Showing posts with label Kelas 12. Show all posts
Showing posts with label Kelas 12. Show all posts

Wednesday, July 10, 2019

Kegiatan 1 Menyimpulkan Sistematika dan Isi Surat Lamaran Pekerjaan

Soal dan Jawaban Kegiatan 1 menyimpulkan sistematika dan isi surat lamaran pekerjaan. Kegiatan ini terdapat dalam buku Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 kelas 12 halaman 20-21.



Agar lebih jelas, silakan perhatikan soal dan jawaban di bawah ini.

1. Tempat dan Tanggal Pembuatan Surat
Simpulan: Tempat dan tanggal pembuatan surat sudah benar yaitu diletakkan di bagian kanan atas.

2.Lampiran dan hal
Simpulan: Sudah ada aturan baku mengenai hal ini. Lampiran dan hal harus ditulis sebagaimana mestinya. Misalnya,
Lampiran: empat lembar
Hal: pemberitahuan

3. Alamat surat:
Simpulan: sudah benar. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa penulisan alamat surat tidak perlu menggunakan kata kepada.
4. Salam pembuka
Simpulan: biasanya diawali dengan kata yang sopan misalnya dengan hormat.
5. Alinea pembuka
Simpulan: Alinea pembuka berisi kata-kata yang disusun dengan sopan dan usahakan tidak menyinggung pembaca.
6. Isi
Simpulan: isi harus menjelaskan perihal perkenalan diri, maksud dan tujuan dari surat lamaran pekerjaan.
7. Penutup
Simpulan: berupa harapan dari penulis akan dikabulkannya surat lamaran
8. Tanda tangan dan nama terang
Simpulan: tanda tangan dan nama yang jelas.

Tuesday, July 9, 2019

Kegiatan 1 Mengidentifikasi Sistematika dan Isi Surat Lamaran Pekerjaan

Soal dan jawaban dari Kegiatan 1 Mengidentifikasi sistematika dan isi surat lamaran pekerjaan. Kegiatan tersebut terdapat dalam buku bahasa Indonesia SMA Kurikulum 2013 Kelas 12 halaman 18. Peserta didik diminta untuk mengisi tabel. Untuk lebih jelasnya, silakan perhatikan soal dan jawabannya di bawah ini.



Soal:

Baca dan Cermati surat lamaran pekerjaan di bawah ini!

Silakan buka buku bahasa Indonesia kalian halaman 18.


1. Tempat dan tanggal pembuatan surat
2. Lampiran dan hal
3. Alamat surat
4. Salam pembuka
5. Alinea pembuka
6. Isi
7. Penutup
8. Salam penutup
9. Tanda tangan dan nama terang

Jawab.

1. Medan, 1 Maret 2013
2. Hal: Lamaran pekerjaan
3. Yth. Kepala Sekolah Islam Al-Ulum Terpadu Medan
4. Dengan hormat,
5. Dengan ini saya membuat permohonan lamaran pekerjaan untuk menjadi guru honor di sekolah yang Bapak/ Ibu pimpin. Adapun data pribadi saya sebagai berikut:
6.
nama: Mesriana, S.Pd.
tempat/ tanggal lahir: Sidomulyo, 05 Desember 1989
agama: Islam
pendidikan terakhir: S-1 Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia
alamat: Jalan Pancing, Gang Pertama Nomor 48, Medan
nomor HP: 081396984240/ 085260684889

Berdasarkan keterangan di atas, saya bermaksud melamar pekerjaan untuk menjadi guru honor di sekolah yang Bapak/ Ibu pimpin sekarang ini. Sebagai bahan pertimbangan saya lampirkan:

1. Fotokopi KTP 1 lembar
2. Pasfoto 3x4 sebanyak 1 lembar;
3. akta IV 1 lembar;
4. Ijazah 1 lembar;
5. Transkrip nilai 1 lembar;
6. Daftar riwayat hidup 1 lembar.

7. Demikian surat lamaran ini saya buat sebenar-benarnya. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/ Ibu, saya ucapkan banyak terima kasih.

8. Hormat saya,
9. ttd Mariana, S.Pd.

Kegiatan 1 Membandingkan Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan

Soal dan Jawaban Kegiatan 1 Buku Bahasa Indonesia Kelas 12 Kurikulum 2013 halaman 13-14. Peserta didik diminta untuk membandingkan unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan. Untuk lebih jelasnya silakan perhatikan soal dan jawaban di bawah ini.



Soal:

Catatlah hasil perbandingan unsur-unsur kebahasaan pada kedua surat lamaran pekerjaan tersebut ke dalam tabel berikut.

