Jumat, 17 Maret 2017

Kumpulan Puisi Tentang Guru untuk Anak SD



Puisi merupakan salah satu karya sastra yang kerap digunakan untuk menyampaikan isi hati penulisnya. Pada zaman penjajahan, puisi digunakan untuk memompa semangat perlawanan. Pada zaman orde baru, puisi digunakan oleh Wiji Thukul untuk melawan Suharto. Kali ini akan saya persembahkan pada kalian semua, khususnya bagi yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar lima puisi tentang Guru, hasil karya saya sendiri.

Guruku, Engkau Telah Mengajariku

Guruku,
Setiap hari
Sejak bel masuk berbunyi
hingga bel pulang terdengar

Engkau tak lelah mengajarkan ilmu
kepadaku

Dengan sabar kau ajarkan padaku
tentang bagaimana menyebut angka
lalu mengurutkannya, kemudian menghitungnya

Tanpa lelah,
Engkau juga mengajarkan padaku
bagaimana menghafal abjad
a sampai z
kemudian kau ajarkan padaku
bagaimana merangkai huruf
menjadi kata
kata menjadi kalimat

Engkau juga mengajarkan padaku
bagaimana sopan santun
terhadap para guru
dan pada orang tua

Guruku,
Semoga Tuhan membalas jasamu yang
telah mendidikku
dengan penuh kesabaran


Ibu Guruku Sebentar lagi Pensiun

Ibu Guruku
Tak terasa sebentar lagi
Engkau akan memasuki masa pensiun

Sebuah masa di mana engkau
takkan lagi bekerja di sekolah ini

Aku takkan lagi melihat
gurat-gurat kelelahan di wajahmu
yang sering terlihat
saat Engkau mengajar di kelas

Masa pensiun menandakan bahwa
Engkau telah usai mengabdikan dirimu
pada negeri ini

Aku masih ingat
beberapa hari yang lalu
dalam usiamu yang kian renta,
engkau masih bersemangat mendidikku

Dengan suara lantang
engkau masih menuntun langkah kami
murid-muridmu

Akan tetapi
tak terasa sebentar lagi
engkau akan memasuki masa pensiun

meninggalkan murid-muridmu
yang masih butuh bimbinganmu

Ibu Guruku,
aku tak mungkin bisa membalas jasa-jasamu
dalam mendidikku

Aku hanya bisa mendoakan
semoga kehidupanmu
senantiasa berlimpah kebahagiaan
Amin


Rajinnya Pak Guruku

Aku duduk di kelas enam
muridnya berjumlah dua puluh enam

Kelas enam diajar oleh seorang guru pria
Seorang guru yang masih muda
kira-kira umurnya dua puluh enam

Kami memanggilnya, Pak Guru

Pak Guru
rajin sekali

pukul setengah tujuh
roda sepeda motor pak guru
biasanya melintas di pintu gerbang

Setelah diparkir di tempat parkir
kami antri untuk cium tangan pak guru

Setelah itu, kami akan mengikuti langkah pak guru
menuju kelas 6

Biasanya, pak guru akan memimpin kami
semua membersihkan ruangan kelas

ada yang menghapus papan tulis
menata meja kursi
menyapu lantai
membersihkan meja kursi
dan ada juga yang membuang sampah

Kemudian, setelah bel masuk berbunyi
Pak Guru akan mengajar dengan penuh semangat

sehingga kami murid-muridnya juga bersemangat

Aku bangga dengan Pak Guruku




















Advertisement