Minggu, 07 Mei 2017

Kumpulan Puisi tentang Kematian

Kematian. Mati. Wafat. Meninggal dunia. Kata-kata tersebut begitu mengerikan untuk diucapkan dan dituliskan. Namun, bagaimanapun proses kematian akan dialami oleh seluruh manusia di dunia ini. Kita semua akan merasakan bagaimana rasanya mati.

Apakah anda merasa takut saat membayangkan hal tersebut ?

Wajar saja, rasa takut akan hinggap dalam relung hati terdalam manusia karena kematian akan memupus semua rencana kehidupan manusia. Riwayat hidupnya berakhir sudah.

Di bawah ini merupakan kumpulan puisi bertema kematian yang saya tulis untuk mengingatkan diri saya sendiri bahwa sayapun juga akan mengalami kematian, cepat atau lambat.



Saat Ajal Menghampiri

Saat malaikat kematian
menghampiri seorang insan

tuntas sudah perjalanan hidupnya
selama di dunia

Ia akan meninggalkan keluarga yang dicintainya
Ayahnya
Ibunya
Istrinya
Putra-putrinya
dan harta bendanya di dunia

Ia juga akan ditinggalkan sendiri 
di dalam gundukan tanah
tubuhnya akan menjadi santapan lezat
hewan-hewan di dalam tanah

Begitulah siklus kehidupan manusia di dunia
Setelah mengalami kelahiran
ia akan hidup di dunia
dalam waktu hanya puluhan tahun
mungkin hanya dalam waktu yang lebih singkat

Setelah itu ia akan meninggal dunia
memasuki alam kubur
Di sanalah perjalanan menuju kehidupan yang abadi
akan dimulai

Amal baiknya selama di dunia
akan membahagiakannya di surga
sementara amal buruknya
akan membuatnya menderita di neraka

Semoga Allah memberikan ridha bagi umat manusia


Saat Mengantar Jenazah Ke Makam

Dari rumah yang mewah
pemilik rumah yang kaya raya itu
hanya berbaring saja di dalam keranda
tak bergerak, meskipun di rumahnya penuh dengan orang
Di antara mereka sedang melaksanakan Salat Jenazah
tepat di depan keranda itu

Tak berapa lama
Keranda itu digotong empat orang
dan para pelayat mengiringi di belakang
mereka berjalan menuju ke makam yang terletak di tengah sawah
yang pada siang hari selalu sepi
juga pada malam harinya

Dari segala kemegahan dalam rumah 
pemilik rumah 
harus berpindah ke tempat sesunyi itu

ia harus berbaring selama-lamanya
ke dalam lubang yang telah diukur tepat 
sepanjang tubuhnya

Itulah kematian
Ia akan memupuskan segala kemegahan
yang diperjuangkan manusia
akan memutuskan hubungan 


Ajal datang, Manusia akan Dikenang


Saat ajal mendatangi manusia
sirna sudah seluruh angan-angannya
untuk terus hidup di dunia
jatah waktunya menghirup udara di dunia telah usai

Setelah tubuh ringkih yang tak bernyawa
dikubur di dalam tanah

Mereka yang hidup
hanya bisa mengenangnya

Mereka akan teringat dengan segala tingkah lakunya
selama di dunia

Jika tingkah lakunya selalu berhiaskan kebaikan
mereka yang masih hidup akan terus membicarakannya
dan mengatakan bahwa ia adalah orang baik
yang suka menolong
mencintai keluarganya
selalu berbuat adil
atau selalu berderma pada sesama

Namun, ketika kehidupannya di dunia
hanya diisi dengan perbuatan tercela
dan hina
mereka yang hidup akan mengenangnya
sebagai manusia durjana
yang selalu merugikan sesama

Kehidupan adalah proses menanam

Advertisement