Rabu, 29 Maret 2017

Hilman "Lupus" Hariwijaya Sang Penulis Skenario Sinetron Anak Langit



Dunia hiburan tanah air memang tak lepas dari keberadaan sinetron. Cerita yang ringan namun terkadang memancing emosi dan bikin jantung berdebar-debar menjadi daya tarik sinetron Indonesia.

Salah satu sinetron yang mendapat rating cukup tinggi saat ini adalah sinetron Anak Langit. Sinetron yang belum lama diputar di SCTV tersebut berhasil menyedot perhatian pemirsa. Tetangga saya yang disela-sela ibadah Shalat Maghrib dan Isya kerap menonton berita atau hiburan dangdutan di TV swasta, kini mulai beralih menyaksikan tayangan Anak Langit.

Akting yang memukau, bintang yang bersinar dan skenario dengan jalan cerita yang kerap memancing rasa penasaran menjadi kekuatan sinetron ini.

Untuk itu, kali ini, saya akan mengulas siapakah orang brilian yang membuat skenario sinetron Anak Langit ini. Sosok tersebut bernama Hilman Hariwijaya.

Saya hendak sekadar bernostalgia ke masa 90an. Bagi anda, kaum generasi 90an, terutama mereka yang rajin baca novel tidak mungkin tidak mengenal nama Lupus. Sosok cuek bebek yang kerap meniup permen karet tersebut dikarang oleh jago ngocol seIndonesia bernama Hilman. Tidak heran, nama Hilman kerap disandingkan dengan nama Lupus sehingga nama Hilman menjadi Hilman Lupus. Wajah Hilman sendiri tentu sudah akrab di mata pembaca Lupus karena kerap dipajang pada halaman belakang novel.


Hilman Muda. dok:pribadi


Seiring perkembangan zaman, terutama dunia pertelevisian, Hilman rupa-rupanya tetap berkiprah menjadi penulis skenario yang handal. Beberapa sinetron yang mendapat rating tinggi tak sedikit yang skenarionya digarap oleh Hilman yang lahir pada 25 Agustus 1964, termasuk salah satunya adalah sinetron yang sangat keren berjudul Anak Langit.

Kiprah Hilman dalam dunia Kepenulisan buku dan Skenario

Dibanding aktor dan aktris, tentu saja penulis skenario memang tak begitu mendapat perhatian dari pemirsa, termasuk saya sendiri. Ketertarikan saya untuk menulis artikel tentang Hilman didorong oleh memori masa lalu karena perihal kegemaran saya membaca novel Lupus. Melihat sosok Hilman sekarang menjadi penulis skenario sinetron-sinetron dengan high rating, cukup membuat saya bangga dan tentu saja memotivasi saya, bahwa ternyata karir menulis bisa dikembangkan sedemikian rupa seperti yang dilakukan oleh Hilman sekaligus memberikan informasi tambahan bagi anak-anak muda tentang masa lalu sang penulis skenario bukan hanya dalam bidang sinetron melainkan dalam penulisan buku.

“Awalnya saya ngebayangin mau ciptain tokoh kayak apa, saya mau menciptakan sesuatu yang baru. Gambaran anak muda pada saat itu, mulai dari cara ngomong sampai cuek-cueknya.  Dulu cerita remaja tuh yang bikin bukan remaja, dulu Arswendo yang (sering) bikin. Sedangkan saya menulis memang seusia Lupus dengan dunia dan lingkungan saya sendiri. Melihat teman-teman dekat saya, akhirnya terciptalah Lupus dan geng-gengnya,” kata Hilman.sumber


Sekarang mari kita lihat rekam jejak Hilman Hariwijaya dalam dunia kepenulisan. Nama Hilman tak bisa dilepaskan begitu saja dari sosok Lupus yang diciptakannya. Berikut ini novel Lupus dengan berbagai judul yang pernah ditulis oleh Hilman.