Jawab:



NoUnsur-Unsur KebahasaanSurat Lamaran Pekerjaan 1Surat Lamaran Pekerjaan 2
1Bentuk surat yang standarSurat tersebut sudah mengacu pada bentuk surat yang standarSudah menggunakan bentuk yang standar
2.Bahasa yang baik dan benarBahasa yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman berbahasa yang baik dan benar.Belum menggunakan bahasa yang baik dan benar. Misalnya pada : Lampiran: 5 (lima) berkas. Angka 5 tidak perlu ditulis, cukup ditulis abjadnya saja. Alamat surat tertulis Yth. : Kepala Dinas... Seharusnya tidak perlu menggunakan tanda titik dua. Nama, Tempat Tinggal, Alamat, Ijazah,huruf awal pada tiap kata di atas seharusnya menggunakan huruf kecil.
3Menggunakan kata-kata yang sopanCukup sopanCukup sopan
4Kata pengantar jelas, singkat, padat, informatif, dan tepat sasaranSeperti yang kita lihat, kata pengantar yang digunakan benar-benar efektif dan efisien serta tidak berbelit-belit.Kata pengantar terlalu singkat.
5Penyampaian maksud surat pada isi suratMaksud yang disampaikan juga mudah dipahami oleh pembacaMaksud yang disampaikan juga mudah dipahami oleh pembaca
6Pemakaian tanda baca koma (,) pada bagian penutup suratPerhatikan penutup surat ( hormat saya,) Sudah menggunakan tanda baca koma (,)Belum menggunakan tanda baca koma
Komentar: Dari keduanya, surat lamaran 2 masih banyak yang perlu diperbaiki.

Monday, July 8, 2019

Tulislah Hasil Analisis Terhadap Unsur-unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan Dalam Format Tabel Berikut

Soal dan Jawaban dari Kegiatan 1 Bahasa Indonesia Kelas XII Kurikulum 2013 terbitan Kemendikbud Edisi Revisi 2018 halaman 12. Peserta didik diminta untuk mengisi tabel tentang unsur-unsur kebahasaan.

Untuk lebih jelasnya, silakan perhatikan soal dan jawaban di bawah ini.



Soal:

Tulislah hasil analisis terhadap unsur-unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan dalam format tabel berikut !

Jawab:

Perhatikan surat lamaran pada halaman 11 lalu identifikasilah surat tersebut berdasarkan unsur-unsur kebahasaan.

NoUnsur-Unsur KebahasaanPenjelasan
1Bentuk surat yang standarSurat tersebut sudah mengacu pada bentuk surat yang standar
2.Bahasa yang baik dan benarBahasa yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman berbahasa yang baik dan benar.
3.Kata pengantar jelas, singkat, padat, informatif, dan tepat sasaranSeperti yang kita lihat, kata pengantar yang digunakan benar-benar efektif dan efisien serta tidak berbelit-belit.
4.Penyampaian maksud surat pada isi suratMaksud yang disampaikan juga mudah dipahami oleh pembaca
5Pemakaian tanda baca koma (,) pada bagian penutup suratPerhatikan penutup surat ( hormat saya,) Sudah menggunakan tanda baca koma (,)

Tuesday, May 7, 2019

Kegiatan 1 Menentukan Isi dan Sistematika Surat Lamaran, Bahasa Indonesia Kelas 12

Soal dan jawaban Kegiatan 1:Menentukan Isi dan Sistematika Surat Lamaran. Kegiatan ini terdapat dalam buku Bahasa Indonesia Kelas XII Kemendikbu Edisi Revisi 2018 pada halaman 7 dan 8. Untuk lebih jelasnya, silakan simak soal dan jawaban di bawah ini.




Latihan

1. Bacalah kembali dengan cermat surat lamaran pekerjaan dan surat untuk teman di atas
2. Kenali sistematika yang terdapat pada kedua surat tersebut, apa saja komponen-komponen di dalamnya?
3. Kenali bagian isi kedua surat tersebut, apa saja bagian-bagian isi surat ?


Jawab:

Surat Lamaran

Isi:
1. Unsur nama
2. Tempat dan tanggal lahir
3. Pendidikan,
4. Alamat
5. Serta beberapa hal yang dilampirkan misalnya:
a. Daftar riwayat hidup
b. fotokopi ijazah terakhir
c. Sertifikat
d. Surat Keteranan Catatan Kepolisian (SKCK)
e. Pasfoto

Sistematika :

1. Tempat/ tanggal pembuatan surat
2. Lampiran dan hal
3. Alamat surat
4. Salam pembuka
5. Alinea pembuka
6. Isi
7. Penutup
8. Salam penutup
9. Tanda tangan dan nama terang

Surat untuk Teman

Isi:
1. Menanyakan kabar

Sistematika:
1. Tempat/ tanggal pembuatan surat
2. Salam pembuka
3. Alamat surat
4. Isi surat
5. Salam penutup
6. Tanda tangan dan nama



Thursday, October 18, 2018

Mengidentifikasi Struktur Teks Cerita Sejarah

Novel sejarah seperti juga novel-novel lainnya, termasuk dalam genre teks cerita ulang. Novel sejarah juga memunyai struktur teks yang sama dengan struktur novel lainnya yaitu orientasi, pengungkapan peristiwa, rising action, komplikasi, evaluasi/ resolusi, dan koda.



