Showing posts with label Kumpulan Puisi RA Kartini. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Puisi RA Kartini. Show all posts

Friday, April 14, 2017

Kumpulan Puisi Pendek Tentang RA Kartini, Terbaru 2018

Telah terpatri Namamu

Telah terpatri
Namamu
Sebagai perempuan pemberani
Dengan cita-cita mulia

Telah terpatri
Namamu dalam lubuk jiwa
Para perempuan Indonesia

Telah terpatri
Namamu
Sebagai pahlawan Emansipasi wanita

Ruang Pingit yang Pengap

Ragamu pernah
Dikurung dalam ruangan kecil
Yang bernama ruang pingit
yang pengap
dan dingin

Namun jiwamu
Berontak
“Tak boleh ada
Yang mengekang
Cita-citaku !



Kalianlah penerus cita-citaku

Bagiku
Perempuan harus mandiri
dan bebas bercita-cita

Tak boleh ada yang
Merintangi jalannya

Kami  berhak
Menentukan nasib
Sendiri

Kalianlah
Penerus cita-citaku


Kartini baru akan terus lahir

Jiwaku pemberani
Aku tak kenal menyerah
Meski
Aral merintang

Aku akan terus melangkah
Menghapus diskriminasi
Terhadap kaumku

Aku menitis
Dalam setiap kaum perempuan
Yang berani berkarya
Berkreasi
Dan bercita-cita tinggi
Bagi bangsa Indonesia

Kartini baru akan terus lahir


Kutulis Surat kepadamu

Kutulis surat kepadamu
Karena aku galau

Kutulis surat kepadamu
Karena aku resah

Kutulis surat kepadamu
Karena aku tersiksa

Kutulis surat kepadamu
Karena aku risau

Aku galau
Aku resah
Aku risau
Aku tersiksa

Karena mereka terus saja mengurungku
Dalam 
ruang pingit

Thursday, April 13, 2017

Kumpulan Puisi RA Kartini 2018 yang Menginspirasi Kaum Perempuan

Pada masa lalu, kedudukan seorang perempuan tidak sama dengan kedudukan perempuan pada zaman sekarang. Hingga kemudian RA Kartini menulis kegalauannya tentang kedudukan perempuan yang menurutnya selalu mendapat perlakuan semena-mena dari kaum pria. Ia menulis surat kepada kawannya yang seorang warga negara Belanda. Surat-surat itu dikumpulkan menjadi sebuah buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Kartini telah menginspirasi dan memberikan semangat bagi kaum perempuan Indonesia terutama masyarakat perempuan bersuku Jawa di mana ia tinggal.

Untuk itu untuk mengenang keberanian dan kegigihan RA Kartini menulis kegelisahannya terhadap kebudayaan yang tidak berpihak pada kaum perempuan, kali ini akan saya bagikan Puisi untuk mengenang Raden Ajeng Kartini, terutama puisi yang menginspirasi dan membangkitkan semangat kaum perempuan agar tetap berkarya demi bangsa tanpa harus mendapat diskriminasi dari kaum pria.



Adalah Raden Ajeng Kartini

Semburat cahaya
memancar dari ufuk timur
Memancarkan harapan
dan semangat bagi perempuan Indonesia

yang pernah terlelap
dalam belenggu ketakutan
yang ditebarkan
oleh mereka
yang hanya ingin menempatkan perempuan
sebagai manusia kelas dua

Adalah Raden Ajeng Kartini
sang pendobrak kemapanan
perempuan yang tidak mau
dianggap remeh

Kehadirannya ibarat
secercah cahaya dari ufuk timur
mengusir kegelapan
yang meliputi kaum perempuan

Adalah Kartini
yang berani mengungkapkan
semangatnya untuk mengubah
nasib para perempuan di Indonesia

Adalah Kartini
yang tulisan-tulisannya
telah memberi semangat
dan inspirasi yang tak terbatas


Adalah Kartini
sang pahlawan Emansipasi wanita


Tentang Suratmu, Kartini

Mungkin Engkau
hanya menulis surat
kepada
sahabatmu

namun isi suratmu
telah mengubah
nasib kaum perempuan

sepeninggal dirimu,
melalui generasi penerusmu
suratmu menjadi senjata ampuh
untuk memerangi kezaliman
dan diskriminasi pada kaum perempuan

Suratmu menjadi pemantik
yang memercikkan api semangat
kaum perempuan untuk
maju dan berkarya

Suratmu
bagai api yang menyala-nyala
yang menerangi kegelapan

Suratmu
telah mengubah gelap menjadi terang

Tentang Hari Kartini

Hari Kartini
adalah hari
emansipasi wanita

Hari Kartini
adalah hari keramat
Hari di mana
sang pahlawan dilahirkan
ke dunia

Hari Kartini
bukan hari biasa
hari itu menjadi
hari untuk mengenang
sekaligus meneruskan
jejak langkah Kartini

yang ingin melihat
para perempuan
mandiri
profesional
cerdas
kreatif
religius

tanpa melupakan kodratnya

Saturday, April 8, 2017

Kumpulan Puisi RA Kartini Terbaik dan Menyentuh Hati



Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Tanggal tersebut dipilih karena Kartini lahir pada 21 April 1879, 139 tahun yang lalu. Kartini dianggap berjasa  terhadap kaum perempuan karena ia merupakan seorang tokoh yang mengubah tradisi dan kebudayaan kuno yang dianggap mengekang dan membatasi gerak kaum perempuan. Untuk itu Raden Ajeng Kartini ditasbihkan sebagai pahlawan emansipasi wanita. Kali ini saya akan menulis puisi tentang RA Kartini.

