Senin, 12 Juni 2017

Puisi Selamat Tinggal Ramadhan 1438 H / 2017 M

Puisi yang akan tertulis di bawah ini mengambil tema selamat tinggal bulan Ramadhan. Ya, Bulan Puasa Ramadhan sudah hampir usai. Umat Muslim akan merindukan bulan penuh hikmah tahun depan. Silakan simak puisinya.


Selamat Tinggal Ramadhan 1438 H / 2017 M


Pada malam yang langitnya bertabur kerlip bintang
sayup-sayup terdengar alunan takbir berkumandang
mendayu-dayu memuji kebesaran nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang
Oh, Suara takbir itu pertanda bahwa Ramadhan tahun ini telah selesai tayang

Bulan Ramadhan berlalu sudah
rasanya hanya sekelebat bayang, terlihat sebentar kemudian musnah
Oh, berakhirnya ramadhan membuat hati gundah
hanya bisa menanti datangnya Ramadhan dengan resah



Terbayang-bayang suasana perjuangan sepasang mata ini
untuk bangun pada sepertiga malam menunaikan makan sahur setiap hari
Masih dengan terkantuk-kantuk, siapkan hidangan makan sahur dengan rela hati
pada setiap suapan, teriring harapan semoga puasa lancar tak ada halangan berarti

Juga riuhnya jalanan, lalu lalang orang menanti waktu senja
waktu untuk mengakhiri puasa setiap harinya
waktu azan maghrib yang sungguh terasa merdunya
Itulah kebahagiaan orang yang berpuasa, buka puasa.

Kala malam beringsut, tiba saatnya saat tarawih yang didahului dengan salat isya
di antaranya disampaikan pula sepatah dua patah pengingat dalam kebaikan dan takwa
berjamaahlah para makmum, bergerak bersama-sama
mengikuti gerak imam yang memimpin dengan sukarela

Malam-malam kemudian berhiaskan lantunan ayat suci
yang dilantunkan setiap malam demi meraih pahala bagi diri
tadarus mengajak merenungi arti kehidupan di bumi
agar tak selalu mengejar kebahagiaan dunia yang tidak hakiki

Oh, Ramadhan semua suasana itu sungguh indahnya
tak mungkin bisa dilaksakana pada bulan-bulan lainnya
biarkan sejenak memejamkan mata mensyukuri setiap kemudahan beribadah kepada-Nya
pada bulan Ramadhan yang sungguh mulia


Nawaitu Shauma ghadin an'adai fardhi syahri ramadhana hadzihissanati lillahita'ala
niat yang kubaca setiap malam pada bulan ramadhan yang istimewa
mudah-mudahan bisa melakukan lagi pada tahun berikutnya
hanya Allah sang penentu takdir bisa memastikannya
Pesan Sponsor