Di bawah ini merupakan penjelasan dari tiap-tiap struktur di atas.

1. Pengenalan situasi cerita (exposion, orientasi)
Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan setting cerita baik waktu, tempat maupun peristiwa. selain itu, orientasi juga dpat disajikan dengan mengenalkan para tokoh, menata adegan dan hubungan antartokoh

2. Pengungkapan peristiwa
dalam bagian ini disajikan peristiwa awal yang menimbulkan berbagai masalah, pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi para tokohnya.

3. Menuju konflik (rising action)
Terjadi peningkatan perhatian kegembiraan, kehebohan, ataupun keterlibatan berbagai situasi yang menyebabkan bertambahnya kesukaran tokoh.

4. Puncak konflik (turning point, komplikasi)
Bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah bagian cerita yang paling besar dan mendebarkan. Pada bagian ini pula, ditentukannya perubahan nasib beberapa tokohnya. Misalnya, apakah dia kemudian berhasil menyelesaikan masalahnya atau gagal.

5.Penyelesaian (evaluasi, resolusi)
Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan ataupun penilaian tentang sikap ataupun nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu. Pada bagian ini pun sering dinyatakan wujud akhir dari kondisi ataupun nasib akhir yang dialami tokoh utama.

6. Koda
Bagian ini berupa komentar terhadap keseluruhan isi cerita, yang fungsinya sebagai penutup. Komentar yang dimaksud bisa disampaikan langsung oleh pengarang atau dengan mewakilkannya pada seorang tokoh. Hanya saja tidak setiap novel memiliki koda, bahkan novel-novel modern lebi banyak menyerahkan simpulan akhir ceritanya itu kepada para pembacanya. Mereka dibiarkan menebak-nebak sendiri penyelesaian ceritanya.

Agar lebih memahami struktur novel, kita kaan mempelajari contoh analisis struktur novel sejarah



sumber : Buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK kelas XII Kemendikbud 2018

Monday, August 13, 2018

Unsur Intrinsik Novel (Materi Bahasa Indonesia Kelas 12)



Novel merupakan karya prosa fiksi yang panjang, mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Pada pelajaran sebelumnya, kamu telah belajar menangkap maksud pengarang terhadap kehidupan dalam novel, kaitannya dengan latar belakang sosial budaya pengarang. Pada pelajaran ini, kamu akan berlatih menganalisis isi novel, yaitu unsur-unsur intinsik novel.

Berikut ini uraian unsur-unsur intrinsik novel, yang terdiri dari tokoh, alur, latar belakang, sudut pandang, dan tema.

a. Tokoh adalah para pelaku yang terdapat dalam cerita. Tokoh cerita adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya fiksi oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam udapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan (Nurgiyantoro, 2012: 165).

Nurgiyantoro (2000: 176) membedakan tokoh dilihat dari segi peranan atau tingkat pentingnya tokoh dalam cerita sebagai tokoh utama dan tokoh tambahan. Tokoh utama adalah tokoh sentral atau tokoh yang sangat penting perannya dalam fiksi. Tokoh tambahan adalah tokoh bawah atau tokoh yang tidak selalu diceritakan namun memiliki hubungan dengan tokoh utama.

Dilihat dari peran tokoh-tokoh dalam pengembangan plot, Nurgiyantoro (2000: 178) membaginya ke dalam tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang disukai pembaca karena sifat-sifatnya (biasanya hero, baik, penyelamat). Tokoh antagonis adalah tokoh yang tidak disukai pembaca karena sifat-sifatnya (biasanya jahat, pengecut).

Penokohan merupakan teknik atau cara-cara tokoh ditampilkan atau dicitrakan dalam fiksi. Para ahli menunjukkan dua cara menampilkan atau mencitrakan tokoh, yakni cara analitik dan cara dramatik. Secara analitik, perwatakan tokoh-tokoh cerita ditampilkan atau dicitrakan langsung dalam bentuk perintian oleh pengarang. Secara dramatik, perwatakan tokoh-tokoh cerita dicitrakan melalui dialog, pikiran, perasaan, lukisan fisik, perbuatan dan komentar atau penilaian tokoh lain dalam fiksi.

b. Alur atau plot adalah rangkaian peristiwa yang disusun berdasarkan hubungan kausalitas. Di dalam alur terdapat peristiwa yang saling berelasi dalam peran masing-masing, baik sebagai sebab maupun sebagai akibat sehingga menciptakan konflik. Sifat tersebut tercermin melalui suspens (misteri) karena di dalamnya terdapat kejadian berupa konflik yang mampu menyihir pembaca untuk terus mendorongnya membaca.

