Rabu, 07 Juni 2017

Puisi Tentang Ulang Tahun Jakarta, 22 Juni 2017

Rangkaian kata-kata yang hendak saya bagikan kepada para pembaca adalah puisi dengan tema Jakarta. Sebuah kota metropolitan yang selalu menghadirkan banyak dinamika dalam berbagai bidang kehidupan, sosial, politik, ekonomi, budaya dan sebagainya.

Merayakan Ulang Tahun Jakarta


22 Juni
Lima belas dua tujuh

ditetapkan sebagai hari ulang tahunmu
wahai Ibukota Republik Indonesia

sudah 490 tahun
kotamu ada di nusantara ini

Tak ada yang meragukan
soal kemajuanmu
yang sangat pesat

satu persatu tanah lapang
berubah menjadi gedung-gedung menjulang langit
yang menancap di tanahmu

juga soal kendaraan-kendaraan tercanggih
yang selalu merayapi jalananmu

Tak ada yang mengalahkanmu
di seluruh Indonesia ini

Jakarta tumbuh menjadi kota metropolitan
namun masih menyisakan soal macet jalanan,
banjir yang tak kunjung terselesaikan
dan problematika sosial lainnya

Selamat Ulang Tahun Jakartaku


Soal Intoleransi di Ibukota Negara ini


Kurun waktu akhir 2016
hingga pertengahan tahun ini
suhu udara di jakarta mendidih

suhunya tak pernah turun meski
hujan deras terus mengguyur

Negara Kesatuan Republik Indonesia
memiliki Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika
sehingga siapa saja Warga Negara Indonesia
apapun sukunya memiliki hak dan kewajiban yang sama

Namun, peristiwa memilukan terjadi di negeri ini
persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan
dengan damai

berubah menjadi aksi pengerahan massa yang berkepanjangan

Semua bermula dari video yang dipotong
seorang dosen
tentang seseorang yang dianggap menistakan agama

Ribuan orang terprovokasi
bercampur rasa benci yang memenuhi diri

menghakimi dan memvonis sang tokoh
hingga kalimat terparah yang terdengar
adalah

bunuh.......

Sungguh mengerikan
inikah wajah kota Jakarta
mendadak berubah menjadi penuh kebencian dan amukan
hanya karena provokasi sekelompok orang

masih ada waktu berbenah
menjadi kota madani
yang berdasarkan Pancasila

Selamat Ulang Tahun Ibukota..


Jakarta, Kota Seribu Impian


Tiap kali habis lebaran
berbondong-bondong orang
dengan tas besar yang dijinjing di kiri kanan
mendatangi terminal-terminal di kotamu

Peluh keringat bercampur
dengan raut wajah takjub agak kebingungan
terlihat dari wajah mereka

Mereka hendak mengadu nasib
di Jakarta,
kota dengan sejuta lapangan pekerjaan

Jakarta oh Jakarta
kota impian banyak orang
yang hendak meraup rupiah
yang sulit didapat di kota kelahiran

Di Jakarta
jutaan orang membanting tulang
mengumpulkan selembar demi selembar rupiah
untuk menjadi saldo di bank

Jakarta menjadi kota impian
jutaan rakyat Indonesia
di berbagai daerah di Indonesia
Pesan Sponsor