bisa berenang sepertimu dan ikan, tetapi aku bisa terbang mengitari angkasa. Burung kembali berkata dengan bijak, “Itulah yang kumaksud Ulu, kita masing-masing memiliki kelebihan sendiri. Semut tidak bisa berenang sepertimu, tetapi ia bisa
menyusup ke tempat-tempat kecil yang tidak dapat kau lewati. Ikan tidak dapat melompat-lompat sepertimu, tetapi ia bernapas di bawah air. Kamu tidak seharusnya menghina mereka!”


Apa latar fabel semua Istimewa

Jawab: Latarnya terletak di pinggir kolam. Latar fabel tidak bisa diubah.


Apa pesan yang hendak disampaikan oleh pengarang? 

Berdasarkan apa yang tertulis dalam fabel tersebut, pengarang bermaksud menyampaikan pesan bahwa setiap insan tidak boleh sombong dan suka menghina kelemahan orang lain, sebaliknya insan harus bijaksana, rendah hati dan menghargai insan lain.

Daftarlah Perbedaan Watak Tokoh Binatang dan Kondisi Asli Dalam Kehidupan Nyata

Pada halaman 202 buku Kelas 7 Kurikulum 2013 bab 6 terdapat tugas, Daftarlah Perbedaan Watak Tokoh Binatang dan Kondisi Asli Dalam Kehidupan Nyata berdasarkan teks 1 dan teks 2 pada halaman sebelumnya. Silakan baca Fabel Teks 1 dan Teks 2.


1) Daftarlah perbedaan watak tokoh binatang dan kondisi asli dalam kehidupan nyata

Teks 1

Watak Tokoh dalam Cerita:
-Keluarga semut: Sangat rajin, mampu bekerjasama dan berorganisasi dengan baik.
- Belalang sembah: Hanya memikirkan dan melakukan kesenangan tanpa memikirkan masa depan, bisa mengambil pelajaran dari kesalahan sebelumnya.

Kondisi tokoh dalam kehidupan nyata:
- Keluarga semut: Suka bergotong royong ketika mengangkat benda yang lebih besar.
- Belalang sembah: Gesit dalam berburu dan rela berkorban.


Teks 2

Watak tokoh dalam cerita:
- Pak Tua Rusa: Dermawan dan baik hati
- Pip si tupai: Sedikit serakah
- Ibu Pip: Bijaksana dan adil
- Titu dan Puti: Kritis ketika diperlakukan tidak adil

Kondisi tokoh dalam kehidupan nyata:
- Rusa : Herbivora pemakan tumbuh-tumbuhan
- Tupai: Makanan favoritnya adalah telur burung.


2. Daftarlah Latar Cerita (Tempat Terjadinya Cerita)

Latar Cerita Teks 1 : Sarang semut
Latar cerita teks 2: kediaman keluarga Pip

Friday, February 1, 2019

Daftarlah Rangkaian Peristiwa yang Terdapat Pada Cerita Fabel!

Dalam buku bahasa Indonesia Buku Siswa SMP MTs Kelas VIII pada Bab 6 Mengapresiasi dan mengkreasikan fabel, terdapat beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik. Peserta didik diminta untuk menentukan rangkaian peristiwa yang terdapat pada dua cerita fabel di bawah ini.



Fabel 1

Belalang Sembah


Suatu hari di sebuah kebun anggur, tinggalah sebuah keluarga Semut dengan anggota jumlahnya yang sangat banyak. Semut ini membuat sarangnya dari daun-daun lalu mereka tempel menggunakan cairan seperti lem yang mereka keluarkan dari mulutnya. Para Semut melihat bahwa musim gugur akan segera berlalu dan akan segera datang musim dingin yang cukup panjang. Ketika musim dingin makanan akan sangat sulit untuk didapatkan, maka para Semut itu segera mencari berbagai macam makanan untuk mereka kumpulkan sebagai bahan persediaan ketika musim dingin telah tiba.

Berbeda halnya dengan seekor Belalang sembah, Belalang sembah memiliki mata yang besar dan tangan yang panjang. Mereka sering hidup di pohon-pohon seperti halnya para Semut. ketika musim dingin akan tiba Belalang sembah hanya berlatih menari. Setiap hari Belalang sembah itu hanya berlatih menari. Namun sang Belalang lupa bahwa dia harus mengumpulkan makanan untuk persiapannya menghadapi musim dingin.

Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut. Dia menari dengan sangat anggun. Gerakan tangan dan badannya yang pelan dan lembut membuat tariannya terlihat sangat mengagumkan. Para Semut melihat Sang Belalang sembah menari, namun mereka tidak menghiraukan tarian indahnya itu karena mereka memiliki tugas yang sangat penting.

Sang Belalang yang sedang menari melihat para Semut berjalan dengan membawa makanan untuk dibawa kesarangnya. Sang Belalang sembah heran dengan apa yang dilakukan Semut lalu dia bertanya kepada salah satu Semut tentara yang sedang berjaga di dekat para Semut pekerja,“Kenapa kalian membawa makanan yang sangat banyak itu masuk ke sarang kalian?” sang Semut menjawab “Kami melakukannya agar kami tidak kelaparan saat musim dingin tiba.” Lalu sang Belalang kaget “Musim dingin?” kata sang Belalang sembah dengan kagetnya, “Kan masih lama, lebih baik kita bersenang-senang saja dulu”, kata sang Belalang. Semut tak menghiraukan Belalang. Semut tetap tekun mengumpulkan makanan.