Kartini, Jasamu Tiada Tara

karya: Arif Rahmawan

Kegelapan
yang selama ini
menyelimuti
kaum perempuan
selama berabad-abad
telah kau sibakkan

Ketidakadilan
yang selalu dialami kaum perempuan
yang menempatkan mereka
hanya sebagai kanca wingking
telah kau dobrak

Kezaliman
yang bergerak serentak
membungkam suara kaum perempuan
telah engkau lawan

Penindasan
yang mewarnai hari-hari
kaum perempuan
telah engkau hancurkan

Kartini,
Semangatmu
Kegigihanmu
yang berkobar-kobar

hari ini telah membuat
kehidupan kaum perempuan
tak seperti dulu lagi

Kini
Semangat emansipasi
wanita

telah bergelora
lakisana ombak yang bergulung-gulung

melucuti belenggu
yang mengikat para perempuan Indonesia

Kartini, jasamu tiada tara
bagi kaum perempuan
bagi bangsa dan negara

Indonesia

Surat yang Kau Kirim

karya: Arif Rahmawan

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah menjadi pelita
bagi kaum perempuan

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah mengajak kaum perempuan
untuk menempuh pendidikan

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah menjadi api pemantik
yang membakar semangat
kaum perempuan

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah meruntuhkan
tradisi keji yang mengungkung
kaum perempuan


Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah membebaskan kaum perempuan
dari buta huruf

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah membawa kebudayaan baru
yang menempatkan
derajat kaum perempuan
setara dengan kaum pria

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah menyibakkan
kegelapan menjadi
terang benderang

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah membebaskan
kaum perempuan
dari ruang pengap berdebu
ke ruang penuh cahaya kebebasan

Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah membuka
cakrawala bagi kaum perempuan
untuk menatap lebih luas


Kartini, Surat yang kau kirim
kepada sahabatmu
telah mengubah sejarah
bangsa Indonesia


Kartini, Sang Pembuka Jalan

karya: Arif Rahmawan

Kaum perempuan yang dahulu
hanya diperbolehkan
memasak di dapur
hanya momong anak
hanya teman pengantar tidur
hanya penghidang teh
hanya
dan hanya seorang perempuan
bagi
kaum lelaki

kini telah engkau
ubah jalan hidupnya

kau bentangkan jalan yang luas
hingga mereka bisa memiliki harga diri
yang setara dengan kaum lelaki

Mereka kini tak lagi
menjadi manusia kelas dua
di bawah lelaki

mereka kini memiliki kebanggaan
karena bisa memilih
untuk berkarya
dengan akal dan pikiran
dengan tenaga dan perbuatan
sebagaimana kaum lelaki

Kartini, perjuanganmu yang begitu nyata
meskipun bukan engkau yang menikmati
telah membawa bangsa ke dalam kehidupan
yang lebih bermartabat
dan manusiawi

Kartini, engkaulah sang pembuka jalan


21 April 1879

karya: Arif Rahmawan

Suara tangis bayi mungil
memecah kesunyian

mengubah wajah-wajah yang penuh
dengan harap-harap cemas

menjadi rona kebahagiaan
dari mereka yang menungguimu

terutama ibumu


Kartini, hari itu
engkau dilahirkan

dari rahim ibumu
yang telah berjuang antara hidup dan mati

Saat itu,
Ayah ibumu
bahkan takpernah
menduga

bahwa hari lahirmu akan
menjadi abadi
menjadi hari yang akan dikenang
oleh seluruh bangsa Indonesia
terutama
kaum perempuan

Mereka juga tak mengira
bahwa melalui keturunan mereka

Tuhan
telah menakdirkan anak mereka
untuk menjadi penunjuk jalan
bagi kaum perempuan Indonesia

Hari itu dan untuk selamanya
namamu akan menjadi monumen abadi
bagi bangsa Indonesia

Selamat Ulang Tahun, Raden Ajeng Kartini


17 September 1904

karya: Arif Rahmawan

Kesunyian yang beku
perlahan-lahan
mulai pecah

oleh sayup-sayup
suara isak tangis
yang keluar

satu persatu dari bibir mereka
yang duduk bersimpuh
menunggumu

Dalam basah air mata mereka
terpancar rasa duka yang begitu dalam

Kartini.. .

di pembaringanmu,
selama empat hari
engkau tergolek lemah
setelah berjuang
melahirkan anak pertamamu

engkau bertahan di antara hidup
dan mati

Mungkin,
hanya suara tangis putra kecilmu
yang sayup-sayup
kau dengar

Namun, takdir juga
yang berkuasa

ternyata Tuhan
tidak mengizinkanmu untuk
memeluk...
mendekap..
menimang...
bayi mungil
darah dagingmu
yang baru saja engkau lahirkan

Tuhan tidak mengizinkanmu
apalagi mendendangkan lagu
ninabobo pengantar tidur
putramu terkasih

Kartini,
Engkau tak kuasa bertahan
tubuhmu makin terkulai lemah
pancaran sinar matamu mulai redup

Engkau hembuskan nafas terakhir
dalam usiamu yang baru
dua puluh lima tahun

Kartini,
kepergianmu
menggoreskan duka
bagi bangsa

Selamat Jalan, Kartini
Selamat Jalan, Pahlawan Emansipasi wanita

namamu akan
dikenang sepanjang masa
sebagai pahlawan bangsa