Di dalam  alur terkandung peristiwa, konflik, dan klimaks. Peristiwa merupakan peralihan dari satu situasi kepada situasi yang lain, baik peristiwa fungsional (penentu bagi perkembangan alur), kaitan (satu peristiwa dikaitkan dengan peristiwa  yang lain agar masuk akal), maupun acuan (peristiwa yang diacu melalui tokoh). 

Konflik merupakan peristiwa yang memunculkan kejadian-kejadian yang sangat penting yang disebabkan oleh adanya interaksi antartokoh, tokoh dalam masyarakat, tokoh dengan dirinya sendiri dalam dua atau lebih masalah yang bertentangan. Klimaks merupakan orientasi tokoh yang sudah berakhir akan dihadapkan pada puncak masalah. Secara garis besar, alur dibagi dalam tiga bagian yaitu awal, tengah, dan akhir.

Alur atau plot memiliki kaidah plausability (kemasukakalan), surprise (kejutan), suspense (misteri), dan unity (keutuhan). Kemasukakalan dalam alur sangat erat kaitannya dengan jalan cerita yang dapat diterima oleh caraq berpiki pembaca. Kejutan dalam alur merujuk kepada peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh dengan penuh ketidakpastian. 

Kejutan ini mampu menyentuh perasaan dan pikiran sehingga pembaca tergelitik, terdorong, termotivasi untuk terus membaca. kejutan dalam alur menampilkan peristiwa-peristiwa yang bertentangan atau tiba-tiba karena tidak terduga. Fungsinya untuk memperlambat atau mempercepat klimaks cerita. Keutuhan dalam alur sangat erat kaitannya dengan ciri peristiwa yakni fungsional, kaitan, dan acuan yang mengandung konflik.

d. Latar atau setting adalah gambaran yang digunakan untuk menempatkan peristiwa di dalam suatu penceritaan fiksi. Latar ini menyaran pada tempat, waktu, sosial sehingga latar seringkali dibedakan menjadi tiga macam, yakni tempat waktu dan sosial. Latar tempat berkaitan dengan kondisi geografis. Acuannya dapat berupa pusat keramaian, pusat perbelanjaan, pusat olahraga, pusat perdesaan, pusat perkotaan, sekolah, rumah dan lain-lain. Latar waktu berkaitan dengan kondisi abad, dasawarsa, abad, tahun, bulan, hari, jam, zaman maupun historis. Latar belakang sosial berkaitan dengan kondisi tokoh atau masyarakat yang digambarkan dalam cerita. Acuannya dapat berupa lapisan dalam masyarakat, budaya masyarakat, seni pada masa tertentu, cara berpikir masyarakat pada masa tertengu, kehidupan beragama dan sebagainya.

e. Sudut Pandang atau point of view memasalahkan siapa yang bercerita. Pencerita akan menempatkan tokoh melalui berbagai cara atau pandangan dalam ceritamenampilkan tokoh, laku, latar dan peristiwa untuk menata cerita fiksi kepada pembaca. 

Sudut pandang dapat dibedakan menjadi sudut pandang orang pertama dan orang ketiga. Cerita yang penyampaiannya dilakukan oleh seorang tokoh/ aku/ saya secara langsung atau yang ada dalam disebut sebagai sudut pandang orang pertama. 

Jika tokoh tersebut adalah tokoh utama, cerita sudut pandangnya adalah orang pertama (protagonis). Jika tokoh tersebut bukan tokoh utama, sudut pandangnya adalah orang pertama pengamat (pengamat). 

Cerita yang penyampaiannya dilakukan bukan oleh seorang tokoh yang ada dalam cerita tetapi oleh penulis yang berada di luar cerita (dia/ia) disebut sebagai sudut pandang orang pertama. Jika narator menyampaikan pemikiran tokoh, sudut pandang ceritanya adlaah orang ketiga yang mengetahui banyak hal. Jika narator hanya menceritakan/ memberikan informasi sebagat yang bisa dilihat atau didengar dan belum sapai pada pengungkapan pemikiran, sudut pandang cerita adalah orang ketiga.

f. Tema merupakan pokok pikiran atau dasar sebuah cerita yang memiliki kaitan dengan makna kehidupan. Pada umumnya pengarang menawarkan kepada pembaca tentang makna kehidupan, mengajak pembaa untuk melihat, merasakan dam menghayati makna kehidupan tersebut dengan cara memandang permasalahan itu sebagaimana ia memandangnya.

sumber : Buku Bahasa Indonesia Kemendikbud Edisi Revisi 2018