Thursday, January 23, 2020

Uji Kompetensi 4 PKN Kelas 8 SMP Halaman 93

Soal dan jawaban dari uji kompetensi dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) Kelas 8 SMP Bab 43 halaman 93 kurikulum 2013 terbitan kemendikbud. Peserta didik diminta menjawab soal dengan benar.

Agar lebih jelas, sila perhatikan soal dan jawaban di bawah ini.



Soal dan jawaban

Suatu bangsa tidak akan berubah manakala bangsa tersebut tidak mau mengubah dirinya sendiri. Bangsa Indonesia tidak mungkin menjadi bangsa yang bebas mersdeka seperti yang dirasakan saat ini apabila tidak ada usaha untuk bangkit dan melepaskan diri dari penjajahan. Kesadaran bangsa Indonesia untuk bangkit tumbuh seiring lahirnya generasi muda terdidik dan peduli terhadap kemerdekaan Indonesia. Penjajah Belanda dapat menguasai bangsa Indonesia dalam waktu yang lama karena bangsa Indonesia mudah dipecah belah dan perjuangan yang dilakukan bangsa Indonesia masih bersifat kedaerahan. Boedi Oetomo sebagai organisasi nasional pertama meletakan semangat kebangkitan nasional bagi perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Jawablah soal soal di bawah ini dengan benar

1. Berikan pendapatmu mengapa bangsa Eropa termasuk Belanda melakukan penjajahan ke negara-negara di Asia.

Jawab:
Rusaknya ekonomi Eropa akibat peperangan dan berkembangnya teknologi pelayaran pada abad ke-15 menyebabkan negara-negara di Eropa melakukan ekspedisi untuk mencari sumber-sumber ekonomi baru keseluruh dunia. Ekspedisi ini banyak menemukan sumber ekonomi dan lahan baru untuk dilakukannya perdagangan. Ternyata kemudian bangsa Eropa tidak hanya melakukan perdagangan melainkan langsung menguasai dan menjajah negara-negara yang mereka anggap baru diketemukan.


2. Bagaimana masyarakat terdidik dan peduli terhadap bangsa dapat memerdekakan Indonesia.
Jawab:
Masyarakat terdidik merupakan kelompok masyarakat yang memilih berjuang dengan menggunakan cara-cara anti kekerasan. Mereka menjalankan strategi dan berpolitik dengan matang dengan tujuan untuk melawan penjajahan Belanda. Meraka harus pintar dalam bidang pendidikan. Untuk itu rakyat harus diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pengajaran serta memupuk kesadaran kebangsaan. Para pemuda itu menamakan diri mereka Budi Utomo, yang selanjutnya akan menjadi organisasi bersejarah yang memulai perlawanan dan perjuangan dengan ilmu.


3. Berikan alasanmu mengapa organisasi Boedi Oetomo dapat dikatakan peletak semagnat kebangkitan nasional.
Jawab:
Budi Utomo merupakan organisasi pertama yang memperjuangkan cita cita nasional, dalam perjalanannya Budi Utomo diwarnai berbagai kepentingan baik dari birokrat priyayi (bangsawan) maupun pemerintah Belanda. Namun pidato dr. Sutomo yang dalam diawal pendirian Budi Utomo, yaitu ”saya yakin nasib tanah air dikemudian hari akan ada ditangan kita” (Fajriudin M, 2015:28). Pidato ini berbekas kepada seluruh anggota Budi Utomo untuk memperjuangkan kehormatan bangsa Indonesia Besarnya pengaruh pergerakan Budi Utomo dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, maka Presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1948 menetapkan hari kelahiran Budi Utomo sebagai hari Kebangkitan Nasional.

4. Apakah pada masa kini masih dibutuhkan orang-orang yang memiliki semangat seperti pada tahun 1908.
Jawab:
Ya, benar. Justru pada masa sekarang kita membutuhkan orang-orang yang bersemangat seperti pada tahun 1908 sebab "penjajahan" pada zaman sekarang bukan lagi berupa penindasan dengan senjata akan tetapi dengan menggunakan sarana ekonomi, politik, sosial budaya dan lain-lain. Kita harus mempertahankan bangsa ini dengan cara dan semangat sebagamana tahun 1908 dengan menyesuaikan kondisi pada masa sekarang.

5. Ceritakan berdasarkan yang kalian ketahui bagaimana seorang pelajar mampu mengubah nasib suatu bangsa
Jawab:
Justru di tangan para pelajarlah nasib bangsa ini diletakkan. Mereka harus sungguh-sungguh menempuh ilmu dan menanamkan rasa cinta tanah air terhadap Republik Indonesia. Apabila merak serius sekolah dan akhirnya sukses dalam berbagai bidang, tentu akan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon