Selasa, 25 April 2017

Kumpulan Puisi Hari Pendidikan Nasional 2017, Terbaru

Bulan Mei dikenang sebagai bulan pendidikan karena pada tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingatinya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Tanggal tersebut dipilih berdasarkan kelahiran pahlawan pendidikan, Ki Hajar Dewantara yang dilahirkan pada tanggal yang sama pada tahun 1889. Sosok Ki Hajar Dewantara yang bernama kecil Soewardi Soerjaningrat dikenal sebagai tokoh yang gigih memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia melalui jalur pendidikan.
Pengalaman berinteraksi dengan kaum penjajah Belanda membuatnya percaya bahwa dengan pendidikanlah rakyat Indonesia akan mampu menghadapi penjajahan Belanda, selain tentu saja melalui perjuangan bersenjata. Untuk itu ia membentuk organisasi pendidikan Taman Siswa yang bertujuan untuk mendidik rakyat Indonesia dengan ilmu-ilmu modern, namun tetap bertumpu pada budaya bangsa.

Sebagai bentuk penghargaan dan pengormatan saya terhadap jasa Ki Hajar Dewantara dalam bidang pendidikan, saya tergerak untuk menulis puisi yang memiliki tema Hari Pendidikan Nasional. Selain itu, dalam postingan blog saya yang lain, saya juga sudah menulis puisi dengan tema khusus tentang sosok Ki Hajar Dewantara yang bisa anda baca dalam Kumpulan Puisi Ki Hajar Dewantara, Pahlawan Pendidikan

Adapun puisi-puisi bertema Hari Pendidikan Nasional kali ini berisi tentang realitas dan harapan-harapan saya sebagai rakyat Indonesia terhadap kemajuan pendidikan nasional. Ini selaras dengan tema peringatan Hardiknas tahun 2017 ini, "Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas"



Pendidikan yang Merata dan Berkualitas

Dua Mei 2017
hari ini, untuk kesekian kali
bangsa ini memperingati hari pendidikan nasional

Demi mencerdaskan anak-anak negeri
demi membukakakan gerbang masa depan cerah bagi mereka
dan demi kemajuan bangsa

Negara ini mengemban tugas berat
untuk mewujudkan pendidikan
yang merata dan berkualitas

Pendidikan yang ada di pulau jawa
harus sama dengan yang ada di Papua

Pengajaran yang ada di Sulawesi
harus tak berbeda dengan yang ada di Sumatera

Bangunan Pendidikan yang ada di Kalimantan
harus sama bagusnya dengan bangunan yang ada di Pulau Bali

Itulah tanggung jawab kita semua
mewujudkan pendidikan yang setara antara satu dan lainnya


Semangat Hari Pendidikan Nasional

Hari ini untuk kesekian kalinya
bendera merah putih dikibarkan
di halaman ini

Kibaran sang saka yang gagah perkasa
di angkasa
mengatakan kepada kita semua
Hari ini, dua mei ini
adalah hari pendidikan nasional

sebuah hari yang menandai bahwa
pendidikan merupakan hal yang sangat penting
bagi sebuah bangsa

sebuah hari yang menjadi pengingat bagi kita
semua bahwa
dahulu ada tokoh besar yang dilahirkan

Hari ini adalah momentum bagi kita semua
para guru

untuk merenungkan kembali
siapa jatidiri kita sebenarnya

Kita adalah para guru
yang bekerja untuk
mengajar
mendidik
bahkan momong
para generasi penerus bangsa

Kita juga
yang memegang tanggung jawab besar
untuk memberi bekal terbaik
bagi putra-putri bangsa


Wahai para guru,
Atas dasar itulah kita semua berada di sini
untuk meneruskan tongkat estafet
yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara

menjadi pendidik yang benar-benar mendidik


Kita adalah Kaum Pendidik

Kaum pendidik
adalah mereka
yang mengabdikan dirinya
untuk mengemban tugas berat
di pundaknya

Kaum pendidik
adalah mereka
yang tanpa lelah
mengajarkan ilmu
kepada putra-putri bangsa


Kaum pendidik
adalah mereka
yang berani menggantikan
peran orang tua
di sekolah

Kaum pendidik
adalah mereka
yang merelakan waktunya
membangun pondasi yang kuat
bagi masa depan anak bangsa

kaum pendidik
adalah mereka
yang ikhlas berbakti
memberi tauladan kebaikan
bagi para muridnya

Kaum pendidik
adalah penunjuk jalan
bagi putra-putri bangsa

Kaum pendidik
adalah pelita
yang tak henti menyala
untuk memberi suluh
bagi putra-putri bangsa

Kaum pendidik
adalah kita


Yang Terhormat Para Wali Murid

Saat suara bel masuk kelas
memenuhi seluruh lingkungan sekolah

Saat itu juga
kami telah menggantikan posisimu
sebagai orang tua bagi anak-anakmu

Bukan hanya saat itu
Sejak putra-putrimu tercatat sebagai siswa
di sekolah,
saat itulah, kami telah menjadi orang tua bagi
putra-putrimu

Putra-putrimu
adalah putra-putriku juga

Sebagaimana dirimu yang menginginkan
yang terbaik bagi mereka

kamipun berpikiran sama
mereka harus pintar
mereka harus rajin
mereka harus berkarakter
mereka harus juara

Itulah keinginan kami

Dalam perjalanannya, kami harus menghadapi
banyak kenakalan-kenakalan yang menguji mental dan kesabaran kami
yang mungkin tidak pernah dilakukan putra-putrimu selama di rumah

Terkadang ada beberapa orang dari kami
yang tersulut emosinya atas ulah putra-putrimu

Kalian, para wali murid tak mau tahu
Kalian gunakan pendekatan hukum untuk menghakimi kami
Itu tidak adil bagi kami

Mohon pahamilah diri kami

Sebagai guru, kami memang sudah dibayar
dengan harga yang mahal
kecuali bagi yang masih berstatus wiyata bakti

Namun
pekerjaan kami juga bukan pekerjaan ringan
kami harus menjadi orang tua bagi puluhan, hingga ratusan anak

Mata kami harus terus mengawasi
segala kegiatan putra-putrimu
telinga kami harus waspada
setiap saat

Jadi, wahai orang tua murid
kami ini juga orang tua bagi anak-anakmu
jadilah bijaksana dengan tidak tergesa-gesa
menghakimi kesalahan kami



Advertisement