Lupus

1. Tangkaplah Daku Kau Kujitak (November 1986)
2. Cinta Olimpiade (Februari 1987)
3. Makhluk Manis dalam Bis (Juni 1987)
4. Tragedi Sinemata (Oktober 1987)
5. Topi-topi Centil (Maret 1988)
6. Bangun Dong, Lupus (Agustus 1988)
7. Sandal Jepit (Juni 1989)
8. iiih, syereem! (Juli 1990)
9. Idiiih, Udah Gede(Desember 1990)
10.Drakuli Kuper(Ih, Syereem Part 2)(Maret 1992)
11.Lupus ‘n Work(Maret 1994)
12.Interview With The Nyamuk(Mei 1995)
13.Yang Paling Oke(September 1995)
14.Cowok Matre(Juni 1996)
15.Mission: Muke Tebel(Maret 1997)
16.Gone With The Gossip(Oktober 1997)
17.The Lost Boy: Salah Culik(1998)
18.Kutukan Bintik Merah(1998)
19.Krismon(1998)
20.Sereeem(1999)
21.Boys Don’t Cry(1999)
22.Bunga Untuk Poppy(2000)
23.Candlelight Dinner(2000)
24.Lupus Milenia 1 – Boneka Ditaman Sekolah(2001)
25.Lupus Milenia 2 – BeTe(2002)
26.Lupus Milenia 3 – PDKT(2002)
27.Cinta Seorang Seleb(2005)
28.Lupus Return: Cewek Junkies(2007)



Lupus ABG(With Boim LeBon)

1. Lupus ABG(Maret 1995)
2. Jadi Lupa Sama Yang Lain(Juli 1995)
3. Cinta Lupus(September 1995)
4. Ringan Sama Dijinjing,Berat Sama Difficult(Maret 1996)
5. Bohong Itu Nyontek(September 1997)
6. Simalakama(1998)
7. Sur… Sur… Surprise(1999)
8. Telepon Umun dan Kecoak Nungging(1999)
9. Cemburu Berdarah Dingin(2000)
10. Berantem Gaya Baru(2002) ** (created by otoy)
11. My Grandma Dream’s(2005)

Lupus Kecil(With Boim LeBon)

1. Lupus Kecil(Februari 1989)
2. Sunatan Massal(Juni 1990)
3. JJS: Jalan-jalan Seram(Juli 1991))
4. Rumpi Kala Hujan(Juni 1992)
5. Sakit, Lah, Dekh, Dong, Weew(Februari 1993)
6. Duit Lebaran(Maret 1994)
7. Bolos(Desember 1994)
8. Terserah Si Ehem(1998)
9. Guruku Manis Sekali(1998)
10. Kucing Asuh Bernama Mulan(1999)
11. Repot… Repot… Repot…!(2000)
12. Iiih, Rakuuut!(2001)
13. Diam Belum Tentu Emas(2003)

Selain novel tersebut ada lagi, novel Olga yang cukup populer saat itu meskipun tidak sepopuler Lupus. Lepas dari dunia kepenulisan buku, Hilman merambah dalam bidang penulisan skenario sinetron. Beberapa skenario sinetron yang ditulisnya antara lain, sebelum Anak Langit adalah Anak Jalanan, Cinta Fitri” musim 1, 2 dan 3, “Melati untuk Marvel”, “Cinta 7 Susun”, “Catatan Hati Seorang Istri” dan “Kita Nikah Yuk”.

Bagi Hilman, menulis skenario memiliki tantangan tersendiri dan itulah bidang yang kini dihidupi dan menghidupinya.


sumber : http://hiburan.metrotvnews.com


“Menurut saya, sebuah peningkatan dari nulis buku terus nulis skenario film atau sinetron, itu peningkatan kemampuan dari seorang pengarang. Orang boleh enggak setuju, tapi itu peningkatan kemampuan pengarang. Sebenarnya, penulis buku belum tentu bisa nulis skenario, begitu juga sebaliknya. Tetapi saya analogikan menulis buku itu kayak bermain piano klasik. Kalau sudah bisa main piano, bisa main keyboard yang banyak pengembangannya. Keyboard itu ibarat sinetron,” terang Hilman. sumber.

Dan sekarang mari jadi saksi kepiawaian Hilman memainkan keyboard.


EmoticonEmoticon