Kamis, 04 Januari 2018

Puisi Burung Belibis untuk Anak TK, SD dan SMP

Pesan Sponsor

Anak-anakku, pernahkah kalian mendengar cerita legenda tentang Prabu Anglingdarma ? jika iya, pasti kalian akan bisa mengingat bahwa di sana ada cerita tentang hewan bernama belibis putih. Pertanyaannya, pernahkah kalian melihat burung belibis khususnya belibis putih ?

Belibis memiliki tubuh berukuran sedang (41 cm). Warna coklat kemerahan, sangat mirip dengan Belibis kembang: Mahkota gelap. Kepala dan leher kuning kebo. Punggung coklat. Bagian bawah coklat kemerahan. Perbedaan dengan Belibis kembang: ukuran lebih kecil, tak ada warna hitam dan putih pada bulu tepi. Iris coklat, paruh hitam, kaki abu-abu gelap. Terbang dengan bersuara berisik. Sering dalam jumlah yang banyak. Sarang berupa tumpukan rumput, pada tepi paya, sungai, atau di lubang pohon. Telur berwarna krem, jumlah 8-10 butir. Berbiak bulan Februari, Maret, September, November.


Ilustrasi burung belibis


Adapun di bawah ini merupakan kumpulan puisi tentang burung belibis yang bisa kalian baca dan resapi dengan baik.

Burung Belibis Putih terbang Sendiri

Belibis putih
terbang sendiri

tak biasanya
ia begitu

terpisah dari kawan
membuatnya kebingungan

hendak kemanakah
kaki melangkah

sayap terkepak
tanpa tujuan

wahai kawan-kawanku
kemanakah kalian gerangan

aku tak tahu jalan 
aku tersesat

kiranya Tuhan berikan tanda
agar berkumpul lagi

belibis putih dengan saudara-saudaranya

Burung Belibis Terbang


Di danau
yang airnya jernih
di tepi desa

sekawanan burung belibis
terlihat sedang
berenang

mereka berlalu
kesana kemari

sambil sesekali
terbang rendah

setelah beberapa lama
merekapun terbang
bersama-sama

meninggalkan gelombang kecil
di permukaan air danau

terbang tinggi melintasi cakrawala
di bawah bayang warna senja

Belibis terbang pulang
ke sarang
yang entah di mana


Burung Belibis yang Mirip Itik

baca juga : Puisi Siput untuk Anak TK, SD, SMP 


Dari kejauhan
ia mirip itik

paruhnya
bulunya

Namun
tak mudah
menjumpai burung belibis

ia adalah hewan liar
yang berkelana
dari satu tempat ke tempat lain

berburu makanan pada malam hari

lalu terbang bersama-sama
dengan kawanannya
mengikuti naluri alam

hendak kemanakah ia?


Demikian puisi tentang burung belibis karya dari saya, Arif Rahmawan. Terima kasih telah membacanya.

sumber gambar : https://omkicau.com
Pesan Sponsor