Musim dingin tiba. Belalang belum sempat mengumpulkan makanan karena sibuk menari. Belalang kelaparan dan lari ke rumah Semut. Ia meminta makanan kepada Semut. Semut awalnya tidak mau memberikan makanannya karena takut kehabisan. Akan tetapi, melihat belalang lemas kelaparan, Semut tidak tega dan memberikan makanannya kepada Belalang. Belalang pun kembali bugar dan dia berjanji untuk dapat mengelola waktu dengan baik sehingga tidak berakibat buruk.

Masa depan adalah milik setiap orang. Maka setiap orang perlu menyiapkan masa depannya dengan berusaha. Bukan hanya menikmati kesenangan di masa sekarang tanpa memikirkan masa depan.



Fabel 2


Sesama Saudara Harus Berbagi

Suatu pagi indah dengan matahari yang cerah, Pak Tua Rusa mengunjungi kediaman keluarga Pip si Tupai di sebuah desa.

“Pagi, Ibu Tupai,” salam Pak Tua Rusa kepada Ibu Pip. Kemarin, keponakanku mengunjungiku. Dia membawakan oleh-oleh yang cukup banyak. Aku ingin membaginya untuk para sahabatku. Ini kacang kenari spesial untuk keluargamu.”

“Terima kasih, Pak Tua Rusa,” ucap Ibu Pip.

Sepeninggal Pak Tua Rusa, Ibu Pip masuk ke dalam rumah dan memanggil anak-anaknya. “Anak-anak, lihat kita punya apa? Kalian harus membaginya sama rata ,ya.”

Asyiiik,” girang Pip dan adik-adiknya.

“Ibu taruh sini, ya.”

Setelah itu, ibu tupai mengurus rumah kediamannya. Sementara itu adik adik Pip ingin mencicipi kacang itu.

“Ini aku bagi,” kata Pip. Dari sepuluh butir kacang, dia memberi adiknya masing-masing dua butir. “Ini sisanya untukku, Aku kan paling besar.”

“Tapiii…Ibu kan pesan untuk membagi rata,” kata Titu, salah satu adik kembar Pip, diiringi tangisan Puti, kembar satunya.
Mendengar tangisan Puti, ibu Pip keluar dan bertanya. Sambil terisak, Puti menceritakan keserakahan kakaknya.

“Tak boleh begitu, Pip. Ibu tadi sudah bilang apa,” tegur ibu Pip. “Kamu tidak boleh serakah.”

“Tapi Buuu, aku kan lebih besar. Perutku juga lebih besar,” sanggah Pip.

Ibu Pip berpikir sejenak. “Baiklah, Pip. Kamu memang lebih besar. Kebutuhan makanmu juga lebih banyak. Tapi, kalau cuma menurutkan keinginan dan perut, kita akan selalu merasa tidak cukup.”

“Kalau begitu, Ibu saja yang membagi ya? memang tidak akan memuaskan semuanya. Ini, Ibu beri empat untukmu, Pip, karena kau lebih besar. Dan si kembar kalian masing-masing mendapat tiga.”

“Kalian harus mau berbagi ya, anak-anak. Walau menurut kalian kurang, ini adalah rezeki yang harus disyukuri,” lanjut Ibu Pip.


“Berarti enak dong, Bu, jadi anak yang lebih besar. Selalu mendapat lebih banyak,” iri Puti.

“Ya, tapi perbedaannya tak terlalu banyak, kan?” Lagipula kakakmu memiliki tugas yang lebih banyak darimu. Dia harus menguru rumah dan mencari makan. Apa kau mau bertukar tugas dengan Kak Pip?” Tanya Ibunya.

Puti dan Titu membayangkan tugas-tugas Pip. Lalu mereka kompak menggeleng.

“Nah, begitu. Sesama saudara harus akur ya, harus berbagi. Jangan bertengkar hanya karena masalah sepele,” kata Ibu Pip.

 “Iya, Bu,” angguk Pip. “Yuk, kita makan kacangnya bersama,” ajak Pip pada kedua adiknya. Ibu Pip tersenyum melihat anak-anaknya kembali rukun.

Sekarang mari kita jawab pertanyaan sesuai dengan contoh.


Fabel 1.

Peristiwa 1
Rincian peristiwa: Semut pergi ke gua-gua untuk mengumpulkan makanan.

Peristiwa 1
Rincian peristiwa: Setiap hari Belalang sembah itu hanya berlatih menari.

Peristiwa 3
Rincian peristiwa: Sang Belalang yang sedang menari melihat para Semut berjalan dengan membawa makanan untuk dibawa kesarangnya.

Peristiwa 4
Rincian peristiwa: Belalang lemas kelaparan, Semut tidak tega dan memberikan makanannya kepada Belalang.

Fabel 2

Peristiwa 1
Rincian peristiwa: Pak Tua Rusa mengunjungi keluarga Pip untuk memberikan oleh-oleh.

Peristiwa 2
Rincian peristiwa: Ibu Pip masuk ke dalam rumah dan memanggil anak-anaknya.

Peristiwa 3
Rincian peristiwa: Titu protes kepada Pip yang membagi oleh-oleh, sementara Puti juga menangis karena merasa mendapat bagian yang tidak adil

Peristiwa 4
Rincian peristiwa: Ibu Pip membagi oleh-oleh agar adil.