Kamis, 08 Juni 2017

Puisi tentang Waktu yang Berharga

Puisi yang akan saya bagi kepada para pembaca kali ini bertema tentang waktu. Ya, waktu yang tidak bisa kita lihat namun bisa kita rasakan. Dalam Agama Islam sendiri ada surat khusus yang menerangkan tentang waktu yaitu Al-Ashr (Demi Waktu).


Waktu yang telah Lewat


Malam sepi, aku duduk sendiri di depan cermin
memandang wajahku sendiri

Wajah itu sudah semakin tua rupanya
berbeda jauh dengan kala masih balita

saat itu wajah ini masih lucu, menggemaskan
dan membuat semua orang ingin menciumku

Sekarang, wajah itu sudah tak seperdi dulu lagi
berganti dengan wajah yang semakin menua

Oh sang waktu
telah mengubah segalanya
memutihkan rambut
mengerutkan kulit

Sang waktu juga membawa kita pada perjalanan penuh misteri
yang begitu jauh
dan tak mungkin bisa kembali lagi

Manusia hanya bisa tunduk
pada sang waktu yang terus berjalan
tanpa bisa dihentikan

Begitupun aku



terbersit penyesalan atas segala kesalahan
yang terjadi pada masa lalu

terbersit penyesalan atas tingkah laku yang memalukan
yang terjadi pada masa lalu

Kuberharap waktu yang lewat mampu memberi pelajaran penting
demi menyelesaikan sisa waktu yang membentang di depan.

Mengenang masa lalu


Keheningan malam ini
membawaku terbang pada berbagai rangkaian peristiwa masa lalu
yang pernah kualami selama hidupku
hingga saat ini

Aku seolah melihat diriku berdiri
tepat membelakangi garis waktu yang terbentang
sepanjang aku lahir hingga sekarang

Sang waktu telah memberi begitu banyak
pengalaman batin yang begitu dalam
perasaan suka
saat mengalami peristiwa yang menyenangkan
dan perasaan duka
saat mengalami peristiwa yang menyedihkan

Wahai sang waktu,
masih ada sisa-sisa garis yang harus kutempuh
semoga bernilai manfaat bagiku maupun orang-orang sekitarku


Waktu yang Berharga


Di jalan raya
ribuan motor berlalu lalang setiap hari
mereka hilir mudik tanpa henti

sebagian dari mereka melaju
dengan kecepatan tinggi

mereka sedang menjalani rutinitas
sehari-hari

bersekolah
bekerja

mereka sedang dikejar waktu
waktu serupa tukang tagih utang
yang selalu mengejar ngejar di belakang kita

Karena waktu tak menunggu kita siap


Waktu yang tersisa


Ya Allah, entah sudah sejauh mana perjalanan hidupku
namun aku berjanji kepada diri sendiri
dan kepada-Mu ya Allah

dalam sisa waktu perjalanan hidup ini
akan kugunakan hanya untuk mencintai
mencintai orang-orang terdekatku

Membahagiakan mereka meskipun dengan cara sederhana

Ya Allah, harapanku itu tak mungkin terwujud
jika tak engkau ridhai

Untuk itu ya Allah, ridhailah cita-citaku
untuk menjalankan asmaul husnamu
Rahman dan Rahim
bagi sesama manusia

Ridhailah ya Allah
Pesan Sponsor