Tampilkan postingan dengan label Puisi Selamat Tinggal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Selamat Tinggal. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Juni 2017

Puisi Selamat Tinggal Cintaku, Aku Akan terus Melangkah

Puisi kali ini bertema seputar kandasnya hubungan cinta kasih di antara sepasang anak manusia. Namun dengan rasa optimis terhadap takdir Tuhan, semua perasaan galau dan resah akan hilang begitu saja.

Puisi di bawah ini, akan menjelaskannya.


Selamat Tinggal Cintaku


Langit di atas mendadak berwarna hitam pekat
awan seketika hendak menurunkan hujan
waktu pun seakan berhenti berputar

hidupku terasa hancur berkeping-keping

Cintaku,
andai kau tahu
seperti itulah apa yang terjadi denganku
sesaat setelah kau memutuskan mengakhiri
hubungan ini

Engkau memutuskan begitu saja
rangkaian cerita di antara kita berdua

karena merasa tak sejalan

Jalan apa cintaku
kau tak pernah bilang
apapun sebelum memutuskan hubungan ini
aku merasa semua baik-baik saja

Ah, aku merasa itu hanya alasan yang kau buat-buat
penyebab sesungguhnya adalah
ada orang lain yang lebih kau cintai
sehingga kau campakkan diriku begitu saja

Cintaku,
untuk sesaat aku memang merasa hidupku berakhir

namun, kupercaya takdir Allah lebih indah
jalan kita memang berbeda
akan kutempuh jalan ini tanpamu
dan itu bukan persoalan besar

Selamat tinggal cintaku
semua kenangan bersamamu
telah kubakar habis menjadi abu
yang beterbangan tertiup angin

Aku Akan terus Melangkah
menapak jalan membentang di depanku
tanpa dirimu

Selamat tinggal
Cinta...

Puisi Selamat Tinggal Ramadhan 1438 H / 2017 M

Puisi yang akan tertulis di bawah ini mengambil tema selamat tinggal bulan Ramadhan. Ya, Bulan Puasa Ramadhan sudah hampir usai. Umat Muslim akan merindukan bulan penuh hikmah tahun depan. Silakan simak puisinya.


Selamat Tinggal Ramadhan 1438 H / 2017 M


Pada malam yang langitnya bertabur kerlip bintang
sayup-sayup terdengar alunan takbir berkumandang
mendayu-dayu memuji kebesaran nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang
Oh, Suara takbir itu pertanda bahwa Ramadhan tahun ini telah selesai tayang

Bulan Ramadhan berlalu sudah
rasanya hanya sekelebat bayang, terlihat sebentar kemudian musnah
Oh, berakhirnya ramadhan membuat hati gundah
hanya bisa menanti datangnya Ramadhan dengan resah



Terbayang-bayang suasana perjuangan sepasang mata ini
untuk bangun pada sepertiga malam menunaikan makan sahur setiap hari
Masih dengan terkantuk-kantuk, siapkan hidangan makan sahur dengan rela hati
pada setiap suapan, teriring harapan semoga puasa lancar tak ada halangan berarti

Juga riuhnya jalanan, lalu lalang orang menanti waktu senja
waktu untuk mengakhiri puasa setiap harinya
waktu azan maghrib yang sungguh terasa merdunya
Itulah kebahagiaan orang yang berpuasa, buka puasa.

Kala malam beringsut, tiba saatnya saat tarawih yang didahului dengan salat isya
di antaranya disampaikan pula sepatah dua patah pengingat dalam kebaikan dan takwa
berjamaahlah para makmum, bergerak bersama-sama
mengikuti gerak imam yang memimpin dengan sukarela

Malam-malam kemudian berhiaskan lantunan ayat suci
yang dilantunkan setiap malam demi meraih pahala bagi diri
tadarus mengajak merenungi arti kehidupan di bumi
agar tak selalu mengejar kebahagiaan dunia yang tidak hakiki

Oh, Ramadhan semua suasana itu sungguh indahnya
tak mungkin bisa dilaksakana pada bulan-bulan lainnya
biarkan sejenak memejamkan mata mensyukuri setiap kemudahan beribadah kepada-Nya
pada bulan Ramadhan yang sungguh mulia


Nawaitu Shauma ghadin an'adai fardhi syahri ramadhana hadzihissanati lillahita'ala
niat yang kubaca setiap malam pada bulan ramadhan yang istimewa
mudah-mudahan bisa melakukan lagi pada tahun berikutnya
hanya Allah sang penentu takdir bisa memastikannya

Minggu, 11 Juni 2017

Puisi Selamat Tinggal Kasih, Sedih Sekali

Puisi yang akan bapak ibuk baca kali ini bertema tentang kesedihan karena berpisah dengan kekasih hati. Perpisahan yang terjadi di antara sepasang kekasih memang terkadang menyakitkan karena rasa cinta sudah terlanjur tertanam  dalam diri.


Selamat Tinggal Kasih

Kasih,
kuncup-kuncup bunga cinta di taman
yang kita rawat bersama
yang mekarnya pernah mengharumkan
jiwa kita

kini mulai layu

Kasih,
sekian lama kita merawat dan menjaga
taman itu agar nanti berbunga indah
dan warnanya kelak akan menghiasi hari-hari kita
kini layu sebelum berkembang

di belakangku, 
Kau telah
menanam bunga cinta di taman yang lain
bersama dengan orang lain

Aku baru menyadari
Taman bunga yang kau tanam bersamaku
rupanya adalah taman bunga yang penuh
dengan onak dan duri

Taman bunga yang kukira akan 
menjadi taman terindah yang kita rawat bersama
rupanya hanyalah taman yang tak bernilai bagimu

Kurelakan engkau pergi
bersamanya
walau hati ini sempat merasa bagai tertusuk duri

Selamat tinggal kasih
kita ditakdirkan hanya pernah bersama
namun tidak untuk selama-lamanya